
Cuaca yang cerah yang mendukung membuat Hafsyah sangat menikmati perjalanannya disiang itu. Merasa lelah dan haus. sejenak Hafsyah berniat membeli minuman disuatu kedai. Sambil istirahat dan menikmati minumannya. Hafsyah menatap sekelilingnya. Melihat kesibukan Orang-orang yang ada disekitarnya Hafsyah tersenyum tipis. Setelah beberapa menit istirahat Hafsyah memutuskan untuk pulang. Hafsyah terlihat sedang sibuk dengan barang yang dibeli.
Tak jauh dari sana tampak dua orang datang menghampiri Hafsyah dengan angkuhnya. Tanpa sengaja Hafsyah menabrak seorang wanita itu. Hafsyah terkejut dan menunduk melihat belanjaan Hafsyah yang juga terjatuh berserak dilantai. Namun wanita itu justru memakinya.
"Hei! Apa kau tak bisa lihat ada kami disini!" teriak Nadin pada Hafsyah.
Hafsyah mendongak ke atas untuk melihat apa yang terjadi.
"Mas Bima!" pekik Hafsyah terkejut.
Bima menatap Hafsyah sekilas kemudian membuang tatapannya kearah lain.
"Ya, Bima, kenapa terkejut?" tanya Nadin dengan senyum menghina Hafsyah.
"Kau sedang apa disini?" Tanya Bima ketus
"Aku sedang belanja Mas dan ini aku istirahat dikedai ini sebentar karena haus," ucap Hafsyah menjelaskan berharap mendapat perhatian dari Bima. Bima justru membuang tatapannya kearah lain. Seakan enggan menatap Hafsyah yang ada di depannya.
"Terserah!!" Apa kau pikir kami peduli!" ucap Nadin dengan senyum mengejek. Hafsyah hanya terdiam dan menunduk.
Sementara itu ada beberapa mata yang mengawasi mereka. Bahkan mendengarkan percakapan mereka dengan jelas. Tampak mereka merasa geram dengan sikap mereka berdua. Bahkan diantara mereka sepasang suami istri itu menangis melihat apa yang ada didepan mereka.
Dimas menghampiri Hafsyah yang sedang memberesi belanjaannya. Segera Dimas membantu Hafsyah kemudian menatap tajam pada Bima dan Nadin.
"Apa yang kau lihat heh!" bentak Nadin pada Dimas.
Dimas masih terdiam menahan rasa kesalnya pada dua insan tersebut. Sedang Bima menatap dingin pada Dimas.
'Kenapa pria ini selalu ada didekat wanita kampung ini!' umpat bathin Bima kesal.
"Sayang ... ayo kita pergi," ajak Nadin merangkul tangan Bima dengan mesra.
"Ayo sayang," sahut Bima acuh pada Hafsyah.
"Tunggu!" panggil Dimas.
__ADS_1
Tanpa Aba-aba lagi kini Dimas langsung meninju wajah Bima di depan Hafsyah dan Nadin. Mereka berdua terperanjat kaget. Begitupun dengan orang Orang-orang yang memperhatikan mereka sejak tadi.
Bima yang tak terima, segera Bima pun membalas pukulan Dimas. Hingga mereka saling berkelahi. Hafsyah yang merasa malu menjadi pusat tontonan, juga merasa bingung dengan keadaan ini segera Hafsyah melerai Dimas dan Bima begitupun dengan Nadin. Nadin sangat syok Bimanya kini terlihat babak belur dihajar Dimas. Sedang Dimas hanya lebam dibagian bibir bawah saja.
"Stop!" teriak Nadin pada Dimas yang menghajar Bima habis-habisan tanpa ampun. Begitu pun Hafsyah yang terlihat ketakutan saat ini. Untuk pertama kalinya Hafsyah melihat Dimas seperti kesetanan dengan amarah yang tak terkendali.
"Dasar lelaki bajingan!" umpat Dimas benar-benar merasa kesal pada Bima.
"Apa maumu hah?!!" bentak Bima pada Dimas menantang.
"Lepaskan Hafsyahku. Jika kau tidak membahagiakannya." lantang Dimas pada Bima. Dimas menatap tajam Bima hingga membuat Hafsyah benar-benar seperti tak mengenali Dimas saat ini.
Degh!
Bima hanya terdiam mendengar Kata-kata Dimas. Hafsyah menangis dalam cadarnya. Sungguh ini membuat Hafsyah merasa bingung dan sakit dikepalanya. Namun, Hafsyah tak memperdulikannya.
Saat ketegangan itu masih terjadi. Rere dan Fina datang menghampiri Hafsyah kemudian memeluk Hafsyah erat mereka menangis bersama dalam pelukan.
"Rere, Fina kalian ada disini?" tanya Hafsyah pada mereka
Rere dan Fina menangis dan memeluk Hafsyah lagi.
Sepasang suami istri memanggil Hafsyah dengan suara yang bergetar karna menahan sakit dan sesak di dada mereka.
" Hafsyah," ucap mereka berdua bersamaan dengan linangan airmata.
" Abi, Umi," lirih Hafsyah sangat terkejut melihat kehadiran mereka.
' Ya Tuhan ... Jangan-jangan tadi mereka mendengarkan ini semua.' bathin Hafsyah merasa sangat syok.
Hafsyah menatap Rere dan Fina yang dibalas dengan anggukan mereka berdua pada Hafsyah. Hafsyah terdiam.
Flask Back On
Beberapa hari yang lalu Dimas menemui sahabat kecil mereka. Rere dan Fina. Karna Dimas merasa hanya merekalah yang bisa membantu Dimas saat ini. Dimas menceritakan semua keadaan Hafsyah saat ini juga rumah tangga Hafsyah yang sebenarnya.
__ADS_1
Rere dan Fina sempat tak percaya dengan perkataan Dimas. Karna mereka selalu berkomunikasi dengan Hafsyah dan Hafsyah selalu bahagia dengan pernikahan dan kehidupannya yang sekarang. Hingga akhirnya Dimas mengeluarkan ponselnya. Dimas menunjukan beberapa foto Hafsyah yang selalu terlihat sendiri tanpa Bima suaminya. Bahkan Dimas juga menunjukan foto Bima dan Nadin pada mereka berdua.
Foto-foto itu diambil Dimas selama menjaga Hafsyah dari jarak jauh. Dimas juga selalu mengikuti Bima dan Nadin saat mereka berjalan berdua. Dalam Foto itu nampak Bima dan Nadin mesra seperti sepasang kekasih. Rere dan Fina sempat syok dan terkejut melihat kenyataan itu bahkan Dimas mempunyai Bukti-bukti yang akurat membuat Rere dan Fina mantap membantu Dimas. Mereka juga tak ingin sahabat terbaiknya hidup menderita dengan lelaki Brengsek seperti Bima. Bagaimanapun juga Hafsyah berhak bahagia, pikir Rere dan Fina.
Setelah kepergian Dimas. Rere dan Fina membahas permasalan Hafsyah.
"Dengan cara apa kita akan membantu Dimas Re?" tanya Fina
"Hmm, aku juga bingung nih Fin, harus cara apa," ucap Tere terus berpikir
"Biasanya kau yang selalu mempunyai ide," ucap Rere pada Fina.
Fina tak menjawab ucapan Rere dan Fina terdiam mematung entah apa yang di pikirkan Fina saat itu.
Lama mereka berdua berpikir. Hingga akhirnya Fina pun menemukan ide.
"Aku tau caranya!" celetuk Fina cepat membuat Rere mengangguk-angguk senang.
"Good!" ucap Rere girang pada Fina karna Rere percaya pada Ide-idenya Fina selama ini.
Ya, ide Fina adalah membawa orang tua Hafsyah untuk menemui Hafsyah Diam-diam tanpa kabar. Untuk melihat kejadian yang sebenarnya. Dan kini orang tua Hafsyah ada didepan Hafsyah saat ini.
Flash Back Of
"Hafsyah sayang," panggil mereka lagi kemudian mendekati Hafsyah yang berdiri mematung. Tubuh Hafsyah bergetar kepalannya serasa berat. Mata terasa berat untuk dibuka. dalam sekejab tubuh Hafsyah terjatuh.
Semua berteriak memanggil namanya begitupun Dimas yang terlihat sangat khawatir pada keadaan Hafsyah saat ini.
"Hafsyah bangun Syah," ucap Dimas merasa panik dan cemas.
"Dimas, cepat bawa Hafsyah kerumah sakit." Ucap Abi Hafsyah cepat.
"Baik Bi," sahut Dimas cepat.
Semua pergi kerumah sakit kecuali Nadin dan Bima yang masih terdiam melihat Hafsyah dibawa ke mobil Dimas.
__ADS_1