BERSAMA DENGANMU

BERSAMA DENGANMU
4. SELEKSI


__ADS_3

Saat xian sadar jika dia sudah berhasil menahan air terjun tidak jatuh ke bawah dengan pedangnya dan waktu bersamaan uyuri datang melihat latihan xian.


“aku berencana tidak ingin mengantarmu untuk mengikuti seleksi namun, kamu berkembang dengan cepat dan kamu menang dariku kamu bisa mengikuti seleksi aku dan adikmu akan menunggu mu di sini” ucap uyuri kepada xian “seleksi akan di adakan di gunung vunga, di gunung itu terkenal dengan bunga alven” lanjutnya


Xian hanya menangis di pelukan uyuri, meski begitu tidak lama xian memuntahkan darah yang cukup banyak dan kini xian kehilangann ke sadaran nya, uyuri terkejut atas apa yang dia lihat itu. Uyuri membawa xian ke rumahnya dan lalu xian mulai membuka matanya dan uyuri sangat senang


“sudah berapa lama aku pingsan?” tanya xian kepada uyuri


“sudah sepuluh hari ini” kata uyuri “apa kamu terkena racun dingin” lanjutnya


“ya racun ini sudah sejak dulu namun kini aku sudah setabil berkatmu meski ini sudah di bilng mendingan namun terkadang racun itu menjalar, namun tidak usah kawatir hanya sedikit lagi aku akan setebil dan racun ini juga akan hilang” kata xian yang sudah tidak bisa berbohong kepada uyuri


“kalo begitu istirahat saja dulu dan tidak perlu ke seleksi” kata uyuri


“tidak aku harus pergi jangan kawtir” kata xian meyakinkan


Keseoan harinya xian berangkat seraya memainkan serulingnya dia berjalan di bawah terik matahari yang begitu menyengat, xian selalu berjalan dengan sangat santai dia terus berjalan tanpa merasa takut akan pingsan lagi meski racun dinginya belum sepenuhnya hilang namun xian terus berjuang agar bisa mengembalikan nataly menjadi manusia.


Xian berjalan seraya memainkan serulingnya hinga dia tidak sengaja menemukan bunga alven yang sangat cantik xian menjadi bingung karena musim itu adalah bukan musim semi namun tetap saja bunga itu bermekaran dan sangat harum dan xian melanjut kan perjalananya dan memainkan seruling kembali.


Sehingga xian di perhatikan oleh seluruh peserta yang berjumlah delapan puluh lima. Dan tidak lama kemudian datang dua anak Lki Lki dan perempuan yang membawa pernjelasan dan aturan bagi peserta seleksi.


“selamat malam semua kalian akan melakukan seleksi untuk masuk menjadi pendekar pedang dan kalian di ijinkan untuk membunuh vampir sebanyak banyaknya, lindungi diri kalian semua dan kalian di beri selama empat belas hari” kata anak perempuan itu


“kalian akan turun gunung di balik gunung ini dan kalian akan terus membunuh vampir yang akan menyerang kalian, vampir di sini tidak bisa keluar atau pun masuk mereka sudah di jebak oleh bunga alven ini, lalu kalian setelah empet belas hari kalian harus sudah sampai di sini” kata anak laki laki itu


“Selamat berjuang dan selamat malam” kata anak perempuan dan laki laki bersamaan


Xian melangah terus maju menuruni gunung dan begitu juga dengan yang lain sebelum turun xian melihat anak laki laki berambut biru yang hanya merasa kekawatiran, mereka berpisah mengambil jalanmeraka sendiri sendiri.


‘pertama akau harus berlari ke mana matahari terbit lebih awal’ ucap xian dalam hati seraya berjalan dengan satai


Tidak lama xian merasakan ada beberapa vampir yang mendekat dan xian pun mulai mencari asal energi yang dia rasakan tidak lama xian di serang oleh beberapa vampir.


“apa yang kamu lakukan ini miliku” kata vampir itu


“apa???. dia mangsaku” kata yang tinggi

__ADS_1


“apa kalian hanya mengakui saja, dia miliku” kata vampir yang pendek


“jika kalian ribut begitu tidak masalah dia akan menjadi miliku”kata vampir yang sedikit tampan itu


“kalian siapa cepat dia dapat “ kata vampir yang mulai menyerang xian


Xian menghadapinya dengan santai dia terus berkelahi hinga dari mereka satu persatu di kalahkan oleh xian, dia bertarung dengan begitu santai dan saat xian akan menghabisi mereka datang lagi yang menyerang xian dari belaang.


Gerak xian yang cepat dia bisa menghindari serangan kejutan itu namun vampirnya terus bertambah hingga xian sedikit tergangu. Lalu xian mengingat dia berlatih sehinga semua telah dia habisi dengan sedikit lenih cepat dari yang tadi


“apa apan ini mengapa mereka berkeroyokan dasar sampah tidak bergina “ kata xian yang akan melanjutkan perjalananya


Namun saat xian akan melangkah dia merasa ada energi yang sangat aneh mendekat bersama dengan energi manusia dan tak lama dia mencium bau yang sangat busuk dan bahkan menyengat.


“tolong........... tolong” kata salah satu peseeta lain seraya berlari menuju ke berbegai arah


“bau apa ini megapa begitu busuk” kata xian dalam bersamaan terdengar suara minta tolong


Xian melihat dari balik pohon dan dia terkejut saat melihat bahwa ada vampir yang sepeti ini tubuh vampir itu di selimuti bulu yang tebal seperti sigla.


‘aku harus membantu, ya jangan takut ini bukan musuh terkuat yang pernah kamu hadapi’ kata xian di dalam hati.


“baju itu ehhhhhh kita bertemu lagi?” kata sang vampir


“oh tapi aku tidak pernah melihat mu” kata xian dengan satai


“kamu murid dari uyuri tentu saja aku bisa mengenalmu” kata vampir itu bahagia


“ah......... bajunya memang ini terlihat baguskan?” kata sian seraya merapikan bajunya biar terlihat rapih


“ya bagus jika kamu tidak pulang ke uyuri lagi?” kata vampir yang senang itu


“ya mungkin itu ide yang buruk, tapi aku juga senang jika kamu yang pergi selamanya untuk menenangkan hidup ku” kata xian seraya tersenyum


“ya kamu akan menjadi mangsa yang akan aku ingat” kata vampir itu tersenyum bahagia


“eh emang yang pernah kamu habisi siapa saja yang kamu ingat” kata xian penasaran

__ADS_1


“tentu saja anaka laki laki yang mengenaka topeng dan wanita cantik yang mengenakan baju bermotif air biru” kata vampir itu


‘apa bukanya beberapa lalu aku bersama mereka berarti mereka telah tiada, apa yang sebenarnya terjadi...........” ucap xian di dalam hati seraya menahan diri agar tidak menghancurkan tempat itu “sudah berapa banyak kamu membunuh manusia” prtanyaan xian kembali


“seratu orang dan kusus mirid uyuri ada tiga puluh dan kamu yang ke tiga puluh satunya” kata vampir itu yang sangat yakin jika dia tidak akan mati


“ya ternyata baru seratus orang ya tapi akau peringatkan mu selagi aku berbaik hati kamu boleh memangil seluruh teman temanmu untuk menghadapi ku seorang” kata xian yang memancing kemarahanya


“apa tujuanmu aku tidak akan memangil yang lain cukup aku saja yang maju kamu pasti akan mati” kata vampir yang percaya diri


“kamu sangat percaya diri sekali” kata xian yang memujinya


“he kamu sedang apa, kamu terlalu memujinya tapi kamu meremehkanya dia sangat kuat tahu, bahkan akau saja tidak sanggup melawanya” kata anak muda yang meminta tolong itu


“kamu yang tidak bisa berkelahi saja lebih baik berdiri di belakang saja jangan mengangkat senjata tanpa tahu kemampuanmu “ kata xian yang tidak menganggap vampir itu kuat


“kamu cukup sombong ya” kata vampir itu


“ tidak akau hanya mengatakan apa yang aku lihat dan yang tidak di lihat olehku tidak akan kau ucapkan dan itu kenyataannya” kata xian yang berusaha mengendalikan emosinya kembali


Lalu vampir itu menyerang xian. xian menahan seranganya dan membalas seranganya, xian tidak berencana untuk menbunuh nya namun xian juga tahu bahwa dia melakukan itu karena dia meminta tolong agar di bebaskan daeri penderita yang dia hadapi sekarang.


Vampir itu pandai sekali berkelahi begitu juga dengan xian yang berusaha mencari kelemahanya namun itu sia sia karena vampir itu cukap kuat namun bagi xian ini mudah, namun dia akui jika vampir kali ini cukup pintar.


‘apa apaan ini mengapa tangan yang aku potong telah kembali lagi dan luka yang aku beri juga mudah sembuh dalam hitungan menit saja jika aku mengenakan sekarang bisa rusak rencana yang baru aku susun ini’ ucap xian dalam hati


“mengapa apa kamu mulai gentar” kata vampir itu


“tidak aku hanya suka menikmati pertarungan kita yang bisa di bilang kamu itu sedikit hebat” kata xian yang merendahkan


“apa maumu kamu bahkan tidak bisa memotong leherku yang keras ini” kata vampir itu yang meyakinkan ke pada xian


“ya aku kaui kamu hebat tabi bukan berarti kamu satu satunya lawan yang kuat dari seluruh lawan yang aku hadapi, mungkin jika kamu ingin tahu lawan yang pernah aku alawan dan dia cukup kuat tapi dia kini tidak pernah aku temuakan lagi entah lari kemana dia sekarang,” kata xian yang memuat anak muda yang di tolong itu merasa binggung


“woy woy kamu habisi dia jangan bermain main” kata anak itu


“kenapa tidak kamu saja yang menghabisinya aku hanya suak bermain lagian dia sdang di permainkan saja tidak dia mengerti” kata xian seraya menatap tajam pada anak itu

__ADS_1


Lalu xian mengambil ancang ancang dan seketika xian bisa menebas lehernya hanya dalam satu gerakan dan gerakan xian ini tidak di lihat oleh anak yang di tolong itu.


__ADS_2