
Pagi menjelang xian sudah selsai berlatih di halaman dan uyuri yang melihat bahwah xian semakin berkembang bahkan perkembanganya cukup pesat dan xian bersiap siap untuk melakukan perjalanannya
“apa kamu sudah menggati pakaiyanya” kata uyri seraya menyiapkan makanannya
“ya, terimakasih atas hidangannya” kata xian yang bahagia
“aku harap kamu bisa mengapai keinginanmu” kata uyuri yang setengah ragu
“emang ada yang salah” kata xian yang tidak mengerti
“pedang kehidupan adalah pedang yang memiliki takdir dari sang pemilik jika pedang berwarna merah dia adalah kesatria yang akan membawa kemenangan atau dia bisa di bilang akan bertahan hidup lebih lama jika warna hitam....” kata uyuri seraya menghentikan ucapanya
“mengapa jika warna hitam” kata xian yang bertanya dengan penuh penasaran
“warna hitam termasuk warna yang jarang di temui meski begitu warna itu menandakan jika kamu tidak bisa bertahan dalam melakukan tugasmu bisa di bilang akan cepat gugur di mendang perang” kata uyuri seraya menatap xian dengan tajam
“emmm aku tidak akan semudah itu untuk mati sebelum nataly menjadi manusia dan mendapatkan kebahagiaannya” kata xian dengan tegas dan menatap nataly penuh keseriusanya
“ya aku percaya dengan dirimu, apa kamu mau berangkaat” kaya uyuri kepada xian
“ya aku akan berangkat aku akan menghabisi seluruh vampir yang ada” kata xian dengan penuh semangat
“aku akan memberimu kotak ini. kotak ini untuk melindungi adikmu dari sinar matahari, ini terbuat dari kayu kapuk yang sangat ringan dan dia sangat kuat, aku berharap kamu tidak keberatan” kata uyuri kepada xian
“ya terimakasih banyak” kata xian yang bahagia
“ya” kata uyuri
“ayo nataly masuk sini kakak akan menggendong mu nanti dan akan menjaga dirimu, kita tidak akan terpisahkan lagi” kata xian pada nataly
Nataly langsung masuk kotak dan xian menutup kotak itu lalu di gendongnya oleh xian, dia mulai keluar rumah dan berpamitan pada uyuri
“terimakasih guru, aku harap guru selalu sehat dan kita bisak kumpul kembali” kata xian yang berdiri di hadapan uyuri
“ya aku juga harap kamu selalu dalam kondisi sehat agar bisa menggapai keinginanmu” kata uyuri seraya tersenyum pada xian
Xian melanjutkan perjal melakukan tugasnya kekota di dekat perairan dia terus berjalan dan memainkan suling seperti biasa, xian memainkan seruling selama perjalanan dan dia berhenti di jembatan yang begitu luas xian terkejut karena kota itu sudah maju dan ramai, tidak seperti di kotanya dulu, lalu xian berjalan dan berhenti di kedai untuk memakan dan mencari petunjuk.
“permisi saya pesan satu porsi” kata xian
“baik sebentar saya akan segera siapkan” kata pelayan itu
“baik” kata xian
Beberapa saat xian melihat ke arah sekeliling dan mendengarkan gosip yang beredar di kota itu
__ADS_1
“kamu tidak tau jika leon baru kehilangan calonya “kata salah satu pembeli di situ
“masa sih” kata temanya
“silakan tuan” kata kariawan di situ
“tunggu kamu tahu orangyang bernama leon” kata xian kepada kariawan itu
“em. Ya aku mengenalnya........ itu oerang “ kata kariawan itu yang menujik laki laki yang sudah kusam dan tidak memiliki daya hiudup
“terimakasih ini “ kata xian yang langsung bergegas dan membaryarnya
“ini belum di makan tuan” kata kariawan itu
“berikan saja kepada dua anak itu” kata xian yang menujuk anak yang kumal
“bagai manadengan kembalianya” kata pelayan itu
“sisah nya kamu ambil saja” kata xian yang sudah lari begitu saja
Lalu xian mendekati laki laki yang sudah lesu seakan hidupnya sudah tidak ada jiwa.
“tuan tunggu dulu, apa anda yang bernama leon?” kata xian sembari memegang pundak laki laki yang lesu itu
“ya benar ada apa?” kata laki laki yang lesu
“ada apa mengapa kamu mengajaku ke sini” kata leonyang penasaran
“duduk dulu” kataxian pada leon “ paman kami pesan dua porsi” kata sian kepada penjual bakme itu
“baik” kata penjualnya
“paman mengapa kamu lesu sekali?paman apa paman kehilangan yang paman sayangi?” kata xian mencoba mencari informasi
“dia telah menghilang, tapi apa tujuanmu mengapa kamu bertanya seperti itu” kata leon
“silakan” kata penjual itu
“terimakasih paman” kata xian
“makanlah dulu nati akan aku bantu kamu mencari orang yang kamu sayangi kita pastikan dia masih bisa di selamatkan atau tidak” kata xian
“apa tujuanmu” kata leon
“sudah kubilang makan dulu baru kita cari di mana kekasihmu hilang” kata xian
__ADS_1
“apa kamu percaya” kata leon sembari memakan makanan itu
“tentu saja karenaya aku kesini” kata xian seraya menyantap makananya
Lalu xian dan leon makan di kedai itu, setelah selesai mereka melanjutkan ke satu gang yang cukup rimbun dan xian memainkan seruling di situ namun leon merasa aneh dengan tingkah laku xian yang hanya bernain musik saja tidak mencari keberadaan kekasihnya itu.
“katanya kamu percaya jika kekasihku hilang tapi mengapa kamu tidak membantuku mencarinya” kata leon yang sudah bosan mendengarkan dan melihat xian yang tidak serius itu.
“kita tungu saja di sini nanti pasti aku bantu ko” kata xian yang masih mencari energi yang berlawanan dengan energinya.
Xian di situ hinga menjelang malam lalu xian mulai melangkah mencari energiyang berlawanan dengan dirinya dia merasakan energi samar samar dan dia terus mengikuti kemana perginya hinga tengah malam.
“ibu ini obatnya” kata anak gadis di rumah kayu itu
“ya ini sudah waktunya untuk istirahat maka kamu tidurlah lebih awal” kata ibunya itu
“baik bu” kata gadis itu seraya pergi meningalkan ruangan itu dan ke kamarnya
Saat gadis itu akan pergi dia tiba tiba menghilang xian pun merasakan dia segera berlari mencari keberadaanya.
“ke gang yang tadi” kata xian yang bergegas menuju ke gang yang semula
“cepatnya dia berlari” kata leon
Xian terus mencari di mana titik keberadannya
“di sini” kata xian seraya menusukan pedangnya ke tanah yang tidak jauh dari kakinya berada seketika tempat itu berubah menjadirawa dan muncul wanita yang baru saja di culik.
“siapa mereka” kata leon yang baru melihat vampir
“pegang ini aku akan melindungi mu jangan jauh dariku” kata xian
“he kalian yang menculik yuro kan di mana yuro sekarang” kata leon yang sudah tidak bisa menahan diri lagi
“apa ada aksosoris di salahsatu aksesoris ini” kata vampir itu
Xian segera menyerang dia namun vampir di situ cukup banyak sehinga xian sedikit kesulitan karena harus menjaga leon dan gadis itu,
“apa kenapa vampirnya sebanyak ini dasar hanya berani memainkan manusia” kata xian dengan lirih
“hay pembasi mengapa kamu takutatau tidak sanggup melawan kami” kata salah satu vampir itu
“em..... sombong sekali kalian” kata xian yang hanya menahan diri.
Lalu xian mengambil ancang ancang dan dia menarik pedangnya dengan cepat lalu xian begerak dengan cepat tanpa mengunakan energi dan di sisahkan satu vampir yang masih hidup, semua vampir di sana terkejut atas kecepatan xian yang di tunjukan itu tapa belas kasih. Namun xian juga terkejut atas kedatangan dua vampir yang cukup kuat dari yang dia habisi,
__ADS_1
“ apa kalian kalah dengan anak seperti dia” kata vampir yang baru datang yang cukup menatap tajam ke arah xian.