
Alana dan Celine kini sedang menuju ke rumah Alana."kenapa wajah mu seperti itu."tanya Celine.
"aku bingung Cel, Jastin memberi ku ide agar bisa menghindari kemauan kak Jeffry."ucap Alana.
"Lalu ide seperti apa yang kau maksud?"tanya Celine.
"tadi siang ada seorang pria duda yang meminta ku untuk mengaku bahwa aku adalah kekasih nya. Dan Jastin memberiku ide agar aku dan dia menikah."ucap Alana.
"Lalu?"tanya Celine.
"Lalu dia menyetujuinya, dan aku harus bagaimana Ce...l. "tanya Alana
"ya...menurutku kau juga harus menyetujuinya. Karena kalau tidak ,kak Jeffry pasti menjodohkan mu dengan pria casanova itu."ucap Celine.
"begitu ya..."jawab Alana sambil berpikir. Tapi Cel aku sama sekali tidak mencintai nya."sambung Alana.
"masalah perasaan itu belakangan Al, yang penting kau tidak akan menikah dengan pria casanova itu."ucap Celine.
Alana membuang nafas nya.
Sementara Andre masih berada di cafe milik Jastin."apa kau yakin dia akan menyetujuinya?"tanya Andre.
"kau tenang saja, dia juga tidak akan mau di paksa menikah dengan pria casanova itu."ucap Jastin.
"pria casanova ! apa maksudmu?"tanya Andre.
Lalu Jastin menceritakan tentang masalah yang di hadapi Alana dan masa lalu nya.
Andre mengangguk anggukan kepalanya setelah mendengar cerita dari Jastin. "aku menyetujuinya bukan karena aku sudah membuka hati ku kembali." ucap Andre dengan wajah tidak bisa di artikan. "dan kau mungkin juga sudah tau kalau aku tidak bisa percaya lagi dengan perempuan."ucap Andre.
"aku yakin Alana adalah gadis yang bukan seperti yang kau katakan. Aku sudah lama mengenalnya,dan perlahan kau pasti akan jatuh cinta pada nya."ucap Jastin.
Andre tersenyum mendengar ucapan Jastin. "jangan terlalu yakin bro,aku orangnya susah untuk di mengerti. "ucap Andre.
"asal kau tidak menyakitinya,aku percayakan sahabat ku pada mu."ucap Jastin yang di sambut senyum kecut dari Andre.
"baiklah kalau begitu,mana nomor ponselnya ,aku perlu menghubungi nya untuk menanyakan apakah dia setuju atau tidak."ucap Andre.
Jastin pun memberikan nomor ponsel Alana pada Andre. Dan setelah mendapatkan nya,Andre pun meninggalkan cafe.
Ke esokan pagi nya.
Alana yang baru saja turun kebawah untuk sarapan pagi."selamat pagi non."sapa bi Lastri.
"pagi bi."jawab Alana.
"non tadi malam tuan Jeffry dan istrinya datang mencari non."ucap bi Lastri.
Alana menarik nafas nya."lalu apa yang mereka katakan bi." mereka bilang akan segera menikahkan non dengan tuan Riko Rahardja."jawab bi Lastri.
"apa sih maunya, dia yang punya hutang malah aku yang jadi korban."ucap Alana dengan wajah kesal.
Saat Alana sedang asyik berbincang dengan bi Lastri. Jeffry dan istrinya datang langsung masuk ke dalam rumah Alana. "Al, persiapkan diri mu, besok tuan Riko Rahardja akan segera menikahi mu."ucap Jeffry.
Alana merasa tidak terima dengan ucapan kakaknya."kakak tidak bisa mengatur ku seenaknya. kau yang terkait hutang pada nya kenapa aku yang jadi korban."ucap Alana.
"hei Alana, kau tidak punya pilihan lain selain menuruti kakak mu."ucap Della istri dari Jeffry.
"kalian memang serakah, kenapa kakak tidak melenyapkan ku saja. Jika aku tau nasibku seburuk ini , aku lebih memilih ikut mati bersama kekasih ku."ucap Alana dengan suara tangisnya.
Jeffry tertawa mendengar ucapan Alana."kau terlalu berharga untuk di lenyapkan Alana. Masih banyak client client ku yang kaya raya menawarkan dominal tinggi untuk membeli mu."ucap Jeffry.
Lalu Jeffry mengangkat tubuh Alana dan membawanya masuk ke dalam kamar Alana lalu mengunci Alana di dalam kamar.
"jangan ada yang berani membuka pintu kamar Alana.ucap Jeffry lalu pergi meninggalkan rumah Alana.
Sementara Andre sudah berada di depan restoran Alana. Dia turun dari mobil dan masuk kedalam."aku ingin bertemu dengan nona Alana."ucap Andre dengan santai.
"maaf tuan, sepertinya nona Alana hari ini tidak ke restoran."jawab pegawai restoran Alana.
Andre diam sejenak."eee apa aku bisa minta alamat rumah nya?"tanya Andre.
"maaf anda ada hubungan apa dengan ibu Alana."tanya pegawai Alana.
"aku kekasihnya."jawab Andre dengan sedikit ragu.
Lalu pegawai restoran memberikan alamat rumah Alana pada Andre.Dan Andre pun segera melajukan mobilnya menuju alamat rumah Alana.
Sesampainya di depan rumah Alana. Andre langsung turun dari mobil dan menekan bel rumah Alana.
__ADS_1
Dan berapa lama. ART Alana membuka pintu pagar rumah Alana."selamat pagi bu, apa nona Alana ada?"tanya Andre.
Bi Lastri bingung harus menjawab apa."a-anu tuan,nona Alana sedang di kurung tuan Jeffry di dalam kamar nya."jawab bi Lastri.
"apa! kenapa bisa begitu?"tanya Andre.
"tuan Jeffry ingin menikahkan nona Alana dengan tuan Riko Rahardja tuan."ucap bi Lastri.
Andre yang mendengar ucapan ART Alana langsung berjalan masuk ke halaman rumah Alana."tuan mau kemana?"tanya bi Lastri.
"aku akan membawa Alana pergi dari sini."ucap Andre.
Mendengar ucapan Andre yang ingin membawa pergi Alana, bi Lastri ketakutan."jangan tuan, saya bisa di bunuh tuan Jeffry."ucap bi Lastri dengan ketakutan.
"jika dia mencari Alana. suruh dia kerumah ku."jawab Andre dengan menyerahkan Alamat rumah nya pada bi Lastri.
Andre pun langsung mendobrak pintu kamar,dan Alana yang mendengar suara dari luar ,dia pun berteriak."tolo...ng..tolong keluarkan aku dari sini..."ucap Alana dengan berteriak.
"menjauh dari pintu..aku akan mendobrak pintu nya.." sahut Andre dari luar kamar.
Dengan dua kali hantaman tubuhnya ke pintu. Andre berhasil membuka pintu kamar Alana. Dan dengan cepat Andre meraih tangan Alana."cepat ikut dengan ku. Kita tidak punya waktu."ucap Andre.
Dengan kuat Alana menggenggam tangan Andre dan mengikuti langkah Andre. Sesampainya di mobil Alana langsung memasang sabuk pengaman nya."aku akan membawa mu kerumah ku."ucap Andre.
Alana menganggukan kepalanya.
Sesampainya di kediaman Andre. Ibu Marisa yang melihat anak nya membawa gadis yang dia kenal adalah kekasih anaknya. Andre langsung membawa Alana masuk ke dalam rumah nya.
Sedangkan ibu Marisa menyambut calon menantu nya dengan senyum bahagia." Andre, kenapa kau tidak bilang dulu pada mama kalau kau ingin membawa menantu mama ke rumah."ucap ibu Marisa.
"maaf aku tidak memberi tahu mama. Mulai hari ini, Alana akan tinggal disini."ucap Andre.
Ibu Marisa pun tersenyum mendengar ucapan Andre."benarkah. baiklah kalau begitu, nanti mama akan menyuruh pelayan menyiapkan kamar untuk menantu mama.jawab ibu Marisa.
"mama tolong bawa Alana ke kamar ku untuk sementara, aku ada hal penting yang mau ku urus."ucap Andre.
Saat Andre ingin melangkah, Alana memanggilnya."Andre."ucap Alana
Andre pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alana."ada apa?"tanya Andre.
"aku mau bicara dengan mu."ucap Alana.
"aku sudah menyuruh orang orang ku, untuk menjaga rumah ini, kau tenang saja. Sekarang aku mau kekantor sebentar."jawab Andre.
"terima kasih.."ucap Alana pada Andre.
Andre pun mengangguk dan kembali melangkah keluar. Namun saat dia ingin membuka pintu mobil, Jeffry datang dan berteriak kepada Andre."dimana kau sembunyikan adik ku."tanya Jeffry dengan mengambil kerah baju Andre.
"kau tidak pantas di sebut seorang kakak." jawab Andre dengan tajam menatap Jeffry.
"itu bukan urusan mu."ucap Jeffry.
"tentu saja itu adalah urusan ku."jawab Andre.
"kau bukan siapa siapa Alana. Jadi kau tidak berhak ikut campur urusan ku."ucap Jeffry.
"aku akan menikah dengan Alana secepatnya."jawab Andre yang membuat Jeffry terkejut.
"tidak bisa, Alana sudah ku jodohkan dengan tuan Riko Rahardja.
"apa alasan mu memaksa Alana untuk menikah dengan pria itu."tanya Andre.
Di tengah perdebatan antara Andre dan Jeffry. Alana keluar dan mendekati kakaknya."kalau kakak masih saja ingin memaksa ku, ini aset aset restoran yang ingin kakak ingin kan. Jadi kakak tidak perlu menikahkan ku dengan pria itu lagi."ucap Alana.
Alana memberikan kunci brangkas aset aset restoran yang ada di rumahnya dan melangkah melewati Andre dan Jeffry.
Namun saat dia ingin melangkah, Andre menarik tangan nya."kau mau kemana?"tanya Andre.
"aku ingin pulang ke rumah. kau tidak perlu menolong ku lagi."jawab Alana.
"Lalu bagaimana dengan mama?"tanya Andre.
,
Alana terdiam ."aku tidak ingin merepotkan mu" jawab Alana.
Andre mengambil kunci yang di berikan Alana pada kakaknya dengan cepat dan mengembalikan nya pada Alana."ini aset mu.Jadi dia tidak berhak mengambilnya dari mu."ucap Andre.
"dengar Alana, satu restoran itu saja tidak sebanding dengan nominal yang di tawarkan oleh tuan Riko Rahardja untuk membayar tubuh mu."ucap Jeffry.
__ADS_1
Andre yang mendengar ucapan Jeffry merasa tertantang dan mendekati Jeffry."memangnya berapa nominal yang di tawarkan oleh nya. Aku akan membayar lebih dari yang dia tawarkan."ucap Andre.
Alana meneteskan air mata karena mendengar dua pria itu menganggap dirinya seperti barang. "kalian berdua menganggap ku seperti barang, Andre cukup, kau sama saja."ucap Alana.
Andre mengangkat satu jarinya pada Alana."aku hanya ingin menolong mu."jawab Andre.
"heh kau fikir kau mampu memberikan melebihi tuan Riko Rahardja.?"tanya Jeffry.
"sebutkan saja berapa nominal yang kau inginkan.?"tanya Andre sambil memegang tangan Alana yang ingin pergi.
Jeffry pun menyebutkan nominalnya. Dan Andre mengeluarkan cek di saku jasnya dengan menandatangani nya."ini, kau tulis saja berapa nominal nya. Dan ku tekan kan sekali lagi pada mu, jangan mengganggu Alana lagi, karena sebentar lagi ,Alana akan menjadi nyonya Alana Sanjaya."ucap Andre dengan tegas.
Alana terdiam dan meneteskan air mata nya."masuk."ucap Andre pada Alana.
"tapi ndre."jawab Alana.
"aku bilang masuk."ucap Andre sekali lagi dengan menatap tajam ke arah Alana.
Alana pun masuk ke dalam dan langsung masuk ke dalam kamar Andre untuk sementara.
Sementara Andre sudah melajukan mobilnya menuju ke kantor. Sepanjang perjalanan menuju kantor, Andre hanya diam dan menatap jalanan di depan nya.
Sedangkan Alana duduk di tepi ranjang Andre.
Ibu Marisa pun masuk ke dalam kamar Andre."Alana,"sapa ibu Marisa.
Alana menoleh ke arah ibu Marisa."tante."sahut Alana.
"jangan panggil tante lagi, panggil mama saja ya."ucap ibu Marisa dengan penuh kasih sayang pada calon menantu nya.
Alana hanya tersenyum pada ibu Marisa.Lalu ibu Marisa meraih tangan Alana."kau hebat bisa meluluhkan hati anak tante. Kau tahu Alana, sejak istrinya Luna berselingkuh dengan saingan bisnisnya dua tahun yang lalu, Andre tidak pernah mempercayai semua perempuan lagi."ucap ibu Marisa.
maaf kan Alana tante,
Alana tidak bermaksud menipu tante,
aku hanya menuruti keinginan anak tante.
gerugut Alana dalam hati.
Alana hanya tersenyum pada ibu Marisa.
"mama mohon pada mu, jangan pernah melakukan hal yang sama dengan Andre."pinta ibu Marisa.
Alana pun menganggukan kepalanya."Alana janji, Alana tidak akan berkhianat pada Andre."ucap Alana.
meski pun Andre tidak pernah mencintai ku.
ucap Alana lagi dalam hati.
Waktu pun sudah menunjukan pukul setengah satu siang. Naura yang sudah di jemput oleh Andre, kini sedang menuju ruang tengah, di mana Alana dan ibu Marisa sedang duduk.
Naura berlari ke arah ibu Marisa."nenek.." ucap Naura dengan menyalami tangan neneknya. Dia kemudian menoleh ke arah Alana."tante cantik."ucap Naura.
Alana tersenyum."nona kecil."jawab Alana.
Ibu Marisa tersenyum karena Naura dan Alana sudah saling mengenal."Naura, sebentar lagi tante cantik akan segera menikah dengan daddy Naura."ucap ibu Marisa.
Naura tersenyum dan menoleh ke arah Andre yang di balas anggukan oleh Andre."benarkah. Kalau begitu Naura akan memanggil tante cantik dengan sebutan bunda."ucap Naura.
"ayo salim dulu dengan tante cantik."ucap ibu Marisa.
Naura pun memeluk Alana dan Alana pun memeluk Naura.
Ibu Marisa yang melihat anak nya seperti biasa saja."Andre. Ajak Alana belanja keperluan untuk nya."ucap Marisa.
"tidak perlu ma. Nanti aku akan kembali lagi ke rumah."jawab Alana.
"tidak, kalian sebentar lagi akan menikah. Jadi kau tinggal di sini saja ya."pinta ibu Marisa.
"Alana, aku tidak suka di bantah.Kalau kau menghargai ku sebagai calon suami mu, tetap lah tinggal di sini dan kau juga akan menjadi nyonya rumah ini."ucap Andre.
Alana menarik nafas nya dan membuang wajahnya ke arah lain."aku sudah meminta orang orang ku berbelanja untuk mu."ucap Andre.
Alana hanya diam tidak mau menjawab ucapan Andre.
Saat malam tiba. Semua anggota keluarga Sanjaya sudah berkumpul di meja makan. untuk makan malam. Namun tuan Brama Sanjaya masih berada di luar kota, Dia pun belum bisa bergabung makan malam bersama dengan calon menantu nya.
Andre berusaha memperlihatkan kemesraan nya dengan Alana di depan ibu Marisa."sayang, kau tidak mengambilkan makan malam untuk ku?"tanya
__ADS_1
jangan lupa like komentarnya