BUKAN DARAH PERAWAN

BUKAN DARAH PERAWAN
Lacak


__ADS_3

Semalaman Saga tidak bisa tidur memikirkan kebohongan yang Namira lakukan. Dadanya selalu bergemuruh tiap kali mengingat hal itu. Rasanya sesak, bernapas pun sulit. Akhir begitu pagi menyambut Saga langsung menghubungi mata-matanya untuk melakukan rencana baru.


Sepertinya kali ini Saga harus lebih tega sedikit. Dia tidak bisa tinggal diam dan membiarkan tingkah buruk Namira semakin jadi.


"Aku kirim nomor Namira. Sadap telepon perempuan itu," ucap Saga dingin. "Dalam setengah jam aku ingin kau memberikan semua data yang ada di ponsel itu," ujarnya kemudian.


"Baik Tuan." Seseorang di ujung sana menjawab dengan mantap. Kemampuannya memang sudah tidak diragukan lagi jika soal sadap menyadap.


Saga lalu gagas ke kamar mandi. Setengah jam kemudian dia menerima semua data yang ada di ponsel Namira.


Saga sangat terkejut melihat tidak ada satu pun yang aneh di telepon itu. Tidak ada panggilan aneh-aneh, dan semua catatan pesan terdahulu juga hanya dari Saga dan teman-teman perempuannya.


"Kok bisa begini?" Saga kembali menghubungi mata-matanya.


"Catatan yang ada di nomor itu memang hanya sebatas itu, Tuan. Sepertinya istri Anda punya nomor telepon lain yang tidak Anda ketahui. Jadi kemungkinan besar data rahasia itu ada di nomor dan ponsel yang lain. Tapi saya tidak bisa melacak keberadaan ponsel itu jika dalam keadaan mati."


"Ah, sialan!" Saga mendengkus kesal.


Memang benar apa yang dikatakan mata-mata itu. Namira memang punya nomor dan ponsel lain yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan Ivan.

__ADS_1


Sekarang Namira sudah berniat kabur, jadi ponsel dan nomor itu sudah dilenyapkan oleh Namira. Dia membuang ponsel itu kemarin sore untuk menghilangkan jejak. Namira terlihat lebih hati-hati sebelum Saga bertindak lebih.


Saga kemudian keluar kamar setelah berpakaian. Dia berusaha memasang sikap biasa saja meski hatinya kini dipenuhi amarah besar.


Dasar perempuan tukang bohong, batin Saga. Dari arah belakang dia terus memperhatikan Namira. Wajahnya dipenuhi emosi dan tampak berapi-api sekali.


"Eh, Mas?" Namira tak sengaja menoleh. Dia agak terkejut melihat Saga yang sudah ada di belakangnya sambil menatap intens.


"Mau sarapan bareng?" ujar perempuan itu menawarkan. Saga tak menjawab. Dia berjalan menuju lemari pendingin lalu mengambil satu kotak susu uht.


Saga hanya meminum itu lalu bersiap pergi ke kantor.


"Tidak sarapan?" tanya Namira lagi. Saga hanya menggeleng sebagai jawaban. Kakinya melangkah menuju pintu keluar, dan Namira buru-buru menyusul untuk membicarakan sesuatu.


"Mas," cegah Namira sebelum Saga keluar. Dua tangan perempuan itu saling tertaut satu sama lain.


Tanpa menoleh, Saga berdeham sambil memutar handel pintu. Dia berdiri, menunggu kalimat apa yang akan disampaikan istrinya.


Istri? Rasanya Saga sangat kesal jika mengingat kata itu.

__ADS_1


"Hari ini aku boleh pergi mengunjungi rumah ayahku tidak? Sudah lama aku tidak pulang, aku juga ingin mengambil beberapa barang-barangku yang ada di sana," ucap Namira.


Mendengar itu Saga langsung menoleh. "Naik apa?" tanya lelaki itu. Rumah Ayah Namira sangat berlawanan dengan kantornya, jadi Saga tak punya alasan untuk mengantar apalagi memberikan tumpangan.


"Naik taksi, Mas. Boleh, kan?"


Saga mengangguk. Menurutnya ini adalah kesempatan emas untuk mengetahui gerak-gerik Namira. Barangkali saja 'kan, Namira tidak benar-benar pulang ke rumah ayahnya. Jadi Saga bisa sekalian mencari bukti untuk menangkap basah perempuan itu.


"Ya sudah. Tapi jangan pulang larut malam," ucap Saga lantas berlalu pergi.


Sesampainya di mobil Saga langsung menghubungi mata-matanya. Dia menyuruh orang itu untuk membuntuti Namira dan melapor setiap waktu.


"Buntuti dia dengan sangat hati-hati. Jika kau gagal aku tidak akan memakai jasamu lagi," ujar Saga.


"Baik, Tuan. Sebentar lagi saya tiba di lokasi dan bersiap mengikuti kemana pun istri Anda pergi."


"Bagus."


Saga mematikan panggilannya setelah itu. Dia mulau menjalankan mobil dan meninggalkan pelataran rumah secara perlahan.

__ADS_1


Aneh, kenapa perasaanku akhir-akhir ini tidak enak, batin Saga.


__ADS_2