
"Jangan bohong kamu, aku saksinya yang melihat dirimu menodai gendis di rumah reot di atas bukit itu." suara lantang Hendra tiba tiba memotong cepat sanggahan Dito.
Hendra takut Dito akan membongkar kebusukannya dihadapan Jalal ayahnya Gendis dan para warga kampung yang ada disitu. Maka diapun mencari alibi untuk menyelamatkan dirinya , dengan cara memfitnah pemuda berkemeja putih yang tadi sempat melihat perbuatan mesum mereka. Dan memaksa Gendis untuk bilang ke Jalal ayahnya bahwa dia telah di perkosa salah satu pemuda kota yang menginap di rumah besar itu.
Jalal yang mendengar hal itu rahangnya makin mengeras.
"Jawab anak muda, apa kau yang sudah melakukan itu?" tanya lantang ke arah Dito dengan mata merah penuh amarah.
"Tidak. aku tidak melakukan itu. Justru laki -laki itulah yang telah melakukannya dengan Gendis anakmu di pondok diatas bukit itu." suara Dito tak kalah nyaringnya mempertahankan dirinya bahwa dia tak bersalah. "Dan aku di firnah laki-laki itu, agar dia bisa bebas berkeliaran menyentuh anakmu." sambung Dito kemudian.
Dito mempertahankan dirinya. bersikukuh bahwa dia tak melakukan itu.
Jalal. Menatap nanar ke arahnya. Penuh murka.
"******** kau, masih berani kau bersumpah bahwa kau tidak melakukan itu, lihat pakaian Gendis, ini semua ulahmu!" Hendra tak kalah sengitnya. Ia khawatir kalau Jalal percaya ucapan pemuda kota itu. dan berbalik arah menyerangnya. Maka usahanya akan sia-sia untuk bisa selamat dari Jalal. Karena dia tahu bagaimana sifat Jalal kalau sudah marah.
Jalal dan ayahnya, Beni...adalah musuh bebuyutan di kampung itu. Mereka tidak akan pernah merestui hubungannya dengan Gendis. Walau dia sudah puas menyentuh tubuh Gendis. Karena Jalal pernah berkata di hadapan Beni saat mereka adu kekuatan tak akan pernah merestui hubungan Hendra dan Gendis.
Maka dia berinisiatif memfitnah pemuda kota itu.....dan berpura-pura untuk menjadi dewa penyelamat bagi Gendis dengan cara menikahinya.
"jawab Gendis, siapa yang melakukan itu?" tanya Jalal lagi kepada putrinya yang masih terisak.
"Kalau kamu diam tidak mau menjawabnya , apa ayah harus nembabat habis mereka semua, haaahhh?" tanya Jalal dengan nada yang semakin tinggi.
"Habisi saja mereka semua, orang -orang kota itu telah merusak tatanan kampung ini!" ucap Hendra membakar amarah warga kampung yang berkumpul disitu.
"iya ...."
__ADS_1
"Habisi mereka!"
"Habisi mereka!"
"Habisi mereka!"
Teriakan warga kampung membahana.
Memekakkan telinga Dito dan keenam sahabatnya. Membuat ke tujuh pemuda itu saling merapatkan barisan.
"Axel, Angga, Cika, Hans, , Pram, Arini, aku bersumpah aku tidak melakukan perbuatan keji itu, percayalah. serusak-rusaknya diriku aku gak akan merusak gadis desa itu. Lagian aku ketemu juga tadi pagi waktu aku menyusuri tepian sungai." ucap Dito meyakinkan keenam sahabatnya.
Mereka hanya diam seribu bahasa. Di sela-sela riuh rendahnya warga kampung yang semakin ramai berkerumun.
"Hei kalian orang kota, jangan karena kalian orang-orang kaya maka kalian bisa seenak perut kalian merusak tatanan kampung ini!" suara Jambrong menggelegar.
"Sudah habisi saja mereka, jangan dibiarkan lolos dari sini, kita cincang tubuh mereka kita jadikan umpan untuk berburu di hutan!" celetukan warga saling bersautan.
membelakangi keenam sahabatnya
"Maaf Ki Jalal, apakah tidak ada cara yang lebih baik dari ini dari berteriak - teriak seperti ini . Kita masih bisa berunding untuk menyelesaikan masalah ini." ucap Arini tenang saat berada di hadapan Jalal.
Axel segera maju kedepan...berdiri disamping Arini. "Benar Ki, apa tidak ada cara lain untuk berembuk selain berteriak- teriak seperti ini. Kami tidak yakin kalau teman kami melakukan itu kepada putrimu." Axel menambahkan. "Bisa jadi itu hanya akal-akalan putrimu dan pemuda itu" lanjutnya sambil menunjuk ke arah Hendra.
Hendra terbelalak mendapat tudingan yang tidak disangkanya.
"Keparat. *******....pandai sekali kau melemparkan kesalahan sahabatmu itu kepadaku, ciiiihhh!!!" ucap Hendra tak kalah sengitnya.
__ADS_1
Jalal dan Jambrong yang melihat paras ayu Arini mulai berpikiran nakal. Hmmm...kalau gadis cantik ini mau jadi istriku, maka aku akan melepaskan mereka semua.... otak mesumnya melingkupi nafsunya.
Arini yang merasa diperhatikan seperti itu, memicingkan matanya. Apa yang ada dalam otak kotor mereka. Gumamnya dalam hati.
"Baiklah, kalau itu mau kalian. tapi aku tidak mau berembuk. ....
kalau kalian mau keluar dari desa kemangi ini hdup-hidup...maka gadis ayu ini harus bersedia menjadi istti keempatku, hahahaha!!" ucap Jalal lantang seraya memandang Arini tanpa berkedip seolah akan menelanjangi Arini ditempat itu.
Blaaaarrr
ucapan Jalal membuat semua yang ada disitu sontak menjadi kaget.
Arini membelalakkan matanya yang bulat membuat Jalal semakin lebar tertawa. "Jangan takut cah ayu, aku akan menjadikanmu permaisuri di istanaku. aku akan menuruti semua keinginanmu. ......"
lanjut Jalal masih diiringi tawanya yang lebar dan pandangannya yang penuh birahi ke arah Arini.
*********************
Hay Hay...... gimana
.....
makin seru gak ya ceritanya.....
Yuk ikuti terus alurnya....
seru seru menegangkan pastinya
__ADS_1
jangan lupa like komen n vote nya yaaah biar Thor makin semngat up nya.... okey
emmmuuaaaccchh