
Saga langsung membuka surat itu dengan dua tangan yang bergetar. Belum sempat dia membaca, matanya sudah berkaca-kaca. Saga nyaris tak mampu membaca surat pamit itu andai hatinya tidak dipaksakan untuk tetap kuat. Setidaknya ia harus tau apa isi surat itu
Dear, Mas Saga.
Kalau Mas sudah menerima surat ini, itu artinya aku sudah pergi jauh sekali. Tolong jangan cari aku lagi, Mas. Aku ingin, mulai sekarang kau belajar hidup tanpa aku.
Kalimat pertama yang diuliskan Namira membuat hati Saga terasa sesak. Sungguh dia tidak menyangka kalau Namira bisa menuliskan kalimat sejahat itu.
Aku yakin itu bukan hal yang sulit karena sejak awal kau tidak pernah menganggap pernikahan ini ada. Tentunya aku juga tidak bisa menyalahkanmu karena semua masalah ini berawal dariku. Sudah sepatutnya juga untuk kita mengakhiri semua ini, Mas.
Bukankah pada akhirnya hubungan kita akan berakhir seperti itu? Jadi mau tunggu apa lagi Mas?
Sejenak Saga memejamkan matanya perlahan. Baris kedua dan ketiga terlalu menyakitkan untuk dibaca.
Yang aku lakukan sekarang hanya sekadar mempercepat waktu. Sama halnya denganku, jadi aku harap kau bisa belajar menata kembali hidupmu yang sempat tercecer. Wanita di luar sana pasti sudah tidak sabar ingin mengantre untuk dipinang.
Aku turut bahagia jika suatu saat nanti kau bahagia dengan wanita lain, Mas.
Dan ...
__ADS_1
Maafkan aku karena sampai detik ini aku tidak bisa jujur padamu. Kejujuran ini terlalu sulit untuk diutarakan. Terlalu banyak rahasia yang tidak sepantasnya kamu ketahui. Semua ini demi kebaikanmu. Maka relakanlah aku pergi bersama rahasia yang belum terungkap ini.
Doakan aku kuat merawat bayi ini ya, Mas.
Oh ya, jika kau mendatangi ayahku untuk mencari tahu di mana keberadaanku, kamu hanya akan melakukan hal yang sia-sia. Dia sama sekali tidak tahu apa-apa.
Ayahku memang tahu aku akan pergi, dia juga sudah menyiapkan tempat untuk kutinggali sementara waktu, tapi aku tidak pernah mendatangi tempat itu.
Aku memilih pergi ke tempat di mana aku bisa hidup sendiri tanpa orang-orang yang aku kenali.
Sekali lagi maafkan aku, Mas. Maaf atas semua kesalahanku karena membuat hidupmu menjadi kacau semenjak menikahiku. Tapi percayalah, kau adalah pria yang paling aku cintai selama ini. Tidak ada satu pun pria yang memiliki hati selembut kamu, bahkan ayah dari bayi ini sekalipun tidak akan mampu menggantikanmu.
Terima kasih.
Salam hangat dari Namira.
Air mata Saga sudah berderaian sejak tadi. Ia tidak menyangka selama ini Namira sebegitu tertekan bahkan sampai merencanakan kabur dari jauh-jauh hari.
Andai Saga sedikit lapang dan menerima Namira apa adanya. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Sayang nasi sudah menjadi bubur.
__ADS_1
Apa yang Saga lakukan dengan maksud ingin membuat Namira jujur, justru malah membuat perempuan itu memilih pergi darinya. Dia seperti terkena bumerang yang ia lemparkan sendiri.
"Tuan, tenanglah, Nona pasti akan kembali pada Anda lagi," ujar Damar.
"Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya, Damar? Dia sedang hamil," ucap Saga penuh kecemasan.
"Anda mencemaskan Nona bukan karena sedang hamil. Tapi karena Anda masih sangat mencintainya. Andai Anda sedikit memberi ruang untuk Nona bertahan, mungkin dia tidak akan kabur seperti ini."
"Apa yang kau maksud?" Saga mendongak dengan air mata masih berderaian. Di saat begini ia hilangkan rasa malu dan egois yang biasanya selalu tertanam di tubuh pria itu.
"Maksud saya, selama ini Anda tidak bisa menerima kekurangan Nona Namira. Jadi untuk apa dia bertahan di sisi Anda dengan keadaan yang tidak jelas. Itu pasti sangat menyakiti hatinya. Maka dari itu kabur adalah jalan terbaik. Terlepas ada alasan lain atau tidak," ujar Damar.
"Tapi aku melakukan itu supaya dia mau mengaku Damar!" potong Saga cepat. "Masalahnya tidak akan sepanjang ini bila dia mau mengaku. Dan mungkin saja hatiku bisa luluh jika dia jujur apa adanya," maki Saga benar-benar kesal. Sekarang ia tak tahu harus menyalahkan siapa lagi.
"Jika Anda ingin Nona Namira mengaku, maka ambilah hatinya sedikit demi sedikit. Buat dia merasa nyaman, bukan malah terancam," ucap Damar lagi.
Rasanya Saga benar-benar ingin teriak mendengar semua itu.
"Ah, sial!" Saga menyapu beberapa barang di atas meja dengan tangannya. Dia benar-benar sefrustrasi itu saat ini.
__ADS_1
***