
Xian lalu berdiri tegak tanpa luka dan dia menatap ke arah vampir itu dan dia merasakan energi kesedihan dan dia terbawa ke masa lalu si vampir, xian bahkan bisa merasakan apa yang di rasakan oleh si vampir
“kakak aku juga ingin seperti dirimu” kata vampir itu saat dia masih menjadi manusia
“kamu ini selalu saja mengikut apa yang seharusnya tidak kamu ikuti, pergi dan cari bakat yang lain” kata kakak nya
“tapi” kata vampir itu
“tidak ada tapi tapian” kata sang kakak
Vampir itu di jauhi oleh kakanya karena biar dia tidak terluka namun vampir itu keras kepala sehingga sang kakak benar benar marah dan akan membunuh nya namun itu telat dan vampir itu lah yang membunuh kakaknya sendiri namun dalam wujud serigalanya
“aku tidak menyangka jika kamu begitu tersakit dan tidak mengerti betapa sedihnya yang kamu alami namun jika kamu menjadi vampir itu jauh menyendihkan” ucap xian yang ikut terbawa kesedihan yang di alami si vampir itu. “ya tuhan jika dia di lahirkan kembali maka biar dia dapat kebahagiaan dan jangan di jadikan dia vampir” ucap xian kembali
Xian mendoakan si vampir agar tidak meras menderita lagi, seraya melihat pertarungan adik kakak itu, setelah benar benar menghilang xian terus berjalan menuju di matahari akan terbit
Hari itu hujan lebat bahkan matahari tidak muncul sementara xian di kejar oleh beberapa vampir dan dia berusaha berkominikasi namun itu sia sian sehingga xian sangat marah dan di menebas semua vampir yang ada di hadapanya
Berapa banyak dan berapa kali xian mencoba bertanya pada vampir yang dia hadapi namun itu tetap saja, tidak mengubah apapun sehinga xian benar benar muak dia berusaha menahan emosinya sehinga tanah yang dia jinjak dengan pelan pun retak seperti mengenakan seluruh energinya.
“beri tau aku bagai mana menjadikan vampir kembali menjadi manusia” teriak xian yang sudah tidak tahan meghadapi penderitaan itu
Waktu terus berjalan xian hanya menghabisi dengan santai untuk melangah menuju di mana para murid berkumpul setelah empat belas hari, saat xian sampai dia terkejut Cuma hanya ada empat murid dan dia keliama, yang berhasil bertahan hidup,
Berdiri seorang wanita cantik yang sedang melihat bunga yang indah dan senyuman yang dingin rambut berwarna hitam legam bulu mata yang lentik, alis tipis, dahu sedikit runcing, hidung mancung, mata yang berwarna hitam. Lalu di sampingnya anak muda yang tampan, rambut berwarna biru, alsi mata yang lentik, mata yang berwarna biru, hidung pesek, mata sedikit sipit, bibir tipis, dahu sedikit runcing.
Di sebelahnya berdiri anak laki laki yang berambut perak, bulu mata yang lentik,dahu sedikit runcing, bibir tipis, hidung mancung, dahu sedikit runcing, di sebelahnya ada anak laki laki berambut abu abu, bulu mata yang lentik, hidung mancung, bibir tipis,dahu sedikit runcing.
“sebentar aku juga akan mati....... mati” kata pemuda rambut biru seraya ketakutan
‘hanya segini saja yang berhasil aneh sekali padahal sebelum masuk ke balik gunung banyak sekali. apa vampir itu kuat ya’ tanya xian di dalam pikiranya
Lalu terdengar suara orang yang jalan menuju tempat itu dengan begitu tenang dan mereka adalah anak perempuan dan laki laki yang memandu kemarin
“Selama pagi, kami ucapkan selamat atas keberhasilanya kalian yang bertahan hingga saat ini” kata anak laki laki dan perempuan bersamaan
“he...... mana pedang kehidupan, yang terkenal dengan wana takdir?” kata anak laki laki berambut abu abu
“sebelum kalian mendapatkan pedang kehidupan kalian harus mendapatkan ini” kata anak laki laki itu
Prok.. prok.. prok.. prok........
Keyak............
“eh.” Kata xian
“ini burung elang yang akan memandu tugas kalian” kata anak perempuan itu
“kamu bilang ini burung elang tapi ini......... burung pipit” kata pemuda rambut biru itu
“aku bilang mana pedang kehidupanku...... jangan membahas yang lain mengerti” kata anak laik laki berambut abu abu seraya menjambak akan perempuan itu
“lepaskan tanganmu dari dirinya” kata xian yang tidak bisa melihat wanita di perlakukan kasar di depanya
“siapa kamu” kata anak laki laki berambut abu abu itu seraya menatap xian dengan tajam
“siapa aku tidak penting yang penting adalah aku tidak suka jika laki laki menyakiti anak gadis atau kamu mau ku kubur dengan tanah sebanya gunung di belakang?” kata xian seraya memeri sedikit tekanan kepada laki laki berambut abu abu
__ADS_1
“kau...” kata anak laki laki berambut abu abu seraya melepaskan
“ehh” kata pemuda berambut biru seraya merasakan tekanan yang cukup hebat
“emmmmm” kata anak gadis yang merasakan tekanan yang di keluarkan xian
“apa.” Kata anak laki laki yang tidak lain kembaran dari anak perempuan yang di jambak itu karena tanah di sekeliling xian retak seperti mengeluarkan seluruh tenaga nya
“coba saja” kata anak laki laki berambut abu abu itu
“ha.......” kata semua orang di situ yang melihat xian mengeluarkan sedikit kemampuanya di mana melemparnya ke batu hingga batu di situ hancur berkeping keping namun xian tidak mengenakan semua tenaganya
“jika bukan kita rekan seangkatan kamu tidak akaan pulang dengan yawamu kamu paham” bisik xian kepada anak berambut abu abu itu
“apa kalian sedah selesai berkenalanya” kata anak laki laki kembaran si anak perempuan yang di jambak itu
Xian hanya berdiri seraya mengulurkan tangan ya untuk membantu anak laki laki itu berdiri dan menyembuhkan lukanya setelah selesai mereka di beri sedikit penjelasan dari mereka berdua.
“baik sebelum kalian mendapatkan pedang kehidupan kalian terlebih dulu mengetahui di posisi mana kalian dapatkan” anak laki laki itu.
Di sisih lain ada seorang yang sedang berbicara dengan burung elang yang mengenakan aksesoris di kakinya
“ya ternyata yang lolosada enam orang ya. Dengan begini anak anak ku bertambah” kata orang itu
“ di dalam pasukan pembasmi vampir terdapat posisi tersendiri. Sembilan posisi yaitu” kata anak perempuan itu menjelaskan
“litan” kata anak laki laki itu
“lita” kata anak perempuan
“afel”kata anak perempuan itu
“redon”kata anak laki laki itu
“rsdon” kata anaka perempuan itu
“salfal”kata anak laki laki itu
“slaf” kata anak perempuan itu
“awar” kata anak laki laki itu
“kalian ada di posisi awar yaitu yang terakihir” kata anak anak perempuan
“pedang kehidupan akan di tempa setelah kalian memilih biji besi meteor yang akan di tempa dan setelah jadi akan di atarkan oleh penempa ke pada kalian” kata anak laki laki
“pedang akan di tempa selama lima belas hari hinga dua puluh hari” kata perempuan itu
“dan kalian akan memilih biji besi meteor” kata anak laki laki itu seraya menuju meja yamg sudah di persiapkan.
Xian mencoba memilih biji besi meteor yang dia pilih adalah yang terbaik karena kemampuan xian menjadi mudah bagi dirinya untuk memilih. Setelah selesai xian melangkah pulang dengan begitu berlahan, karena xian sudah sedikit kelelahan dan menangis kerana dia tidak seperti apa yang diabayangkan
‘mengepa mengapa tidak ada satupun yang bisa aku ajak bicara mereka hanya memnagsa dan menyerang aku tidak dapat petunjuk’ ucap xian di dalam hati seraya menangis
Malam pun menjelang xian terus berjalan dan saat dia akan sampai di rumah, pintu rumah uyuri di tendang oleh nataly sehingga rusak dan natali berjalan keluar. Xian yang melihat itu membuat xian senang karena adiknya menyambut nya
“nataly” kata xian yang semangat dan berlari menuju nataly
__ADS_1
Nataly hanya berlari menuju xian dan memeluknya yang tidak lama di susul oleh uyuri mereka berpelukan dengan tangisan yang haru
“aku tidak menyangka jika kamu akan kembali” kata uyuri
“ya, bagai mana dengan nataly” kata xian yang kebingungan bercampur kebahgiaan
“ah dia baik baik saja, aku rasa dia mengenakan cara tidur untuk mengembalikan kondisinya” kata uyuri
“terimakasih banyak” kata xian
Dua puuluh hari kemudian datang seorang yang menenakan topeng seraya membawa kotak yang sedikit panjang seraya tertutup dengan sangat rapih
“aku azura lin yang di tugaskan untuk menempa pedang milik fan xian” kata orang yang mengenaka topeng itu
“aku fan xian kalo begitu silakan masuk” kata xian yang baru pulang latihan
“ohhhhhhhhh ini anak yang sempurna, terlahir dengan kekuatan yang dasyat” kata azura seraya mendekatkan wajah nya ke wajah xian
“tunggu apa yang anda bicara saya tidak menegti” kata xian yang mencoba menutupinya
“ya kamu di lahirkan di kalangan yang menenakan energi semua, fisik kuat, mata yang tajam, penciuman yang sangat bagus, ramut yang menarik, dan mengenakan anting bulan sabit merah dan kamu yang di lahirkan oleh energi sempurna” kata azura
“maaf aku di lahirkan oleh ibuku alena fan” kata xian yang menelak itu semua
“bukan itu yang aku maksud” kata azura
“kalo begitu mari masuk dulu nanti kita bisa bahas itu” kata xian yang sudah tidak merasa yaman terhadap pembahasan
“kamu bagaikan cahaya di malam maupun siang rembulan dan matahari memang pasangan yang indah” kata azura
“ya ya ay” kata xian yang berusaha memakluminya
Lalu xian dan azura pun masuk serta membuka pedang kehidupan yang di bawa azura untuk xian pada awalnya xian tidak mau menujukan warna yang tidak di harapkan oleh azura dan uyuri
“nak nak cepat buka kita lihat warna takdir apa yang muncul dari pedang mu ini” kata azura seraya menepuk pundak uyuri dengan kuat.
Nataly yang mendengrkan perkataan serta melihat xian yang memengang pedang dia sangat merasa sedikit bahagia yang di tunjukan oleh wajah nataly
Lalu xian membuka secara perlahan dan memastikan agar tidak mengecewakan, namun sesaat pedang itu tidak mengeluarkan warna sama sekali, uyuri dan azura merasa terheran heran.
“mengapa tidak ada warna” kata azura
“ya ini aneh sekali” kata uyuri
Saat xian memperhatikan setiap ujung pedang tidak lama kemudian warna merah muncul bersamaan dengan warna hitam legam, karena hitam yang begitu kuat sehingga menyebabkan warna merah tertutupi dan ini membuat azura dan uyuri menjadi binggung karena baru pertama kali setelah satu abat ada pendekar yang mempu mengeluarkan dua warna sekaligus.
“apa merahnya tertutup wara hitam pekat” kata azura
“ya ini jarang bahkan belum pernah terjadi sebelumnya”kata uyuri
“apa ini masalah” kata xian yang tidak tahu apa apa
“tidak masalah jadi jangan lah kamu putus asa”kata uyuri
“baik terimakasih atas apayang anda lakukan untuk aku dan nataly” ucap sian seraya melihat uyuri
Xian tersenyum begitu manisnya dan dia berlatih di sore hari setelah dia mendapatkan peritah dari burung elang yang xian dapatkan dari seleksi
__ADS_1