BUKAN SEKEDAR DIKSI

BUKAN SEKEDAR DIKSI
Notifikasi


__ADS_3

"Dek..." teriak yiruma


Mendengar teriakan keras dari kakaknya mau tak mau mereka menghampiri yuma. Arka sangat kesal sekali. Kesal karena kakaknya menyuruh dirinya, membawakan sesuatu di dapur, lebih baik sekalian menyuruhnya saat dirinya sedang berada di kamar. Bukan malah menyuruh saat dirinya sudah datang menemui keluarganya untuk makan sore.


Tidak selang beberapa lama Arka membawa sebuah kecap yang dipinta kakaknya, walau dengan perasaan dongkol. Mereka pun menyantap makanan dengan menu yang sangat sederhana dan seadanya. Yuma lebih memilih menuangkan kecap ke atas telur dibanding harus memakan sambel yang ada di depannya.


Bukan dia tidak menyukai pedas melainkan saat ini perutnya sedikit sakit, jadi untuk mencegah sakit yang lebih parah ia lebih memilih kecap dan tahu sebagai teman makannya.


Percakapan yang terjadi saat makan adalah saat ayahnya meminta dituangkan teh hangat karena punyanya sudah habis. Yuma yang memang dekat dengan teko pun menuruti permintaan ayahnya.

__ADS_1


Yuma menyapu lantai tempat dirinya tadi makan bersama keluarga sementara Bunda sedang mencuci piring di dapur. Awalnya Yuma akan mencuci namun sesuai perintah bundanya ia pun memilih menyapukan lantai dan mengepelnya sekalian. Jangan tanyakan apa yang dilakukan ayah dan adiknya entahlah Yuma tidak tahu.


Saat yuma akan menyimpan pengepelan ke kamar mandi. Yuma pun dikagetkan dengan pertanyaan Bundanya yang masih menanyakan siapa pria yang mengantarkannya tadi pagi. Mengapa ibunya sangat penasaran sekali terhadap Nicholas yang mengantarkan ke rumahnya.


Apaa karena Yuma, belum pernah membawa seorang laki-laki ke rumahnya. Sehingga saat yuma diantarkan oleh seorang laki-laki, keluarganya akan beranggapan bahwa itu pacarnya seperti yang dikatakan adiknya, bahkan ayahnya menambah keyakinan dengan mengatakan.


"Seperti tidak muda saja Bun." ucap Ayah nya.


Kasur yang Yuma duduki sedikit bergerak saat ia menyenderkan punggungnya. Tangan kanannya meraih handphone yang berada tidak jauh dari sisinya.

__ADS_1


Saat dia ingin mencoba menghapus notifikasi iklan dari toko online di ponselnya, ia malah teringat kejadian saat Raffa melingkarkan jaketnya di tubuhnya.


Jujur sekali yuma merasa tidak enak, dia baru mengingat bahkan dia tidak sedikitpun bertanya atau mencoba sekedar mengobati luka yang di dapat laki-laki itu.


Pikirannya rumit bahkan menjadi berkecamuk saat yuma mengingat perkataan seseorang yang mengatakan kepada dirinya, ialah pembawa kesialan untuk orang lain, ditambah mengingat kejadian yang terjadi beberapa jam lalu.


Satu laki-laki mendapatkan luka karena menolongnya, motor temannya bocor mungkin sial juga karena kehadirannya. Bahkan satu laki-laki lagi hampir celaka karena kucing yang tiba-tiba melompat ke depan arah pandangnya. Jika saja laki-laki itu tidak memiliki kendali yang cukup mungkin dirinya sudah jatuh. Untungnya nasib baik laki-laki itu menyelamatkannya.


Yuma sempat turun dari motor Nicolas karena bentakanyang keluar dari mulut laki-laki itu. Namun ternyata Nicholas membentak pada kucing yang berada tepat stang motornya. Namun sedetik kemudian yuma tersenyum karena baru mengetahui bahwa laki-laki di depannya takut kepada seekor kucing.

__ADS_1


Senyumnya terhenti akibat notifikasi dari ponselnya. Notifikasi tersebut langsung dibukanya nya betapa kagetnya, karena notifikasi itu dari salah satu platform penulis yang berisi beberapa komentar, minta untuk melanjutkan cerita yang dia bikin.


"Apa gue bisa nympe tamat?" batin ku menatap ponsel


__ADS_2