BUKAN SEKEDAR DIKSI

BUKAN SEKEDAR DIKSI
Tanda Pengenal Yang Hilang


__ADS_3

"Eh maksud gue pick gitar." Yumma mengulang perkataan nya.


Mendengar perkataan dari seorang gadis yang tiba-tiba muncul Rafa dan Nicholas pun saling pandang. Sebab mereka pikir tidak ada orang lain di belakangnya.


Awalnya Yumma hanya ingin melihat siapa orang yang memainkan gitar sembarangan, dia sempat memperlihatkan kedua orang di depannya beberapa saat. Yumma tak menyadari bahwa langkah kakinya membawa dirinya pada kedua pria yang tadi di liatnya.


"Lo juga salah, harusnya jari telunjuk ada pada senar kelima, dan posisi nya pada pret kedua." jelas Yumma sambil membenarkan posisi tangan Nicolas.


Seakan tersadar pada perkataan gadis di depannya Nico segera melihat pegangan yang dibenarkan oleh gadis itu dan ternyata memang apa yang gadis tersebut katakan benar.


"Wah gue nggak nyangka Lo tahu gitar juga." puji Nicolas pada Yumma


"Gue gak bisa cuma yaa sering liat bokap gue jadi ya gue tau dikit-dikit." balas Yumma


"Eh ngomong-ngomong lu udah punya rencana siapa yang mau lo ajak." Nicolas bertanya pada gadis soal pertemuan dengan seniornya tadi


"nggak tahu, tapi gue mau nyoba ajak beberapa teman gue dulu." jawab Yumma


"Raff, Nic!" panggil Ann


Mendengar perkataan dari seorang gadis lain, yumma yang berada di samping Niko pun melihat ke arah suara tersebut.


"Ayolah besok kita jogging. udah lama juga kan. Kalau soal bokap Lo Raff, nanti gue aja yang bilng sama bokap lo." tutur Ann


"Gue tergantung si Raffa, Kalau dia ikut gue juga ikut." balas Nico


"Ayolah, Lo ga kasian sama gue apa. Gue udah chat si Dimas juga masa gue batalin. Ayolah udah lama juga guys." pinta Ann


Yuma yang merasa dirinya tidak ada dalam urusan antara ketiga orang di depannya pun perlahan-lahan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Saat Yuma akan melangkahkan kakinya, angin menyegarkan menerpa wajahnya bahkan beberapa daun pun jatuh karena hembusan angin tersebut.


Dersik angin itu seakan seperti sebuah melodi dan panggilan dari Nicolas seakan musik yang mengiringi melodi tersebut yang menghentikan langkah nya.


"Tunggu Yum!" panggil Nicolas


Yumma hanya menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya. Bahkan Ann yang sedang berbicara dengan Nicolas pun baru sadar ternyata ada orang lain selain teman temannya.


Yumma hanya tetap diam seperti patung dan seperti biasa Ann menunjukkan wajah ketidak sukaan nya pada Yumma.


Melihat yumma hanya diam seperti patung saat mendengar teriakannya. Nicholas pun memutuskan untuk mendekati Yumma dengan langkah cepatnya.


"Eh Lo liat Pin Champ gue nggak?" tanya Nico


"Pin apa gue gak liat." kebingungan akan pertanyaan laki laki di depannya


"Oh gue kira pin nya terjatuh dan Lo temuin saat di gerbang tadi. Tapi ternyata engga, kaya nya jatuh ditempat lain deh." jelas Nico


"Oh jadi dia penyebab pin Lo ilang. Untung gurunya ga ada. Lo tau kan gimana konsekuensinya saat Lo ga pakai itu Nic." kesal Ann


"Emang dasar ya Lo, Lo itu memang bener pembawa sial untuk teman-teman gue." Ann melampiaskan kemarahannya pada Yumma dengan mendorong tubuh Yumma.


Entah sejak kapan Rafa berada di belakang Ann, dia akhirnya menghentikan Ann yang mencoba terus mendorong Yumma.


"Ann... Cukup !" ucap Nic dengan suara pelannya.


Ann yang sedang di pengaruhi rasa kesalnya tidak menghiraukan panggilan dari Nicholas yang berusaha menghentikannya.


"Annez!" bentak Raffa yang mencoba menghentikan temannya itu


Ann berhenti dan hanya diam setelah mendengar teriakan dari temannya, dan Nicholas pun yang berada di samping Ann hanya mengingatkan Rafa tentang nada bicaranya.


"Lo Gila Ann... Lo kaya bukan Lo. Lo jangan nyalahin orang tanpa bukti." tegas Raffa


"Raff! Raff!" mencoba menghentikan ucapan Raffa yang menurut nya begitu tinggi.


"Tapi Lo liat sendiri Nic. Cewek ini udah bilng, bahakan dia juga tidak tahu menahu soal pin lo." jelas Raffa


"Tapi Raff kalo gak gara-gara dia Lo gak kan di hukum. Untung guru kesiswaan ga masuk di jam ini. Lo kan tau keistimewaan pin itu." tutur Ann


Nicholas yang berada dekat sekali dengan ann hanya bisa menenangkan kemarahan gadis itu.


"Jangan pura-pura bodoh masa lu nggak tahu pin yang sering dipakai anak Champ, lo itu bukan siswa baru yang gak tau apa-apa." timbal Ann pada yumma


Lagi-lagi Raffa berteriak pada teman wanitanya dan membuat ann hanya bisa menundukkan pandangannya.


"Nic, sementara lo bisa pake punya gue." ucap Raffa melepaskan pin yang berada di seragam sebelah kirinya.


"Tapi Raff!" potong Ann yang tidak terima

__ADS_1


Ann benar-benar tidak bisa menahan kemarahannya, maksud Ann sebenarnya baik karena hanya ingin membela teman-temannya agar kedua temannya itu tidak terkena masalah. Namun dia malah kesal karena setiap masalah yang dihadapi dirinya dan temanya selalu berkaitan dengan gadis yang dia benci.


Raffa secara refleks membantu Yumma berdiri karena dorongan tiba-tiba dari teman sekelas itu.


"Lo gila!" bentak Raffa


Mendengar teriakan Rafa, Ann lagi-lagi hanya bisa menundukkan kepala dan lagi dan lagi juga Nicolas mengingatkan temannya tersebut agar tidak terlalu keras pada gadis di di depannya.


Demi menghindari keributan dan permasalahan yang akan terjadi. Nicolas akhirnya memberi isyarat pada Raffa agar segera pergi membawa gadis yang ditolongnya itu.


Rafa sepertinya mengerti dengan isyarat yang diberikan Nicolas. Sehingga dia membawa gadis itu pergi menjauhi dari nicolas dan Ann.


Ann yang melihat temannya membawa gadis lain, dia tidak bisa terima dan melampiaskan nya pada rumput yang dia injak-injak.


"Apa! Lo juga mau manggil gue gila?" tanya Ann dengan tatapan sendu.


"Kata siapa Lo gila? Gak ada orang gila secantik Lo." ucap Nicolas yang berusaha menenangkan Ann


Mendengar perkataan dari temannya membuat kemarahannya sedikit mereda, terlihat Aan sedikit melengkungkan bulan sabit di bibirnya.


"Lo jangan dengerin kata-kata Raffa, dia lagi emosi aja, Lo bisa ngertikan." jelas Nicolas.


Di sisi lain, Raffa yang tadi membantu Yumma saat di dorong oleh Ann, akhirnya memutuskan untuk mengantarkan gadis itu sampe ke kelasnya. Yumma awalnya menolak namun Raffa tidak mendengarkan ucapan Yumma.


Yumma sudah puluhan kali mengatakan pada Raffa bahwa dia bisa sendiri ke kelasnya, bahkan dia tidak cedera parah hanya luka di bagian sikunya. Tetapi, Raffa bersikukuh ingin mengantarkan gadis itu sebagai permintaan maaf atas temannya yang mendorong dia.


Yuma sepertinya luluh dengan ucapan Rafa. Entahlah jika soal Raffa dia selalu tidak bisa menang. sehingga Yumma menerima permintaan Rafa yang ingin mengantarnya sampai kelas. Selain itu yumma tidak tega melihat Rafa yang sepertinya sangat tulus sekali dengan permintaan maaf mewakili temannya.


Saat yuma ingin mengetok pintu kelas secara bersamaan Dimas ingin keluar dari ruang berwarna hijau telur asin itu.


Mereka sama-sama terkaget.


"Yum bisa ga sih, Lo ketuk dulu. Untung gue gak punya riwayat jantung." ketus Dimas


"Salah Lo sendiri siapa suruh nongol." cengenges yumma


"Eh Raff. tumben ada perlu apa?" tanya Dimas keheranan.


"Anu dim." gugup Yumma


"Gak nyangka banget gue yumm. Kira-kira dong Lo, dua-duanya temen gue. Lo tega mau ngehancurin pertemanan dua cowo." goda Dimas


"Hah." Yumma keheranan mendengar perkataan laki-laki di depannya


Mendengar jawaban Dimas yuma hanya bisa diam mematung, seperti seorang yang ketahuan mencuri, yumma tidak tahu harus di lakukannya, bahkan Rafa pun keheranan maksud dari laki-laki di depannya, terlihat Raffa hanya memainkan bola matanya


Yumma tersadar dan mengalihkan perhatiannya saat mendengar suara dalam kelasnya, Yumma sebenarnya mati-matian berusaha mengontrol mimik wajahnya takut Dimas mencurigai dirinya.


Karena apa yang dikatakan Dimas sangat benar bahwa gadis itu sangat menyukai temannya.


"Menurut indah, suara Zo bagus. Kenapa ga ikut les musik aja." ucap Indah


"Nah, Gue juga bilng apa?" balas temen sebangkunya


"Tapi gue takut bersaing, secara Lo tau. anak-anak kelas bawah kaya kita kurang mendapatkan apresiasi dari guru bahakan OSIS." ucap seseorang yang di bicarakan Indah


Mendengar ucapan tersebut seisi kelas memikirkan perkataan dari zo, dan itu memang cukup benar.


"Iyalah, OSIS cuma dukung orang-orang berprestasi doang." sorak temen lainnya


"Kalo gue kaya si Raffa, mungkin gue bisa bersaing. Secara walaupun dia selalu bikin onar namun anak Champ ya aman." kesal Zordi


" Thanks Raff, Gue minta maaf Lo jangan terlalu dengerin perkataan mereka yah." ucap Yumma yang mendengar pertakataan orang-orang di kelas


"Ok mereka gak salah ko, emng bener, lagian OSIS emang ga adil. OSIS harusnya gak milih orang-orang yang berbakat doang. Banyak orang-orang yang akan ikut jika OSIS bisa memberikan kesempatan pada orang-orang yang ingin belajar. " cerocos Raffa


Mendengar ocehan dari temannya yang begitu panjang Dimas sempat keheranan, menurutnya temannya itu sangat tidak begitu mimikirkan perkataan orang lain ataupun urusan orang lain.


Namun saat melihat Rafa yang seperti tadi, Dimas mencubit pipinya sendiri karena ingin merasakan apakah dia mimpi atau tidak. Namun rasa sakitnya menyadarkan bahwa yang di lihatnya memang alam sadarnya.


Demi meyakinkan kenyataan lagi, Dimas akhirnya memegang kening dari Rafa untuk mengecek suhu tubuh temannya takut temannya sedang demam sehingga mengatakan hal-hal seperti itu.


"Gue setuju dengan perencanaan OSIS cowok basket itu. Namun gue tidak menjamin apakah penerusnya akan sama seperti dia atau malah selalu mendukung dan mengagungkan siswa champ." tutur Raffa


Dimas sampai menunda rencana ke toiletnya akibat keterkejutannya mendengar perkataan dari Raffa. Dengan kesekian kalinya dimas dibuat tercengang, sepertinya teman yang ada di depannya, mulai peduli dengan perkataan orang lain.


"Menurut Lo apa gue nyalonin diri aja jadi OSIS dim?" tanya Raffa pada Dimas


Bukannya menjawab ucapan dari Raffa, Dimas malah menggetak kepala temannya itu.

__ADS_1


"Eh kalian bukannya belajar malah bergosip disini, bubar bubar!" titah guru yang menghampiri mereka


Mereka yang masih di depan pintu sama-sama melihat ke sumber suara yang mana berasal dari guru yang akan mengajar dari kelas Yumma.


"Kenapa kamu masih disini, Udah baju ga di masukin, kancing baju nyampe buka gitu, bahkan keluyuran pada jam pelajaran pula. Mau jadi apa kamu! Tuh liat tuh, mencotoh Anak-anak champ." bentak gurunya.


"Anu Bu, dia itu..." ucap Yumma


"Kamu juga yumma, cewek sendiri. di luar lagi. liat temen-temen kamu di dalam semua." ucap Bu Asri


"Dia baru pulang kumpulan perekrutan OSIS Bu." teriak Tia yang mendengar temannya di marahi


"Bagus, tapi lain kali langsung masuk. Kalian itu tidak boleh belajar mengkorupsi waktu. Waktunya belajar ya belajar mengerti." jelas Guru memakai hak berwarna coklat


Rafa pergi meninggalkan ruang kelas gadis yang dia antar. Namun dirinya tidak menyadari bahwa temannya mengekornya dari belakang.


" Eh mau kemana kamu!" ucap gurunya


Raffa berpikir namanya dipanggil oleh guru. mau tak mau dia menghentikan langkahnya tanpa memutar balik badannya.


"Dimas!" ucap gurunya


Mendengar nama temannya yang dipanggil akhirnya ia memutuskan untuk membalikan badannya untuk memastikan sesuatu.


"Mau ke toilet bentar Bu ga tahan." cengenges nya


"Ok,jangan keluyuran langsung masuk." ucap gurunya.


Yuma dan gurunya masuk ke dalam ruangan berwarna hijau telur asin itu, sedangkan Dimas dan Rafa terus berjalan di lorong-lorong sekolah.


Rafa hanya bertanya-tanya pada dirinya sendiri sepeninggal dari kelas temannya tersebut. Kenapa guru itu bisa memarahinya, Tidak seperti biasanya selalu mempersilahkan siswa untuk berbicara dan menjelaskannya terlebih dulu.


Rafa bukan tidak pernah di marahi gurunya hanya saja, saat dirinya atau teman sekelasnya di marahi, sang guru akan menggunakan bahasa maupun tutur kata yang lembut.


Apakah karena dirinya sedang berada di kelas orang lain atau karena dirinya tidak memakai pin yang selalu dipakainya selama sekolah sebagai pembedaan kelas satu dengan kelas lainnya.


Ya sepertinya Raffa baru mengerti, seberapa pentingnya pin itu, pantas saja temannya kesal pada padis yang di antaranya.


"Raff Lo dari mana aja." tanya Ann saat melihat Raffa memasuki kelas


Rafa hanya diam tidak membalas perkataan temannya. bahkan ia melewati gadis yang mengajaknya bicara lebih memilih duduk di samping Nico.


"Raff gue nggak sengaja beneran. Lo gpp kan tanpa pin itu?" tanya Ann


"udah kasih dia waktu untuk sendiri aja Ann, mungkin masalah rumah." ucap Nicolas


Ann hanya bisa menuruti perkataan Nicholas , dan lebih memilih duduk di bangkunya bersama dua temannya.


"Lo sama si Raffa lagi ada masalah Ann? " tutur Bella


"Bel, Sel, Lo tau nggak bahkan OSIS yang biasanya di urus sama anak-anak Champ kaya kita, malah anak di nodai sama dia." kesal Ann


"Lo yang bener Ann." tanya sella kaget


"Iya gue seriusan." yakin Ann


"Gue yakin dia cuma cari muka, dan gue yakin dia ga bakalan sendiri dia pasti minta bantuan temannya untuk ngomong sama kak Dito." jelas Bella


"Apa urusannya sama bang Dito." tanya Ann keheranan


"Lo kadang Lola yah Ann. Ya secara bang Dito pacaran sama temennya ya pasti bang Dito turutin secara Lo tau bang Dito tuh kaya apa humblenya." Tutut Bell


"Nah iya Ann, tapi cewe pembawa sial itu dalangnya, cewek itu minta temen yang sok cantiknya buat bikin perubahan OSIS." balas sella


Jam terus berputar tanpa henti, bahkan suara bel tanda pulang sudah nyaring terdengar di telinga para murid-murid SMA 01 Tuna Harsa.


Bel tersebut membuat para siswa berhampuran, ada yang langsung pergi menuju parkiran, ada yang masih bergulat dengan bukunya, bahkan ada yang sengaja berlama-lama di kelas agar tidak ikut berdesakan di gerbang dan parkiran.


Yumma baru akan meninggalkan kelasnya untuk bergegas pulang ke rumah, karena melihat cuaca yang seperti nya sedang bersedih terlihat langit yang biasanya cerah malah menghitam dan gelap.


"Yum, Lo...!" ucap laki-laki yang tiba-tiba menghampirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HEY HEY


Siapa Yah yang mengajak yumma berbicara ?

__ADS_1


Wah apakah si Yumma akan dianter salah satu cowo sekolah nya ?


LANJUT JANGAN?


__ADS_2