BUKAN DARAH PERAWAN

BUKAN DARAH PERAWAN
Mata-Mata


__ADS_3

Bagai tak menjejaki bumi, pikiran Pak Aksan melayang entah ke mana. Sekujur tubuhnya yang gemetar masih berharap bahwa apa yang sedang terjadi saat ini hanyalah mimpi.


Namun, tangis Namira di bawah sana seolah menampar Pak Aksan dari lamunan. Jeritan putrinya di bawah sana lebih dari cukup dijadikan pisau untuk menyayat hati dan jantungnya.


"Bangunlah Namira." Pak Aksan berusaha menyingkirkan kepala Namira dari kakinya. Perempuan itu terus saja bersimpuh di kaki Pak Aksan. Dan sekarang tangan Namira memeluk kuat dua kakinya.


"Maafkan aku, Ayah. Aku salah. Bahkan yang kulakukan sekarang tidak sebanding dengan kekecewaan Ayah. Iya, 'kan," ucap Namira dari bawah sana.


"Ayah kecewa, tapi tidak begini caranya."


Setengah tubuh Pak Aksan berusaha menunduk. Susah payah ia memaksa sang putri untuk berhenti melakukan hal itu.


"Kembalilah duduk ke atas Namira. Masih banyak hal yang harus kau ceritakan pada Ayah," ujar lelaki tua itu. Dia memegangi dadanya yang terasa kaku. Napas lelaki itu makin naik turun tidak kuat. Gawat jika jantungnya kumat dalam kondisi seperti ini, pikirnya.


Menyadari sang Ayah tidak baik-baik saja. Namira langsung bangun dan duduk kembali.


"Ayah kenapa?" Dia tahu apa yang terjadi, tapi ia memilih bertanya untuk menutupi rasa khawatir dalam diri.


"Ayah baik-baik saja." Pak Aksan merogoh saku bajunya. Ia mengambil satu butir obat lalu meminumnya tanpa menggunakan air.

__ADS_1


"Sekarang sebaiknya kamh ceritakan semuanya pada Ayah kalau kamu tidak ingin melihat Ayah kenapa-napa," ujarnya.


Namira pun mulai menceritakan. Walau sedikit ragu ia berhasil menjelaskan semuanya. Mulai dari semasa remajanya yang nakal, sampai akhirnya hal itu menjadi ancaman untuk Namira di masa sekarang. Hal itulah yang membuat Namira terpaksa harus terjebak dan mengandung anak Ivan.


"Apakah Saga tahu kalau anak itu adalah milik adiknya?"


Pelan, Namira menggeleng.


"Dia belum tahu Yah. Itu sebabnya aku ingin kabur sebelum semuanya terbongkar.


"Apa hanya kabur jalan satu-satunya? Bagaimana jika kau jujur saja? Mengenai apa pun yang terjadi, Ayah pasti akan menerimamu dengan kedua tangan Anda keluarga Saga mencampakanmu."


"Ada banyak hal yang membuatku tidak bisa jujur Yah. Maka dari itu kabur adalah satu-satu."


"Pertama, Ivan ingin menggunakan bayi ini untuk merebut warisan yang dimiliki Mas Saga. Hubungan mereka bisa hancur Andai hal ini terbongkar. Mungkin aku bisa egois dan membiarkannya terjadi begitu saja, tapi menurutku masalah ini tak semudah itu, Yah."


Sejenak Namira menarik napas panjang.


"Kemungkinan besar keluar Saga tidak akan tinggal diam jika aku mengandung keturunan mereka. Mereka bisa saja mengusirku lalu merebut bayi ini. Alasannya pasti agar tidak jadi peperangan antar Kakak dan Adik."

__ADS_1


"Ya Tuhan, serumit itu, 'kah?"


"Ini baru dugaan, Yah. Tapi menurutku prediksi ini tidak akan melenceng. Aku tahu bagaimana keluarga suamiku," ucap Namira yakin.


"Baiklah kalau begitu. Ayah mendukungmu untuk kabur, tapi Ayah harus tau di mana kamu berada. Nanti Ayah akan mencarikan tempat baru yang aman. Dan masalah uang kau tenang saja, Ayah akan mempersiapkan segala keperluanmu."


"Tapi Yah?" Namira mendongak tidak setuju.


"Hanya itu satu-satunya pilihan. Kalau kau tidak setuju, lebih baik kau tidak usah kabur saja," hardiknya. Namira langsung menunduk tanpa bantahan.


"Baiklah Ayah. Aku mau."


"Bagus kalau kau masih mau menurut pada Ayahmu. Oh ya, sebaiknya kau pergi dari sini tanpa membawa apa-apa. Tadi Ayah lihat ada seseorang yang memperhatikan rumah ini, Ayah yakin itu pasti mata-mata.


"Mata-mata?"


"Iya, entah mata-mata Saga atau adiknya. Yang jelas orang itu sedang mengintaimu. Kau harus hati-hati."


"Baik Ayah. Mulai sekarang aku akan mengikuti instruksi Ayah."

__ADS_1


"Kalau begitu jangan kabur sekarang. Besok kau ke rumah Ayah. Mintalah izin seperti biasa. Nanti ayah akan membantumu kabur."


"Terima kasih, Ayah." Namira sedikit tersenyum. Ia tak menyangka sang Ayah tidak marah, malahan mau membantunya untuk kabur.


__ADS_2