
Yumma! panggil Guru Matematika.
Yuma gugup karena dipanggil oleh gurunya apakah ia salah karena tidak memperhatikan pembelajaran.
"aduh bodoh banget gue!" batinnya "ngapain gue bengong tadi ya"
Mau tak mau pun dan dengan berat hati Yumma meninggalkan kursinya berjalan menghampiri gurunya.
Nanti setelah pembelajaran ibu. kamu pergi ke kelas 11-A minta materi yang diberikan Bu Desi.
"Bu Ai desi gak masuk Bu?", tanya Yumma
"Masuk, Kepsek meminta Bu Desi untuk melakukan sesuatu. Sehingga nanti Bu Desi tidak bisa masuk di kelas ini, dan kamu ambil Bukunya sekalian bertanya materi pada kelas 11-A paham Yumma!
Perasaan lega akhirnya dirasakan Yumma karena dia tidak jadi mengerjakan materi baris deret aritmatika yang menurutnya memusingkan seperti dalam pikirannya tadi.
Oke anak-anak sebelum ibu tutup, apakah ada yang mau ditanyakan? apa kalian mengerti!
sepertinya kalian mengerti. Bagus kalau gitu ibu senang melihatnya.
Nah karena kalian sudah mengerti, untuk nomor 3 4 dan 5 itu bonus untuk kalian kerjakan di rumah. Ibu harap saat pertemuan berikutnya, tidak ada alasan bukunya ketinggalan dan lain-lain, mengerti!
"MENGERTI BU." serempak anak-anak
Yuma jangan lupa yang ibu katakan.
"siap Bu." cengenges Yumma
Apaan Yum! tanya Indah
enggak, cuma disuruh ngambil buku di kelas 11A
"Bagus dong cuci mata, di sana kan cakep-cakep." cengenges Tia.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Jadi tugasnya cuma disuruh nyatat materi tentang negosiasi dari definisi, ciri-ciri unsur-unsur, strukturnya dan langkah-langkah.
Nah sedangkan untuk ciri-cirinya lo bisa ambil poin pentingnya aja dari sini sampai sini. Paham, tanyanya pada Yumma.
Oke gue ngerti thanks. Yumma memalingkan wajahnya dari buku sehingga kedua sorot mata Yuma dan laki-laki itu pun bertemu.
"Gue Nicolas Hellend." potong Nico
Yuma ingin cepat pulang ke kelasnya karena yumma merasa dirinya dilihat oleh banyak sorat mata yang seperti tidak suka. Nyalinya mulai menciut karena kepercayaan mulai menurun.
"Eh lo mau ke mana," ucap seorang cowok yang Yumma kenal suara nya. "merebut buku yang ada di tangan Yumma."
"Eh itu kan buku."ucapan Yumma terbata
"gue pinjem bentar."potong Raffa
Yaelah lu cepetan keluar kelas gihh! BAUU! Kelas lu kan terkenal jorok. Nanti kuman-kuman yang lo bawa dari sana nempel di sini. cerocos Ann
Oh Lo mau caper? Cowok-cowok disana gak ada yang ganteng yah? Tawanya renyah di ikuti tawa temen sekelas nya.
Ngaca Mbak!
Standarnya turunin!
Nggak punya kaca yah di rumah!
Yuma pun sudah tak tahan, kepercayaan dirinya pun mulai menciut lagi mendengar celetukan siswa 11-A
"Lo ambil aja buku di ruang guru kan masih banyak, bodoh!" hina Ann
"Gue cuma mau nanya aja. Gue di su-" bela nya
__ADS_1
"Lo kan udah nanya ngapain Masih di sini."tuduh Ann
"Raff, Lo-." ketus Nico
Lo berdua sama-sama ribet. apa susahnya! simpelnya gini, lo tinggal ngasih aja catetan Lo ke cewe itu. So cewek itu nggak usah ribet ngerangkum lagi orang tinggal copy paste punya Lo.
Nicholas pun membayangkan apa yang Raffa ucapkan memang benar. secara nggak sadar Nicholas mengambil buku catatannya lalu menyerahkan kepada Yiruma.
Sejak kapan gue minjemin buku ? batin Nicolas
"Lo Yiruma Sastri Wiguna kan?" tanya
Yiruma hanya menggangguk dan kaget karena pria yang di depannya mengetahui namanya. walaupun ia sempat heran dan menanyakan kepada dirinya sendiri.
"Gue liat nama Lo" menunjuk nametag oleh matanya. "Gue juga sering dengar nama Lo.
Yuma hanya mengangguk sebagai jawaban dan beberapa pertanyaan dalam dirinya pun terjawab sudah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mengingat teman-temannya yang sedang sibuk menonton bola basket di lapangan Yiruma lebih memilih menghabiskan waktunya di taman karena udaranya terasa sangat segar.
Berkali-kali sudah Yiruma menghirup udara yang sangat sejuk. Setelah dirasa cukup Yiruma akhirnya mengeluarkan sebuah buku berukuran A6 dengan sampul bergambar daun gugur tangannya bergerak dari kanan ke kiri seperti membuat sebuah melodi.
...Aku mengagumimu seperti setangkai mawar pada kumbang...
...Namun kenyataannya aku hanya gulma yang tak kau hiraukan....
...Dan aku hanyalah penikmat senja...
...yang mampu mengagumi keindahan ciptaannya...
Yiruma pun melanjutkan kembali menuliskan kata demi kata namun gerakan tangan nya terhenti karena dia mendengar suara petikan gitar di seberang ia pun mencari sumber suara.
Hatsyi! Hatsyi... suara bersin dari seorang pemuda menarik perhatian Yiruma. pemuda itu sepertinya sedang sibuk menggesek kedua pangkal hidungnya dengan telunjuk yang dirasa mengganggu pernapasannya.
Tanpa berpikir panjang seolah ada hal yang mendorong yiruma untuk menghampiri pemuda di hadapannya. dengan perasaan dag dig dug seperti ada seseorang yang memainkan pertunjukan di dalam batinnya. wajah yiruma pun sepertinya mengeluarkan keringat dingin bahkan jantungnya berdetak lebih cepat dibanding biasanya.
Terlihat yiruma memberikan sebuah botol berwarna ungu pada pemuda tersebut tanpa mengatakan sepatah kata pun. Bahkan pemuda tersebut pun tak menjawab hanya mengambil botol dari yiruma.
"air minum lo habis." ucap Raffa
"nggak papa lagian emang sedikit lagi." balasnya
"terus lo minum gimana nanti?"
"gue tinggal beli aja."
"tunggu!" ucap Raffa sambil menahan lengan yiruma.
"Gue mau minta bantuan." pandangan mata mereka pun bertemu.
"itupun kalau lo gak keberatan."ucap Raffa kesekian kalinya, yiruma hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Gue harap lo bisa nemenin gue untuk duduk disini."
Yiruma hanya melangkah mengikuti seperti apa yang Raffa katakan. Walaupun rasanya ingin sekali menolak permintaan nya. Tapi tubuhnya tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri.
"Menurut lo, cewek yang dapatin gue nantinya, dia termasuk cewek beruntung nggak." tanya nya
"hah!" balas yiruma menampilkan wajah kebingungan nya
"enggak! Lupain, tapi sepertinya gue yang justru beruntung lo, Lo memang cantik."
Yiruma benar-benar dibuat kebingungan dan kaget mendengar kalimat-kalimat yang di ucapan bahkan dia tidak bisa mengartikan apa yang di maksud Raffa.
"Heh kalian!"
__ADS_1
panggilan tersebut pun membuat Rafa dan Yiruma membalikan badannya ke sumber suara.
"Kalian bisa bantuin bawa ini ke ruang OSIS?" Dito bertanya pada mereka berdua.
"Bawa sen-." ucapannya terpotong oleh ucapan Yiruma.
"Siap kak bisa." mereka menerima dua kantong kresek yang berisi name tag tali, spidol dll. Bahkan menerima beberapa steropom.
Yiruma dan Raffa berjalan ke ruangan OSIS melewati lapangan olahraga. dan beberapa kelas karena ruang OSIS berada di lantai 2 sebelah kiri yang letaknya berada paling ujung.
"Yah dikunci, seperti tidak ada orang di dalam." ucap Yiruma
"gue bilang apa. jangan gampang iya iya." ketus Raffa
"Heheee maaf." cengenges Yiruma
Mau tak mau pun mereka berdua harus membawa lagi barang yang sejak tadi dibawa namun di tengah perjalanan mereka hentikan oleh Kakak kelasnya.
"Eh Yumma." sapa seorang kakak kelas. "Mau kemana Dek." tanya nya
"loh kok di bawa lagi barangnya." tanya Chaca melihat membawa beberapa kantung dan steropom.
"Di kunci ka." tutur Yumma
"Ben pinjem kunci OSIS." teriak chacha pada temannya.
"Gue gak pegang." balas temannya yang ada di dalam kelas.
Caca mengambil hp di sakunya lalu ia mencoba mengetikkan nama seseorang setelah dirasa menemukannya. sepertinya ia memutuskan untuk memanggil teman yang sudah di cari nya.
"Dit, lo gila." Chacaa tertawa
"Kunci kan Lo yang pegang, kenapa lo nyuruh orang." tawanya lagi "kasihan anak orang jangan lo kerjain."
"gue lupa! habisnya mereka yang buru pergi, gue panggil gak nengok." tawa disebrang sana.
"mas bro pacarnya jangan ditinggal nanti kualat." teriak Chacaa pada Raffa yang lebih dulu meninggalkan Yiruma.
Yumma pun berlari untuk mengejar ketertinggalannya. Dengan nafas yang tererah erah.
" kirian dikit jalannya lantainya basah nanti ja-" belum selesai ucapan Chaca.
"Bruk..." Raffa jatuh terpeleset karena lantai yang terbilang licin.
Terlihat kedua gadis yaitu Yiruma dan Chacaa tertawa kecil melihat Pemuda di depannya jatuh.
Yiruma tidak memperhatikan jalan didepannya, karena terlalu fokus mentertawakan Raffa hingga akhirnya, ia pun tak sadar dan terjatuh seperti Raffa.
Raffa melihat ke belakang karena mendengar suara yang terjatuh.
Bruk dengar nya, setelah kedua pasang mata bertemu akhirnya mereka tertawa bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ann dan kedua temannya berjalan menuju parkiran sekolah, mereka bertiga hanya membicarakan tentang laki-laki siapa lagi kalo bukan Raffa. bahkan kedua teman ana membahas tentang kekagumannya pada kakak kelas mereka yaitu si Sarjan dan Andito Pratama.
"Lo pikir maaf bisa balikin baju ini jadi bersih."bentak Ann
"Maafin si Indah Ann, dia ga sengaja." potong yiruma, berlari menghampiri indah yang tidak sengaja sedang berkejaran dengan dirinya, hingga akhirnya Indah terjatuh terjatuh menabrak punggung Ann.
"maaf-maaf! enteng banget lo minta maaf." bentak Ann
"jangan nyoba jadi pahlawan orang lain mending lo urus diri lo sendiri." Ann menyilangkan kedua tangannya dengan menggibaskan rambut sepunggungnya.
sebelum meninggalkan Yiruma dan indah, Ann mendekat dan berbisik ditelinga kanan Yumma, "Lo jangan selalu bela sahabat lo, lebih baik lo segera cari tahu kebenarannya, gue takut lo kecewa.
Yumma hanya mendengarkan kata-kata Ann yang menurutnya ambigu, dia seperti tidak peduli namun otaknya masih kecamuk.
__ADS_1