
Gerakan gerakan Tante Erika sangat cepat dan tangkas. Kilatan pedang menari bagaikan sinar laser yang dengan cepat siap membelah apa saja yang dikenainya.
Axel sedikit kelabakan menghadapi serangan bertubi tubi. Ia mundur beberapa langkah. Mengatur nafasnya yang turun naik tidak stabil.
Tante Erika tersenyum mengejek."Ayo putra Bob Daniel Bramasta, tunjukkan kemampuanmu. Jangan hanya menghindari seranganku. Aku ingin tahu seberapa hebat kemampuanmu," cibirnya sinis.
Axel mengendus nafas dengan berat. Ia benci jjika nama papanya disebut dengan nada merendahkan. Rahang Axel mengeras. Giginya bergemeretak "Baiklah Tante, jika itu maumu," ucapnya geram.
Axel memasang kuda kuda bersiap menyerang. Serangan pedang Axel sangat cekatan. Tante Erika memicingkan matanya membaca setiap gerakan anak muda yang ada dihadapannya.
Axel menyerang dengan cepat tanpa memberi kesempatan Tante Erika menghindar. Suara dentingan pedang terdengar nyaring saat kedua benda tajam itu beradu.
Gerakan gerakan Axel begitu cepat. Tante Erika tersenyum. "boleh juga anak muda ini'" pikirnya dalam hati.
Aaahhcchh.....
Tante Erika menjerit kecil saat ujung runcing pedang Axel mengenai kulit lengannya.
Shiittt...
Ini karena aku sempat melamun... dengusnya gusar.
Lengan bajunya sobek. warna darah mengubah sedikit warna baju putihnya.
Axel terkejut. Buru buru ia menghentikan gerakannya. Ia mendekati Tante Erika yang meringis menahan perih di lengannya.
" Tante, maafkan saya. Saya tidak bermaksud..... "
__ADS_1
"Sudah Axel , Tante tidak apa - apa. Ini hanya goresan kecil." potong Tante Erika cepat.
"Baiklah, Tante percaya kamu bisa jaga Arini," lanjutnya kemudian.
"Tante mengijinkan saya mengajak Arini?" tanya Axel meyakinkan.
Tante Erika mengangguk. Senyum tipis kembali menghias bibirnya.
"Pergilah, Tante memberimu ijin. Jaga Arini untuk tante." ucapnya datar seraya menepuk bahu Axel pelan.
××××××××××
"Hai, masih sempat kamu melamun dengan suasana genting seperti ini" tepukan Arini di bahu Axel mengejutkan pemuda berkulit putih itu. Axel mengerjap. Di tatapnya Arini dengan dalam. Ada rasa takut yang menyeruak di kilat matanya yang teduh ketika memandang Arini. Arini mengernyitkan dahinya mendapat tatapan seperti itu. "Hei, ada apa dengan kamu?" tanya Arini datar "aku baik baik saja, jangan khawatir!" lanjut Arini kemudian seolah bisa membaca pikiran lelaki tampan yang ada di hadapannya.
Tiba - tiba Axel merengkuhnya dalam pelukan. Arini gelagapan. Ia membuka mulutnya namun dengan cepat Axel menempelkan jatinya di bibir merah Arini.
"Ssssttt.... jgn bicara sayang!"
Angga yang melihat kedua insan saling berpelukan itu sontak darahnya bergejolak. Ia mengepalkan tinjunya. Rahangnya mengeras.
Ehemmm..
Deheman kecilnya membuat Axel menoleh dan melepaskan pelukannya pada Arini.
"Kesempatan dalam kesempitan yaa" cibir Angga sinis.
"Apa maksudmu" tanya Axel cukup keras.
__ADS_1
"Sudah sudah jangan ribut.... , mereka semakin dekat" Pramudya segera menyela di antara keduanya.
"Haaaaaaaiiiii,...
kalian yang ada di dalam segera keluar!"
teriakan lantang terdengar dari luar rumah.
Suara gaduh dan teriakan teriakan dengan nada penuh ancaman terdengar menggema . "Cepat keluar!"
"Jangan hanya bersembunyi seperti pengecut"
"Iya, jangan hanya berani memperkosa anak gadis orang, tanpa berani menanggung akibatnya"
"Ciiiiiihhh, keluar kalian para pecundang"
Suara suara cacian dan makian terdengar jelas dari halaman rumah.
Malam kian beranjak. Namun ketujuh pemuda itu masih berdiam diri. Mematung. Mereka tak menyangka akan mendapati hal seperti ini di desa kemangi.
Suasana kian mencekam. Cika meremas ujung bajunya. Aura ketakutan menyelimuti wajahnya yang nampak kian pucat. Pram mendekatinya. Merengkuh bahunya. " Jangan takut Cika, ada aku disini," ucapnya pelan seraya mengelus bahu Cika.
Meyakinkan gadisnya bahwa mereka akan baik baik saja. Walau dalam hatinya tidak yakin akan hal itu. Namun Pram tak ingin menunjukkan rasa was was nya kepada para sahabatnya dan juga kekasihnya. Cika.
"Haiii, orang orang kota yang tidak punya adab, cepat keluar !" suara serak khas milik Jambrong yang sangat mereka kenal terdengar menggelegar di depan pintu.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
yuukk jgn lupa like n koment nya yaah...
Happy reading!