
Seorang gadis yang sedang tidur terlelap dengan gaya seperti udang meringkuk terlihat terperanjat akibat ponselnya yang berdering dengan high volume, gadis berpakaian kartun kuning itu bangun dari posisi tidurnya sambil membenarkan anak rambutnya ke sela telinga dan sesekali mengucek matanya.
Dia merasa baru melelapkan matanya beberapa jam yang lalu namun sudah dibangunkan, dirinya ingin sekali seperti adiknya Arka yang tidak mengubris mendengar alarm berdering walaupun tepat di sebelah telinganya.
Yuma sempat berpikir jika saja temannya tidak menelepon sesaat sebelum dirinya tidur, mungkin Yuma akan mencoba menjadi seperti adiknya yang hanya akan mematikan alarm lalu melanjutkan tidur kembali atau bahkan mengabaikan alarm tersebut sampai ada seseorang yang mematikannya.
Bantal-bantal yang tidak teratur pun dia rapikan, yumma merasa heran pada dirinya sendiri mengapa bantal yang harusnya ada pada kepalanya malah berada pada posisi kakinya, ia pun tidak berlarut memikirkan hal itu dan dengan cepat membereskan kasurnya.
Dengan langkah berat ia pun hanya menyibakkan gorden kecil jendelanya. hanya dengan hitungan detik gordennya sudah beres sesuai dengan apa yang dia inginkan.
"Lagian, tumben banget tuh anak ngajak joging," Gumam Yuma, sambil membenarkan rambutnya seolah ia akan mengikat rambut panjangnya, dengan cengenges dia mengatakan,
"tapi bagus sih, udah lama juga kan."
beberapa menit sudah lewat, hingga akhirnya menampakkan sosok yuma yang baru keluar dari kamar mandi menggunakan celana training hitam dan baju biru, wajahnya pun nampak segar berbeda saat dirinya memasuki kamar mandi.
Yuma perlahan mendekati lemarinya, untuk mengambil sisir yang ada di atasnya dan mengikat rambutnya dengan sembarang tanpa melihat pantulan dirinya di cermin.
Dirinya merasa suasana rumahnya sedikit tenang dan sepi, demi memastikan hal tersebut Yuma pun meninggalkan kamarnya dengan membawa ponsel di tangan kirinya.
"Kayanya Bunda sama Ayah belum bangun deh." batin Yumma melihat sekeliling rumah
Saat yuma mencari keberadaan orang tuanya, untuk menyakinkan tebakannya, dia hanya menemukan adiknya yang tidur di sofa, dengan wajah yang terjun ke bawah, bahkan ponsel sang adik tergeletak begitu saja di lantai.
Melihat hal tersebut yuma hanya menggelengkan kepala, bukannya membenarkan posisi sang adik Yuma lebih tertarik mengambil ponsel adiknya itu, bahkan games mobile yang dimainkan adiknya pun belum keluar sepenuhnya terlihat saat ia melihat ponsel adiknya.
"Kaya nya ini anak tidur malam benget." ucap Yumma
awalnya Yuma hanya ingin menyimpan ponsel adiknya di meja, namun melihat notifikasi baterai low, yuma pun memutuskan mencharger ponsel adiknya itu.
Drett... Drettt (Ring Telepon)
...Panggilan dari Tiaalistia...
...📞...
...(Di angkat )...
Tiaalistia
Yum, gue minta maaf gue nggak bisa jemput lo
^^^Hah?^^^
Ihh Lo jadi ikut kan, gue harap lo nggak lupa apa yang gue bicarain semalam.
tadinya gue mau jemput lo kan, tapi gue dijemput si Indah soalnya motor gue juga di bengkel 😁
^^^Ohh....^^^
^^^gue bisa naik angkutan aja ke sananya^^^
tapi Lo beneran gak papa kan, jadi kita ketemuan di tempat aja gitu?
gue jadi nggak enak sama lo
^^^nggak apa-apa nggak perlu ke sini^^^
^^^lagian kalau jemput yang ada lo muter^^^
.... .... . .....
^^^Hallo tii^^^
^^^Lo denger gue tii?^^^
Karena mendengar tidak ada jawaban ataupun respon dari temannya itu. yuma pun penasaran dan melihat ponselnya ternyata memang ada sedikit kendala sampai terpampang tulisan di ponselnya menghubungkan ulang.
"mungkin sinyal nya jelek." ucap Yumma sambil memasukkan ponsel ke saku celana nya.
Gadis bergingsul itu pun sudah memakai sepatu entah kapan memakainya, lalu meninggalkan tempat kediamannya dengan cepat sekali, untuk bergegas mencari transportasi yang akan mengantarkan dirinya ke tempat yang temannya bicarakan.
__ADS_1
di tengah perjalanan dia hanya memainkan ponselnya, saking asik dengan ponselnya dia tidak menyadari bahwa tempat yang ditujunya sudah sedikit terlewat namun tidak begitu jauh.
melihat sopir transportasi itu terus berjalan yuma meminta berhenti, sebelum dirinya makin jauh dari tempat tujuan.
"Trok... Trokk." suara kaca yang dia ketuk
"Kenapa neng?" tanya supir angkutan itu.
"Udah turun disini aja bang, kelewat dikit." cengenges Yumma
"alah si Eneng, masih muda jangan banyak pikiran neng." tawa sopir angkutan itu
Yuma turun dan menyerahkan uang pada sopir angkutan tersebut, ia pun cepat-cepat ke pinggir untuk berjalan di trotoar menuju tempat tersebut.
untung angkutan yang membawanya tidak begitu jauh sehingga dia bisa cepat mendatangi taman hijau dan luas yang dipinta temennya itu.
melihat taman yang ramai sekali pengunjung, bahkan tidak hanya orang-orang yang berjogging namun banyak para pedagang yang berjualan, Yuma merasa dirinya malah seperti sedang berada di pasar malam yang banyak sekali orang lalu lalang.
Melihat hal tersebut, yuma merasa banyak sorot mata yang melihat dirinya. entah memang benar apa yang di pikirnya atau hanya perasaan yuma saja.
ketua kakinya Yuma melihat baju yang dipakainya, Yuma berpikir takut ada yang salah dengan penampilannya, namun setelah di lihat yuma merasa pakaiannya tidak ada yang salah.
kesalahannya mungkin karena dirinya memiliki sifat introvert, bahkan ia tak merasa percaya diri, belum saja dirinya memulai jogging bersama teman-temannya ia sudah merasa lelah melihat orang-orang berjalan kesana kemari walaupun yuma tak melakukan apapun.
Demi mengusir sedikit rasa ketidakpercayaannya, Yuma akhirnya memutuskan menelepon nomor temannya, namun tidak ada jawaban dari nomor tersebut.
hal tersebutlah, yang membuat yuma terpaksa mencari keberadaan temannya, dengan cara berjalan ke kerumunan orang barangkali temannya ada di sana, selain itu juga karena dia ingin menghindari sorot mata yang dirasa selalu memperhatikan nya.
cukup lama matanya celingukan mencari namun ekor matanya tetap saja belum menemukan keberadaan kedua temannya itu.
...PANGGILAN TELEPON.......
...📞...
...(mengangkat telepon)...
^^^Hallo tiia!^^^
^^^Lo dimana gue nyari Lo dari tadi^^^
jawaban di seberang telepon tersebut, membuat yuma memutar badannya sambil dengan memegang ponselnya di telinga.
^^^Gue gak liat tuh!^^^
^^^sebenarnya lo dimana sih^^^
kresekk kresekkk ...
(suara yang tidak jelas)
^^^DIMASS !!^^^
Iyaa gue, gimana udah ketemu kan.
(senyum lebar sambil memamerkan giginya)
^^^Hah? Jadi Lo...^^^
...DIMAS A Sedang dalam Panggilan......
...📞...
Melihat sosok laki-laki yang ada di depannya yuma buru-buru melihat panggilan ponselnya untuk memastikan satu hal, ternyata memang benar yang meneleponnya adalah dimas teman sekelasnya yang saat ini berada tepat di depannya.
Gadis yang menggunakan ikatan rambut itu hanya melihat dimas yang sedang memainkan alisnya naik turun, hal tersebut membuat dirinya menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum tipis.
"Lo dari tadi di sini kan?" tanya Yumma pada dimas
"iyaa, eh Lo tau dia dimana?" ucap Dimas
"lo gimana sih. lo kan temennya, ya gue nggak tahu Rafa di mana, bukannya lo yang lebih dekat?"
__ADS_1
"Hah? Raffa? emang gue ada bilang soal Raffa? hayo jangan-jangan lu demen ya?" tuduh Dimas
"ya bukannya lo nanyain si Rafa?" jawab Yuma sambil menyembunyikan kegugupannya
"Gue maksud tuh si Tia dan indah temen lo juga kan?" Dimas menggoda yuma sambil mengulum senyumnya dengan alis yang masih mainkan.
"justru Gue nyari mereka. berarti Lo juga belum liat mereka dong! Lo juga sendiri? Jangan-jangan Lo ngikutin si indah yah?" tuduh Yuma
"enak aja lo kalau ngomong, gini-gini gue sibuk gak ada tuh gue ngintilin orang, gue sama temen-temen gue." jelas Dimas
"Serius banget, lagian gue becanda Dim." Yuma tertawa lepas namun tawanya terhenti karena kedatangan seseorang.
"Dim Lo!!" ucap seseorang yang ada di depan Dimas
"Dim..s" potong seseorang yang berada di samping orang yang sebelumnya mengajaknya mengobrol.
"Dim jadi ini cewek yang lu ceritain? Gue kira lo serius sama temen gue ternyata lo." ucap Tia seperti tak menyangka
Setiap dimas akan berbicara selalu dipotong oleh orang yang ada di depannya, seolah Dimas tidak diberikan kesempatan untuk berbicara.
"Ndah, Lo kenapa?" tanya Tia pada teman yang ada di sampingnya.
"Eh Dim, Lo liat Yuma, dari tadi gue nyari?" tanya Tia
"Dimas kalau orang nanya tuh jawab, jangan mentang-mentang Dimas sama pacar terus gak peduli sama temen." sela Indah memotong ucapan temannya
"ingat yah dimas, menurut Indah dimas juga masih temanan loh sama Yuma, Dimas emang ga peduli kalo terjadi sesuatu sama Yuma. Dimas sering minta bantuan tugas juga sama Yuma." ucap indah tegas
"Ndah..." ucap Tia
"ya udahlah Tia ayo kita pergi, Menurut indah pasti dimas merasa terganggu karena kehadiran kita." jelas indah memotong ucapan Tia
mendengar ucapan indah, Dimas hanya bisa mengulum senyum atas tuduhan-tuduhan yang dilayangkan pada dirinya.
"Loh... Lo cemburu??" tanya Dimas dengan nada menggoda.
"Dimas!" betak indah sambil melengos meninggalkan ketiga temannya termasuk Yuma didalamnya.
"sorry soal indah ya mungkin dia lagi PMS!" ucap Tia akward meminta maaf kepada Dimas.
Tia berlari menyusul Indah yang lebih dulu lengos tanpa kata apapun.
"Ndah tungguin!"
Yuma hanya bisa cengo melihat teman-temannya pergi meninggalkannya tidak melihat kehadirannya sama sekali.
kedua sorot mata Yuma dan Dimas bertemu, dan keduanya tertawa melihat kelakuan teman-temannya.
"Lo mau kemana? Tungguin aja disini pasti mereka balik lagi." ucap Dimas
Mendengar ucapan dari pria yang memakai kaos putih itu, yuma hanya menurutinya, karena memang benar tepat setelah pria didepan nya mengakhiri perkataan nya terlihat kedua temannya berlarian menuju ke arahnya.
"tuh kan gue bilang apa." bangga Dimas pada dirinya sendiri, diikuti anggukan kepala dari Yuma.
"pantesan gue ngerasa ada yang aneh, Lo ya dim!" ucap Tia yang baru menghampiri yuma sambil tertawa, sedangkan indah di sampingnya hanya diam tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Hayo ngaku aja lo demen kan sama gue?" ucap nya dengan kepercayaan diri.
"cie cie sepertinya tadi ada yang cemburu." yumma mencoba menggoda temannya.
"khmmm... Khemm... Lo tau nggak tadi ada hati yang terbakar loh, tapi untungnya cuma bohongan." dia mencoba menggoda indah dengan berpura-pura berbatuk.
"kata siapa cemburu Indah nggak cemburu!" ucap Indah sambil memalingkan wajahnya ke sembarang arah
"emang mereka berdua nuduh lo cemburu, nggak kan? berarti lo memang mengakui cemburu dong." ucap Dimas pada gadis di depannya, indah yang digodanya pun hanya diam namun dengan sengaja dan dengan sifat kesal menginjak kaki dimas.
melihat tingkah indah dan dimas membuat yuma melirik teman di sebelahnya, Yuma tersenyum seakan mengerti apa yang dipikirkan oleh teman di sampingnya.
"menurut lagu yang kami dengar, CEMBURU TANDA CINTA, MARAH TANDANYA SAYANG." ucap Yuma dan Tia serempak
"kalau curiga itu karena ku takut kehilanganmu." Dimas melanjutkan penggalan lagu yang pernah dia dengar.
__ADS_1
Dimas mencoba mendekati Indah lalu membisikkan sesuatu di kupingnya. "Gue tahu lo cemburu, tapi gue suka wajah lo lucu." mengusap puncak kepala indah
perlakuan dari Dimas membuat Indah malu sekaligus kesal pada pria tersebut, dengan rasa yang masih tidak terima pada akhirnya dia mengejar Dimas walaupun dirinya tau akan ditertawakan dan diledek oleh kedua sahabatnya.