Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.

Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.
Tiga tahun kemudian. Bertemu dengan nya.


__ADS_3

Setelah tidak ada jawaban dari nomor Alana, Andre melajukan mobilnya menuju rumah Alana.


Dan sesak di depan pagar rumah Alana, Andre memencet bel rumah Alana berkali kali.


Seorang satpam yang menjaga rumah itu pun membuka pagar."maaf anda sedang mencari siapa tuan?"tanya satpam itu.


"saya mau mencari pemilik rumah ini."jawab Andre.


"maksud tuan pemilik yang lama atau baru?"tanya satpam.


"maksudnya?"tanya Andre dengan wajah bingung.


"begini tuan, rumah ini sudah di jual satu bulan yang lalu beserta restoran nya."jawab pak satpam.


Andre terkejut mendengar ucapan dari satpam itu."maaf pak, kalau boleh tau, dia pindah kemana?"tanya Andre.


"tidak tau tuan, soalnya saya juga baru di sini."jawab pak satpam.


Andre mengusap wajahnya dengan kasar lalu berjalan menuju mobilnya"bagaimana Andre.?"tanya ibu Marisa.


Andre menarik nafas nya."dia sudah tidak tinggal di sini lagi dan restoran nya juga di jual ma."jawab Andre dengan air mata yang masih tergenang.


Ibu Marisa terlihat marah pada anak nya."ya tuhan, di mana kau nak."ucap ibu Marisa dengan menangis.


Andre menyetir mobil dengan tatapan mata yang sulit di artikan. Dia merasa sangat bersalah pada istrinya.


"dengar Andre, kau harus mencari Alana, mama khawatir dengan ke adaan kandungannya."ucap ibu Marisa.


Andre pun menghubungi asisten pribadi nya untuk mencari keberadaan istrinya.


Sudah satu minggu pencarian Alana belum juga di ketahui. Andre pun menyerah dengan keadaan.


Tiga tahun kemudian.


Alana yang sedang berbelanja keperluan untuk Andi di salah satu mall di kota yogyakarta. Andi adalah anak dari buah cintanya bersama Andre.


Dan setelah selesai Alana pun berjalan di lantai dua di dalam mall. Alana yang menggunakan masker melihat seorang gadis cantik yang berusia delapan tahun terjatuh.


Alana pun mendekati gadis cantik itu."apa kau tidak apa apa."tanya Alana.


Gadis cantik itu pun menoleh ke arah nya. Dan ternyata gadis cantik itu adalah Naura. Alana terkejut dengan kehadiran Naura di depan nya.


Namun Naura tidak mengenalinya."tidak apa apa tante. terima kasih sudah menolong ku, tante cantik deh, mirip dengan bunda ku."ucap Naura.


Alana tersenyum."boleh tante memeluk mu sebentar?"tanya Alana.


Naura pun memeluk Alana dan Alana menangis karena merasa sangat rindu pada anak sambungnya.


Saat mereka berdua berpelukan, suara Andre membuat Alana melepaskan pelukannya pada Naura."terima kasih, tante pergi dulu ya sampai jumpa."ucap Alana.


Alana segera bersembunyi di balik patung patung pakaian dan menatap ayah dan anak itu.


"kau sedang berbicara dengan siapa?"tanya Andre.


"Nau habis berpelukan dengan tante cantik, matanya mirip dengan bunda daddy."ucap Naura.


deg.


Alana.


"lalu mana dia?"tanya Andre.


"setelah mendengar daddy memanggil ku, tante cantik itu pergi."jawab Naura.


Alana, benar kah itu dia.


bathin Andre.


Alana buru buru pergi dari sana hingga dia menabrak seseorang."maaf saya sedang buru buru."ucap Alana.


Andre menoleh ke arah suara yang sangat dia kenal. "Alana...teriak Andre memanggil Alana yang sudah pergi dari sana.


Andre mengejarnya hingga keluar dari mall itu. Namun Andre tidak bisa mengejarnya karena secepatnya Alana bersembunyi.


Andre menjambak rambut nya. Dan pergi menyusui Naura yang masih di lantai dua. Sementara Alana terisak di samping tong sampah dengan bersembunyi.


Dan setelah merasa aman, dia pun melangkah keluar dan menuju mobilnya.


Sesampainya di depan rumah kecil. Andi anak Alana yang berusia dua setelah tahun, berlari ke arah nya. "bunda..."ucap Andi. Andi adalah anak yang pintar berbicara lantang meskipun umurnya masih dua setelah tahun.


Alana yang dan memeluk putranya."eeemm....anak bunda, sudah mandi atau belum?"tanya Alana.


"udah bunda, iya kan nek."tanya Andi pada bi Lastri.


bi Lastri tersenyum "iya..."jawab bi Lastri.


"oya bi, ini aku tadi membeli makanan untuk makan malam nanti."ucap Alana.


Bi Lastri pun mengambil makanan yang di bawa oleh Alana."non tadi tuan David bilang, nanti malam ada pesta ulang tahun non Eleya, jadi non dan den Andi di minta untuk datang."ucap bi Lastri.


"baiklah nanti aku akan menelponnya. sayang bunda, bunda mau mandi dulu ya."ucap Alana.


"tapi kita jadi kan pergi ke rumah papa David?"tanya Andi


"eee..nanti bunda usahakan ya sayang."jawab Alana.


"yaaah bunda, Andi tudah membuat tado untuk kak Eleya tadi bersama nenek."ucap Andi.


Saat Alana sedang berfikir, tiba tiba ponselnya berbunyi. Dan dia pun langsung mengangkatnya.

__ADS_1


Alana :ya halo vid.


David :kak Al, bisa kah kau datang malam ini?


Alana :akan ku usahakan, tapi aku tidak janji.


David :aku ingin mengenalkan mu pada teman bisnis ku, namanya Andre Sanjaya dia seorang duda.


deg


Alana merasakan sesak di dadanya ketika mendengar nama Andre.


David :halo kak Al, kau baik baik saja.


Alana :i-iya a-aku.... aku baik baik saja, tapi maaf vid aku tidak bisa datang, jadi bisa kah kau saja yang menjemput Andi kesini.


David :baiklah kalau begitu, aku akan segera menjemput Andi.


Alana pun segera mematikan ponsel nya. tubuhnya terasa lemas seperti tidak menginjak bumi saat mendengar nama Andre.


aku tidak akan pernah sudi melihat mu lagi


mendengar nama mu saja rasanya aku ingin mau.


bathin Alana.


Andi mendekati bundanya yang terlihat meneteskan air mata."bunda kenapa menangis? Andi minta maaf ya, kalau Andi memaksa bunda untuk pergi."ucap Andi.


Alana memeluk anaknya."tidak sayang, bunda tidak menangis, sekarang ayo bunda bantu bersiap siap untuk berangkat ke pestanya kak El ,nanti papa David akanmenjemput mu, karena bunda tidak bisa ikut."ucap Alana.


Alana pun membantu putranya bersiap siap."nanti di sana jangan sampai merepotkan papa David dan mama Reta ya sayang."ucap Alana.


"iya bunda."jawab Andi.


"sekarang janji dulu pada bunda."ucap Alana yang mengangkat jari kelingkingnya.


Dan Andi pun mengaitkan jari kelingkingnyake jari Alana.


Andi dan Alana pun keluar dari rumah karena David sudah menunggunya."papa David."ucap Andi


"hei jagoan kecil papa, bagaimana apa sudah siap?"tanya David.


"sudah"jawab Andi.


Alana tersenyum." Vid aku titip Andi ya, maaf aku tidak bisa ikut."ucap Alana.


"yaaah sayang sekali, padahal aku ingin mengenalkan mu pada teman bisnis ku."jawab David.


"aku tidak ingin berkenalan dengan siapa pun, dan kau harus ingat itu."ucap Alana.


David tersenyum pada Alana."jangan berfikir laki laki itu semua sama kak Al."jawab David.


David pun membawa Andi masuk ke dalam mobil dan siap melaju menuju rumah nya.


Alana termenung setelah kepergian putranya. Bi Lastri pun mendekatinya."kenapa non tidak ikut?"tanya bi Lastri.


"aku tidak ingin bertemu dengan nya bi, David juga mengundangnya untuk di perkenalkan pada ku."ucap Alana dengan wajah sendu.


"tapi non, mungkin den Andre sudah menyesali perbuatannya dan sudah mengetahui kebenarannya."jawab bi Lastri.


"meski pun begitu, rasa sakit ini masih tidak berkurang bi, bibi tau setiap kali Andi menanyakan tentang ayahnya, hati ku kembali sakit berulang ulang."ucap Alana dengan meneteskan air mata.


Bi Lastri pun mengangguk. Dan setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah dan mengistirahatkan diri.


Suasana di kediaman David.


Andi mendekati Eleya yang sedang berdiri di dekat mama nya. "hai kak El."sapa Andi.


"Andi...kenapa bunda tidak ikut?"tanya Eleya.


"mungkin bunda lelah seharian bekerja."jawab Andi.


Reta istri dari David tersenyum melihat anak berbicang dengan adik sepupu nya."ayo sekarang mama Re mau mengenalkan kamu pada anak teman papa David."ucap Reta.


Mereka pun berjalan mendekati Naura yang sedang berdiri di dekat daddy nya."halo Naura."sapa Reta.


Dan Naura pun tersenyum pada Reta."halo tante."jawab Naura.


Andre pun tersenyum pada Reta dan melihat pada anak laki laki yang berdiri di dekat Reta.


"Andi kenalkan ini namanya Naura, dan Naura ini Andi."ucap Reta.


Mereka pun saling berjabat tangan. Dan Andre pun menyapa Andi."hai tampan kenalkan aku om Andre, teman om David."ucap Andre.


"aku Andi om."sahut Andi.


Andre menatap wajah Andi dengan penuh pertanyaan.


Deg.


wajanya seperti foto ku waktu kecil.


kenapa saat menyentuhnya aku merasa ada yang berbeda.


bathin Andre.


Suara David menghentikan tatapan matanya pada Andi."hei..melihat anaknya saja kau sudah tidak bisa berkata kata, apa lagi melihat induknya."ucap David.


"maksudnya?"tanya Andre.

__ADS_1


"ibunya janda, tapi sayang sekali dia tidak bisa datang, padahal aku ingin mengenalkan mu pada nya."jawab David.


Andre tersenyum."kau ada ada saja. memangnya wajah sepupu mu itu seperti apa? sehingga kau ingin mengenalkan ku pada nya."tanya Andre.


"hanya pria yang beruntung yang bisa mendapatkan hati nya, kau tau, banyak client client ku yang sudah melamarnya, tapi dia tetap tidak mau, bahkan pernah ingin di beri mahar sebuah pulau."ucap David.


Andre memegang dagu nya."heeem berarti kakak sepupu mu itu wanita istimewa. Dia mampu menolak jutaan pria demi hidup tenang bersama anaknya."ucap Andre.


"begitulah, sepertinya dia takut gagal lagi, setelah bercerai dengan suaminya."ucap David.


Andre membuang nafas nya. Sementara Andi berjalan mendekati mereka yang sedang berbincang."kenapa tidak bermain dengan kak El dan kak Naura?"tanya David pada Andi.


"kak El dan kak Naura kan perempuan, dan aku harus menyesuaikan diri pa, kata bunda anak laki laki tidak boleh ikut obrolan perempuan."jawab Andi.


Andre dan David tertawa mendengar jawaban Andi."haha haa....kau ini ada ada saja, kau masih kecil tapi pintar sekali berbicara, om jadi ingin membawa mu pulang."ucap Andre.


"kata bunda, aku tidak boleh ikut dengan orang asing, karena yang bunda punya sekarang hanya aku, dan aku tidak mau melihat bunda ku sedih."ucap Andi.


"siapa nama bunda mu nak?"tanya Andre dengan menunjukkan ke gemasannya pada Andi.


"aku tidak tau om, tapi yang ku dengar, papa David selalu memanggilnya dengan sebutan kak Al."jawab Andi.


Andre tersenyum."ee...h om gemas sekali pada mu."ucap Andre sambil mencubit pipi Andi.


Acara meniup lilin pun telah di mulai. Dan suapan pertama untuk Andi dari Eleya. Saat acara berlangsung, ponsel David berbunyi.


David :ya halo kak Al.


Alana :vid ini sudah waktunya Andi tidur, tolong antarkan dia pulang.


David :kak dia sedang asyik berbincang dengan tuan Andre, kau tenang saja, aku akan mengantarkannya besok, lagi pula El ingin tidur bersama Andi malam ini.


Deg.


Andre, kau sudah bertemu dengan mu mas.


bathin Alana dengan meneteskan air mata.


Alana :ya sudah.


Alana pun mematikan ponsel nya dengan wajah sedihnya.


Acara pun selesai dan semua orang pun sudah pulang.


Ke esokan pagi nya.


Alana bersiap siap untuk berangkat ke kantor."bi kalau David datang mengantar Andi, tolong bilang kalau aku sudah berangkat."pesan Alana.


"iya non."jawab bi Lastri.


Alana pun melajukan mobilnya menuju kantor.


Setelah sampai di kantor, Alana pun langsung memeriksa jadwal David hari ini.


Alana terkejut saat melihat dokumen yang tertera pada dokumen di atas meja kerjanya.


Sanjaya group.


apa yang harus kulakukan untuk menghindari meeting dengan nya.


bathin Alana dengan memegang kepalanya.


David yang baru datang pun berjalan mendekati nya."apa saja jadwal ku hari ini."tanya David.


Alana deh malas menjawabnya."siang ini ada meeting dengan Sanjaya group."jawab Alana dengan wajah datar.


David terkejut melihat perubahan sikap Alana yang menyebut nama Sanjaya group."kenapa kau seperti tidak suka dengan nama Sanjaya group?"tanya David.


"tidak ada, aku hanya berharap kau saja yang meeting dengan Sanjaya group."jawab Alana dengan wajah datar.


"kak Al, kita akan meeting bersama, dan kau tenang saja. dia bukan laki laki kurang ajar yang biasanya selalu membuat mu kesal."ucap David.


Setelah cukup lama mereka berbincang, David pun masuk ke dalam ruangan nya. Dan Alana pun kembali mengerjakan pekerjaan nya.


Waktu pun menunjukkan pukul sebelas siang.


Alana dan David pun bersiap untuk pergi keruang meeting yang sudah di tunggu oleh Sanjaya group.


Rileks Alana,kau harus tenang.


anggap saja laki laki itu orang asing.


ucap Alana dalam hati.


David dan Alana pun memasuki ruang meeting.


Andre terkejut melihat mantan istri nya berjalan di belakang David.


Alana.


Alana berusaha tenang dan tidak memperhatikan Andre yang sedang menatapnya.


Lalu dengan menarik nafas nya dia pun berdiri untuk memberikan kata sambutan pada semua orang.


dengan lantang Alana mengucapkannya dan setelah selesai dia pun mempersilahkan David untuk mempresentasikan hasil yang di kerjakan.


Andre terus menatap wajah mantan istri nya sampai tidak mendengar kan penjelasan dari David."bagaimana tuan Andre, apakah ada yang ingin anda tanyakan?"tanya David.


Semua orang bingung dengan Andre yang tidak merespon pertanyaan David."eehem...tuan Andre."ucap David.

__ADS_1


jangan lupa like


__ADS_2