BIDADARI TERABAIKAN

BIDADARI TERABAIKAN
Mencoba bangkit


__ADS_3

5 bulan sudah Hafsyah dan Bima resmi bercerai.selama itu pulalah Hasyah berusaha untuk tetap bangkit dari masalah yang menghimpitnya..Semua itu Hafsyah jalani dengan mudah karna ada orang-orang yang menyayangi disekeliling Hafsyah.


Dimas makin hari juga menunjukan perhatiannya pada Hafsyah.hingga terkadang membuat Hafsyah tak enak hati. Terlebih Fina dan Rere dua sahabatnya itu jelas-jelas selalu menggoda mereka. Bahkan orang tua Hafsyah sendiripun bisa melihat ketulusan Dimas dalam menjaga dan menyayangi Hafsyah dimasa-masa yang sulit seperti ini,membuat orang tua Hafsyah berniat untuk menerima Dimas jika kelak Dimas melamarnya. Namun, tetap saja orang tua Hafsyah tidak mau gegabah mereka berpikir waktu yang menjawab dan menunggu persiapan hati Hafsyah putrinya.


Bima dan Nadin tidak bersatu,


orang tua Bima tetap menentang hubungan mereka. membuat mereka memutuskan untuk jalan masing-masing,dan tidak mengganggu satu sama lain. Nadin pergi dengan menyimpan amarah dan dendam pada Hafsyah.


Lagipula Bima merasa sangat bersalah dan menyesal pada Hafsyah selama ini.karna rasa penyesalan yang begitu mendalam itulah Bima juga tak ingin hidup bersama Nadin. Bima memilih hidup sendiri.


Setiap hari Bima selalu mengikuti gerak gerik Hafsyah kemanapun Hafsyah pergi. Begitupun saat Hafsyah bekerja.


Bayang-bayang Hafsyah yang tak pernah lepas dari mata Bima.oleh sebabnya Bima juga tak ingin melepas pandangannya, membuat Bima selalu mengkuti Hafsyah dari jarak jauh.


'Setidaknya dengan melihatmu,


rindu ini akan terobati Syah,' gumam bathin Bima yang selalu merasa menyesal di setiap detiknya.


***

__ADS_1


Rere, Fina, Hafsyah dan Dimas kini telah berada di sebuah acara pernikahan sahabat mereka, dan kini mereka telah berada disana. Banyak pasang mata yang menyaksikan kedekatan Hafsyah dan Dimas, lebih tepatnya Dimas lah yang perhatian dengan Hafsyah sehingga pemandangan itu selalu tertangkap didepan mereka. Hal itu membuat kedua sahabatnya gemas dan tak tahan untuk bicara.


"Udahlah Dim,buruan lamar Hafsyah," goda Fina pada Dimas dan Hafsyah.


Dimas tersenyum senang sedang Hafsyah terlihat salah tingkah.


"Ya Dim, jangan senyum-senyum aja,nanti keburu ditikung yang lain lagi loh." Rere mengingatkan Dimas dengan mengedipkan matanya pada Dimas membuat Dimas terdiam.


Ya, Dimas mengingat momen dimana Dimas terlambat saat ingin mendekati Hafsyah.


Dimas menatap Rere dingin tanpa eksresi membuat Rere merinding. Fina mendekati Dimas.


Dimas pun menatap Fina dengan dingin.


'Benar apa kata mereka' gumam bathin Dimas.


'Baiklah besok malam aku akan melamar Hafsyah,' bathin Bima mantap.


Dimas tersenyum pada mereka.sedang Hafsyah terlihat sedang menikmati minumannya.saat Hafsyah melewati seorang wanita,tanpa sengaja Hafsyah kesandung kakinya sendiri, membuat Hafsyah dan wanita itu sama-sama terjatuh. Hingga air yang dipegangnya menyiram dirinya sendiri dan wanita itu membuat baju mereka basah.

__ADS_1


Semua terkejut begitupun Dimas cs. Wanita itu sangat murka pada Hafsyah. Dimas segera membantu Hafsyah berdiri.saat mereka bertatapan.


"Kamu," ucap wanita itu terkejut.


"Nadin."Hafsyah terkejut.


"Sedang apa kau disini?" tanya Nadin ketus.


"Seperti yang kau liat wanita ******!" gertak Fina kesal pada Nadin.


"Maaf," lirih Hafsyah.


"Kau, awas ya!" ancam Nadin kesal pada Hafsyah kemudian melenggang pergi meninggalkan mereka.


Bima melihat pemandangan itu dengan menahan sesak di dada Bima sebenarnya hendak menolong Hafsyah,namun niat itu Bima urungkan karena Dimas begitu cepat menolong Hafsyah. Membuat Bima merasa malu pada dirinya sendiri.


"Seharusnya aku yang bersama dan menjaga Hafsyah," lirih Bima menyesal.


"Mungkinkah seperti ini sakit yang Hafsyah rasa, ketika Hafsyah aku sakiti dulu." mengingat itu semua, kembali membuat dada Bima kian terasa sesak dan nyeri karena kesalahannya sendiri. Bima yang tak bisa melihat ketulusan pada diri Hafsyah saat masih bersama dulu. Kini membuat Bima selalu merutuki kebodohannya.

__ADS_1


__ADS_2