BUKAN SEKEDAR DIKSI

BUKAN SEKEDAR DIKSI
Air mineral


__ADS_3

Taman dengan suasana segar panjang dan luas yang di kunjungi Yuma terlihat masih ramai oleh orang-orang, Dirinya merasa berbeda karena baru pertama kali melihat keramaian seperti itu.


"banyak juga ternyata." batin Yuma lalu tersenyum menampakan sedikit gingsulnya.


Yuma mengira hari Minggu seperti saat ini, akan banyak orang-orang yang bermalas-malasan, seperti memanjangkan dirinya lewat bangun tidur yang amat siang sekali.Namun itu semua salah, karena Yumma melihat keceriaan bahkan mendengar percakapan para perempuan-perempuan yang seperti nya sudah bekerja.


Mereka membicarakan betapa senangnya bertemu Minggu ini, karena bisa merasakan kebebasan dan ingin cepat bertemu mimpi lagi.


"hah, apa yum?" ucap Tia yang keheranan karena melihat temannya seperti mengobrol sendiri.


"Eh, indah mana?" tanya Yuma sambil melirik ke arah tempat terakhir dirinya melihat temannya sedang berkejaran dengan Dimas.


"Eh hooh tuh kemana yah." Tia balik bertanya, Namun selang beberapa saat sebelum Yuma membalas perkataan nya Tia menjawab pertanyaan sendiri. Sambil menunjuk ke arah kiri dengan tangannya.


"Oh itu tuh."


"I think, kalian nyariin indah yah?" Tanya nya setelah sampai di depan kedua temannya, dengan menampakkan raut wajah tawa cekikikan sampai kacamata yang dipakainya sedikit merosot.


"Nih indah bawain roti, kalian belum makan kan?" ucap indah memotong ucapan Tia yang seperti nya akan berbicara.


"Wahh Keliatannya sih enak, Lo tau aja gue suka coklat." ucap Tia seakan ngiler melihat roti yang dibawa temannya.


"Tapi rasa coklat cuma ada dua, Yuma rasa keju gagapa?" Indah bertanya pada Yumma dan menyodorkan roti bulatnya.


"Eh tapi, makan aja nih yang punya Indah." ucapnya lagi dengan menukar roti nya dengan roti yang akan diberikan temannya.


setelah selesai mengenai soal perotian, bahkan entah di mana keberadaan rotinya, entah sudah habis dimakan atau dia simpan. Karena Yuma dan kedua temannya terlihat sedang berlari memutari lapangan yang cukup luas yang terletak di dalam ditaman itu.


Jarak Yuma berada paling depan diantara kedua temannya. Terlihat wajahnya nampak cantik walaupun mengeluarkan keringat yang cukup banyak, bahkan sesali dirinya mengusap keringat hanya menggunakan tangan saja.


Entah berapa putaran yang sudah Yuma dan kedua temannya lakukan, sehingga deru nafas pun terasa berat.


Sementara dibelakang sana indah dan Tia mencoba terus berlari demi mensejajarkan langkahnya dengan Yuma.


Yuma yang sibuk mengelap keringat nya, akhirnya baru tersadar saat ekor matanya tidak melihat dimana keberadaan kedua temannya tersebut.


"Eh... Ko?" batin Yuma, keheranan karena saat dia membenarkan rambutnya, iya secara tak sengaja tidak melihat keberadaan temannya.


Yiruma berbalik arah dan mengeluarkan senyum kearah temannya, namun dirinya tetap saja berjalan mundur perlahan. yuma berpikir dirinya akan istirahat sebentar di bangku yang tidak jauh berada di depan arah pandangnya tadi, sekalian menunggu teman-temannya.


yiruma terus melangkahkan dirinya dengan punggung yang ada di depan seolah Dia sedang mundur, walaupun secara nggak langsung dia tetap melaju ke depan.


"Cukup capek juga yah." menarik rambutnya untuk membenarkan ikatannya karena mengendor.


"Ini lapangan yang terlalu besar, atau emang udah lama gak lari jadi kerasa banget capeknya." Yuma terus bertanya sama dirinya sendiri


"Lo punya mata ga sih!" ucap Ann yang tiba² marah, sementara yuma hanya kaget melihat keberadaan Ann, namun tetap diam tidak mengucapkan sepatah kata pun.


"emang ya lo cari masalah terus." kesal Ann geleng-geleng kepala, mengingatkan yang selalu menjadi kesialan baginya.


"Lo ngikuti gue ya?, kurang puas lo bikin masalah di sekolah!" Ann menyabikan tangannya pada baju yang dipakainya.


"gue nggak ngelakuin apapun, kayaknya lo lagi PMS ya lo yang tiba-tiba marah." ucap Yuma membela dirinya Karena ia merasa memang tidak bersalah, mungkin Yuma secara tidak sengaja hanya menyenggol Ann.


"Lo itu bener-bener ya!" ketus Ann , sepertinya mood Ann itu sedang tidak baik kelihatan dari mimik wajahnya seperti tidak menyukai yuma. akan tetapi walaupun mood-nya sepertinya Ann tetap tidak akan menyukai yuma.

__ADS_1


Yiruma ingin membalas perkataan dari Ann yang menurutnya tidak benar, namun melihat Ann yang selalu mencubit dan beberapa kali menepuk pakaian, dan karena hal itu Yuma merasa ada kejanggalan karena kakinya seperti menginjak sesuatu.


"Sial!" batin Ann, melihat kakinya menginjak sesuatu.


Pantas saja setelah melihat itu akhirnya Yuma paham mengapa Ann yang di depannya marah dan kesal. Karena mungkin saja, saat dirinya melangkah secara tak sengaja menginjak botol minuman yang akhirnya muncrat ke pakaian Ann dan membuat pakaiannya basah.


"Eh gue minta maaf, nggak sengaja!" ucap Yumma dengan senyum kecutnya. Yuma berpikir jika posisi itu pun cuma akan marah dan kesal.


Ann hanya pergi setelah mendengar permintaan maaf dari Yuma, sebelum kepergiannya Ann menghentakkan kakinya seolah mengatakan sesuatu namun tidak mengeluarkan suara.


"lagian aneh orang kok nyimpan botol sembarangan." batin Yuma melihat botol yang berada ditengah lapangan.


"Masih ada saja, yang buang sampah sembarang!" parau nya, Yuma pun mengambil botol yang sempat diinjaknya lalu memasukkan ke tempat sampah yang berada di pojok lapangan, yang cukup dekat dengan tempatnya.


"yum kenapa lo bengong?" tanya Tia, mendengar ucapan tersebut pikiran yuma yang masih merasa tidak enak terhadap hal yang menimpa Ann, akhirnya buyar karena perkataan temannya.


"tuh kan gue bilang apa, lo nyoba keluar deh keluar dari zona nyaman, pasti lo banyak temen." ucap Tia


"Oh berarti wanita yang ngajak kamu bicara, teman baru Yumma, sepertinya dia cantik. sekolahnya di mana? apa satu sekolah dengan kita? atau kakak kelas kita?" ucap Indah dengan banyak pertanyaan.


"nggak, Gue rasa kalian berdua cukup, gue nggak perlu nambah teman lagi, bahakan teman terlama gue yaitu zona nyaman gue sendiri." ucap Yuma sambil membenarkan anak rambutnya.


"Tapi Yum, jika Yuma berpikir seperti itu, Yuma salah. Menurut kutipan yang indah baca. Kenyamanan adalah jebakan terbesar, dan untuk itu keluar dari zona nyaman merupakan tantangan terbesar yang harus di capai untuk tercapainya keberhasilan." ucap Indah, yang sedikit tidak setuju dengan perkataan Yuma.


Mendengar ucapan itu yuma sedikit tersindir oleh kata-katanya yang dibeberkan temannya, bukan karena kata-katanya seperti momojokannya. Akan tetapi kata-kata tersebut seperti tidak asing baginya. Karena dia sendirilah yang menulisnya di salah satu platform online.


Yuma sungguh tak menyangka bahwa temannya membaca salah satu karyanya, dirinya yakin kata-kata yang diucapkan temannya adalah salah satu kutipan yang dia buat untuk karya tulisnya.


"Lo kenapa bengong lagi yum?" tanya Tia menggoyang lengan kanan Yuma, setelah beberapa kali goncangan cuma pun akhirnya balik ke kesadaran yang sepenuhnya.


Yuma hanya tersenyum pada Tia dan menggaruk belakang rambutnya yang tak gatal. Itulah yang sering dilakukan gadis itu saat bingung harus mengatakan apa.


"Oh itu, Indah baca di salah satu platfrom penulis, coba deh Tia baca juga, Oh iya sejauh ini salah salah satu tokohnya sipat dan karakternya mirip banget Tia loh." jelas Indah pada Tia,


 Yuma hanya mendengarkan saja namun melihat wajahnya seperti nya gadis dengan gigi bergingsul itu sedang memikirkan sesuatu tidak begitu menyimak dengan perkataan teman temannya.


"Masa sih? Emng gue seperti apa?" tanya Tia yang tak percaya pada perkataan indah


"Iya benar deh, coba baca aja. Ya walaupun penulisnya tidak begitu terkenal, dan tulisannya masih sedikit berantakan. Tapi sejauh yang indah baca cukup bagus." jelas Indah sambil berjalan mendekati kursi yang ada di pojok lapangan, sebelumnya yuma sudah menunjuk salah satu kursi didepan pada kedua temannya.


"Bentar-benar? Secret superstar bukan judulnya?" akhirnya setelah sekian lama, yuma mendengar percakapan antara Tia dan indah, kini yuma memutuskan untuk bertanya tentang apa yang dipikirkan di kepalanya.


"Wah, Yuma baca juga yah? coba kalau penulisnya bikin karakter tokohnya kuat, sehingga tulisannya lebih terasa dan membekas di pembaca." ucap indah membenarkan kacamatanya.


"Bahkan menurut indah yah, tulisannya tuh masih berantakan sekali. Jadi, mungkin itu sebabnya tidak banyak pembaca yang membaca karyanya." sambung indah membeberkan tentang pandangannya terhadap salah satu penulis, tanpa dia tau, bahasa Indah sedang membicarakan orang yang berada di sampingnya.


"Ini bukan, gue lihat pembacanya cukup banyak, tapi apa mungkin setelah membaca beberapa chapter malah bosan, kayak gue." tawa Tia menyodorkan hp nya,


Perkataan dan pandangan dari Tia yang baru saja mengomentari salah satu tulisannya, membuat perasaan yuma sedikit tergores. Walaupun kedua temannya hanya sekedar bercanda Yanga merupakan pandangan netranya dan jujurnya.


"Iya kan Yum? coba aja indah yang bikin karya ini mungkin karyanya udah bagus. Coba Ndah, kalau lo ketemu penulisnya lo ajarin cara dia nulis, gimana EYD yang benar dan sesuai KBBI." tanya Tia pada Yuma dan membuat yuma hanya bisa tersenyum kecut dan mengangguk.


" Tentu... tapi yaa ga sepenuhnya salah juga, karena setiap penulis mempunyai karakter dan gaya kepenulisan yang berbeda. Kuncinya pembaca masih bisa mengerti." balas Indah, namun yuma tidak mendengar keseluruhan penjelasan dari indah, dia hanya mendengar kata Tapi yang diucapkan temannya dan selebihnya hanya melamun dengan menatapi kedua sepatunya.


Tidak terasa mereka pun telah sampai di kursi yang sejak tadi ingin mereka tuju, yuma dan kedua sahabatnya, dengan tenang duduk rehat di bangku. Hanya indah saja yang duduk di bawah sambil memukul-mukul kedua lututnya dengan tangan.

__ADS_1


"Haus!" ucap Indah terkekeh


"Jangan ditanya lagi. Lo aja yang beli." balas Tia, menatap mata indah yang berada di bawahnya, Namun kedua pasang mata antara Tia dan indah seakan menginstruksikan jika tidak ada yang pergi membeli minum di antara mereka, yah jalan satu-satunya adalah Yuma yang harus membelinya.


"Kenapa? Oke gue paham." ucap Yuma pasrah karena permintaan dari kedua temannya, awalnya Yuma ingin menolak namun tidak enak karena mengingat teman-temannya lah yang sering memesankan makanan atau minuman saat di sekolah.


Kali ini Yuma memutuskan dirinya lah, yang akan pergi untuk membeli air mineral yang terletak di samping mereka, walaupun dengan jarak yang cukup jauh.


Disini lain Raffa, Ann, Nicolas, dan Dimas sedang hompimpa. Mereka berempat beberapa kali mengulangi hompimpa sampai menemukan hasilnya. Mengingat mereka sudah memasuki SMA namun saat berkumpul mereka berempat akan seperti anak-anak berusia 5 sampai 7 tahun yang suka sekali bermain seperti itu.


Seperti tidak ada yang mau mengalah walaupun hanya sekedar permainan dan dalam artian pergi untuk sekedar membeli beberapa makanan.


"Oke sekali lagi." ucap Ann pada teman-temannya. Ingatlah Anna berada di antara tiga laki-laki, ya karena kedua teman perempuan nya tidak ada yang ikut, jadi dialah satu satunya perempuan yang ikut.


Saat hompimpah yang kelima akhirnya ditemukan siapa yang kalah dan harus pergi membeli beberapa minum atau pun makanan seperti yang sudah dijanjikan.


"Lo jangan jurang Ann, lo sendiri ya minta sekali lagi, dan elu yang harus pergi!" ucap Dimas dengan tawa meledek teman sedari kecilnya.


"Bajo Lo kenapa Ann?" tanya Nicolas yang heran melihat bajunya gadis yang disebelah nya basah.


"ih, keringat Lo banyak banget nympe basah gitu. Hayo Lo habis apa?" tuduh Dimas, mendengar hal tersebut Ann hanya mengetak kepala temannya,


"Gue di siram sama orang gila." ucap Ann ketus menyakinkan temannya.


"Gue kira ga ada orang gila, yang berani sama cewe kaya Lo." tawa Dimas, badannya sedikit menghindar dari tangan Ann, sementara Nicolas hanya bisa tersenyum tipis melihat percekcokan didepannya.


Berbeda lagi dengan Rafa yang tidak menggubris ataupun menampakan ekspresi apapun hanya lengos pergi, bahkan Dimas dan Ann tidak sadar bahwa teman di sampingnya telah pergi.


"Lo mau ke mana Ann. gak usah si Rafa udah pergi." ucap Nicolas yang memang sadar akan kepergian temannya, karena Rafa sendiri yang mengatakan padanya.


"3 botol, berapa bu." ucap Yuma meminta 3 botol air mineral, sedangkan Raffa yang berada di samping Yuma akhirnya tahu suara siapa yang sempat ia dengar tari tadi.


"15 ribu neng. Ga yang dingin aja neng, ini pipetnya." sambil membungkus dan diberikan pada Yuma.


"Kembaliannya ambil Bu, sekalian bayar gadis disamping." ucap Raffa menyerahkan uang berwarna merah muda.


Rafa mengambil kesimpulan gadis yang di sampingnya tidak membawa uang karena terlihat dari beberapa kali dia memeriksa saku celananya.


"Nanti saya kembali lagi Bu. dompet sa...." ucap Yuma menyakinkan ibu-ibu itu


"nggak usah neng, udah dibayar sama pacar nya, Tuh, lagi ngambekan ya neng jauhan gitu?" ucap penjual tersebut sambil menunjuk ke arah Raffa, melihat itu Yuma terkejut.


"Tunggu... " ucap Yuma sambil terus mengejar Raffa. Yuma hanya berusaha ingin mengucapkan terimakasih, namun Rafa tidak mendengar atau mungkin saja dia pura-pura tidak mendengar.


"Raffa!" teriak Yuma keras namun seketika menjadi hening karena kakinya tersandung oleh sesuatu sehingga dirinya terjatuh tengkurap dan bajunya basah nan kotor.


Gadis yang memakai baju biru muda itu tidak mengira ada sebuah genangan air, yuma berpikir bagaimana air itu bisa berada di sana, siapa yang melakukannya, jika karena hujan itu tidak mungkin, karena jika terjadi mungkin banyak genangan air di mana-mana bukan ditempat itu saja.


"Sial, terkejar nggak, jatuh iya." batin yuma mengutuk dirinya sendiri, sepertinya alam tidak mengizinkannya untuk ia mengatakan terima kasih pada laki-laki tersebut, yang ada malah dirinya tersungkur jatuh tiarap.


Pikiran konyolnya mengatakan, apakah uang itu haram sehingga dia yang menanggung akibatnya. Yuma hanya menertawakan dirinya, karena mengingat dirinya secara tak sengaja membuat pakaian basah. Yuma seketika sadar karena orang lain mentertawakan nya.


"Thanks." Yuma mengambil sodoran tangan kanan seseorang yang tepat berada di depan matanya.


...****************...

__ADS_1


...HALO GUYS MAAF DAN MAKASIH SEBELUMNYA. SEMOGA SETIAP HARI SELALU BISA POST...


KIRA-KIRA TANGAN SIAPA SIH YANG MEMBANTU YUMA?


__ADS_2