BERSAMA DENGANMU

BERSAMA DENGANMU
11. PERUBAHAN RUANG


__ADS_3

“apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda itu tapi biarlah aku tidak ingin berurusan denganya” kata xian dengan lirih


Burung pipit itu meuju xian. xian terkejut saat dia di dekati burung pipit yang meminta bantunaya untuk memberi tahu jika dia kerepotan memiliki tuan seperti itu


“he kamu jangan melakukan hal yang memalukan seperti itu ini di tengah jalan” kata xian yang langsung memegang laki laki berambut biru itu


“he kamu” kata laki laki berambut biru itu


“kita tidak saling kenal” kata xian seraya melepaskanya dan memandang wanita itu “ nonoa anda bisa pergi sekarang jangan memperduliakn dirinya" kata xian dengan satai


“terimakasih” kata gadis itu yang langsung pergi


“he kita ketemu lagi mengapa kamu kerjaanya ikut campur urusan orang” kata laki laki itu yang tidak rela jika dia di tingal oleh gadis itu


“maaf aku tidak mengenalmu, dan itu tidak benar lagian bagi peria melakukan hal seperti itu angat memalika. lagian juga aku tidak ingin mengurus urusanmu tetapi burung pipit lah yang meminta padaku untuk memberi tahu jika dia kerepotan memiliki tuan seperti mu, jika aku tidak kasihan oleh burung itu mana mau aku urusan sama perempuan” kata xian yang menjelaskan


“kenapa perkataan mu yang sangat tajam seperti itu kepadaku” kata laki laki itu


“dasar tidak tau malu ya aku mau lanjut perjalanan jadi permisi” kata xian yang tidak kingin berurusan dengan dirinya


“dasar teman tidak memeiliki perasaan” kata laki laki itu


“apa katamu teman, asal kamu tau aku tidak memiliki teman sepertimu” kata xian dengan santainya


“apa kamu tidak memgingatku, kamu yang ada di seleksi kan, apa ingatanmu buruk”kata laki laki itu seraya merengek seperti anak kecil


Lalu xian mengingat dan saat itu laki laki berambut biru sedang ketakutan dan dia merasa dirinya akan mati namun itu sia sia, lalu xian menatap laki laki itu tanpa eksperesi di wajahnya yang membuat laki laki berambut biru itu sedikit tersinggung


“eksperesi apan itu kamu bahkan tidak memiliki belas kasih aku tersinggung tahu, kamu harus menolongku” kata laki laki berambut biru itu


“untuk apa aku menolong mu sementara kamu saja sangat kuat” kata xian yang merasa laki laki itu sangat kuat bahkan jauh lebih tangguh dari dugannya


“aku ini lemah tahu kamu harus melindungiku sehinga aku bisa menikah” kata laki laki itu seraya menangis di bawah kaki xian


“kalo hanya menemani tidak masalah namaku fan xian” kata xian kepada anak laki laki berambut biru itu


“ya namaku alxar kaha, mohon bantuanya” kata laki laki berambut biru itu


Lalu xian memainkan serulingnya yang membuat kaha menjadi tenang mereka berjalan bersama meski kaha terlihat ketakutan namun xian merasakan betapa kuat dia bahkan xian merasa kecepatan yang di pelajari olehnya bisa saja dengan mudah dia kuasai namun xian hanya terdiam karena energi miliknya belum bangkit sepenuhnya


burung lelang milik xian memeberi tahu jiak waaktunya sudah mulai mendesak sehinga mereka harus bergegas melanjutkan perjalanan yang harus segera di periksa


“cepat sudah tidak ada waktu lagi bergegaslah” kata burung itu


“baik ayo kaha” kata xian yang mulai menyimpan serulingnya dan berlari kecil namun karena xian memiliki badan yang tingi dia bisa melangkah lebih panjang dari kaha yang membuat kaha harus ketingalan.


Xian terus berlari menuju tempat yang di tunjukan burung elang, dia terkejut karena di sana dia melihat rumah itu namun xian bisa merasakan energi yang berbeda beda

__ADS_1


“xian apa kamu mendengar sesuatu” kata kaha


“mendengar tidak aku hanya mencium bau yang busuk dan sangat tajam” kata xian


“kalo begitu kita bisa bekerja sama “ kata kaha


“ya” kata xian


Namun xian tiba tiba terkejut saat melihat dua anak yang ketakutan lalu dia mencoba berbicara dengan meraka


“hay sedang apa kalian di sini” kata xian


“kami........... kami mencari kakak kami” kata salah satu dari mereka


“kakak, baiklah kalian janga.....” kata xian yang terhenti karena dia merasa ada orang yang akan datang


Tidak lama kemudian ada seorang laki laki yang terjatuh dari ruangan atas xian yang melihat itu xian bergegas menangkapnya dengan cara loncat dan menangkap sebelum orang itu terjatuh ke tanah, yang membuat kaha terkejut katena xian begitu cepat bakah kecepatanya tidak bisa terlihat di mata kaha


“paman tidak apa apa kan” kata xian


“aku selamat” kata pria itu


“ya anda istirahat saja dulu anda terluka” kata xian yang mengobati lukanya dengan santai


‘gerakan xian sangat cepat apa dia hebat sehinga gerakanya cepat sekali” kata kaha dalam hati


Laki laki itu berhasil di selamatkan oleh xian,


“bukan kakak kami memakai baju berwarna abu abu” kata salah satu dari mereka


“baik apa pun yang terjadi jangan tingalkan kotak ini jika kalian dalam bahaya di dalam kotakini akan menjaga kalian” kata xian yang meletakan kotaknya.


“lalu xian bergegas masuk dan mengajak kaha namun sifat kaha yang menjadi seorang penakut pun di tunjukan


“ayo kaha” kata xian


“aku tidak ikut aku takut” kata kaha seraya merengek di depan xian


“baik lah jika begitu” kata xian dengan nada yang begitu menakutkan dan mengeluarkan hawa yang cukup menekan dia


“baik lah abik lah aku ikut” kata kaha yang merasa xian sangat menakutkan


Lalu xian memasuki rumah itu dan terus berjalan hinga ujung di sana tidak memiliki tangga atau jalan untuk ke lantai atas karena di sana di penuhi oleh ruangan kosong


“xian aku takut bisakah kita pelan pelan saja” kata kaha seraya merengek di belakang xian dan melihat ke kiri dan kekanan


“ini jalan buntu” kata xian yang kebinggungan

__ADS_1


“ apa jalan buntu kalo begitu kita akan mati” kata kaha seraya memegang xian dengan kencang


“diam lah” kata xian yang berusaha mencari cara untuk bisa naik ke ruangan atas


“ya.................” kata kaha yang mendengar orang memukul gendang


“kakak kakak kalian tidak apa apa” kata anak yang ada di depan


“kalian mengapa masuk” kata xian yang panik karena nataly ada di kotak sementara kotaknya di luar rumah itu


“tadi aku mendengar dari dalam kotak itu dia mendengkur jadi kami kesini karena takut” kata salah satu dari mereka


“ya tapi jangan di tingal dong di dalam adalah hal yang palig berharga dari hidup kakak” kata xian yang merasa kawatir


“maaf kalo begitu” kata salah satu dari mereka


“yaaaa........... kita akan mati” kata kaha yang tidak sengaja menyengol xian dengan sakah satu anak di luar itu yang memasuki runagan itu


“aduh kaha”kata xian yang melangkah memasuki ruangan itu dan ada anak kecil yang memeluknya


“maaf xian” kata kaha


Lalu ruangan yang xian tempati itu berubah ubah tempat dia baru mentyadari jika ruangan itu di buat dari keuatan sepeiritual milik vampir yang cukup hebat


“anu nama mu sipa” kata xian yang bertanya pada anak itu


“aku cach” kata anak kecil yang ikut bersamanya


“oke cach dengar kakak jangan kawatier ya kakak pasti akan melindungi mu dan begitu juga kakak mu dia pasti di lindungi oleh kaha jangan kawatir” kata xian seraya mengelus kepala cach


Dan pitu ruangan itu terbuka, yang di depanya sudah ada vampir pemakan manusia yang sedang mencari ciy, xian bersiap siap untuk bertarung


“bersembunyi lah” kata xian pada cach


Diruangan yang berbeda kaha yang bersama dengan gen yang tidaklain kakak cach yang sedang mencari keberadaan xian dan cach


“cach............ di mana kamu” teriak gen seraya mencari namun di sini kaha ketakutan


“berhenti bisakah kamu berhenti” kata kaha


“apa gunaya kamu megang sejata sementara kamu ketakutan seperti itu” kata gen


“kita keluar dari sini sekarang, di sini kah.......... di sini.......... tidak di sini” kata kaha yang mencari keberadaan pitu keluar namun yang dia dapatkan adalah ruangan saja


“di sini “ kata kaha dan tidak sengaja membuka ruang yang ada orang yang menutupi wajahnya dengan kain


Seorang yang menutupi wajahnya dengan sehelai kain hitam dia memiliki tinggi badan seratus tujuh puluh, memgang dua senjata dan dia sangat lah berani

__ADS_1


“akhirnya aku tahu keberadaan mu” kata orang itu yang menutup mukanya mengenakan kain seray berlari


“ada yang datang tapi siapa dia” kata xian dengan lirih


__ADS_2