BUKAN SEKEDAR DIKSI

BUKAN SEKEDAR DIKSI
Parkiran


__ADS_3

Raffa yang bosan karena orang tuanya tidak percaya kepadanya, apakah sangat sulit bagi orang tuanya untuk sekedar mempercayai dirinya.


Apakah Rafa memang harus mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan. Memang benar dirinya sempat berurusan dengan nenek yang ia temukan di jalan tersebut. Namun kenyataannya tidak seperti itu.


Kenyataannya, sudahlah mungkin Raffa tidak mau menjelaskan bagaimana kenyataannya. Sementara saat tangannya secara tak sengaja menyentuh wajahnya ia sedikit merasa meringis, karena luka di wajahnya masih basah.


Melihat luka itu Rafa teringat saat dirinya berjogging. Luka itu didapat saat dirinya menolong salah satu teman sekolahnya yang tidak begitu dekat dengannya. Tapi entahlah, meskipun begitu, nalurinya membawa dirinya pada gadis tersebut.


Ceritanya dimulai saat dia akan pulang bersama teman-temannya, iya melihat gadis itu sedang digoda oleh laki-laki di parkiran. Mungkin karena banyak orang-orang yang jauh sering datang ke sini ketika weekend. Atau mungkin karena pakaian gadis yang dilihatnya sangat pas di badan. Atau mungkin hal lain.


"Tolong jangan mendekat." Yuma menyilangkan tangannya di pundak.


Namun pria itu tidak mendengar perkataan dari Yuma. Justru pria itu semakin mendekat dan menarik tangan rumah dengan paksa. Bahkan pundak yuma dirangkul erat seolah dia itu sedang mengunci tubuh Yuma.


Sementara Rafa yang sedang mencobamenarik keluar motornya untuk keluar dari barisan motor lain. Terpaksa menghentikan kegiatan nya untuk menolong Yuma. Entahlah apa yang membuat dirinya peduli dengan apa yang dilihatnya.


Raffa pun tak tahu kenapa kakinya tiba-tiba melangkah dirinya menuju cewek dengan ikat satu itu. Ya itulah cewek yang beberapa hari lalu memberi sebotol minum untuknya. Ya itu adalah Yuma.

__ADS_1


"Lepasin tangan Lo dari cewek itu." Tangan Raffa menarik tangan pria di depannya .


Karena hasil dorongan Raffa yang cukup kuat, sehingga membuat pria tersebut tersungkur dan merubuhkan motornya. Pria yang serba berpakaian hitam itu, tidak terima akan ulah Raffa, sehingga melayangkan pukulan pada pipi kanan Raffa. Raffa yang mendapat pukulan tersebut pun membalasnya dengan menendang badan pria di depannya.


Laki-laki yang memakai jaket hitam mencoba mendekat dan memberikan perlawanan terhadap raffa, dan terjadi perkelahian antara Raffa dengan pria memakai pakaian serba hitam.


Yuma yang melihat hal itu mencoba menghentikan perkelahian diantara mereka, Walaupun hatinya penuh dengan keraguan dan takut. Bahkan teriakannya mungkin tidak di dengar karena pelan. Namun batinnya tidak tega melihat laki-laki yang dikenalnya babak belur karena mencoba menolongnya.


Berakhirlah saat pria tersebut hampir memukul wajah Yuma namun telah halang oleh Rafa yang dengan sigap datang untuk menolongnya.


"Awww..." teriak Yuma.


Sementara pria berseragam serba hitam itu telah pergi entah kemana. Saat yuma mendengar suara yang sedikit tertahan, Yuma pun menundukkan wajahnya dan melihat Rafa yang tepat berada di depan matanya. Jarak di antara keduanya pun sangat dekat.


Beberapa detik mereka memandang namun tersadarkan dan masing-masing diantara mereka sedikit menjauh.


"Terimakasih. Dan maaf. Gara-gara gue Lo jadi gini." lirik Yuma

__ADS_1


"Sebagai rasa terima kasih dan permintaan maaf gue lain kali, gue akan traktir Lo saat sekolah." cerocos Yuma dengan reflek.


Yuma baru tersadar kenapa dirinya bisa berkata panjang lebar. Dan tak malu bernica dengan pria yang tidak begitu dekat dengannya. Mungkin jika di depan Dimas, tentu saja dirinya bisa bicara panjang lebar tanpa canggung dan rasa malu. Karena Dimas sering ditemuunya dan teman sekelas.


Sementara Rafa yang ada di depannya seperti keheranan dengan gadis yang berpakaian senada dengan bajunya. Entahlah apa yang terjadi dengan Rafa. Dia bertanya pada dirinya sendiri, mengapa gadis tersebut tidak mencoba untuk mengobati lukanya. Menanyakan apakah sakit atau tidak. Entahlah seakan Raffa memang mengharapkan seolah ingin diobati oleh gadis tersebut.


Sedetik kemudian Rafa pun menghilangkan pikiran konyol tersebut. Membuka jaket kesayangannya dan menyerahkan pada gadis tersebut.


"Lo pake." Menunjuk pakaian yang dipakai Yuma dengan matanya. Seakan sadar yuma pun mencoba menutupi *********** dengan cara menyilangkan kedua telapak tangannya.


Mata Yuma hanya terkerjap. Tubuhnya sedikit menyondong ke belakang saat Raffa meletakkan jaketnya, seolah sedang membungkus gadis yang ada di depannya.


Tubuh yoma pun digoyangkan sedikit dan ditepuk pundaknya. Rafa hanya meletakkan saja tidak mengatakan kata apapun lagi.


"Raffa! Raff!" Teriakan dari Seseorang membuatnya menoleh


...****************...

__ADS_1


...Hallo guys lanjut ga nih ??...


__ADS_2