
Andre tersentak."iya aku setuju saja."jawab Andre dengan salah tingkah.
Meeting pun selesai dan semua orang pun meninggalkan ruang meeting kecuali David Alana dan Andre."bagaimana kalau kita makan siang dulu."tawar David.
"boleh."jawab Andre.
"maaf tuan David dan tuan Andre, saya permisi dulu."ucap Alana.
"bu Alana, sebaiknya kita makan siang dulu."ucap David.
"maaf aku tidak bisa, aku sudah ada janji dengan Lia."jawab Alana dengan wajah datar.
Alana pun pergi dan mengajak temannya Lia untuk makan siang di kantin kantor.
Sesampainya di sana."kau mau pesan apa."tanya Lia.
"apa saja."jawab Alana.
Lia pun berjalan memesan makanan. Saat Alana sedang duduk menunggu makanan yang di pesan Lia, Andre dan David muncul di hadapannya, dan duduk di meja yang tidak jauh dari nya.
Andre tersenyum pada Alana yang terlihat membuang wajahnya ke arah lain. Dan setelah Lia datang membawakan makanan untuk nya, Alana terlihat dengan malas menyiapkan makanan kemulut nya.
Lia tidak sengaja melihat ke arah Andre yang sedang menatap Alana."bu Al, coba lihat, tuan Andre sedang menatap mu."ucap Lia sambil menyenggol lengan Alana.
"biarkan saja, cepat habiskan makanan mu, aku ingin segera pergi dari sini."ucap Alana dengan wajah kesal.
"kenapa terburu buru begitu?"tanya Lia.
"aku duluan."ucap Alana sambil meninggalkan Lia.
Andre tersenyum menatap kepergian Alana yang terlihat sangat membencinya.
Alana yang sudah duduk di kursi kerjanya sedang menundukkan kepala nya di meja kerjanya. Tiba tiba Andre berdiri di depan mejanya."Alana."ucap Andre yang membuat Alana tersentak.
"apa yang kau lakukan di sini?tanya Alana dengan wajah datar.
"aku hanya ingin bicara dengan mu."jawab Andre.
"tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, sudah tidak ada ikatan lagi di antara kita."jawab Alana.
"keluar dari sini, kalau tidak aku akan menyuruh security untuk menyeret mu."ucap Alana.
"aku hanya ingin mengajak mu keluar sebentar, dan bicara pada mu."pinta Andre dengan sangat memohon pada nya.
Alana hanya diam sambil menarik nafas nya tanpa menjawab ucapan Andre.
"ikuti aku."ucap Andre sambil melangkah keluar dari ruangan Alana.
Alana pun mengikuti Andre yang sedang masuk ke dalam lift. Namun Alana memilih memasuki lift karyawan karena tidak ingin berduaan di dalam lift dengan Andre.
Setelah sama sama keluar dari lift. Andre membuka pintu mobil nya dan menyuruh Alana untuk ikut dengan nya."ikut dengan ku."ucap Andre.
"tidak, aku akan mengikuti mobil mu."jawab Alana tanpa melihat ke arah Andre dan berjalan menuju mobilnya.
Andre pun melajukan mobilnya menuju taman kota. Sesampainya di sana. Alana berjalan ke arah Andre."apa yang mau kau bicarakan? aku tidak banyak waktu."ucap Alana dengan menatap kedepan tanpa melihat ke arah Andre.
Andre menatap wajah mantan istri nya dengan tatapan penuh kerinduan. Andre kemudian meraih tangan Alana. Namun Alana secepatnya menangkis tangan Andre."jangan coba coba menyentuhku,bicarakan lah apa yang mau kau bicarakan."ucap Alana dengan kebencian.
"sayang aku ingin minta maaf pada mu, dan aku ingin memperbaiki hubungan kita."ucap Andre.
Alana menatap wajah Andre dengan tatapan tajam."sudah terlambat Andre, aku sudah tidak bisa kembali lagi pada mu."jawab Alana
"sayang please,aku benar benar minta maaf pada mu, dan setelah tiga tahun kita berpisah, aku tetap tidak bisa melupakan mu."ucap Andre.
"Cukup Andre, dengan nada tinggi Alana menjawab ucapan Andre. " kau fikir semudah itu aku akan memaafkan mu, waktu aku ingin menjelaskan bahwa aku tidak pernah tau apa yang terjadi pada ku waktu itu, apa kau mau mendengarkan ku.
"aku sakit karena kau tidak pernah percaya pada ku, dan sekarang kau ingin memperbaiki hubungan kita, tidak ! aku tidak akan pernah mau lagi kembali pada mu, dan aku peringatkan lagi pada mu, ini adalah yang terakhir kita bicara dan jangan pernah mengusik hidupku lagi."ucap Alana dengan langsung meninggalkan Andre.
Andre terdiam menatap kepergian Alana. Sementara Alana yang berada di dalam mobil, terisak menangis dengan menyandarkan kepalanya di stering mobil.
Setelah merasa tenang, Alana pun menyalakan mobilnya dan melajukan nya menuju rumah. Sesaat Alana di rumah, dia pun masuk ke dalam menuju kamar nya.
Dan di dalam kamar, Alana kembali meneteskan air mata dan menangis terisak. Andi yang mendengar suara bundanya yang menangis ,kemudian mendekati Alana."bunda jangan menangis lagi, Andi sedih melihat bunda menangis seperti ini."ucap Andi.
Alana pun langsung memeluk putranya."Andi janji tidak akan pernah meninggalkan bunda kan?"tanya Alana dengan terisak.
Andi melonggarkan pelukannya dan menghapus air mata bunda nya."bunda jangan menangis lagi, Andi janji tidak akan meninggalkan bunda."ucap Andi.
Alana kembali memeluk anaknya dengan erat. Saat malam hari, Alana termenung di teras rumah nya sendirian.
Tiba tiba ponselnya berbunyi dari nomor yang tidak dia kenal. Alana mencoba mengangkat panggilan telepon nya
Alana :ha-hallo.
__ADS_1
Andre :aku ingin bertemu dengan anak ku.
Deg.
Alana terkejut saat Andre mengetahui tentang anaknya.
Alana :a-apa maksud mu?
Andre :aku tau dari David, kalau tiga tahun lalu kau sudah melahirkan anak kita.
Alana terdiam tidak bisa menjawab ucapan Andre.
Andre :kita memang sudah menjadi mantan suami istri, tapi anak itu adalah anak ku.
Alana :apa kau belum puas sudah menghancurkan hidup ku? dan sekarang kau ingin merebutnya dari ku.
Andre :aku hanya ingin bertemu dengan anak ku,
Alana :kau yakin dia anak mu, bukankah kau tidak pernah percaya pada ku.
Andre :Alana aku tau salah, tapi aku mohon pertemukan aku dengan anak ku.
Alana :datang saja besok pagi, aku sherlock tempatnya.
Andre :terima kasih.
Alana pun mematikan ponsel nya
ke esokan hari nya
Alana sudah berangkat pagi pagi kekantor karena tidak ingin bertemu dengan Andre ketika Andre berkunjung ke rumah nya untuk bertemu dengan Andi.
Kini Andre pun sampai di sebuah rumah kecil. Dia terlihat sedih melihat rumah yang di tempati Alana dan anaknya, adalah rumah kecil yang terlihat sempit.
Andre pun mengetuk pintu rumah Alana.
tok
tok
tok.
"iya...sebentar..."sahut bi Lastri dari dalam.
"bi Lastri, boleh saya bertemu dengan anak saya?"tanya Andre.
Bi Lastri pun menganggukan kepalanya."silahkan tuan duduk dulu, saya akan memanggil den Andi dulu."jawab bi Lastri.
Andre mengangguk dan duduk sambil menunggu bi Lastri keluar. Cukup lama menunggu, akhirnya bi Lastri membawa Andi keluar."den bagus, ini adalah daddy nya den bagus yang dulu pernah den tanyakan."ucap bi Lastri pada Andi.
Andre tersenyum dan membentangkan tangan nya dengan lebar."ini daddy sayang."ucap Andre dengan menangis.
"daddy, apa benar om adalah daddy Andi?"tanya Andi
Andre mengangguk."ini daddy nya Andi, maaf daddy baru saja menemukan keberadaan kamu dan bunda."jawab Andre dengan terisak.
Setelah cukup lama ayah dan anak itu saling melepaskan rindu, dan Andre pun melepaskan pelukannya."apa Andi mau ikut dengan daddy?"tanya Andre.
"kemana?"tanya Andi.
"bertemu kak Naura dan juga nenek."jawab Andre.
"Andi akan menanyakan dulu pada bunda daddy."jawab Andi.
"baiklah...tapi sekarang daddy mau mengajak mu jalan jalan, kau mau?"tanya Andre.
Andre pun membawa Andi masuk ke dalam mobil dan berpamitan dengan bi Lastri." Ar you ready boy.?tanya Andre.
"ready.....!jawab Andi
Andre pun melajukan mobilnya menuju salah satu mall di kota yogyakarta. Hari ini Andre ingin membuat putranya senang."sekarang anak daddy mau main apa?"tanya Andre.
"Andi mau main tembak tembakan dad."jawab Andi.
"baiklah...siapa musuhnya, daddy?:tanya Andre.
"tentu saja...aku jagoannya, dan daddy adalah penjahatnya."jawab Andi.
Andre dan Andi pun bermain game bersama dan mencoba berbagai macam mainan di sana. hingga tanpa terasa, waktu pun menunjukkan pukul lima sore."daddy ini waktunya bunda pulang, aku bisa di omeli bunda."ucap Andi.
"tenang saja, kalau bunda marah pada anak daddy, daddy akan memarahi bunda."jawab Andre.
"benarkah !memangnya daddy berani dengan bunda?"tanya Andi.
__ADS_1
"eeemm...tidak juga, bunda kalau marah, taringnya bisa keluar, dan sebelum bunda marah ayo kita pulang sekarang."jawab Andre.
Andre pun membawa Andi pulang. Dan Sesampainya mereka di rumah, Alana sudah menghadang mereka di depan pintu.
"senang ya sudah mengajak Andi keluar sampai seharian"ucap Alana dengan wajah marah.
Andi bersembunyi di belakang Andre dengan wajah takutnya."eee...sebenarnya ini belum selesai, tapi karena Andi takut kau akan marah pada nya, jadi aku membawanya pulang sebelum kau marah."jawab Andre.
"kau fikir aku sekarang tidak marah, Andi masuk sekarang."ucap Alana.
Dengan pelan Andi menjauh dari tubuh Andre dan masuk ke dalam."pergi lah, kau sudah bertemu dengan anak mu kan?"tanya Alana dengan wajah datar.
"kau tidak menawarkan ku masuk dulu?"tanya Andre.
"kau hanya ingin bertemu dengan anak mu kan, dan itu sudah ku pertemukan, jadi tidak perlu basa basi, silahkan tuan Andre."jawab Alana
"kau sangat tega sekali pada ku, di sini aku tidak punya keluarga, jadi bisa kah aku menginap di rumah mu?"tanya Andre.
"ku rasa kau sangat mampu untuk menyewa hotel tuan, jadi pergi lah."ucap Alana
Alana pun menutup pintu nya dengan keras. Andre menatap pintu rumah yang sudah di tutup oleh Alana.
Dia menarik nafas nya sambil mengusap wajahnya. Lalu Andre pun pergi dari rumah Alana.
Setelah kepergian Andre berjalan mendekati Andi yang sedang duduk di ruang tengah."lain kali tidak usah ikut lagi dengan daddy."ucap Alana dengan wajah marah.
Andi melirik ke arah bundanya yang terlihat sangat marah."maaf bunda, tapi aku juga ingin memiliki daddy."jawab Andi.
"dengarkan bunda, daddy memang daddy Andi, tapi bunda tidak mau kau bergantung pada daddy, bunda dan daddy sudah berpisah, jadi tidak perlu menggantungkan hidup pada nya."ucap Alana.
Bi Lastri yang berada di dalam kamar nya, tiba tiba berteriak minta tolong. Alana pun berjalan dengan cepat menuju kamar bi Lastri.
Karena memang sudah sepuh, bi Lastri seringkali sakit dan sering di bawa ke dokter oleh Alana.
Alana sangat menyayangi bi Lastri, karena dari kecil Alana di asuh oleh bi Lastri saat umurnya masih tiga tahun.
Alana pun langsung mendekati bi Lastri."bi, bibi kenapa?"tanya Alana dengan cemas.
"kepala bibi sakit sekali non."jawab bi Lastri.
"baiklah kita kedokter ya bi, Andi...Andi...teriak Alana dengan kencang.
Andi pun berlari ke arah kamar bi Lastri."iya bunda."jawab Andi.
"tolong jaga nenek sebentar, bunda mau minta pertolongan dulu."ucap Alana dengan tergesa gesa.
Alana pun keluar dari rumahnya dan berteriak minta tolong. Sementara Andre yang baru saja ingin menyalakan mobilnya mendengar teriakan Alana yang meminta tolong.
Andre pun keluar dari mobil dan berlari ke arah Alana."ada apa?"tanya Andre dengan wajah cemas.
"bi Lastri sakit, aku perlu bantuan mu."ucap Alana dengan memohon pada Andre.
Andre pun segera berlari masuk ke dalam rumah Alana dan langsung mengangkat bi Lastri keluar dari rumah.
Sementara Alana dan Andi bersiap untuk menyusul Andre ke dalam mobil."Andi di depan bersama ku, kau temani bi Lastri di belakang."ucap Andre.
Alana pun mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil Andre. Dan Andre pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Andre kembali mengangkat tubuh bi Lastri dan menaruhnya di ranjang kecil yang sudah di bawa perawat.
Alana dan Andi juga Andre mengikuti langkah perawat yang membawa bi Lastri ke ruang ICU.
Andi melihat ke arah bundanya yang terlihat sangat cemas."bunda jangan sedih, nenek pasti akan baik baik saja."ucap Andi.
Alana tersenyum pada anaknya."terima kasih sayang."ucap Alana pada putranya.
Andre yang melihat ibu dan anak itu, hatinya terasa nyeri dan sangat merasa bersalah atas semua yang dia lakukan pada istrinya.
Andre pun mendekati nya."Andi makan dulu yuk."ajak Andre pada putranya.
Andi melihat ke arah bundanya."heemm..ikut lah dengan daddy, bunda akan di sini menunggu nenek."ucap Alana.
"kau juga harus makan, nanti kau juga bisa sakit."ucap Andre.
"aku bisa sendiri jika aku lapar, kau bawa saja anak mu."jawab Alana.
Andre membuang nafas nya dengan panjang. Dia sangat tau kebiasaan Alana jika banyak pikiran sampai tidak memikirkan kesehatan nya sendiri.
Andre pun membawa Andi kekantin rumah sakit."Andi mau makan apa sayang?"tanya Andre sambil mengelus kepala anak nya.
"apa saja dad."jawab Andi.
Andre pun memesan makanan untuk nya dan anaknya. Setelah selesai, Andre dan Andi kembali menyusul Alana.
__ADS_1
Saat Andre dan Andi berjalan mendekati Alana, tiba tiba Andre melihat mantan istri nya itu like and komentar