Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.

Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.
Beri aku waktu untuk menerima mu kembali


__ADS_3

Setelah mengakhiri video call dari Andre, Alana pun kembali mengerjakan pekerjaan nya. Dan berusaha fokus pada pekerjaan nya.


Setelah selesai dengan pekerjaan nya. Alana pun keluar dari ruangan nya pada pukul lima sore.


Dia menarik menuju lift dan menekan tombol untuk turun ke lantai dasar. Sesampainya di lantai dasar, Alana pun berjalan menuju mobilnya dan langsung melajukan mobil nya.


Setelah beberapa menit kemudian dia pun sampai di rumah nya dan segera masuk. Di dalam kamar, Alana menjatuhkan tubuhnya dikasur dan menenangkan pikiran nya.


Saat dia bangkit dari tempat tidur dan ingin melangkah menuju kamar mandi, tiba tiba ponselnya berbunyi dari nomor mantan suaminya. Dia pun menerima panggilan video call dari Andre.


Alana :ada apa?


Andre :Andi ingin bicara dengan mu.


Alana :kalau begitu mana dia?


Andre :Andi...ini bunda.


Andi :bunda kapan kesini?


Alana :bunda masih banyak pekerjaan sayang.


Andi :apa bunda tidak merindukan ku?


Alana :ehe..tentu saja bunda sangat merindukan mu. Bohong kalau bunda tidak merindukan anak bunda yang tampan ini.


Andre tersenyum mendengar percakapan ibu dan anak itu.


Andi :tampan seperti daddy kan bunda?


Alana :eee...ya mungkin.


Andi :bunda, kak Naura ingin bicara juga dengan bunda.


Alana :boleh, mana kak Naura?


Naura :bunda.


Alana :ehee..sayang...apa kabar anak bunda yang cantik.


Naura :baik bunda, bunda kapan kesini?


Alana :nanti bunda usahakan ya sayang, soalnya bunda masih banyak sekali pekerjaan, sekarang saja bunda belum mandi.


Naura :bunda di hari ulang tahun dede Andi, apa bunda akan datang?


Alana :nanti bunda akan minta izin pada om David ya.


Naura :bunda lanjutkan saja dengan daddy ya bunda, Nau dengan dede Andi mau ke bawah dulu.


Alana :tapi Naura.


Naura pun memberikan ponselnya pada Andre.


Alana dan Andre terdiam sesaat.


Alana :maaf aku mau mandi.


Andre :aku ingin bertanya satu hal pada mu.


Alana :apa ?


Andre :apa kau benar benar sudah tidak mencintai ku?


Alana terdiam dan ingin segera mematikan ponsel nya.


Alana :dari tadi aku belum mandi, maaf.


Alana pun mematikan ponsel nya


Sementara Andre merasa sangat kecewa dengan sikap Alana.


*


Hari ulang tahun Andi pun akan di laksanakan besok malam di hotel xxx dengan sangat mewah.


Alana yang kini sedang berjalan keluar dari bandara menuju kediaman keluarga Sanjaya.


Dia masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan oleh Andre untuk menjemput nya di bandara.


Sesampainya di depan rumah keluarga Sanjaya, Alana pun keluar dari dalam mobil dan sudah di sambut oleh ibu Marisa dan Naura juga Andi.


"bunda...!"ucap Naura dan Andi sambil berlari ke arah Alana.


Alana tersenyum dan memeluk kedua anaknya."bunda sangat merindukan kalian."rengek Alana dengan wajah manja.


"bunda ayo masuk."ucap Alana sambil menarik tangan Alana.


Alana pun di boyong oleh Andi dan Naura masuk ke dalam rumah."eeh..sayang, bunda masih capek."ucap ibu Marisa.


Alana pun tersenyum."tidak apa apa ma."jawab Alana.


"ayo sekarang antarkan bunda untuk istirahat di kamar."pinta ibu Marisa pada cucunya.

__ADS_1


Alana pun di bawa oleh Naura dan Andi berjalan menaiki tangga menuju kamar. Andi menuntun bundanya masuk ke dalam kamar nya dan Andre dulu."sayang ini kamar daddy."ucap Alana.


"lalu bunda mau istirahat di mana ?"tanya Naura.


"di kamar tamu saja ya sayang."jawab Alana pada putrinya.


Naura pun terlihat kecewa dengan ucapan bundanya."kenapa Nau cemberut seperti itu?"tanya Alana.


"Nau hanya ingin mengajak bunda untuk merapikan tempat tidur daddy yang terlihat berantakan."jawab Naura.


Alana merasa tidak tega pada Naura."baiklah, tapi cuma sebentar ya, setelah itu antarkan bunda ke kamar tamu."ucap Alana.


Naura pun tersenyum pada Alana. Setelah masuk ke dalam kamar Andre, Alana tercengang melihat kamar Andre yang terdapat banyak sekali poto poto dan barang barang miliknya yang masih tersusun rapi.


Alana mengangkat wajahnya ke atas


begitu cinta kah kau pada ku mas


bahkan kau tidak mengubah semua yang ada di meja rias ku.


bathin Alana.


"bunda, Nau mau ke kamar mandi sebentar ya."ucap Naura.


Alana pun mengangguk dan tersenyum pada Naura."heem...hati hati ya sayang."jawab Alana.


"iya bunda."jawab Naura.


Alana pun duduk di tepi ranjang sambil menatap seisi kamar Andre. Alana meneteskan air mata nya saat melihat poto pernikahan nya bersama Andre yang di gantung di dinding.


Saat dia asyik duduk di tepi ranjang dengan menghadap ke balkon, tiba tiba suara pintu kamar terbuka dari luar.


Alana pun menoleh ke arah pintu kamar yang ternyata Andre yang datang."aku menunggu Naura di kamar mandi."ucap Alana dengan gugup.


"maaf aku tidak tau."jawab Andre.


"kalau begitu, aku akan keluar, dan bilang pada Naura, kalau aku sudah ke kamar tamu."ucap Alana sambil ingin melangkah melewati Andre.


"kau tidur di sini saja, kamar tamu belum sempat di bersihkan dan ACnya juga rusak."ucap Andre.


"lalu kau tidur di mana?"tanya Alana.


"aku bisa tidur di kamar Andi."jawab Andre.


Alana pun mengangguk.


Waktu makan malam pun tiba. Dan semua anggota keluarga berkumpul di meja makan. Andi yang sangat manja pada Andre minta di pangku dan meminta bundanya untuk menyuapinya. "bunda suapi Andi ya."ucap Andi.


"Andi turun, daddy juga mau makan."ucap Alana.


"aku tidak suka kau terlalu memanjakan nya."ucap Alana.


"Alana dia masih kecil, aku tau mana yang berlebihan dan tidak."jawab Andre.


Alana pun mengalah dan mendekatkan kursinya dengan Andre lalu menyuapi Andi."bunda, daddy juga di suapi ya, kasihan daddy susah menyuap makanan nya."pinta Andi.


Alana pun merasa kesal."kalau begitu Andi turun dan duduk di kursi Andi."jawab Alana.


"tidak mau bunda."ucap Andi dengan merengek.


Alana pun terpaksa mengiyakan dan menyuapi Andre.


Andre pun merasa kasihan pada Alana."ee...sayang, sudah ya, bunda juga mau makan, lihat makanan bunda belum di makan karena menyuapi kita."ucap Andre.


Semua orang yang berada di meja makan hanya bisa menyaksikan mereka bertiga. Sedangkan Alana merasa tidak enak dengan yang pinta oleh anak nya.


Setelah selesai makan malam. Semua orang pun kembali berkumpul di ruangtengah, sambil menemani Andi dan Naura bermain."bunda dan daddy ayo ikut main bersama kita."ucap Naura.


Alana tersenyum."kalian saja ya, bunda tidak bisa sayang."jawab Alana.


Naura dan Andi pun cemberut yang membuat Alana merasa tidak enak."ya sudah, sekarang bunda main apa?"tanya Alana.


Dengan antusias Naura mengajak bundanya bermain."kita main boneka Barby ya bunda, dan dede dengan daddy main perang perangan."jawab Naura.


"ayo daddy kita main, bunda dan kak Nau akan memasak makanan untuk kita."ucap Andi.


"memangnya kami akan memasak untuk kalian, enak saja."jawab Naura.


"tentunya setelah kami selesai perang, kami pasti akan makan iya kan daddy."tanyaAndi.


"ya sudah tidak apa apa, Nau kita akan memasak untuk daddy dan dede."jawab Alana


"memangnya bunda tau makanan kesukaan daddy dan dede."tanya Naura.


Alana pun dengan spontan menjawab pertanyaan Naura."tentu saja, daddy kan sukanya ikan bakar."jawab Alana.


Andre tersenyum mendengar ucapan Alana yang masih mengingat makanan kesukaan nya.


tanpa sengaja Alana melihat ke arah Andre yang sedang tersenyumdan membalas dengan mata melotot.


Mereka pun memulai permainan. Dan setelah cukup lama, akhirnya Andi tertidur pulas di lantai. Alana yang melihat Andre yang terlihat masih asyik bermain, lalu memangnya."sepertinya dia sudah tertidur mas."ucap Alana.


Andre pun melihat ke arah putranya."hei boy kau sudah tertidur rupanya."ucap Andre.

__ADS_1


"biar aku yang membawanya ke kamar."ucap Alana.


"baiklah hati hati."jawab Andre.


Alana pun membawa Andi masuk ke dalam kamar dan menaruhnya di ranjang kecil yang di penuhi oleh boneka robot. Kamar Andi dan Naura terpisah karena Andre sengaja ingin mengajari anak nya untuk mandiri.


Alana menatap wajah putranya yang terlihat lelah dan mengecup kening putranya dengan penuh kasih sayang. Lalu dia pun keluar dari kamar Andi dan masuk ke dalam kamar Naura.


"sayang, belum tidur ya, apa mau di bacakan dongeng lagi?"tanya Alana.


"tidak bunda, Nau kan sudah besar, kata daddy kalau sudah besar tidak perlu di bacakan dongeng lagi."jawab Naura.


"anak pintar, ayo sekarang tidur ya sayang."pinta Alana sambil mengecup kening Naura."selamat malam sayang."ucap Alana.


"malam bunda."jawab Naura.


Dan Alana pun keluar dari kamar Naura dan masuk ke dalam kamar nya. Saat dia sudah mengunci pintu kamar nya, tiba tiba dia melihat Andre yang berkutat di meja kerjanya."aku mau tidur, kenapa kau masih di sini?"tanya Alana dengan ketus.


"tidur lah, aku tidak akan mengganggu mu."jawab Andre dengan wajah menghadap laptop nya.


"tidak mau, nanti kau mencuri kesempatan ketika aku sudah tertidur."ucap Alana.


Andre berdiri dan berjalan ke arah Alana. Alana merasa gugup saat Andre perlahan mendekati nya."ka-kau mau apa?"ucap Alana dengan gugup.


Andre pun terus melangkah maju hingga Alana yang melangkah mundur akhirnya terjatuh di atas ranjang dengan posisi di bawah tubuh Andre


Andre menatap mantan istri nya dengan tatapan penuh kerinduan dan menyentuh pipi Alana. Alana terpejam saat Andre menyentuh pipi nya."aku masih sangat mencintai mu."ucap Andre.


Mereka berdua saling menatap mata dengan jantung yang saling bersahutan. perlahan Andre mendekatkan bibirnya."beri aku waktu untuk menerima mu kembali."ucap Alana dengan menatap mata Andre dengan permohonan.


Andre mengangguk dan mengecup kening Alana dengan penuh kasih sayang. Mereka berdua pun duduk di tepi ranjang dengan pikiran masing masing.


Andre pun berdiri dan mengambil bantal dan guling lalu keluar dari kamar Alana. Sedangkan Alana menangis tanpa suara dan menatap punggung Andre yang menghilang dari balik pintu.


Alana pun naik ke atas ranjang dan memejamkan mata nya.


*


Ke esokan hari nya.


pada pukul tujuh malam , keluarga Sanjaya bersiap siap untuk berangkat ke hotel untuk merayakan ulang tahun Andi.


Alana dan Naura yang mengenakan gaun pesta caple dengan Naura sedang menuruni anak tangga dengan penampilan yang sangat memukau dan Andre pun menatap mantan istri nya itu dengan tidak berkedip.


Andi tersenyum melihat sang ayah yang menatap bundanya."sepertinya daddy sangat menyukai penampilan bunda."ucap Andi dengan menghentikan tatapan Andre.


Andre tersenyum mendengar ucapan putranya."bunda kalian sangat cantik."jawab Andre.


"bunda...kata daddy bunda sangat cantik."ucap Andi yang membuat Andre sedikit malu.


"ehee..benarkah, mungkin mata daddy sedang kelilipan, jadi daddy sedikit salah lihat."jawab Alana.


Andre tersenyum."ayo kita berangkat, nenek dan kakek sudah berangkat lebih dulu."ucap Andre.


Mereka pun berjalan menuju mobil, dan Andre membuka pintu mobil untuk Alana."apa aku harus duduk di depan bersama mu?"tanya Alana.


"lakukanlah demi anak anak."pinta Andre dengan sangat memohon.


Alana pun masuk ke dalam mobil dan kedua anak nya pun duduk di belakang. Andi berdiri di antara kursi Alana dan Andre."daddy memberikan aku hadiah apa?"tanya Andi.


"Andi..kembali duduk, jangan nakal."ucap Alana.


Andre tersenyum pada putranya."kalau Andi mau kado seperti apa?"tanya Andre


"Andi maunya robot raksasa daddy."jawab Andi.


Alana hanya diam namun sedikit kelas. Sementara Andre dan Andi asyik berbincang sambil menyetir.


Sesampainya mereka di hotel. Andre dengan cepat keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk mantan istri nya.


"kau sangat berlebihan."ucap Alana.


Andre hanya membalas kata kata Alana dengan senyuman. Andre dan Alana dan juga kedua anaknya berjalan beriringan.


Para tamu pun mulai menatap kedatangan mereka dan berbisik bisik."jadi wanita itu istrinya, cantik sekali, anak anak mereka juga cantik dan tampan."bisik para tamu.


Salah satu teman bisnis Andre pun mendekati mereka dan menyapa mereka."selamat malam tuan Andre."sapa tuan Rama.


"selamat malam, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk hadi di acara ulang tahun anak kami."ucap Andre.


Alana pun pada teman bisnis Andre.


"sama sama, dan selamat karena pernikahan kalian sampai sekarang masih langgeng."ucap tuan Rama.


Andre pun tersenyum."terima kasih tuan Rama."jawab Andre dengan wajah penuh kebahagiaan.


Alana hanya bisa tersenyum paksa pada teman mantan suaminya itu. Dan setelah tuan Rama pergi, Alana menoleh ke arah Andre."kenapa tidak kau jelaskan pada nya?"tanya Alana.


"kau mau pesta ulang tahun anak kita berantakan karena pertanyaan nya yang tidak penting?"tanya Andre lagi.


Alana hanya tersenyum kecut pada mantan suaminya. "sekarang sudah saatnya kita mulai acaranya, ayo kita kesana."ajak Andre.


Andre dan Alana pun berjalan mendekati Andi dan Naura yang sudah berdiri di samping kue ulangtahun.

__ADS_1


Acara pun di mulai, Andi meniup lilin nya dan memotong kue nya dengan di bantu oleh Alana. "sekarang suapan pertama untuk siapa sayang?"


like and komentar


__ADS_2