
Yuma masih kesal pada teman-temannya karena dirinya dijadikan korban teman sekelasnya untuk menjadi perwakilan OSIS. Dirinya merasa tidak cocok untuk mengikuti kegiatan seperti itu bahkan dirinya mengakui tidak mempunyai bakat dan kepintaran yang memadai, untuk bergabung menjadi kandidat kepengurusan.
Namun Yumma tidak bisa menyalahkan semua kesalahan pada temennya. melainkan kesalahan dirinya sendiri. Jika saja dirinya tidak telat masuk mungkin namanya tidak akan diteriaki temen sekelasnya.
Mau bagaimana lagi jika temannya sudah kompak memilihnya, bahkan teman-temannya mendukung dan memberi semangat, bahwa yumma bisa melakukannya dan itulah mengapa teman-temannya menunjuk Yumma.
Sang sahabat dekatnya pun mendukung penuh Yumma. Kedua temen nya itu sangat pintar memberi pengertian pada Yumma, di jelaskannya bahwa jika Yuma mengikuti pemilihan tersebut, kelas lain akan mendapatkan kesempatan yang sama tidak selalu dipandang rendah.
Tia juga memberi pengertian pada Yumma, bahwa program perencanaan dari kekasihnya itu sangat baik sekali untuk sekolah, makanya itu Tia mendukung Yuma untuk gabung dalam hal tersebut.
"Ihh Tia, Menurut indah. Tia itu sebenarnya ngedukung Yuma atau ngedukung bang Dito sih." tanya Indah yang heran atas pengertian Tia
"hehehe, gue ngedukung dua-duanya. tapi kan memang benar program pacar gue bagus untuk kedepannya." cengenges Tia
"kalau gitu, menurut pengamatan Indah. Tia gak dukung Yumma dong." tanya Indah menyelidik
"Gak gitu beauty. Gue juga percaya sama Yumma, makanya gue dukung, dia yang paling bisa diandalkan di kelas ini. Iya kan guys?" tanya Tia pada seisi ruangan
"Ihh jangan ituk-ikutan kaya Dimas deh. Menurut Indah, kata-kata Tia tuh salah. Harusnya Tia memberikan pengertian yang lebih akurat dan efisien." Indah geleng-geleng mendengar pertanyaan Tia
"ya intinya sama gue percaya sama yuma gue juga percaya sama program pacar gue."ledek Tia
"Iya menurut Indah memang bagus sih, Selain yuma bisa bantu memajukan program bang Dito. Yumma juga bisa mengubah pribadi Yuma menjadi pribadi yang lebih percaya diri. mungkin nantinya yumma ga sendirian ada yang bergabung lagi." jelas Indah
"Nah iya tuh, Lo bisa mengatasi ketidak pedean lo Yum dengan ikut keorganisasian kayak gini." balas Tia menimpali Indah
Dengan pengertian-pengertian yang telah diberikan oleh temannya. Yumma akhirnya menerima walaupun sebenarnya, hatinya tidak begitu setuju turut berpartisipasi dalam pemilihan tersebut. Tetapi, apa yang dikatakan temannya memang benar dan program yang dilakukan kakak kelasnya sangat bagus menurutnya.
"Knock knock." suara pintu di ketuk seseorang
"Masuk aja gak ada guru." teriak dimas menyimpali ketukan yang di dengernya
Setelah melihat siapa orang yang masuk Dimas menghampiri orang tersebut. Dimas nampak kaget karena dia didatangi oleh temannya. Tidak seperti biasanya Dimas lah yang menghampiri temannya.
"Tumben Lo kesini."tanya Dimas
"kenapa Lo yang muncul."tanya orang yang ada di depan dimas, "Pede banget Lo, gue nggak nyari Lo." ketus seseorang yang menjadi teman bicara nya Dimas
Mendengar itu ya Dimas kaget karena Dimas yakin seseorang itu pasti menemuinya, karena tidak ada satupun orang di kelas yang dekat dengan orang itu.
"Gue nyari gadis manis bergingsul." ucap Nicolas
"Yumm, ada yang nyariin Lo." teriak Dimas
Yumma hanya bisa keheranan karena tidak seperti biasanya ini pertama kalinya ada seseorang yang mencarinya.
Sebenarnya yuma takut seseorang yang menemuinya adalah seseorang suruhan dari guru BKnya, karena Yumma telah membuat keributan selama istirahat. Mau tak mau, karena Dimas terus saja meneriakinya. Yumma akhirnya berjalan menghampiri Dimas dan seseorang itu yang terhalang pintu.
"Cie Yumma gadis manis cantik bergingsul." goda Dimas pada Keduanya
__ADS_1
"Hah?, Eh kenapa bukannya buku Indonesian nya sudah gue kasih yaa.?" tutur Yumma bingung atas pertanyaan temannya.
Setelah melihat arah tunjuk temannya Yumma akhirnya perbicangan pada pria dia depannya.
"Hummm, "ucap Nicolas berpikir
"Yum! kata pacar gue lo disuruh ke ruang sekretariat buruan." Tia menghampiri temennya dengan menyodorkan ponselnya
"Nah, iya gue disuruh senior itu." ucap Nicolas
"Tuh kan, buruan yum. sorry juga gara-gara gue telat lihat ponsel lo sampai disuruh ke sini Nic."ucap Tia
Sifat Dimas yang absurd membuat dia berinsiatif melakukan sesuatu pada temannya, dia berinisiatif menjailinya. Dimas mengambil tangan kiri Nicholas kemudian menyatukannya dengan telapak tangan Yuma.
"Nic gue minta lo jaga gadis bergingsul manis, Dan tolong lo balikin lagi dengan keadaan selamat." goda Dimas
Kelakuan Dimas, membuat yumma dan Nico hanya diam gugup tidak tahu harus melakukan apa.
Walaupun Dimas dan Tia tidak mengucapkan sepatah kata pun tapi mereka selalu kompak jika menjadi partner usil seperti itu. Keduanya saling pandang, seakan mengerti satu lain bahkan sepertinya akan merencanakan sesuatu pada kedua pasangan yang di paksakan itu.
Nico berhasil memecah keheningan yang terjadi antara dirinya dan tiga orang di depannya itu, dengan cara mengajak yumma untuk segera pergi ke ruang OSIS yang akan di tujunya.
Yumma akhirnya meninggalkan temannya. sambil membawa ponselnya bersama seorang pria yang sering ditemuinya akhir-akhir ini.
Mereka berjalan beriringan tetapi, keduanya tidak ada yang memulai percakapan. Hanya diam dalam pikiran masing-masing.
Tidak terasa mereka berdua sampai pada ruangan yang mereka tuju. Nicolas berjalan di depan dan yumma ikut mengekorinya dari belakang.
"Hehe maaf yah kak, nunggu?" balas Yumma merasa ga enak
"Jadi gara2 cewe ini doang kita dari tadi ga mulai Kak." kesel Ann pada seisi ruangan yang penuh berkas dan akomodasi.
"Gue harap lo nggak akan mencoreng nama OSIS. Lo udah telat 2x" ketus Beni pada Yumma dan Nico
"Toiletnya penuh? Tumben ga Ontime. Ini cewek memang selalu bikin masalah kak, dia penyebar kesialan pada kelas gue." ceros Ann yang masih kesal
"Ingat jangan pernah membawa urusan pribadi ke forum kayak gini!" jelas ChaCha menengahi.
"Gue nggak peduli siapapun kalian, gue harap kalian bertiga bisa jaga nama baik OSIS." Beni mengingatkan
Mereka hanya diam mendengarkan Kakak seniornya berbicara setelah menyelesaikan perkataan tersebut seniornya juga mengatakan beberapa kalimat kali
"Gue sebenarnya kaget karena ini tidak seperti ekspektasi gue. gue pikir orang akan lebih excited dan banyak yang ikut kegiatan seperti ini." tutur Dito
"Gue sama Nico pasti bisa jaga nama baik OSIS kak. Secara kalian kan tahu gue dari Champ yang gak di ragukan."jawab Ann
Andito, Beni dan Caca hanya bisa menggangguk sebagai respon mengerti apa yang dikatakan Ann.
"Kak kenapa sih ada cewek itu, bukannya sudah seperti tradisi bahwa kepengurusan selalu dipimpin dan jatuh pada anak-anak Champ. Bisa lihat sendiri buktinya gara-gara dia kita kekurangan anggota." tutur Ann
__ADS_1
Dito sang ketua hanya bisa berdehem untuk menghentikan perkataan dari wanita ya selalu memakai jepit kupu-kupu tersebut.
"ini merupakan program terakhir dari kepanitiaan gue, jadi gue harap lo bisa nerima, Lo pinter kan. So bunga-bunga cantik bukan mawar aja."
"Kalian harus tahu kuantitas hanyalah angka sedangkan kualitas adalah nilai akhirnya." jelas ChaCha.
Andito memulai rapatnya, dengan ucapan permintaan maaf pada semua orang yang ada di ruangan itu, karena telah memotong waktu untuk sekedar berkumpul dan berpartisipasi dalam perkumpulan itu.
Setelah selesai mengucapkan permintaan maaf, Andito menjelaskan pada adik kelasnya bahwa dikumpulkannya mereka di sini termasuk Yuma hanya untuk pengambilan foto sebagai profil untuk bahan manding.
Pertama dimulai dari Ann, Nicolas dan terakhir Yuma masing-masing dari mereka melakukan beberapa pose. setelah mereka berfoto sendiri-sendiri, ketiganya diminta untuk foto bersama.
Yumma dimintai untuk lebih mendekat agar fotonya terlihat lebih bagus. Nico pun mencoba agar lebih mendekatkan setelah mendengar intuisi Cewek di depannya.
Sebelum melakukan pemotretan, sorot mata Yuma dan Nicholas secara tidak sengaja saling menatap satu sama lain, kejadian itu bertahan selama beberapa detik sebelum akhirnya dibuyarkan oleh dahakan kakak kelasnya.
Sebelum penutupan Andito Pratama sang ketua mengharapkan bahwa tiga orang tersebut bisa mengajak temannya untuk bergabung di acara OSIS. agar meringankan kegiatan-kegiatan besar nantinya.
Setelah selesai acara di ruang OSIS tersebut, bukannya yumma semakin yakin dan percaya diri seperti apa yang dikatakan temennya. Tetapi, kenyataannya yumma semakin merasa down, karena ucapan Ann masih di ingat nya yang mengatakan bahwa dirinya mengikuti pemilihan itu, hanya untuk cari sensasi dan caper pada orang-orang.
Selain memikirkan ucapan Ann, Yumma bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa jug tidak ada anak-anak dari kelas lain yang mengikuti perkumpulan yang dilakukannya tadi seperti ucapan senior nya. Yumma sedikit keheranan karena di ruangan tersebut hanya ada Yumma dan Nico serta ketiga kakak kelasnya. Dan yumma lah orang terakhir yang meninggalkan ruangan tersebut.
Tidak terasa dirinya sudah berada kelas 11-A, terlihat orang-orang di dalam nya sedang asik dalam kegiatan masing-masing ada yang bermain game terdengar olehnya seperti suara game yang selalu di mainksn adik nya, ada yang bergosip bahkan ada yang di luar kelas.
Yumma mengetahui nya bukan semata-mata dirinya hanya menebak namun karena pintu kelas tersebut terbuka dan secara tak sengaja sorot matanya melihat hal tersebut. Yumma akhirnya mengiyakan ucapan pacar tadi temannya itu bahwa siswa unggulan sama seperti siswa lainnya yang suka akan kebebasan salah satunya seperti jam kosong pelajaran yang di biarkan saja.
Langkah Yumma terbilang cepat iya berada pada tiang penyangga yang menjadi pakokan ujung dari kelas unggulan yang di lewatinya tadi.
Yumma merasa ada petikan-petikan gitar sumbang, dia merasa seseorang memainkan sembarang kunci. entahlah walaupun suara gitarnya tidak enak didengar namun yuma penasaran dan mendatangi sumber suara itu.
"Kunci yang Lo mainkan salah." ucap seseorang
"Harusnya pegangan jari tengah Lo lebih tinggi di banding jari telunjuk Lo." ucap seorang membetulkan
Seseorang yang memainkan gitar itu terlihat diam hanya sekedar melirik mimik wajah orang yang mengajaknya bicara. setelah pegitar itu melihat beberapa detik seseorang di sampingnya, pegitar tersebut mengembalikan fokus nya gada gitar akustik berwarna hitamnya.
Laki-laki yang memegang gitar hitam itu menyerahkan gitarnya pada seseorang yang disampingnya
"Gini, coba Lo juga biasain main pakai Kelaber. Biar Lo terbiasa nantinya setelah jadi gitaris yang hebat." ucap Yiruma
"Kelaber?" balasnya
...****************...
...****************...
SAYANG NYA MMIN MAAF YAH KEMARIN LUPA POST .
MIMIN JANJI GUYS SEKARANG MAU POST DUA KALI
__ADS_1
Yakin ini mau lanjut ?