BUKAN DARAH PERAWAN

BUKAN DARAH PERAWAN
OTW Tamat


__ADS_3

"Aku baik karena kamu adalah istriku. Memangnya salah kalau aku baik pada istri sendiri?" ucap Saga penuh tanya.


"Bukan begitu. Tapi kemarin kamu sangat dingin. Dan setelah bayi itu tidak ada, kamu terlihat seperti Saga yang dulu. Berarti benar kan dugaanku? Bayi itu adalah faktor utamanya?"


"Bukan. Untuk apa aku melibatkan bayi yang tidak berdosa. Aku berubah karena aku sudah tahu faktor yang membuat kamu ingin pergi dariku. Jujur ada banyak kesimpulan di kepalaku. Tapi aku ingin tahu kejelasan itu dari mulutmu sendiri," ucap Saga. Matanya beralih ke samping. Menatap Namira yang kini baru saja bersandar di sandaran ranjang.


"Jika kamu berpikir Ivan adalah orangnya. kamu benar, Ivan adalah ayah dari bayiku."


"Lalu?" Alis Saga menyernyit. Jujur dia sakit. Tapi sebisa mungkin Saga bersikap sok kuat supaya Namira tidak bertambah beban pikirannya. Saga tahu selama ini Namira sangat tertekan karena harus menyembunyikan fakta sebesar itu. Apa pun alasannya, kini Saga paham apa yang dilakukan Namira selama ini hanya untuk menutupi rahasia besarnya.


"Ayah?" Namira menoleh pada Ayahnya.


"Aku belum sanggung menjelaskan semua ini kepadanya. kepalaku sakit sekali. Maukah ayah membantuku?"


"Baiklah. Jika Saga bersedia mendengarkan Ayah, Ayah akan mulai cerita." Lelaki tua itu menoleh ke arah Saga.

__ADS_1


Saga terpaksa mengangguk. Ia genggam tangan Namira yang terlihat mulai bergetar takut.


Dan sang Ayah pun mulai bercerita.


Rahang Saga mengeras. Selama setengah jam dia terus berusaha menyembunyikan kemarahannya, dan Saga pun tak luput dari perhatian Namira. Lelaki itu tak bisa menahan semua ekspresi marahnya saat Ayah Namira bercerita kalau putrinya selama ini sangat menderita. Dia diancam. Bahkan diperalat oleh Ivan untuk mendapatkan apa yang lelaki itun inginkan.


Tanpa basa-basi Saga langsung menarik tubuh Namira lalu memeluknya dengan erat.


"Maafkan aku Namira. Andai aku tahu sejak awal mungkin tidak akan begini akhirnya. Kau tahu aku sangat mencintaimu. Aku tidak mungkin meninggalkanmu begitu saja hanya karena foto masa lalumu itu disebar oleh Ivan," ujar Saga.


"Apa kata orang Andai Ivan sampai menyebar video itu tepat di hari pernikahanmu? Nama baikmu dan keluarga akan tercemar. Dan itu semua karena kelakuan bejat istrimu di masa lalu."


Namira tak kuasa. Dia menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangan.


"Setiap orang punya masa lalu buruk, Namira. Andai semua orang tahu masa lalumu terbongkar, aku tidak akan menyalahkanmu karena itu adalah perbuatan jahat Ivan. Yang membuat malu keluarga adalah Ivan. Ada pun aku harus marah, aku akan marah kepadanya. Tapi ya sudahlah, sepertinya kita harus berhenti melihat ke belakang, ada masa depan yang harus kita tata bersama."

__ADS_1


Sontak Namira mendongak. Dia menatap Saga dengan mulut sedikit terbuka.


Lelaki itu kini menggenggam tangannya. Menatap lekat dengan jutaan perasaan cinta.


"Ketika aku melamarmu, itu artinya aku sudah siap menerima segala kelebihan dan kekuranganmu, termasuk semua yang telah menjadi masa lalu.".


Namira semakin tertegun. Dia tak bisa berkata-kata. isakannya yang pelan mulai berubah menjadi raungan pedih.


Saga segera menenangkan wanita itu dengan cara memeluk.


"Maafkan aku Mas ... maafkan aku. Kemarin aku sungguh merasa terjepit. Aku tidak mau dijadikan alat oleh Ivan. Aku tidak mau Ivan menggunakan aku dan bayi itu untuk menyingkirkamu dari jabatanmu."


Saga mengusap sambil sesekali mengusap punggung belakang Namira.


"Sudah ... sudah. Saat ini aku hanya bisa menempatkan diri di posisimu. Aku tahu perbuatanmu salah, tapi aku juga tahu semua yang kamu korbankan adalah untuk diriku.

__ADS_1


****


__ADS_2