
"tidak...dulu kau masih canggung melayani ku, tapi sekarang kau sudah sangat hebat."jawab Andre.
Setelah mereka sudah mengenakan pakaian. Mereka berdua pun keluar dari rumah untuk pergi keluar mencari makanan.
Andre melajukan mobilnya."sayang kita seperti pengantin baru saja."ucap Andre.
"itu karena anak anak tidak ada di sini, kalau mereka tau, kita pasti tidak akan di biarkan berduaan seperti ini."jawab Alana.
Andre memegang tangan istrinya."sayang apa kau masih tidak ingin pulang ke jakarta?"tanya Andre.
Alana pun terdiam sambil berpikir."menurut mu."tanya Alana.
"aku ingin kau hanya dirumah mengurus anak anak kita, mengantarkan mereka kesekolah dan menunggu ku pulang."jawab Andre.
Alana pun tersenyum."heeemmm.. baiklah kalau begitu."ucap Alana.
"rencananya mama dan papa akan menetap di Amerika."jawab Andre.
Alana pun terkejut mendengar ucapan Andre."kenapa begitu?"tanya Alana.
"sebetulnya mama dan papa sudah merencanakan hal itu sebelum kita dulu bercerai, tapi karena kita bercerai dan tidak ada yang menemani Naura, mama membatalkan nya."jawab Andre.
"tapi kenapa mereka harus pergi meninggalkan kita mas?"tanya Alana.
Andre tersenyum."sebetulnya mereka memang punya rumah di sana, karena dulu tidak ada yang mengurus Naura, mama dan papa kembali ke indonesia."jawab Andre.
Alana menarik nafas nya."yaah...rumah itu nanti pasti sangat sepi jika tidak ada mereka."ucap Alana dengan wajah sendu.
"makanya mereka sangat menantikan kedatangan kita sayang."ucap Andre.
Tanpa terasa mereka pun sampai di sebuah warteg pinggir jalan. Alana terkejut saat Andre menghentikan mobilnya di pinggir jalan."mas..kau tidak salah kan?"ucap Alana.
Andre pun mendekati istrinya."iya memang nya kenapa?"tanya Andre.
"setahu ku kau tidak pernah makan di pinggir jalan seperti ini."jawab Alana.
Andre tersenyum pada Alana."sayang kau tau, saat kau hamil anak kita, aku merasakan mengidam dan terus saja ingin makan makanan di pinggir jalan. Dan aku hampir setiap hari ingin makan cilok."jawab Andre.
Alana tertawa mendengar ucapan suaminya."pantas saja aku hanya merasakan pusing dan setelah itu tidak pernah lagi."ucap Alana.
"aku bahkan sering muntah muntah di pagi hari."ucap Andre.
Mereka pun turun dari mobil dan mendekati penjual nasi goreng."sayang kau mau nasi goreng pedas atau yang biasa saja?"tanya Andre.
"yang biasa saja."jawab Alana pada Andre.
Andre pun mendekati tukang nasi goreng dan memesannya. Setelah cukup lama mereka berdua menunggu,akhirnya nasi goreng yang mereka pesan pun datang.
"silahkan tuan dan nyonya."ucap tukang nasi goreng yang di balas anggukan dan senyuman oleh Alana dan Andre.
Mereka berdua kini sudah menikmati nasi goreng di pinggir jalan dengan angin sepoy sepoy yang bertiup di malam hari.
Dan setelah selesai dengan makanan nya. Andre pun membayar makanan nya dan melangkah mendekati istrinya."ayo sayang."ucap Andre.
Dan mereka pun meninggalkan tempat itu. Di dalam mobil Andre terus memegang tangan istrinya dan mengecup nya sambil tersenyum."sayang, aku ingin kau hamil lagi."ucap Andre.
Alana pun tersenyum."memangnya kau ingin punya anak berapa?"tanya Alana.
"kali ini aku ingin punya anak kembar."jawab Andre yang membuat Alana terkejut.
"sayang...bagaimana cara ku mengurus nya?"tanya Alana dengan suara manja.
"aku akan menyiapkan babysitter untuk membantu mu mengurusnya."jawab Andre.
Alana pun tersenyum. Dan mereka pun sampai di rumah Alana dan segera masuk ke dalam rumah. Andre yang sedang duduk di ruang tengah,kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi orang tua nya.
Andre melakukan video call pada mama nya.
Ibu Marisa :hallo ndre, mana menantu mama?
Andre :sebentar ma, sayang...sayang...mama mau bicara dengan mu.
Alana pun tersenyum dan mengambil ponselnya.
Alana :hallo ma.
Ibu Marisa pun :hallo sayang,kapan kalian berdua pulang?
__ADS_1
Alana :eee...aku belum mengundurkan diri dari perusahaan ma, jadi aku mau mengurusnya dulu.
Andre :sayang kalau kau mau mengundurkan diri dari perusahaan,biar aku yang akan mengurusnya.
Alana pun tersenyum."biarkan aku yang mengurusnya."jawab Alana.
Ibu Marisa :kalau bisa secepatnya ya,Andi dan Naura sudah tidak sabar untuk bertemu kalian.
Setelah cukup lama mereka berbincang lewat video call. Akhirnya mereka pun menyudahinya.
Pada ke esokan hari nya.
Alana dan Andre berangkat menuju kantor David untuk mengajukan pengunduran diri nya.
Alana dan Andre berjalan menuju ruangan David sambil berpegangan tangan. Sesampainya di depan ruangan,Alana yang sudah terbiasa pun langsung masuk ke dalam.
David pun menoleh ke arah pintu yang di buka."kak Al, Andre."ucap David dengan tersenyum.
"vid aku kesini ingin mengundurkan diri dari perusahaan mu."ucap Alana.
David terkejut."apa! kenapa sangat mendadak kak?"tanya David.
"aku tidak ingin istri ku bekerja lagi."ucap Andre.
"lo memangnya kenapa kalau kak Al bekerja?"tanya David.
"aku ingin istri ku hanya mengurus anak anak ku di rumah."jawab Andre.
"huuh...ku kira dengan mempersatukan kalian kembali tidak akan menghambat pekerjaan ku,ternyata kau malah mengambil sekertaris ku."ucap David dengan terlihat sedih.
"aku tidak mau tangan istri ku di sentuh oleh siapa pun, apa lagi client client mu yang genit."jawab Andre.
Alana membuang nafas nya."sudah, sekarang kami berdua mau pamit pulang ke jakarta, karena anak anak ku sudah menunggu ku."ucap Alana.
"heeem...baiklah, ku do'a kan semoga kalian berdua langgeng."ucap David.
"terima kasih adik sepupu ku."jawab Alana sambil memeluk adik sepupu nya.
Mereka pun keluar dari ruangan David dan berjalan menuju lift.
Setelah berada di atas awan selama beberapa jam, zet nya pun kini sudah mendarat di bandara internasional.
Andre dan Alana pun berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka untuk membawa mereka pulang ke rumah.
Max sang asisten pribadi Andre yang sudah menunggu mereka berdiri di samping mobil nya."silahkan tuan."ucap Max.
Andre pun mengangguk dan tersenyum. Kini pasangan yang baru saja rujuk itu pun duduk di dalam mobil tanpa melepaskan genggaman tangan mereka.
Sesampainya di rumah,mereka pun keluar dari dalam mobil yang di sambut oleh keluarga Sanjaya.
Andi dan Naura berlari ke arah Alana."bunda."ucap mereka.
Alana pun tersenyum."iya sayang."jawab Alana.
"daddy curang,aku dan kak Naura kan ingin ikut bersama daddy untuk menjemput bunda."ucap Andi.
Andre tersenyum pada putranya."tapi daddy sudah menepati janji daddy bukan, daddy sudah berhasil membawa bunda pulang kan."jawab Andre.
Andi pun mendekati Andre."terima kasih dad, aku senang sekali akhirnya daddy dan bunda mau bersama lagi."Andi.
Ibu Marisa pun tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya kini sudah bersama kembali."ayo sekarang kita masuk ke dalam dulu ya, mama sudah masak untuk kalian."ucap ibu Marisa.
Mereka pun masuk ke dalam bersama.Dan menyantap makanan bersama sama.
Saat malam hari.
Mereka yang sudah selesai makan malam, kini sudah menuju kamar mereka masing masing. Dan Andre maupun Alana sedang berbaris bersama di tempat tidur dengan posisi saling berhadapan.
Tangan Alana yang menyentuh pipi Andre dan membelai nya."sayang aku menginginkan nya."ucap Andre dengan suara manja nya.
Alana pun tersenyum."bagaimana kalau anak anak kita datang kesini?"tanya Alana.
Andre pun bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu, lalu menguncinya. Dan setelah itu dia kembali menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya."sayang heemm.."ucap Andre dengan manja.
Alana perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Andre."mau berapa ronde sayang."ucap Alana sambil tersenyum dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah suaminya.
Andre tersenyum mendengar tawaran dari istrinya."sampai aku puas dan lelah, malam ini aku tidak akan membiarkan mu tidur sayang."jawab Andre.
__ADS_1
Saat sepasang suami istri itu ingin mendekatkan bibirnya, pintu kamar mereka ada yang mengetuk. Andre merasa kesal dan segera melangkah untuk membuka pintu kamar nya.
Sementara Alana tersenyum melihat suaminya yang terlihat kesal. Dan setelah pintu kamar nya di buka, Andi tersenyum kepada daddy nya yang terlihat kesal."daddy aku mau ikut bobo bersama daddy dan bunda."ucap Andi.
Andre membuang nafas nya dengan panjang."huuu...h, tidak bisa sayang, Andi kan sudah punya kamar sendiri."ucap Andre.
Sementara Andi langsung masuk dan naik ke atas ranjang lalu berbaring di samping bundanya."bunda daddy jahat."ucap Andi dengan wajah cemberut.
Alana kemudian merangkul tubuh putranya."daddy benar sayang, Andi kan sudah besar, jadi tidak boleh ikut dengan daddy dan bunda tidurnya."jawab Alana dengan berusaha membujuk anaknya.
Andre pun ikut berbaring di sebelah putranya yang masih terlihat cemberut."masa anak laki laki masih tidur ikut orang tua nya, anak laki laki itu tidak boleh takut."ucap Andre.
Lalu Andi menoleh ke arah Andre."daddy juga laki laki, kenapa harus ikut tidur bersama bunda."jawab Andi.
Andre merasa tidak bisa menjawab ucapan putranya."èee...itu karena daddy dan bunda sudah menikah sayang."ucap Andre.
"lalu kenapa aku tidak boleh ikut tidur bersama daddy dan bunda?"tanya Andi.
Andre dan Alana pun saling menatap dan Alana tersenyum sambil mengangkat bahunya. Andre pun menjawab ucapan putranya dengan jawaban terpaksa."eeee..sayang, Andi mau punya dede bayi tidak?"tanya Andre.
Mata Alana melotot saat mendengar ucapan suaminya. Sementara anaknya merasa senang menjawab pertanyaan ayahnya."mau daddy, kapan daddy dan bunda memberikan dede bayi untuk ku?"tanya jawab putrinya.
"eeemm...tidak bisa sekarang sayang, membuatnya itu tidak boleh di lihat oleh anak kecil."jawab Andre.
Andi tampak berpikir sambil mengetuk ngetuk kepalanya."kenapa tidak boleh daddy, siapa tau aku bisa membantu daddy dan bunda."jawab Andi.
Alana hanya tersenyum melihat ayah dan anak itu berdebat. Sementara Andre sebisa mungkin menjawab pertanyaan putranya. Lalu Andre melihat ke arah Alana yang sudah bersiap untuk tidur.
Andre menarik baju istrinya."sayang tolong bantu aku menjawab pertanyaannya."ucap Andre dengan wajah kesal.
"aku sangat mengantuk mas, nanti kalau kau sudah berhasil bermain teka teki nya, bangunkan aku."jawab Alana.
Andi semakin bingung dengan pembicaraan kedua orang tua nya."aku sungguh tidak mengerti dengan orang dewasa, membuat dede bayi saja tidak boleh di lihat oleh anak kecil."ucap Andi.
Andre menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan akhirnya menyerah."ya sudah tidurlah, daddy mau keruang kerja daddy dulu."ucap Andre.
Andi pun memejamkan mata nya dengan menghadap ke arah ibunya. Dan kini ibu dan anak itu pun tertidur pulas bersama.
Sedangkan Andre memeriksa pekerjaan yang sudah beberapa hari dia tinggalkan.
Pada pukul setengah sepuluh malam, Andre pun kembali ke kamar nya dan ikut berbaring di sebelah putranya yang sudah terlelap.
Ke esokan pagi nya.
Alana terbangun dari tidurnya pada pukul enam pagi. Dia menoleh ke arah anak dan suaminya yang tidur dengan posisi saling berpelukan. Alana kemudian mengecup pipi anaknya.
Setelah itu dia pun melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Bunyi gemercik air shower yang terdengar dari kamar mandi yang membuat Andre terbangun.
Alana yang sudah selesai membersihkan tubuh nya pun keluar dari kamar mandi. Dan saat dia keluar dari kamar mandi, Andre yang sudah bangun pun tersenyum pada Alana."kau tidak membangunkan ku sayang."ucap Andre dengan wajah bangun tidur nya.
"aku tidak ingin mengganggu tidur mu."jawab Alana sambil melangkah masuk ke dalam ruang ganti yang di ikuti oleh Andre.
Andre memeluk pinggang istrinya dari belakang."sayang jangan, aku sudah mandi."ucap Alana yang merasa geli karena Andre mengecup tengkuk nya berkali kali.
"kalau begitu, kau temani aku mandi ya."jawab Andre dengan suara nakal.
Alana tertawa mendengar permintaan suaminya."sayang ini sudah pagi, kapan kita sarapan, dan kau juga akan berangkat ke kantor kan."ucap Alana
Andre pun melepaskan pelukannya."baiklah, tapi hari ini aku ingin kau mengantarkan makan siang kekantor untuk ku."pinta Andre.
Alana pun tersenyum dan mengangguk."heemm baiklah sayang."jawab Alana.
Andre pun melangkah menuju kamar mandi.Sementara Alana menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Sedangkan Andi yang baru saja bangun pun sudah keluar dari kamar orang tua nya dan melangkah menuju kamarnya.
Lalu Andi di mandikan oleh babysitter nya. Karena merasa penasaran, Andi pun bertanya pada mbak lala."mbak lala tau tidak bagaimana cara membuat dede bayi?"tanya Andi.
Lala pun dengan susah payah menelan air liur nya."e...mbak Lala tidak tau sayang, dan mbak lala juga tidak pernah mengerti, itu hanya boleh di lakukan oleh orang dewasa."jawab Lala.
"huuu..jawaban mbak Lala sama seperti daddy, tidak masuk akal."ucap Andi.
Mbak Lala terpelongo mendengar ucapan Andi yang seperti orang dewasa.
Setelah semuanya selesai dengan aktivitas nya masing masing, semua anggota keluarga Sanjaya pun sudah berkunjung di meja makan.
like komentarnya
__ADS_1