Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.

Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.
merasakan mengidam.


__ADS_3

Alana yang sedang berdiri di depan cermin dengan cucuran air mata.


*semangat Alana, kalau memang benar kau sudah hadir di dalam perut bunda.


bunda janji akan semangat untuk mu*.


bathin Alana.


Alana pun segera menghapus air mata nya dan berangkat kerestoran.


semangat Alana.


ucap Alana dengan mengangkat tangan nya.


Sepanjang perjalanan menuju restoran, dia menyempatkan diri untuk mampir ke supermarket untuk membeli tispek.


Dan setelah selesai,dia pun melanjutkan perjalanan menuju restoran.


Sesampainya di ruang kerjanya. Alana menyandarkan kepalanya di kursinya dengan memikirkan sesuatu.


Andre yang sedang menuju ke restoran Alana karena client nya meminta untuk meeting di sana. Dan Sesampainya di restoran,Andre duduk di meja yang sudah di pesan oleh client nya.


Sedangkan Alana menangis terduduk di toilet dengan memegang hasil tispek yang tadi dia beli.


Bunda janji akan semangat untuk mu.


Bunda akan membesarkan mu sendiri dan kita akan menjalani hidup bersama.


ucap Alana dalam hati.


Alana keluar dari ruang kerjanya karena ingin pulang ke rumah lebih awal. Karena kurang memperhatikan jalan, dia tertabrak tubuh Andre.


"aww..."ucap Alana.


Andre menatap wajah istrinya yang terlihat sembab.


Alana mengalihkan pandangan nya ke arah lain."maaf."ucap Alana dengan air mata yang masih tergenang dan langsung melangkah meninggalkan mantan suaminya.


Sesampainya di rumah,Alana berganti pakaian dan duduk di ruang tengah."bi..."panggil Alana.


bi Lastri pun mendekati Alana."iya non ada apa?"tanya bi Lastri.


"aku mau menjual rumah dan restoran ku dan pindah dari sini."ucap Alana dengan tatapan kosong.


"kenapa non?"tanya bi Lastri.


"bi aku hamil, dan aku ingin memulai hidup baru bersama anak ku. Dan bibi juga harus ikut bersama ku."jawab Alana.


"tapi kenapa harus di jual non?"tanya bi Lastri.


Alana tersenyum."aku tidak mau melihat wajah nya lagi bi, ku mohon bibi jangan bertanya lagi."jawab Alana.


Di kediaman keluarga Sanjaya.


Ibu Marisa dan semua yang ikut berlibur, sekarang sudah tiba di rumah.


Naura berteriak memanggil Alana."bunda...bunda di mana?"tanya Naura sambil melangkah turun dari atas karena tidak menemukan bundanya.


"ada apa sayang?"tanya ibu Marisa.


"bunda tidak ada di kamar nek, dan aku cari di kamar mandi juga tidak ada."jawab Naura.


"eee..sebentar ya,nenek tanyakan pada bi Nur dulu."bujuk ibu Marisa.


Ibu Marisa pun berjalan menuju dapur."Nur, kemana menantu saya?"tanya ibu Marisa.


"a-anu nya, den Andre sudah menjatuhkan talak satu pada non Alana."jawab Nur.


Ibu Marisa sangat terkejut mendengar ucapan Nur."Nu-nur, apa yang kau katakan tadi benar."tanya ibu Marisa.


Lalu Nur pun menceritakannya. Dan nyonya Marisa pun berjalan menuju ruang tengah.


Andre yang baru saja pulang pun langsung di introgasi oleh ibu Marisa."Kiya tolong bawa Naura masuk."titah ibu Marisa.


Dan Kiyara pun membawa Naura masuk


"Andre,apa yang kau lakukan, kenapa dengan gampangnya kau menjatuhkan talak satu pada Alana?"tanya ibu Marisa.


Andre menarik nafas nya dengan panjang."mama tau,dia sama saja seperti Luna."jawab Andre.


Satu tamparan mendarat di wajah Andre."seharusnya kau selidiki dulu apa yang terjadi pada istri mu, kau tau apa tentang talak."tanya ibu Marisa.


Ibu dan anak itu berdebat dengan hebat sehingga membuat mereka tidak lagi menyapa satu sama lain.


Sementara Alana kini bersiap siap untuk keberangkatan nya besok menuju yogyakarta.


Setelah selesai berkemas, Alana pergi menuju cafe milik Jastin. Dan Sesampainya di sana, dia langsung menemui Jastin.


"Al , tumben kesini, mana Andre?"tanya Jastin.


Alana menarik nafas nya."dia sudah menjatuhkan talak satu pada ku."jawab Alana dengan genangan air mata.


Dan Alana pun menceritakan tentang kesalah pahaman antara dirinya dan Andre.


Jastin terkejut mendengar ucapan temannya."Al katakan apa yang bisa ku bantu untuk mu."tanya Jastin.


Alana menghapus air mata nya yang menetes."aku hanya perlu bantuan untuk menjual rumah dan restoran ku, besok aku akan pindah."jawab Alana.

__ADS_1


"pindah , pindah kemana Al?"tanya Jastin.


"aku tidak tau, ini nomor rekening ku, kalau semuanya sudah terjual, aku akan memberi persenan untuk mu."ucap Alana.


"tidak, aku hanya membantu mu..tapi Al , bagaimana kalau Naura mencari mu, dia tidak mungkin tidak bertanya tentang bundanya."tanya Jastin.


Air mata nya semakin deras mengalir karena mendengar nama Naura."ku rasa daddy nya cukup pintar untuk menjawab pertanyaan anak nya, aku pulang dulu."jawab Alana sambil melangkah pergi meninggalkan cafe Jastin.


Sementara Andre yang berada di kamar, dia melamun dan memandang isi kamarnya yang di penuhi barang barang Alana.


Dia melangkah menuju meja rias yang terdapat semua barang barang milik istrinya yang pernah dia berikan pada istrinya.


Lalu Andre menemukan selembar kertas yang Alana tinggalkan untuk nya.


*Terima kasih sudah pernah mencintai ku, terima kasih sudah memperlakukan ku seperti ratu di hati mu.


Aku berharap kita tidak akan pernah bertemu lagi.


Dan ku harap kau tidak akan menyesal dengan keputusan mu.


...(Alana* )...


Andre mengusap wajahnya dengan kasar, dan mengepalkan kertas yang tadi dia baca.


Di atas meja rias terlihat sebuah kotak perhiasan yang dulu dia beli untuk istrinya.


Satu set perhiasan yang dulu dia beli di Dubai


Ke esokan pagi nya.


Alana dan bi Lastri yang sudah bersiap siap untuk berangkat ke yogyakarta, kini sudah berada di dalam mobil.


Alana melajukan mobilnya dengan wajah sembab. Bi Lastri yang melihat Alana menyetir mobil dengan tatapan yang sulit di artikan.


Karena merasa sudah lelah, akhirnya Alana menghentikan perjalanan nya di sebuah warung kecil."bi kita istirahat sebentar ya, tiba tiba kepala ku pusing."ucap Alana.


Bi Lastri tersenyum."iya non."jawab bi Lastri.


Alana dan bi Lastri pun duduk di warung kecil itu. "non mau pesan apa?"tanya bi Lastri.


"aku ingin teh hangat saja."jawab Alana.


"non dari tadi non belum makan apa apa, kasian dedenya kalau tidak di beri makan."ucap bi Lastri.


"aku tidak nafsu makan bi." jawab Alana sambil menarik nafas nya.


"isi dulu perutnya non, perjalanan menuju yogya masih jauh."bujuk bi Lastri.


Alana pun memakan makanan yang di pesan bi Lastri. Dan setelah selesai dengan makanan nya, Alana dan bi Lastri kembali melanjutkan perjalanan mereka.


...Di dalam mobil bi Lastri bertanya pada Alana....


"tidak, aku tidak ingin merepotkan paman. Untuk sementara waktu kita mencari kontrakan dulu ya bi."ucap Alana.


Bi Lastri pun menganggukan kepalanya."terserah non saja."jawab bi Lastri.


Setelah beberapa jam kemudian, Alana sampai di kota yogyakarta dan mencari kontrakan di gang yang dekat dengan jalan raya.


Alana dan bi Lastri sudah mendapatkan kontrakan dan Alana pun beristirahat sejenak karena kondisinya yang sedang mengidam.


Saat malam hari, Alana duduk di teras rumah kontrakan nya dengan melamun. Kemudian bi Lastri mendekatinya."non sudah malam, tidak baik kalau sedang hamil muda terlalu lama kena angin malam."ucap bi Lastri.


Alana pun tersenyum dan mengangguk."terima kasih bi, baiklah aku akan masuk."jawab Alana.


Alana berbaring dan menatap langit langit di dalam kamar. Dia seperti sudah kehabisan air mata untuk menangis dan hanya banyak diam.


Ke esokan pagi nya.


Alana bersiap siap untuk berangkat mencari pekerjaan. Alana yang sudah berpamitan dengan bi Lastri segera melajukan mobilnya.


Sementara bi Lastri sudah di terima bekerja di warteg pinggir jalan.


Setelah cukup lelah mencari lamaran kerja. Alana pun mampir ke supermarket untuk membeli susu ibu hamil.


Alana yang sedang membawa keranjang belanjaan, tiba tiba ada seseorang yang menarik tangan nya."kenapa kau menarik tangan ku?"tanya Alana.


David tersenyum pada Alana."kak Al, apa kau tidak mengenali ku?"tanya David.


David kurniawan adalah adik sepupu Alana dan anak bungsu pak Hendra Kurniawan. Alana pun berusaha mengingat nya."David, kau benar Davidson?"tanya Alana dengan wajah senang.


"benar kak Al, and by the way, sedang apa kakak di sini?"tanya David.


Alana tersenyum."aku pindah ke sini. Dan sekarang aku ingin melamar pekerjaan."jawab Alana.


"kak Al ingin melamar pekerjaan? lalu bagaimana dengan restoran kak Al di jakarta?"tanya David.


Karena sudah selesai dengan belanjaan nya, David mengajak Alana untuk mengobrol di taman.


Alana dan David kini duduk di kursi panjang yang ada di taman."sekarang ceritakan tentang masalah kakak pada ku?"pinta David.


"aku ingin menjual rumah dan restoran ku, aku ingin memulai hidup baru di sini."jawab Alana.


"tapi , ayah pernah bercerita bahwa kau sudah menikah, lalu kenapa kau ingin pindah ke sini?"tanya David.


Alana meraih tangan David." vid, kakak mohon jangan ceritakan tentang masalah kakak pada paman."pinta Alana.


David menganggukan kepalanya."baiklah."jawab David.

__ADS_1


Lalu Alana menceritakan tentang masalah nya dengan suaminya. David turut prihatin mendengar masalah yang di hadapi Alana.


David menggenggam tangan Alana."aku yakin kakak adalah wanita kuat. Dan anak yang sedang kau kandung sekarang, adalah anak hebat."ucap David yang berusaha menguatkan kakak sepupu nya.


Alana tersenyum mendengar ucapan adik sepupu nya."semoga begitu."jawab Alana.


"oya kak, tadi kakak bilang mau mencari pekerjaan."tanya David.


"heemm...apa di kantor mu ada lowongan untuk ku?"tanya Alana dengan penuh harapan.


"eee...kebetulan aku sedang memerlukan sekertaris, apa kakak mau jadi sekertaris ku?"tanya David.


Alana tersenyum."iya aku mau jadi sekertaris mu."jawab Alana dengan wajah senang.


Setelah selesai berbincang dengan David. Alana pun segera pulang ke kontrakan nya. Dan Sesampainya di rumah kontrakan, dia langsung masuk ke dalam rumah dan membersihkan tubuh nya di kamar mandi yang terletak di sebelah dapur.


Alana pun harus membiasakan diri untuk hidup seadanya. Dan setelah selesai dia pun keluar dari kamar mandi dan berpakaian.


Satu bulan setelah perceraian.


Sementara di kediaman keluarga Sanjaya.


Saat pagi hari.


Andre yang terbangun karena merasa perutnya terasa mual dan kepala nya terasa pusing. Andre pun berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan cairan kuning.


Tubuhnya merasa sangat lemas karena terlalu banyak muntah.


ada apa dengan ku?


bathin Andre.


Andre pun membersihkan tubuh nya dan setelah selesai, dia pun mengenakan pakaian nya dan melangkah kebawah.


"selamat pagi anak daddy."ucap Andre dengan mengecup puncak kepala putrinya.


"daddy, bunda mana?"tanya Naura.


Andre membuang nafas nya dengan kasar."bunda sudah tidak perduli kita, kau tidak perlu mencarinya lagi."jawab Andre.


"tapi daddy, bunda tidak pernah jahat pada ku, sejak bunda tidak ada, aku tidak pernah di bacakan dongeng lagi."ucap Naura.


Tuan Brama dan ibu Marisa hanya diam tidak mau ikut campur dengan perdebatan anak dan ayah itu.


Saat Andre menelan makanan nya, tiba tiba perutnya terasa mual lagi dan berlari ke dapur untuk memuntahkan isi perutnya.


Tuan Brama dan ibu Marisa terlihat bingung dengan anak nya."ada apa dengan anak mu itu?"tanya tuan Brama.


Ibu Marisa pun mengangkat bahunya."mana ku tau."jawab Ibu Marisa.


Lalu Andre melangkah menuju meja makan dan duduk dengan lemas.


"kau seperti orang yang sedang mengidam saja."ucap Kiyara.


"hei aku laki laki, mana mungkin aku mengidam."jawab Andre.


Ibu Marisa terlihat berfikir.


apa mungkin Alana sedang mengidam?


biasanya istri yang sedang mengidam bisa juga di rasakan oleh suaminya.


bathin ibu Marisa.


"Andre sekarang kita kedokter ya, mama khawatir pada mu."ucap ibu Marisa.


"tapi aku sudah tidak apa apa ma."jawab Andre.


"sudah jangan membantah."ucap ibu Marisa.


Andre pun mengikuti kemauan ibu Marisa dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit. Ibu Marisa pun mendaftarkan diri untuk memeriksa Andre. Dan setelah cukup lama nama Andre pun di panggil.


"tuan Andre Sanjaya."panggil suster.


Dan ibu Marisa pun membawa Andre masuk. Sesampainya di dalam ruangan dokter."apa keluhannya nyonya.?"tanya dokter.


"tadi pagi perut saya sangat mual dan kepala saya juga pusing dok, dan setelah saya memasukkan makanan kemulut saya, mualnya kembali lagi."ucap Andre.


Dokter pun menarik nafas nya."itu biasa terjadi pada saat istri anda sedang mengidam, istrinya terlihat tidak merasakan dirinya mengidam, tapi suaminya yang mengalaminya."jawab dokternya.


Andre dan ibu Marisa saling menatap.


apa kau sedang mengandung anak kita?


bathin Andre.


Setelah selesai berbincang dengan dokter, ibu Marisa dan Andre pun keluar dari rumah sakit menuju mobilnya.


"Andre, kau harus bertanya pada Alana, jika benar dia sedang mengandung anak kalian, itu artinya perceraian kalian tidak sah secara agama.


Andre hanya diam namun tangan nya bergerak mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Alana.


Ponsel Alana berdering di atas meja kerjanya. Dan dia pun melihat ada panggilan telepon yang bertuliskan my daddy.


Andre.

__ADS_1


Alana hanya mengabaikan panggilan telepon mantan suaminya. Dada nya kembali merasakan sesak saat melihat


__ADS_2