
Dua anak laki-laki berjalan menghampiri keributan yang dilakukan oleh Yuma dan siswa kelas unggulan, sebenarnya mereka tidak ingin ikut campur. Karena awal mulanya, satu laki-laki dengan baju seragam yang dikeluarkan serta lengan pendeknya yang digulung, hanya ingin membeli air minum di warung pertama, namun temannya dengan gaya rambut Burst fade memintanya untuk menemaninya ke warung sebrang untuk membeli snack rumput laut favoritnya yang tidak ada di warung manapun.
Kegiatan membeli snack tersebut tidak terjadi karena saat ingin menghampiri warung tersebut, temannya malah berjalan menyamping sambil berteriak ke arah orang-orang berkerumun.
Sampai akhirnya laki-laki putih dan tampan dengan rambut brust itu mengikuti temannya dari belakang. Dia kaget sekali ketika melihat seragam temen wanita sekelasnya basah bahkan di lantai terlihat beberapa baso kecil dan potongan Es batu.
"Ann Lo gak papa?"tanya Raffa
"kalian gak malu ngelakuin hal seperti ini. Kenapa kalian tertawa. Harusnya, kalian yang nonton lebih malu, lihatlah kalian hanya membiarkan hal seperti ini tanpa mau melerainya."ucap Nico yang memotong ucapan Ann
"tapi bukan salah gue Nic, lo bisa tanyain sama adik kelas, siapa yang pertama numpahin minuman." Ann membela dirinya dan dibalas dengan anggukan teman-temanya.
"iya Kak, Kakak itu yang basahin seragam kakak ini." tutur adik kelasnya
mendengar ucapan tersebut Raffa dan Nicholas pun mengikuti arah tunjuk adik kelasnya yang tertuju pada Yumma. Yuma mengangkat wajahnya saat dirinya ditunjuk oleh adik kelasnya itu.
Raffa dan Nico kaget betapa mengenaskannya saat melihat pakaian dan rambut seseorang yang ditunjuk tersebut adalah Yumma gadis yang dikenalnya juga, bahkan beberapa jam yang lalu datang ke kelasnya.
"Eh tapi menurut artikel yang indah baca, temen Indah tuh nggak salah dia kan udah minta maaf."ucap indah menyakinkan kedua laki-laki di depannya.
"Nah iya tuh bener, Lo bisa tanya sendiri sama temen Lo, Raff." balas Tia menimpali pernyataan Indah
"Aan gue nggak nyangka lo ngelakuin hal seperti ini. lo kaya orang yang enggak gue kenal." tutur Nicolas geleng-geleng
"gue tahu lo kesel karena seragam Lo basah, tapi lo gila Ann dia kan udah minta maaf sama lo." Raffa tidak menyangka dengan temen sekelas nya tersebut
"Tapi Raff kalau bukan gara-gara dia juga lo bahkan gue nggak perlu berdiri sampai 3 jam di depan kelas dan disaksikan anak-anak yang lain."ketus Ann
"kalau dia gak bawa buku matematika lo, pelajaran pa Romli bakalan seru kaya biasanya nggak horor kayak tadi." terang Ann dengan suara lantang teman temannya mengiyakan.
"Ann, menurut Indah. Itu kan cuma pelajaran matematika, berarti jika gitu kepintaran ann aja yang kurang, mau indah ajari?" potong Indah dengan gaya khasnya sambil membenarkan kacamatanya.
Mendengar jawaban yang di lontarkan Indah, Tia yang berada dekat dengan Raffa hanya bisa menahan senyum bahkan orang-orang yang menyaksikan pun terbilang melakukan hal yang sama.
Ekspresi yang di tunjukkan ann berbeda karena wajahnya terlihat kesal dan marah mendengar jawaban dari orang yang memakai kacamata kucing grey itu.
Gadis yang terlihat marah itu, sangat kesal pada Yumma yang di duga penyebab kesialannya, ya bagaimana tidak kesal, karena selama dia bersekolah di sini, Ann selalu menjadi siswi yang teladan dan unggulan di semua aspek. bahkan ini pertama kalinya dia diberi hukuman berdiri oleh guru matematikanya, dikatain gila dan tidak dipercayai oleh teman laki-lakinya hingga ditertawakan oleh semua seperti yang terjadi barusan.
"Raff! tungguin" teriak Nicolas untuk menghentikan langkah temannya yang tiba-tiba meninggalkan nya ditengah-tengah keributan.
Karena saat Indah mengatakan kata-kata terakhirnya pada Ann, Raffa memutuskan meninggalkan kerumunan tanpa mengucapkan apapun. Raffa merasa tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan walaupun hati kecilnya pasti kesal karena jika bukunya ada dalam tasnya dia akan selamat, dan bisa tiduran di kelas seperti yang selalu dilakukannya.
"eh bego, jangan menyamakan guru matematika gue dan guru matematika lo. standar kelas kita aja udah beda. lo belum ngerasain aja gimana belajar sama pak Romli." Cerocos Ann
"aduh Ann, ya nggak bisa lah, kasihan pak Romli nanti rambutnya bakalan beruban." tawa Bella
Cukup puas dengan kata-kata terakhir yang dilontarkan pada Yuma, Ann dan kedua temennya pun pergi meninggalkan kantin menuju toilet untuk mengganti baju kotornya.
"Emang tuh cewek sableng."kesel Tia sepeninggal mereka.
"yaudahh yu indah anter ke toilet." tawar indah
Mendengar tawaran dari temannya Yumma terkejut dari ketemenungan nya. dia merasa bersalah karena gara-gara kejadian tadi pagi saat dirinya jatuh mengakibatkan permasalahan bagi orang lain.
Melihat yumma yang seperti kaget teman-temannya malah khawatir , Tia menanyakan pada Yumma ada apa. sedangkan indah hanya menenangkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting.
Berkat rasa peduli dan support dari teman-temannya akhirnya yumma tersenyum kembali dan menjadi yumma yang teman-temannya kenal. Seorang Yuma yang ceria dan membuat temannya bahagia.
"gue nggak enak aja sama Raffa."ucap Yumma
"nggak apa-apa Yum lagian itu kan nggak sengaja lo nabrak dia sampai bukunya ada sama Lo." tutur Tia
" Ayo benerin seragam dulu sebelum bell masuk." ajak Indah
"Lo berdua masuk duluan aja ke kelas. Gue bisa ke toilet sendiri." balas Yumma
__ADS_1
"Tapi Yum Lo.." protes tia
"Gak papa Ti, beneran gak papa , gue bisa sendiri ko." ucap Yumma menyakinkan temannya.
Tia dan indah sebenarnya tidak mau meninggalkan Yumma sendiri, namun terpaksa mereka berdua menuruti permintaan Yumma. dengan beberapa pertimbangan akhirnya Indah dan Tia pun mengizinkan yumma untuk pergi sendiri ke toilet.
Mereka bertiga keluar dari kantin bahkan anak-anak juga banyak yang telah meninggalkan kantin, ada juga yang baru datang lalu lalang.
Setelah berjalan beberapa langkah tibalah mereka bertiga di dua lorong yang akan memisahkan mereka bertiga. terlihat Yuma berhenti di sebelah kanan sedangkan indah dan Tia berbelok sebelah kiri untuk pergi ke kelasnya.
Yuma akhirnya sampai di ruangan yang memisahkan antara toilet cowok dan cewek sesaat akan berbelok yuma bertemu dengan Raffa yang keluar dari toilet laki-laki.
Melihat Raffa yang baru keluar dari pintu toilet, membuat yuma secara refleks memberhentikan laki-laki itu.
"gue minta maaf, atas semua kejadian yang menimpa Lo." ucap Yumma
Raffa hanya diam mendengar ucapan gadis yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"jika gue bisa ngasih ngasih itu pada jam pertama mungkin lo nggak akan dihukum." ucapnya dengan nada tak enak.
"it's okay, lo nggak salah, gue juga minta maaf atas nama temen gue." ucap Raffa pada Yumma, raffa secara refleks memegang kepala gadis yang tingginya 155, serta mengambil beberapa helai mie yang berada di rambutnya,"mungkin lo nggak akan kayak gini."
Perlakuan yang di lakukan Raffa seperti itu membuat tumbuh Yumma kaku. Sepertinya Yuma benar-benar jatuh hati pada cowok itu. Entahlah apa yang membuat yuma jatuh hati, bahkan sahabatnya pun tak ada yang mengetahui bahwa yumma menyukai Raffa.
"Lo kenapa?" tanya Raffa
"Ehh gpp, maaf dan terimakasih." ucap Yumma kemudian pergi meninggalkan Raffa.
"Aneh." batin Raffa disertai gelengan kepala.
Bel sekolah sudah berbunyi tanda bahwa pelajaran baru akan dimulai orang-orang yang masih di kantin pun berlarian memasuki kelasnya masing-masing, ada juga yang tetap duduk di kantin tidak peduli dengan bel tanda masuk.
"Nona beauty, ko sendiri duduknya?" tanya Dimas mencoba menggoda indah
"ih menurut indah, Dimas tuh udah salah manggil nama Indah 9.998 kali tau." protes indah pada cowo di sebrang bangku nya.
"Ihh Dimas, menurut Indah tuh cowok nggak selalu salah, presepsi Dimas aja yang salah." protes Indah
"tuh kan bener."balas Dimas
"menurut buku yang indah baca, tindakan-tindakan Dimas tuh kayak seseorang yang lagi pdkt loh." tebak Indah
Obrolan antara indah dan Dimas hanya membuat Tia geleng-geleng kepala jenggah menghadapi nya. Tia tidak habis pikir mengapa Yuma bisa kuat duduk di samping indah yang menurutnya banyak bicara.
"lo berdua berisik amat," protes Tia
"ih apaan sih Tia, Indah kan cuma mau bantu Dimas. Dimas, dimas bilang aja siapa ceweknya, Indah janji indah bantu ko." cerocos indah pada laki laki di sebrang nya.
"Tia!." Dimas bermaksud mengadu pada gadis di belakang indah.
"Ihh Dimas, menurut novel ke-90 yang indah baca, Dimas tuh nggak boleh menyukai seseorang yang udah punya pasangan dia kan udah pacaran sama bang Dito." jelas Indah
Di tengah percakapan siswa-siswi di ruangan yang didominasi biru telur asin itu, tiba-tiba semuanya hening setelah mendengar langkah kaki dari seorang yang akan memasuki kelas.
Semua siswa disekolah mana pun akan melakukan hal yang sama, jika guru yang akan mengajarinya datang seketika hening, namun bisa dibedakan saat gurunya keluar atau tidak ada. Walaupun terkadang saat pembelajaran banyak sekali murid-murid bandel yang selalu berbicara atau bergosip di bangku belakang, tengah dan depan sekalipun.
Indah sedikit keheranan saat melihat jam di depannya menunjukkan jarum panjangnya ada di angka empat, yang berarti sudah lewat 20 menit. Tidak seperti biasanya gurunya telat, sang guru biasanya memasuki pada menit 15.
"Eh In, Yuma mana kok belum masuk, ini tidak seperti biasanya, dia kan paling excited kalau pelajaran Indonesia tidak mau ketinggalan." tanya Tia
"tenang Tia karena suara langkah itu indah yakin kok bukan Bu Desi." tutur Indah
"lo tau dari mana?" tanya Tia keheranan karena indah hanya menunjuk ke arah jam
dia hanya keheranan karena sahabatnya hanya menunjukkan jam yang ada di depan, bahkan tidak lupa bahwa temennya memang memiliki unik dan bisa mengetahui hal-hal secara detail.
__ADS_1
"Knock Knock!" ucap seseorang yang datang di balik pintu.
Betapa kagetnya Tia karena memang apa yang diucapkan temannya benar, bahwa yang datang di balik pintu itu bukanlah gurunya yang ditunggu-tunggu. Dan yang lebih kagetnya bukan hanya satu orang melainkan 3 orang.
"halo selamat siang guys, walaupun di antara kalian udah tau gue. Tetapi, gue akan memperkenalkan diri lagi." ucap seseorang beralis tebal hidung mancung dan berbibir merah alami.
"Nama gue Andito Pratama, dari kelas 12-A. kedatangan gue di sini, hanya ingin mendata beberapa kandidat yang minat mengikuti Ekskul basket, voly bahkan renang, dan poin penting nya, gue sedang mencari kandidat yang paling kalian percayai untuk mengurus kepengurusan OSIS. Gue harap kalian berikan kandidat terbaik yang kalian percayai." tutur pria tinggi yang memegang kertas yang di gulung.
Saat Andito menyelesaikan perkenalannya, seisi kelas akhirnya berdehem untuk menggoda Listia, mendengar godaan tersebut Listia hanya malu bahkan menundukan wajahnya untuk menyembunyikan senyum bahagianya.
"Bro, gue mau daftar ekskul renang aja, buat bantu temen gue agar gak tenggelam dalam pesona ketampanan lo." tawa Dimas menggoda Tia. Tia hanya bisa melotot untuk mencoba menghentikan, namun teman-temannya lebih dahulu mentertawakan dan menggodanya kembali.
"lo ga usah repot2, karena gue kan selalu nolong temen lo."balas Andito, mendengar jawaban Andito anak cewe yang ada di ruangan itu makin menggoda Listia dan seperti biasanya seisi kelas ramai.
"Menurut yang indah tahu bukannya yang menjadi pengurus itu adalah anak-anak unggulan ya kak," tanya indah memecah keributan suara temannya tersebut.
Siswa-siswi berjumlah 29 itu, saling bertanya-tanya satu sama lain, namun sedetik kemudian mereka percaya apa yang dikatakan Indah memang benar karena sudah seperti, menjadi tradisi di sekolah nya siswa-siswa yang lain tidak pernah bisa bersaing dengan murid di kelas unggulan.
Ya walaupun guru menyamaratakan, dan memberi kesempatan sebanding, namun mereka tidak pernah bisa mengalahkan bahkan sekedar menyaingi siswa A/champ yang lebih akrab disapa sebagai kelas unggulan.
Andito menjelaskan secara rinci bahwa tidak ada lagi perbedaan antara siswa kelas unggulan dan kelas lainnya. dan ini sebagai program jangka panjang terakhir kepengurusan OSIS yang dia jalankan selama ini.
"Oke jadi untuk kalian yang berminat mengikuti ekskul kalian bisa daftarkan diri kalian pada seorang wanita di samping gue." ujar Andito
"Oke guys sebelum gue cabut. Apa kalian serius tidak mendaftarkan nama seseorang untuk menjadi kepengurusan OSIS?" tanya nya kesekian kali
"Maaf ka-" ucap seseorang
Mendengar kata maaf yang diucapkan seseorang membuat seluruh orang yang berada di ruangan tersebut menatap ke sumber suara.
"Maaf Kalau terlambat, saya disuruh bantu Pa Arif di perpustakaan Bu." ucap yumma yang tiba tiba masuk
Yumma sebenarnya mengetuk pintu berapa kali namun tidak terdengar oleh yang lain sehingga dirinya memutuskan untuk langsung masuk dan mengucapkan kata maaf, karena dirinya berpikir meninggalkan pelajaran favoritnya yaitu bahasa Indonesia.
"Yiruma Sastri Wiguna." ucap anak-anak serempak
Beni hanya menuliskan nama yang diteriaki oleh adik kelasnya. Sedangkan yumma yang merasa namanya di teriaki teman-temannya hanya bengong bahkan kaget karena baru mengetahui tidak ada gurunya melainkan pacar temannya dan beberapa kakak kelas yang sudah ia kenal.
"Yiruma Sastri Wiguna?" tanya Beni mengulangi nama tersebut
"Iya kak." jawab Yumma,
Yuma berpikir kakak kelasnya hanya ingin memastikan bahwa dirinya yumma, makanya yumma menjawab Iya sebagai respon, namun lagi-lagi salah karena Beni memanggil nama Yumma hanya untuk meyakinkan, apakah Yuma benar-benar siap mengikuti program terakhir yang dibicarakan temannya
"yakin orang yang seperti ini kalian pilih jadi perwakilan OSIS?" Beni keheranan mengapa gadis seperti yumma yang mereka percayai
"Apa yang kalian bisa banggakan dan percaya dari gadis ini, dia bahkan telat berada di kelas ini, bahkan dia sudah melanggar salah satu peraturan OSIS yang selalu memberikan contoh teladan karena tepat waktu." ketus beni
"Hah... Apa kak? OSIS?" tanya Yumma
"iya lo menjadi salah satu kandidat yang bakal ngelanjutin perjuangan kita." tutur Andito
"tapi kak..." yumma
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
...GUYS!!!...
...Kalian Lebih suka aku publish jam berapa nih?...
...Maafin mmin yah yang terkadang post tidak selalu di jam yang sama ...
...Komen yah biar mmin bisa post sesuai keinginan kalian...
__ADS_1
...NEXT GAK NIH 😊...