
"Annelizah Gempita." panggil Romli
Wajah Ann terlihat tertekan, namun dirinya bukan ketahuan karena tidak mengumpulkan buku catatan, akan tetapi takut pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan gurunya, tidak bisa dia jawab yang akan membuat dirinya dipermalukan.
Ann sebenarnya cukup pintar dalam semua mata pelajaran termasuk matematika. dengan berat hati Ann memberanikan diri untuk meninggalkan dari kursinya.
Perasaan campur aduk masih dirasakan Ann, terlihat dia selalu menghidup oksigen dan mengeluarkannya beberapa kali untuk menenangkan perasaan tersebut.
"tolong kamu bantu bapak periksa siapa yang tidak memberikan buku catatannya." titah pak Romli.
Rasa lega akhirnya dirasakan oleh Ann karena semuanya tidak seperti dugaannya. Namun kebahagiaan Ann sirna setelah melihat siapa yang tidak mengumpulkan catatan.
Ann mengakui teman dekatnya selalu membuat kegaduhan, namun dia yakin temannya itu, selalu mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Sebelum Pak Romli dan Ann menyebutkan nama seseorang yang tidak mengumpulkan buku catatan, seorang laki-laki terlebih dahulu berjalan menghampirinya.
"Mau jadi apa kamu Raffa, kamu gak bisa mencotoh temen sebelah kamu. selalu saja bikin onar." bentak Romli
"Yaelah pa, emng kapan saya tidak mengerjakan tugas bapak?" Raffa membela dirinya.
Pak Romli memikirkan ucapan muridnya tersebut memang benar dia akui, selama ini Raffa selalu mengerjakan semua tugas yang diberikan. namun sedetik kemudian Pak Romli menggelengkan kepala tanda ia mengusir semua pertanyaan-pertanyaaan dalam kepala nya.
"Lalu apa alasanmu kali ini? Ketinggalan dirumah? Itu sudah membuktikan bahwa kamu pemalas dan nggak mempersiapkan apapun." geram Romli
"Bawa ko pak, tapi ga tau dimana, beneran deh bawa pak." Raffa menyakinkan gurunya
Romli hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anak muridnya, bahkan dia melepas kacamatanya sambil memijat kedua ujung matanya.
"Oh ya pak! aku belum mau nikah, jadi gak perlu persiapan."ucap Raffa ke sekian kalinya.
Ann tersenyum manis mendengar perkataan Raffa, bahkan teman-teman sekelasnya pun ikut tertawa mendengar jawaban dari Rafa.
"Rafa, mau tidak mau karena tidak ada bukti apapun kamu tetap berdiri di sini selama pelajaran bapak, dan kerjakan setiap soal yang saya berikan nanti."titah Romli pada Raffa.
Cukup lama berbicara tentang Rafa dan ann. Pak Romli mendekati papan tulis berwarna putih itu lalu menuliskan tentang materi yang akan diajarkannya, di samping itu Ann yang merasa dirinya tidak diperlukan lagi akhirnya berjalan mendekati kursinya namun baru saja dirinya akan melangkah, langkahnya tertahan oleh panggilan gurunya.
"Ann, 7 * 9 sama dengan berapa?" tanya Romli
Tentu saja pertanyaan seperti itu bisa dijawab ann karena dia terbilang pintar dalam hitung menghitung.
Romli mengatakan kepada ann, "Jangan senang dulu, karena nasib kamu berada pada temenmu."
Pernyataan tersebut membuat ann tentu saja kebingungan. Semua kelas unggulan mengakui pelajaran matematika yang diajarkan oleh guru berusia 35 tahun itu, memang seru tidak membuat bosan dan ngantuk. Karena cara penyampaiannya seperti sebuah game, namun tetap saja gelisah ketika terkena pertanyaannya.
Mulai dari siswa yang paling belakang, paling depan dekat meja guru, Pak romli menanyakan pertanyaan seperti berapa akar dari blablabla, perkalian atau matematika dasar dan tiba di pertanyaan terakhir yang ia tanyakan pada Sella sahabat karibnya.
Hati ann sudah berkecamuk karena tidak ada harapan bisa duduk di bangkunya, ya ann sudah menduga bahwa pertanyaan dari gurunya yang terbilang mudah tidak bisa dijawab oleh teman dekatnya.
Tepat sekali dugaan ann, temannya tidak bisa menjawab. Ann tahu temannya itu tidak begitu menyukai matematika, karena menurut sella matematika sangat memusingkan sehingga ia lebih menyukai sejarah, yang menurut ann sendiri, sejarah malah lebih memusingkan sampai ia muak melihat ketebalan bukunya.
Dikarenakan temannya tidak bisa menjawab Ann dan Rafa pun akhirnya berdiri selama pelajaran pak Romli. cukup lama mereka berdua berdiri, dan waktu pun tidak terasa berlalu bahkan pelajaran matematika telah digantikan dengan pelajaran lain sampai akhirnya terdengar suara bel yang menandakan terbukanya pintu surga untuk anak-anak sekolah.
Tentu saja mereka menyebutnya surga dunia karena seperti siswa lainnya, mereka bisa menikmati kebebasan seperti mengisi perut keroncongannya, mengibah dan masih banyak kegiatan lain.
Terlihat tiga siswi sedang berjalan menuju kantin untuk sekedar membeli minuman, dll. Ditengah perjalanan menuju kantin satu di antara mereka lebih dulu memulai/memancing sebuah obrolan.
"Lo berdua tau kan cowok tadi." Tia bertanya pada Yumma dan Indah.
Yuma dan indah hanya menggangguk sebagai respon tanda iya memang mengetahuinya. Tentu saja mereka mengetahuinya, karena Yuma dan indah berpikir bahwa Tia sedang membicarakan Dimas yang lewat di depan mereka barusan.
"Ya kali lo nggak tahu, kan sekelas sama gue termasuk Lo Ti." ketus Yuma.
__ADS_1
"Menurut postingan yang indah baca, Tia tuh, termasuk ente kadang-kadang ente, iya kan Yum?" tanyanya pada Yumma.
Tawa renyah terdengar dari mulut yuma bahkan Tia sendiri ikut menertawakan perkataan indah tersebut.
"Maksud gue tuh bukan Dimas, ya kalau Dimas. Gue tahu tapi menyangkut Dimas juga sih." jelas Tia
Yiruma dan indah mendengar penjelasan Tia, tentang bagaimana si Dimas temannya itu, ternyata ikut andil dalam kejadian tadi pagi saat yuma jatuh.
Dia menjelaskan bagaimana Dimas mencomot kotoran yang ada di rambut Two block nya Raffa, sampai Dimas mengoleskan pada kedua tangannya dan memakainya juga pada rambut hitamnya.
Mendengar penjelasan Tia yang detail, membuat ketiganya lagi-lagi tertawa bahagia.
Baru saja Indah akan menanyakan pertanyaan pada Tia, namun Tia lebih dulu menceritakan sehingga Indah pun tidak jadi bertanya.
"Gue tau waktu gue izin ke toilet gue denger kekesalan si Dimas mendumel pada si Rafa. Lo berdua juga tau gimana mimik wajah si Dimas pas nongol di kelas." tutur Tia
Para gadis yang sedang berjalan itu seperti tidak pernah menduganya, ternyata Raffa bisa welcome pada siapa pun, tidak seperti apa perkataan orang-orang tentang dirinya.
"Menurut gue sih bukan si Raffa yang Welcome, tapi emang kan kelakuan absurd si Dimas," cengenges Tia.
"jadi menurut kesimpulan indah, secara nggak langsung si Dimas sedang mencolek krim vanilla yang ada di black forest." indah membenarkan kacamatanya yang merosot.
Mereka berdua tidak ada yang berhenti tertawa. Karena ucapan-ucapan indah yang di luar nalar.
Tak terasa kantin yang ingin mereka tuju sudah tepat di hadapan mereka cuma perlu beberapa langkah saja untuk sampai di kantin.
"Gue liat-liat cuma ada satu meja itu pun di ujung Kantin gimana guys?" tanya Yumma pada dua sahabatnya.
"Yum, Lo gak mau pesan makan atau minum gitu?" tanya Tia.
"gue pengen siomay, lo juga pasti siomay kan." tuduh Yumma pada Tia.
"Loh kok, Lo tahu gue mau beli siomay,"
"itu kan bener apa kata indah, Yum!" cengenges Indah.
"Jadi tepat dong, apa kata artikel yang indah baca, terbuktikan kebenarannya." bangga Indah pads dirinya sendiri
"Udah ngomong aja In, gue tahu lo pasti mau nitip juga kan." tuduh Tia
Indah hanya senyum lebar membenarkan semua tuduhan dari temannya.
Berakhirlah ketiga gadis itu berpisah, Yumma dan indah menuju meja kantin yang berada di pojok sedangkan Tia pergi memesan beberapa siomay dan minuman.
Kelakuan Yumma dan indah seperti kelakuan anak gadis seusianya ketika salah satu temannya tidak ada, ya pasti mereka membicarakan temennya yang tak ada itu.
Dua sejoli itu bergosip tentang Listia yang sedang membeli siomay. Mereka keheranan, sempat tidak menyangka bagaimana seorang Tia sampai berpacaran dengan kakak kelasnya.
Bukan karena menghina fisik temannya yang kurang cantik, malah sebaliknya di antara merekalah fisik Tia lebih menonjol dibanding Yuma maupun indah.
Tia mudah sekali bergaul dengan orang lain, banyak sekali temannya, bahkan hampir semua siswa mengenalnya, ya walaupun keterkenalannya tidak seperti siswa kelas unggulan. Bahkan saat yuma dan indah dalam masalah Tia selalu pasang badan lebih dahulu untuk melindungi Yumma maupun indah.
Entahlah mereka berdua tidak tahu isi hati Tia. Yuma bahkan Indah sempat berpikir bahwa teman dekatnya itu menyukai seorang cowok kelas unggulan, ya siapa lagi kalau bukan Nicholas.
Mendengar sebuah gosip bahwa teman dekatnya berpacaran dengan kakak kelasnya, awalnya yumma tidak mempercayai namun setelah melihat postingan dari kakak kelasnya malam itu. Yuma akhirnya percaya bahwa memang pria yang menyandang sebagai pacar Tia bukanlah pria yang sering ia banggakan.
Sudah cukup lama Yuma dan indah membicarakan temannya, selang beberapa saat, sang korban pun datang dengan membawa satu nampan yang berisi siomay disusul dengan bibi kantin yang membawa beberapa minuman di nampan berwarna merahnya.
Ketiga gadis itu sibuk memakan makanannya sambil saling menggoda satu sama lain, tak terasa siomay yang di pesan beberapa saat yang lalu tinggal beberapa suap lagi.
Saat Yuma menikmati suapan terakhirnya, yuma mendengar bisikan-bisikan pertengkaran yang terjadi di meja tengah. Ya tepat sekali, di meja tengah itu terjadi percekcokan antara siswa kelas unggulan dengan siswa lain.
__ADS_1
Yumma sebenarnya sangat tidak tega melihat hal yang seperti itu terjadi, namun Yuma juga tidak bisa membantunya karena dia pikir jika membantunya akan membuat permasalahan semakin besar dan luas lagi.
Saat dirinya mencoba memfokuskan perhatiannya pada siomay yang tinggal beberapa suap lagi, dia dikagetkan karena teman yang duduk tepat di depannya tiba-tiba berdiri berjalan mendekati keributan tersebut.
Yumma takut temannya kena masalah jika terlibat dan ikut campur dalam permasalahan orang lain. Demi melindungi temannya itu Yumma akhirnya berdiri dan berjalan mengikuti langkah temannya.
Kesalahan terbesar Yuma ialah mengikuti temannya tersebut, yumma tak menyangka tia ternyata bukan ingin ikut campur atau membantu, dia bahkan melewati perkumpulan seseorang yang sedang adu mulut itu.
Namun siapa sangka kekhawatiran yumma terhadap Tia salah karena bukan Tia yang mendapatkan masalah melainkan dirinya.
Permasalahan Yumma terjadi saat secara tidak sengaja dia menumpahkan segelas air ke baju Ann, hal tersebut terjadi karena punggungnya tertubruk oleh temannya sendiri yaitu Indah yang mencoba berlari mengejarnya. Seperti yang dia lakukan tadi pada Tia.
"Lo bener-bener perempuan gila."bentak Ann
"Gue minta maaf gak sengaja." balas Yumma. mendengar perkataan tersebut indah yang berada di belakang yuma hanya diam karena dirinya merasa bersalah.
"lo bisa nggak sih sehari nggak bikin masalah, lo pembawa sial." Ann membentak Yumma karena tidak terima baju yang di pakai nya kotor.
Kejadian tersebut membuat Ann menghentikan adu mulut kekesalan nya dengan siswa sebelumnya. Yuma hanya menunduk tanda ia bersalah pada Ann walaupun tidak sengaja melakukannya.
"Gara-gara lo gue dihukum di kelas, dan gara-gara lo juga tempat suci gue di nodai oleh orang-orang seperti kalian."bentak Ann tidak terima.
Mendengar keributan serta melihat temannya yang menjadi korban, Tia tidak terima, akhirnya ia mencoba berjalan balik karena temannya berada di belakang.
"Lo yang gila, temen gue nggak ada urusan sama lo yang dihukum." teriak Tia membela Yumma
"Hahhaaa, Lo jangan ikut campur jika nggak tau permasalahannya." sindir Ann
"Ann, Sell, gue benar-benar gak percaya sama Crush gue, kenapa standar kecantikannya jadi turun drastis, lihat penampilan ini cewek dia tidak sebanding dengan gue bukan."ledek Bella
"Anji*g Lo ya, permasalahan ini nggak ada hubungannya sama cowok gue." Tia menarik rambut Bella yang tidak terima karena telah menghina kekasihnya.
"Bell, Lo ga perlu ngurusin cewek gatal kayak dia, lo tetep jauh lebih cantik, tapi ilmu dukun cewe itu lebih tinggi di banding Lo." ucap sella yang membela temannya
Ann, Bella hanya tersenyum sinis merendahkan ketiga gadis di depannya. Namun anehnya siswa-siswa lain hanya menonton keributan tersebut tanpa mau melerainya.
Melihat keributan antara Tia dan Bella, yuma pun mencoba merelai temannya yang sedang berkelahi tarik menarik rambut satu sama lain, namun naasnya hal itu membuat ann jatuh terpojok oleh siku yumma
"Lo memang cewek pembawa sial terbukti dari semenjak acara perkemahan sampai lo masuk dalam kelas gue kehidupan gue jadi kacau."
"Kesalahan gue cuma nggak sengaja numpahin, itupun gue sudah minta maaf. Gue nggak pernah bikin masalah sama lo."bela Yumma pada dirinya
Perlu diketahui Yumma bukan gadis penurut dan diam saat dirinya dipermalukan, dia bukan gadis lugu yang selalu terbuli seperti di novel yang temannya baca.
Yumma itu tipe orang yang akan diam saat dirinya merasa salah, seperti yang dilakukannya tadi ketika tidak sengaja menumpahkan minuman ke seragam ann. Namun jangan salah dia termasuk gadis pemberani bahkan aktif dalam keorganisasian sekolah. hanya saja sifatnya sedikit introvert dan pemalu.
"Jangan pura-pura bego sama kayak teman lo deh. Lo jangan main-main sama gue, inget gue bukan Lo yang gampang ditipu sama teman sendiri." sindir Ann pada Yuma bahkan menunjukkan raut ketidaksukaannya.
Melihat keributan tersebut Indah berjalan tiga langkah mencoba menenangkan temannya namun yang dilakukan Tia berbeda dengan indah. Tia lebih memilih menimpali perkataan perkataan dari anak kelas sebelah itu.
"Lo itu nambah-nambahin cerita yang nggak dia lakuin, Lo tau nggak sih secara nggak langsung lo itu nuduh orang." ketus Tia
"Menurut buku yang indah baca dalam pasal 434, Ann bisa loh dipenjara sampai 4 tahun atas pencemaran nama baik." jelas indah, mendengar penjelasan Indah ann tidak bisa berbuat apa-apa namun dia masih kesal sekali pada lawan bicaranya.
Yuma merasakan kepalanya hangat karena air dari kuah bakso namun untung tidak mengenai matanya sehingga dirinya tidak merasakan perih akibat sambal yang tercampur dalam kuah itu.
"Anji*g ya Lo gila." bentak Tia mendorong tubuh Anna hingga lawannya itu mundur beberapa langkah.
"Kayanya ini anak kepedesan Ann, gue kasih Es Gimana?." ucap Sella yang menyiram es teh
Tia kaget setelah mengetahui bahwa kepala Yuma lagi lagi di siram air es oleh gadis yang memakai jenis rambut kepang poni yang berbibir kecil itu. Tia merasa bersalah sekali karena tidak sempat menghalang minuman tersebut, karena dirinya sibuk terfokus mendorong gadis lain.
__ADS_1
"Cukup!" bentak seseorang yang masuk dalam kantin.
Next ga nih ??