
Lalu handoko menyerang terlebih dulu namun orang itu berhasil menebas salah satu tanganya dan menghancurkan tanah yang ada di dekat kakinya pertarungan yang sangat dahsyat pun terjadi di malam rembulan itu sehigga meningalkan bekas di sana yang begitu hebat
Vampir yang kabur pun tertebas oleh pedang golden itu yang membuatnya mati terbakar di tempat, begitu juga dengan handoko yang terus melakukan perlawanan namun tetap saja kehebatan orang yang mengenakan baju hitam itu jauh lebih kuat, dia menegnakan energi sempurna yang sangat legenda itu
Sehinga handoko mengenakan cara lama yaitu menipulasi namun kini pemuda itu bisa menghancurkan menipulasi dengan mudah namu tetap saja dia berhasil kabur karena pagi mejelang dia pun pergi meninggalka tempat itu
“sial lagi lagi dia bisa hidup degan teang” kata seren king yang pergi begitu saja.
Cahaya matahari mulai menampakan diri, seren king segera pergi karena takut bertemu dengan pembasmi vampir karena dirinya di incar oleh pembasmi vampir dan dia ingin menjalani hidup seperti biasa namun di sayangankan.
Dari pertarungan handoko dan seren king pun tinggal bekas yang sangat mengerikan di sana banyak pepohon yang tumbang dan tanah terbelah bahkan bangunan kosong pun hanncur seperti terkena bencana.
xian berjalan menuju rumah yujin yang ada di balik jalan dan bersamaan matahari terus menampakan diri dia masuk mencari nataly, yujin dan ren.
“nataly, nona yujin, ren kalian di mana” kata xian yang mencari keberadaan mereka
“di sini, di sini, sesungguhnya kamu tidak perlu turun namun jika kamu keberatan ya tidak masalah” kata ren yang cemburu atas keberadaan xian dan nataly
“ren” kata yujin
“hanya bercanda” kata ren
“xian kemarilah” kata yujin yang memangil xian
“baik” kata xian
Dia menuruni tangga yang cukup gelap namun tidak lama cahaya lampu mulai terlihat dan xian terus berjalan dia melihat nataly begitu juga nataly yang berlari menuju sang kakak
“nataly” kata xian yang tersenyum bahagia
Nataly lalu memeluk xian seakan dia merindukan keluarganya xian yang memeluk nataly dengan merasa bahagia namun dia menyembuyikan kesedihanya agar nataly tetap bahagia namun tidak lama dia memeluk yujin dengan erat.
“apa nataly baik baik saja? Dia begini sejak dia sadar dari pingsanya saat kamu tinggal dan kami pindahkan kemari katena matahari akan terbit” kata yujin yang menjelaskan
“tidak masalah, dia baik baik saja hanya dia seang menrindukan keluarga, mungkin dia merasa kalian adalah salah satu dari keluarga ku yang telah tiada” kata xian yang menjelaskan
__ADS_1
“tapi kami adalah vampir namun ilusi yang di buat untuk nataly adalah untuk manusia, agar menganggap manusia adalah keluarga” kata yujin yang terheran heran
“kalian sudah di anggap sebagai manusia, pada awalnya aku tidak senang saat aku mendengar nataly di beri ilusi namun keinginanya begitu jadi aku bersyukur karena nataly baik baik saja” kata xian yang menjelaskan namun pembicaraan itu terhenti saat xian melihat yujin memeluk nataly seraya menangis “ anu nataly tolong lepaskan nona yujin jiak berpelukan begitu erat itu akan menyakitinya” kata xian yang takut jika yujin keberatan
“terimakasih nataly terimakasih aku senang kita bisa bertemu” kata yujin yang menrasa senasenang karena dari tiga ratus tahun baru kali ini dia di anggab sebagai manusia
Nataly memluknya begitu lama namun dia hanya merasa jika dia sedang di peluk oleh ibunya saat itu ren juga merasa terheran heran dan mengingat saat dia masih menjadi manusia
“jika kamu mau hidup lebih lama kau bisa membatu namun tidak menjadi manusia dan hidup dengan kehilangan rasa kemanusiaan itu jauh lebih membuat mu menyesal, tetapi apa kamu masih ingin hidup” kata yujin saat ren masih menjadi manusia dan umurnya sudah tidak banyak lagi
“kami akan pindah dari sini, karena kami sudah dekat dengan handoko itu berbagaya” kata yujin yang memebri tahu ke xian,
“baik tapi bagai mana dengan masalah darah yang akan aku dapatkan jika kamu pindah” kata xian yang sedikit ke bingunggan
“kamu tidak usah kawatir masalah itu setiap kali kamu dapat darah yang untuk penelitianya nanti aku yang mengambilnya sendiri melalui peliharaan ku” kata yujin
“baiklah kalo begitu kami pamit” kata xian
“tunggu, jika tidak keberatan biarkan nataly ikut bersama kami biar dia tidak dalam bahaya” kata yujin yang kawatir akan kondidi nataly
‘yang di katakanya ada benarnya memang berbahaya jika dia ikut denganku’ ucap xian di dalam hati
“terimakasih atas kekawatiran anda pada kami, namun akan jauh lebih baik jika dia tetap bersama dengan ku” kata xian yang menyadari jika adiknya tidak ingin di tinggal olehnya
“baiklah kalo begitu berhati hatilah”kata yujin yang menghawatirkanya
“baik terimakasih banyak semua yang anda lakukan untuk kami dan aku berharap anda dalam keadaan sehat selalu, kalo begitu aku pamit” kata xian akan pergi
“cepatlah pergi kami juga akan segera bersiap siap untuk meninggalkan tempat ini” kata ren yang bercanda dengan xian meski sedikit ketus
“ ayo nataly” kata xian kepada nataly yang ada di sampingnya
Nataly hanya melihat wajah xian yang begitu senang dan dia pun lari menujuh kotak yang biasa untuk dia istirahat dan meningalkan xian di bawah
“anu nataly jangan lah terburu buru nanti kamu bisa terjatauh atau terkilir” kata xian yang kawatir seraya melangkah mengikuti nataly
__ADS_1
“xian adilmu cantik dan berbakat bahkan juga dia sangat manis” kata ren yang memuji nataly namun dia tidak berani melihat ke arah xian
“ehehe” xian hanya tertawa saja
Xian melanjutkan perjalanan kini dia memainkan serulingnya dengan santai dan berjalan dengan santai. Xian tidak sengaja melewati tempat yang untuk pertarungan handoko dan seren king yang meningalkan bekas yang hebat, dan atas kejadian itu
Dan hasil pertarunganya pun menjadi topik utama menjadi perbincangan warga setempat dan xian tersenyum kecil saat mendengar perbincangan dari warga. Xian bersyukur karena tidak menimbulkan korban. waktu bersamaan ada orang yang duduk di ruangan terbukadan di dekatnya ada dua anak yang berambut panjang dan ada burung elang yang mengenakan aksesoris di kakinya yang membawa berita tentang keberadaan seren king.
“ohhhh jadi semalam seren king telah muncul, ini membuat kita sedikit terbantu, namun apa tujuanya setelah lima tahun terakihir ini dia menghilang tidak ada kabar seperti ini, dan kini dia hadir, aku harap para larsa bisa menemukanya dan kita bisa bekerjasama” kata orang itu seraya tersenyum dingn meski tidak di perlihatkan wajahnya
Lalu xian terus berjalan menjauhi tempat itu dia berjalan seraya memainkan serulingnya dengan merdu. Yang membuat xian lebih lega dan menngembalikan setaminanya, lalu xian ingat saat ayahnya di perjalananya
“xian ayah ingin kamu memainkan seruling ini dan nadanya akan sedikit berbeda ini untuk memulihkan setamina mu yang telah kamun kelurkan dan ini juga akan menangkan hati dan jiwamu” kata sang ayah pada xian
Saat itu xian berusia empat tahun namun xian sudah diajarkan bagaimana dia berpedang dan bagaimana mengenakan teknik energi yang menjadi turun menurun yaitu tari lili biru bermekaran yang di persembahkan setiap musim salju berakhir dan menjelang musim semi dan itu di wariskan secara turun menurun.
Tarian ini hanya di wariskan kepada anak yang memiliki keterampilan hebat dan jarang orang yang bisa meguasainya namun tarian itu sudah tidak di lakukan lagi karena sudah hampir tidak di gunakan lagi. karena tidak ada yang bisa mewarisi selain keturunannya
Xian terkejut saat dia didatangi burung elangnya
“cepat lah bergegas jangan membuang waktu di jalan kamu lelet sekali” kata burung elang itu
“sabarlah akau sangat lelah bisakah aku istirahat sejenak aku juga butuh istrahat lagian membunuh vampir juga seperti biasa hanya memuat kita cape dan merasa sakit jadi berhentilah aku hanya ingin jalan dengan satai tidak banyak hal yang aku lakukan kan” kata xian kepada elangnya itu
“segera bergegaslah jangan malas” kata elang itu
“sudah kubilang jangan menggangu ketenangan biar aku berjalan dengan satai” kata xian
“tidak kamu harus bergegas” kata elang nya
“kubilang jangan menganguku, aku lagi main musik aku juga butuh mengumpulkan tenaga” kata xian
“tidak kamu harus bergegas yao yao.................” kata burung elang itu yang mencekram bahu xian seraya menyuruhnya berjalan lebih cepat
“sudah aku bilang” kata xian tiba tiba terhenti dan terkejut
__ADS_1
“sudah kubilang menikah lah denganku” kata laki laki berambut biru itu kepada seorang gadis yang tidak jauh dari xian
xian yang melihat itu dia hanya terheran heran dan tidak menyangka jika ada pria seperti itu di tengah jalan namun xian tidak ingin berurusan denganya.