Bukan Kisah Cinderella

Bukan Kisah Cinderella
Duda Keren


__ADS_3

Panasnya mentari siang itu, membawa Adinda dan Lira untuk memilih perpustaan sebagai tempat pilihan. Panasnya otak setelah bimbingan skripsi dengan ditambah panasnya matahari perlu kesejukan. AC perpustakaan cukup untuk ngadem siang itu.


"Din, gimana ngajar Nadia?"


"Ngajar anak-anak perlu beribu cara biar takluk."


"Ha... ha... itulah kenapa diri ini gak mau ngajar anak-anak. Sama tingkah ponakan aja yang selalu ajaib bikin pusing. Apalagi anak orang."


"Tapi lucu. Nadia itu orangnya rame dan ricuh gitu. Bener-bener itu bocah gak bisa diem kaya cacing kurang air."


"Tapi kalau sama bapaknya dia nurut banget."


"Masa sih?"


"Emang belum ketemu gitu sama bapaknya Nadia?"


Adinda menggelengkan kepalanya.


"Duda keren loh si A Irsyad itu. Maklum jadi duda di usia muda. Gadis aja bisa tertarik sama itu orang. Tinggi, bersih gitu kulitnya, rapi, dan cool. Bener-bener dingin tuh orang kaya kulkas semenjak sang istri tercinta meninggal."


"Ghibah deh."


"Itu bukan ghibah, tapi informasi."


"Terserah."


"Awas kepincut duda keren loh kalau lihat."


"Kalau pria belum pernah nikah masih banyak, kenapa harus duda?"

__ADS_1


"Yeh, belum ketemu sih. Kalau ketemu bisa mesem-mesem sendiri."


"Itu sih, elo."


"Gua," tunjuk Lira pada dirinya. "Lah gua sih disenyumin A Irsyad degeun-degeun jantung gua."


"Ngomongnya gaya elo-gua, orang sunda oge. Maneh-urang lain biasana oge."


"Ha... ha kepincut duda hati-hati loh, Din."


"Aku pengennya sih yang belum pernah nikah. Tapi kalau Allah kasih jodoh aku duda ya gak papa sih."


"Berarti ada kemungkinan bisa sama A Irsyad kalau gitu."


"Irsyad terus bahasan kamu. Aku itu ngajar anaknya, bukan bapaknya."


"Yey, aku kan cuma bercanda. Kira aja jomblo satu ini berniat lepas masa lajang setelah wisuda."


"Oke."


Keduanya melangkah menuju kantin.


Dalam benak Dinda, tak ada niat untuk menikah dalam waktu dekat. Setidaknya 1 atau 2 tahun setelah wisuda. Ingin bisa memberikan kontribusi sebagai lulusan psikologi dalam membantu masyarakat terutama para remaja.


Informasi dari Lira mengenai Irsyad membuat Adinda tidak nyaman. Bukan hal yang tidak mungkin bila salah satunya akan ada yang tertarik. Irsyad duda muda dan Adinda wanita lajang yang terkadang bisa baper hanya dengan sebuah tatapan seorang pria.


Selama satu minggu mengajar, Adinda belum pernah bertemu dengan ayah dari anak yang diajarnya. Jadwal Senin hingga Jum'at di sore hari membuatnya belum pernah bertemu. Bila jadwalnya setiap hari, mungkin Adinda bisa saja bertemu dengan ayah Nadia di waktu week end.


Ah bersyukur sekali jadwalnya hanya 5 hari, tidak ada tambahan waktu lain hingga meminimalisir pertemuan dengan si duda keren.

__ADS_1


***


"Assalamu'alaikum, adik manis."


Adinda menyapa si krucil Nadia. Sore setelah dari kampus Adinda langsung pergi ke rumah bu Maryam tanpa pulang dulu ke tempat kost.


"Ikumcayam, bu uyu." Wajah Nadia nampak sumringah bila bertemu dengan Adinda.


"Bu uyu, Iya nda au biyajay. Iya au ain aja."


mulai deh ni bocah, pikir Dinda. Harus keluarkan jurus jitu sih ini.


"Ayah uga ri ni nda keyja. Ayah atit agi bobo amay. Adi Iya uga nda biyajay."


Walah, bapaknya ni bocah ada di rumah gak kerja karena sakit. Semoga aja gak keluar kamar takut kepincut sih aku kalau bener apa kata Lira, pikir Adinda.


"Nadia kan sehat, sayang. Kalau ayah gak kerja itu karena sakit. Jadi gak ada alasan untuk gak belajar."


"Ih... bu uyu." Nadia menampilkan wajah cemberutnya yang begitu lucu.


"Enin, Iya nda au biyajay," adu si bocah berharap ditolong.


"Gak boleh. harus belajar biar pintar."


Nadia tambah cemberut bahkan nampak ingin menangis. Bukan Adinda kalau tidak punya cara untuk membujuk Nadia.


Bu Maryam tidak menargetkan Nadia untuk cepat bisa. Bu Maryam hanya berharap setidaknya Nadia mau belajar dan punya teman dan baginya Adinda sangat cocok.


Tidak setiap hari Adinda mengajar iqra pada Nadia. Adinda memberikan selingan dengan berupa cerita para sahabat dan juga sahabiyah dalam mengajar.

__ADS_1


**************


Terimakasih sudah berkenan membaca novel saya. Semoga suka dengan ceritanya. Bila ada kesalahan dalam penulisan saya berharap masukannya. 😉


__ADS_2