
Pagi yang cerah saat Dito membuka matanya dari tidur malamnya yang lelap. Dia menggeliat bangun . Di lihatnya Pramudya dan Hans yang masih mendengkur pulas dalam tidurnya. Dito berjinjit pelan tak ingin membangunkan kedua temannya ketika beranjak dari ranjang. Dito melangkah ke jendela . Membuka daun jendela. Menatap lurus ke depan.
Aaahhhh Segarnya....
Dito merentangkan tangannya.
Hmmm... sedap nii kalau jalan jalan pagi di sekitaran sini. . Gumamnya pelan.
Dito melangkah ke kamar mandi. Sesaat suara gemricik air terdengar menandakan ia sedang mengguyur tubuhnya.
Selang beberapa waktu iapun keluar dengan mengenakan handuk putih yang melilit sekitaran pinggangnya. Titik titik air menetes di raut wajahnya yang putih. Lelaki berperawakan tinggi itu membuka lemari dan mengenakan setelan pakaian olahraga berwarna putih. Terlihat sangat maskulin meskipun hanya mengenakan pakaian sekedarnya.
Dito mematut diri di depan cermin sesaat. Senyum tipis terkembang di bibirnya.
"Mau kemana kamu, udah rapi gitu" suara Hans mengejutkannya.
"Eh elu... sejak kapan lu bangun. Merhatiin gue yee..." ledek Dito menutupi keterkejutannya.
Hans memicingkan matanya "Mau kemana" tanyanya lagi.
"Cari udara segar" jawab Dito sembari berlalu dari kamar meninggalkan Hans yang masih terheran heran dengan sikap Dito.
Kesambet ape tuuuh bocah. Gumamnya dalam hati. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Hans pun bergegas bangun. Di goyangnya tubuh Pram yang masih mendengkur.
"Apaan siiih" suara Pram kesal ketika tidur nyenyaknya di ganggu.
"Bangun. Udah pagi. Tuuuu lihat, matahari udah tinggi." jawab Hans sedikit kesal.
Pram menggeliat. Memandangi sekitar.
"Mana Dito?'
"Barusan dia pergi" jawab Hans datar.
"Kemana?"
Hans mengedikkan bahunya.
Pram meloncat dari ranjang.
__ADS_1
Gila tuuu anak. Cari mampus apa. Rutuknya kesal.
"Hans, beritahu yang lainnya" ucapnya cepat.
Hans masih tak mengerti apa maksud perkataan Pram. Tapi ia pun cepat meninggalkan kamar menuju kamar Axel dan Angga .
****************
Dito melangkahkan kaki menyusuri anak sungai yang airnya jernih. Sambil sesekali berlari kecil sambil meregangkan telapak tangannya.
Beberapa warga yang berpapasan dengannya menatapnya dengan tatapan penuh arti..
Sedang asiknya dia berjalan menunduk tiba tiba
Bruukkk
Dito merasakan tubuhnya berbenturan dengan seseorang. Buru buru Dito mengangkat wajahnya. Bermaksud mau marah tapi ia mengurungkan niatnya saat siapa yang di lihatnya dihadapannya.
Seorang gadis cantik berambut hitam lurus sebahu berkulit kuning langsat menatapnya dengan marah
"Hei punya mata nggak siih" dampratnya kesal.
"Eh maaf, sory gak sengaja"
"Ma maaf Nona, saya sungguh tidak sengaja" jawab Dito sembari menatap gadis cantik yang menatapnya dengan tajam, dadanya yang membusung membuat Dito menelan salivanya. Pikiran mesum menari di otak kotornya. Kira kira berapa ukuran bra yang dipakainya. Kayaknya gedenya segini. Pikiran mesumnya makin menjadi jadi. Ia menatap gadis itu dari atas ke bawah.
Kontan gadis itu semakin kesal dipandangi lelaki asing yang seolah olah ingin menelanjanginya .
Buugghhh
Uhhhh....
Dito melenguh pendek saat tinjuan yang cukup keras itu mendarat di perutnya.
"Itu upah untuk kamu yang udah memandangiku seperti itu" ucap gadis itu kesal sembari berlalu dari hadapan Dito.
Dito dengan cepat menangkap pergelangan tangan gadis itu. Tidak membiarkannya pergi begitu saja.
"Nona tunggu dulu. Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan kalau aku salah" ucap Dito pelan.
"Lepaskannn...." ucap gadis itu seraya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Dito. Namun Dito makin kuat memegang pergelangannya.
__ADS_1
"Kamu menyakitiku" kibasnya kuat. ...saat berhasil melepaskan tangannya.
"Siapa kamu, kamu bukan penduduk desa ini, kamu tidak punya sopan santun " dengusnya kesal.
"Ma maaf Nona, aku memang bukan penduduk kampung sini. Kami dan kawan kawan kami sedang melakukan per......."
"Oooowww jadi kamu bagian dari 7 orang yang sedang menginap di rumah putih itu" sambarnya cepat.
"Iya betul sekali" jawab Dito cepat.
"Pantas saja..."
"Nona tunggu dulu" ucao Dito
"Apalagi, ...mau ku tinju lagi perutmu" ucapnya ketus.
Sial Gadis ini judes banget siii. Tapi... aku tergoda melihatnya. Melihat kemolekan tubuhnya. Hmmm.. pasti nikmat sekali.
Plakkk
Tamparan kecil itu mendarat tipis di pipinya.
Busyett....
Kurang ajar benar nii cewek
Galak amat
Tatap Dito tajam.
Gadis itu berlalu dari hadapannya.
"Nona siapa namamu" teriaknya
Gadis itu menghentikan langkahnya. Membalikkan tubuhnya. "Panggil aku Gendis Cah Ayu" ucapnya sambil berlari kecil meninggalkan Dito yang masih meraba pipinya bekas tamparan gadis itu. Gendis.
Ia mengatakan namanya Gendis Cah Ayu. Unik juga namanya. Selorohnya dalam hati.
**********
yuukkk cin.. jangan lupa like n koment yaa biar thor lebih getol untuk up.
__ADS_1
Hayuukkk jangan pelit atu mah.