Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.

Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.
Talak satu.


__ADS_3

Cukup lama mereka berdua saling bertukar saliva di balkon kamar mereka, sehingga Luna yang sedang duduk di taman depan rumah Andre, melihat mantan suaminya berciuman dengan istrinya.


Luna mengepalkan tangannya.


kalian berdua nikmati saja


karena sebentar lagi kalian akan ku buat


berpisah. ucap Luna dengan senyum licik.


Andre melepaskan pagutannya"sayang mandi lah, aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu."ucap Alana.


Andre pun mengecup kening Alana dan langsung melangkah menuju kamar mandi.


Andre pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Sementara Alana menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Andre yang keluar menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya. Lalu dia melangkah mendekati istrinya yang duduk di depan meja rias. Andre menangkup tubuh istrinya dengan erat."sayang....pakai bajunya."ucap Alana.


"kau tega sekali pada ku, aku kedinginan sayang."jawab Andre dengan suara manja.


Alana pun berdiri dan melepaskan pagutan suaminya. Namun Andre menahan tubuh istrinya dan menghadapkan ke arah nya.


Alana membuang nafas nya dengan panjang." apa kita hanya seperti ini terus, ini sudah waktunya makan malam, mama dan papa pasti sudah menunggu di bawah."ucap Alana.


Andre pun segera memakai pakaian nya dan melangkah bersama menuruni anak tangga dengan saling menggenggam tangan.


Sesampainya mereka di meja makan. Mereka yang ada di sana hanya diam tanpa berbincang, sedangkan tuan Brama dan ibu Marisa memperlihatkan wajah kurang bersahabat dengan kehadiran mantan istri dari anak sulungnya.


Naura tersenyum melihat kedatangan Alana dan Andre."daddy dan bunda kenapa lama sekali?"tanya Naura.


"maaf ya sayang, daddy baru saja mandi,dan bunda harus menunggu daddy selesai mandi."jawab Alana.


Naura menampakkan wajah kesal pada daddy nya."daddy seperti anak kecil, mandi saja, harus di tunggu oleh bunda."ucap Naura dengan wajah cemberut.


"ee..t Nau tidak boleh iri, katanya ingin cepat punya dede bayi."jawab Andre pada putrinya.


Tuan Brama dan ibu Marisa tersenyum melihat anak dan cucu nya bercanda. Sedangkan Luna yang mendengar gurawan mantan suaminya dengan anak nya, merasa kesal dan memasang wajah datar.


"Memangnya Nau mau dede bayi apa, laki laki atau perempuan?"tanya Kiyara.


"Nau mau minta dede bayi laki laki saja tante, soalnya daddy dan bunda sudah punya Nau, dan kalau dede bayi nya perempuan, nanti semua mainan punya Nau pasti di ambil."jawab Naura.


Semua yang mendengar ucapan Naura, merasa lucu dan ikut tertawa bersama. Dan setelah selesai makan malam, mereka pun meninggalkan meja makan, namun tidak dengan Alana dan Andre.


Alana dan Andre duduk di sofa ruang tengah dan juga Naura. Naura tertidur pulas di atas tubuh Alana."sayang, sepertinya Nau sudah tidur."ucap Andre yang menoleh ke arah istrinya.


"oya !ya sudah, aku akan membawanya ke kamar ."jawab Alana.


"tidak tidak, sini biar aku yang membawanya, dia sangat berat sayang, kau tidak akan kuat menggendong nya."ucap Andre.


Alana tersenyum dan mengangguk."baiklah."sahut Alana.


Andre pun menggendong putrinya dan membawanya kedalam kamar dengan di iringi oleh Alana.


Setelah Andre menaruh putrinya di atas ranjang kecil yang di penuhi oleh boneka cantik, Alana mengecup kening Naura dengan penuh kasih sayang.


cup


"selamat tidur sayang."ucap Alana dengan tersenyum melihat wajah lelah putrinya.


Andre dan Alana memandang wajah imut putri kecilnya."sepertinya dia sangat lelah. Aku merasa sudah menjadi seorang ibu."ucap Alana.


Andre tersenyum dan mengecup puncak kepala istrinya."aku bahagia memiliki mu, karena kau, juga sangat menyayangi anak ku. Tapi aku juga ingin dia cepat tumbuh di dalam sini."ucap Andre sambil mengelus perut istrinya.


Alana tersenyum."pernikahan kita baru tiga bulan, dan kita juga baru sekarang berhubungan ."jawab Alana.


Andre memeluk pinggang istrinya dan membenamkan kepalanya di tengkuk leher istrinya."kalau begitu, bisakah kita melakukan nya sekarang sayang."tanya Andre.


Alana tersenyum." tapi jangan di sini."jawab Alana.


Andre tersenyum dan langsung membawa istrinya keluar dari kamar Naura dan menuju kamar mereka.


Andre menaruh istrinya di atas ranjang dengan pelan dan langsung me***mat bibir istrinya dengan ganas. Di tengah percintaan mereka, Andre membelai paha mulus istrinya perlahan ingin melepaskan ****** ***** istrinya.


Namun Alana menahan tangan suaminya."kenapa sayang?"tanya Andre.


"a-aku..sedang datang bulan sayang."jawab Alana dengan wajah khawatir kalau suaminya marah.

__ADS_1


Andre pun menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya, Alana memiringkan tubuhnya menghadap suaminya."kau marah pada ku?"tanya Alana.


Andre menarik nafas nya dengan panjang."tidak."jawab Andre dengan bangun dari tempat tidur dan melangkah mendekati pintu.


"kau mau kemana?"tanya Alana.


"ada pekerjaan yang belum ku selesaikan, kau tidur saja."jawab Andre sambil membuka pintu kamar dan meninggalkan istrinya.


Alana menarik nafas nya dan keluar dari kamar menuju dapur. Dia pun mengambil segelas air dan meminumnya. Saat dia ingin melangkah menuju kamar, tiba tiba Luna menarik tangan nya.


"kau ! kenapa kau menarik tangan ku.?"tanya Alana dengan wajah kesal.


"dengar Alana, aku adalah wanita yang sangat di cintai oleh Andre ,dan kau tidak bisa menggantikan posisi ku di hati Andre."ancam Luna pada Alana.


"itu dulu Luna,dan kalau betul mas Andre hanya mencintaimu, lalu kenapa dia menikah dengan ku. Dan kau adalah perempuan bodoh yang sudah membuang berlian berharga hanya demi seorang laki laki bajingan."ucap Alana dengan tegas.


Luna pun mengangkat tangan nya ingin menampar pipi Alana. Namun dengan Alana secepatnya menangkap tangan Luna. Mata mereka berdua saling menatap dengan tajam."kau fikir aku wanita lemah Luna, bagiku menghadapi perempuan seperti mu, itu hal yang gampang."ucap Alana.


"kau lihat apa yang akan kulakukan. Aku akan membuat rumah tangga mu dan Andre segera berakhir Alana."ancam Luna.


Alana mengangkat satu alisnya."aku tidak takut dengan ancaman mu Luna."ucap Alana.


"lihat saja, akan ku pastikan sebentar lagi Andre akan menceraikan mu."ancam Luna dan segera meninggalkan Alana di dapur.


aku harus hati hati pada wanita itu.


sepertinya ancaman nya tidak main main.


bathin Alana.


...****************...


Enam bulan kemudian.


Hari ini Andre akan berangkat ke surabaya bersama tuan Brama untuk membantu mengatasi proyek papa nya di sana selama satu minggu.


Alana yang sedang memasang kan dasi ke leher Andre dengan wajah yang kurang bersemangat. Andre menarik pinggang istrinya dan menempelkan ke tubuhnya."jangan memasang wajah seperti ini, aku tidak bisa pergi dengan tenang, jika istri ku tidak tersenyum."ucap Andre.


Setelah selesai memasang kan dasi ke leher Andre. Alana memeluk Andre dengan erat."entah kenapa perasaan ku tiba tiba tidak enak, aku merasa kita akan berpisah untuk selamanya."jawab Alana.


"aku tidak meragukan kesetiaan mu, tapi entah apa yang membuat ku khawatir, aku juga tidak tau."jawab Alana.


"ayo sekarang antarkan aku ke depan, papa mungkin sudah menunggu ku."ucap Andre.


Dengan berat hati, Alana mengantarkan suaminya ke depan rumah. Dan Sesampainya di depan rumah.


Andre merangkul tubuh istrinya."aku berangkat dulu ya sayang."ucap Andre


Alana menganggukan kepalanya."heemm..hati hati."jawab Alana


Andre tersenyum dan mengecup kening istrinya."semoga setelah aku kembali, aku mendapatkan kabar kehamilan mu."ucap Andre sambil mengelus perut istrinya.


Alana menganggukan kepalanya. Dan Andre pun meninggalkan rumah nya.


Saat malam hari.


Alana yang sedang berada di balkon kamarnya sedang memegang ponselnya, dan menunggu Andre menghubungi nya. Ponselnya kemudian berdering dan Alana pun membuka video call dari suaminya.


Andre :halo sayang


Alana :hallo, kau sudah makan?


Andre :sudah, tadi aku dan papa makan malam bersama client.


Alana terdiam dengan menggigit bibir bawah nya, dengan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Andre :sayang, ada apa, kau tidak merindukan ku?


Alana :kapan kau pulang, apa masih lama di sana?, aku tidak bisa terlalu lama jauh dari mu.


Andre tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.


Andre :nanti setelah pekerjaan ku selesai, aku akan segera pulang.


Alana :aku tidak tau, apa yang sedang ku khawatirkan, yang jelas aku mengkhawatirkan tentang pernikahan kita.


Andre :berdo'a lah untuk rumah tangga kita, jangan terlalu berfikir macam macam, sekarang tidur lah sayang, aku sangat merindukan mu.

__ADS_1


Alana tersenyum dan mengangguk. Dan mereka pun mengakhiri video call nya.


Satu minggu kemudian.


Andre yang baru saja tiba di bandara, telah mendapatkan kabar bahwa istrinya sedang berada di hotel bersama pria lain.


Dia langsung menuju hotel untuk memastikan nya, karena dia mendapatkan pesan singkat dari nomor yang tidak iya kenali.


Andre tiba di hotel pada pukul delapan pagi.Dan langsung meminta nomor kamar yang di duga kamar dimana istrinya berada.


Alana yang sedang di jebak oleh Luna, dia tertidur pulas bersama pria lain dengan posisi memeluk tubuh pria itu.


Andre langsung membuka pintu kamar hotelnya. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat istrinya yang terlihat tidur bersama pria lain ,dengan posisi memeluk tubuh pria itu.


Alana terkejut dan segera bangkit dari tempat tidur itu."mas , kenapa aku ada di sini?"tanya Alana dengan bingung.


Andre menatap tajam ke arah istrinya."ternyata kau sama saja, aku fikir aku sudah tepat memilih mu."ucap Andre dengan meneteskan air mata.


Alana meraih tangan Andre."sayang aku benar benar tidak tau kenapa bisa tertidur di sini."jawab Alana.


Andre menghempaskan tangan istrinya dengan keras."jangan menyentuhku lagi, dan sekarang selesaikan masalah kita di rumah."ucap Andre sambil melangkah keluar dari kamar hotel dan pergi meninggalkan istrinya.


Alana pun menyusul suaminya. Namun Andre langsung menyalakan mobilnya dengan cepat.


Alana pun menyusul suaminya dengan menaiki taxi.


Sesampainya di rumah.


Andre masuk ke dalam rumah dengan wajah frustrasi. Dan beruntung ibu Marisa. Kiyara dan Naura sedang pergi berlibur ke Amerika.


Alana segera menyusul suaminya ke dalam kamar. Di dalam kamar, Andre duduk di tepi ranjang dengan menangis.


Alana berjalan mendekati suaminya dengan langkah gontai."mas, aku benar benar tidak mengerti apa yang terjadi pada ku."ucap Alana dengan suara tangisnya.


"cukup, semua yang ku lihat tadi, ku rasa sudah cukup jelas bahwa kau sama saja."jawab Andre. Lalu Andre mengambil sebuah koper besar dan memberikannya kepada istrinya."kemasi barang barang mu, dan aku akan menunggu mu di bawah."ucap Andre dengan langsung keluar dari kamar.


Dengan isakan tangis, Alana mengemasi baju baju nya dan meninggalkan barang barang yang pernah di berikan suaminya untuk nya.


Alana menuruni anak tangga dengan langkah gontai. Dia mengarahkan pandangan nya ke atas."aku akan pergi dari sini."ucap Alana.


Bi Nur mendekati suami istri yang sedang berdiri di ruang tengah."non mau kemana?"tanya bi Nur.


Alana menghapus air mata nya."saya akan segera pergi dari sini bi, tolong titip Naura."jawab Alana.


"tapi kenapa non?"tanya bi Nur.


"jangan bertanya lagi pada nya. Dan kau Alana, hari ini aku Andre Sanjaya, akan segera menalak mu, dengan talak satu."ucap Andre.


Alana yang mendengar ucapan suaminya meneteskan air mata."terima kasih atas semuanya. Dan ku harap kau tidak pernah menyesal dengan keputusan mu. Jika suatu saat kau sudah mengetahui kebenarannya, maka aku tidak akan pernah memaafkan mu."jawab Alana.


Alana pun keluar dari rumah keluarga Sanjaya dengan derayan air mata. Dia pun menyalakan mobilnya dan menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah. Alana masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh bi Lastri."non ada apa?"tanya bi Lastri.


Alana pun duduk di sofa ruang tengah dan menceritakan semuanya. Bi Lastri pun merangkul tubuh Alana.


Setelah malam tiba


Alana berdiri di tepi kolam renang dengan melamun. Dan setelah cukup lama, dia pun melangkah menuju kamar.


Alana kembali meneteskan air mata dan teringat kata kata terakhir yang di ucapkan suaminya.


Kata kata itu terus terngiang di telinga Alana, hingga dia tertidur dengan wajah sembab.


ke esokan hari nya.


Alana terbangun dari tidurnya karena merasa kepalanya pusing dan perutnya terasa mual. Bi Lastri pun masuk ke dalam kamar ny karena mendengar Alana terus muntah.


"non, non kenapa?"tanya bi Lastri.


"tidak tau bi, tiba tiba perut ku sangat mual dan kepala ku juga sangat pusing."jawab Alana yang kembali memuntahkan isi perutnya.


Bi Lastri pun menggosok gosok punggung Alana."non, non seperti orang yang sedang mengidam. "ucap bi Lastri.


Alana terkejut mendengar ucapan bi Lastri, dan dia baru menyadari bahwa dirinya sudah terlambat datang bulan selama dua minggu.


Alana kembali meneteskan air mata nya dan memeluk bi Lastri dengan isakan tangis.Setelah merasa tenang dia pun melepaskan pelukannya dari bi Lastri."baiklah bi , kalau begitu aku akan siap siap

__ADS_1


__ADS_2