
Andre dan Alana pun saling menatap."untuk daddy dan bunda, caranya bagaimana?"tanya Alana.
"daddy dan bunda harus menggigit kue nya secara bersamaan."jawab Andi.
"ini permintaan anak kita."bisik Andre pada Alana.
Mereka berdua pun menggigit kue nya secara bersamaan dengan bibir saling bersentuhan. Setelah acara selesai. Keluarga Sanjaya pun meninggalkan hotel pada pukul sebelas malam.
Andi dan Naura yang sudah lebih dulu di bawa pulang oleh ibu Marisa dan tuan Brama, karena sudah sangat mengantuk.
Kini Andre pun membawa Alana pulang. Di dalam mobil Alana hanya diam hingga Andre yang membuka pembicaraan."ehm, apa kau mau makan sesuatu dulu?"tanya Andre.
"tidak, aku ingin segera pulang dan istirahat."jawab Alana.
Andre pun kembali fokus menyetir dan setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Andre.
Alana pun turun dari mobil dan masuk kedalam rumah tanpa menunggu Andre. Saat Alana ingin membuka pintu mobil, Andre menahannya."boleh aku masuk?"tanya Andre.
"kau mau tidur di sini juga?"tanya Alana.
"tidak, aku hanya ingin berganti pakaian."jawab Andre.
Alana pun mempersilahkan Andre masuk ke dalam kamar. Sementara Alana menunggu di luar kamar.
Setelah Andre selesai berganti pakaian, dia pun keluar dari kamar."aku sudah selesai."ucap Andre.
Alana pun masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian, lalu naik ke atas ranjang dan memejamkan mata nya.
Ke esokan pagi nya.
Alana yang sudah bersiap siap untuk berangkat ke yogya pagi. Sudah menarik koper nya turun kebawah.
Semua orang yang berada di meja makan menoleh ke arah Alana yang berjalan mendekati meja makan. "sayang apa tidak bisa pulang nanti saja?"tanya ibu Marisa.
Alana pun tersenyum."maaf ma, pekerjaan ku masih banyak, dan aku tidak mungkin meninggalkan nya."jawab Alana.
Andre hanya diam melihat ke arah anak anak nya yang terlihat sedih dan Andi pun berjalan mendekati Alana dengan di ikuti oleh Naura."bunda kapan kesini lagi?"tanya Naura yang memeluknya bersamaan dengan Andi.
Alana pun tersenyum."nanti bunda akan usahakan untuk kesini lagi."jawab Alana. Setelah selesai dengan sarapan pagi, Alana pun bersiap untuk berangkat ke ke bandara.
"Naura, Andi. Bunda berangkat dulu ya."pamit Alana pada kedua anaknya.
"iya bunda"jawab Naura dan Andi.
Alana pun mendekati ibu Marisa dan tuan Brama."ma, pa, Alana berangkat dulu."ucap Alana dengan mencium tangan kedua mertuanya.
"hati hati ya sayang."ucap ibu Marisa.
"iya mah ,pa."jawab Alana dengan tersenyum.
Alana melihat ke arah Andre."aku titip anak anak pada mu."ucap Alana pada Andre.
Andre pun tersenyum sambil mengangguk."heemm...aku akan mengantarkan mu ke bandara.ucap Andre.
Alana pun mengangguk dan tersenyum. Dan mereka pun masuk ke dalam mobil dan siap melaju menuju bandara.
Di dalam mobil Alana hanya diam dan menatap kesamping jendela. Andre memainkan mata elang nya ke arah Alana."ehm....apa kau tidak bosan menatap jendela itu?"tanya Andre.
Alana pun menoleh ke arah Andre dengan malas."memangnya kenapa?"tanyanya yang balik bertanya pada Andre.
"tidak ada, aku hanya bertanya, kau malah balik bertanya."jawab Andre.
Sesampainya di bandara, Alana pun ingin membuka pintu mobil. Namun Andre memanggilnya."Alana."panggil Andre.
Alana pun menoleh ke arah Andre."hem..."jawab Alana. Saat dia menoleh ternyata wajah Andre sudah sangat dekat sehinggga hidungnya menyentuh pipi Andre.
Andre pun mendekatkan bibirnya perlahan kebibir Alana."aku sangat mencintai mu."ucap Andre dengan menempelkan kening mereka berdua.
Alana terdiam dan perlahan terpejam merasakan bau mint dari mulut Andre. Detak jantung Alana berdetak lebih cepat dan menatap mata Andre.
"I am sorry please."ucap Andre.
Alana pun mengangguk anggukan kepalanya sambil terpejam karena Andre menyentuh lehernya dan perlahan me***mat bibir mantan istri nya.
Alana pun membalas ciuman Andre dan memegang tangan Andre yang menahan tengkuk nya.
Cukup lama mereka berdua saling bertukar saliva di dalam mobil, hingga Andre menghentikan ciuman mereka."aku bisa terlambat mas."ucap Alana
Andre pun tersenyum."aku akan mengantar kan mu dengan zet pribadi ku."jawab Andre.
Andre dan Alana pun berjalan menuju zet pribadi milik nya, dan duduk di sofa di dalam zet nya.
Andre pun tersenyum pada Alana."berapa lama aku harus menunggu mu?"tanya Andre.
"belum tau."jawab Alana dengan santai.
"kau tega sekali pada ku sayang, kau tau aku menahan rindu pada mu selama tiga tahun sayang."ucap Andre dengan memelas.
__ADS_1
"anggap saja itu hukuman untuk mu."jawab Alana.
"aku sudah menerima hukuman nya saat kau mengidam anak kita ."jawab Andre.
"aku ingin kita menjadi sepasang kekasih, dulu kita menikah hanya untuk menghindari masalah kita, jadi sekarang aku ingin kita pacaran jarak jauh."ucap Alana.
Andre pun mendekati Alana dan perlahan mendekatkan wajahnya."bagaimana kalau burungnya minta jatah sayang."bisik Andre dengan bibir menyentuh telinga Alana.
Wajah Alana memerah seperti kepiting rebus dengan bunyi jantung yang berdetak lebih cepat."kita sudah sampai, aku ingin keluar."jawab Alana dengan gugup.
Andre tersenyum melihat mantan istri nya yang terlihat gugup dan mengikuti langkah Alana yang keluar dari zet nya.
Alana pun menoleh ke arah Andre yang sedang mengikuti langkah nya."kenapa kau mengikuti ku?"tanya Alana.
"aku ingin mengantar kan mu sampai ke dalam mobil."jawab Andre.
Alana pun tersenyum dan kembali berjalan menuju mobilnya dengan di ikuti oleh Andre. Saat Alana ingin membuka pintu mobil, Andre menahannya."apa aku boleh datang untuk bertemu dengan mu."tanya Andre.
"eeemm....aku kan sudah mengatakan kalau kita pacaran jarak jauh, atau lebih tepatnya LDR. "jawab Alana.
"sayang aku tidak mungkin bisa menahan rindu ku pada mu, kau tidak kasihan pada ku?"tanya Andre.
"yaa...begitulah....aku ingin kita menjadi sepasang kekasih selama satu tahun."jawab Alana.
Andre terkejut sambil melotot."apa ! satu tahun,
"tanya Andre dengan keras.
"santai saja, tidak perlu terkejut seperti itu."jawab Alana.
Andre membuang nafas nya dengan panjang."baiklah kalau begitu, tapi jangan salah kan aku jika aku khilaf."ucap Andre.
"coba saja kalau bisa."jawab Alana dengan menantang Andre. "yasudah, sekarang biarkan aku pergi,"pinta Alana.
"baiklah sayang, tapi jangan lupa nanti malam, aku akan video call."jawab Andre.
Alana pun tersenyum dan masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan nya ke rumah.
Dan setelah kepergian Alana, Andre pun masuk ke dalam zet pribadi nya untuk menuju jakarta.
Sementara Alana kini sudah sampai di rumah nya dan menjatuhkan tubuhnya dikasur. Dia tersenyum sambil membelai bibirnya yang terasa bengkak karena ulah Andre.
*
Hari pun menunjukkan pukul delapan malam.
Saat Alana sedang asyik dengan fikiran nya, ponselnya berbunyi dari nomor mantan suaminya. Alana pun membuka panggilan video call dari Andre.
Andre :hai sayang.
Alana:heemmm...
Andre :kenapa kau terlihat tidak suka aku membivideo call mu?
Alana :Lalu aku harus bagaimana?
Andre :ya...di jawab dengan hangat sayang, seperti...hai juga sayang begitu !
Alana :aku tidak mau terlihat bucin di mata orang orang.
Andre :Lalu menurut mu, aku bucin?
Alana :tidak juga, mana anak anak?
Andre :mereka sudah tidur, eemm...sayang bolehkah aku mengajukan permintaan?
Alana :apa ?
Andre :aku ingin kita segera menikah lagi, aku tidak tahan berjauhan dengan mu sayang.
Alana :heeh..dasar laki laki, aku tidak mau.
Andre :kenapa? kalau kau tidak mau, maka jangan salah kan aku jika aku tergoda dengan perempuan lain.
Alana :kau mengancam ku?
Andre :terserah, sekarang matikan saja telponnya, aku mau mencari perempuan yang bisa ku ajak ke hotel.
Andre pun langsung mematikan ponsel nya. Sementara Alana terkejut dengan ucapan Andre
Dia menarik kembali menghubungi nomor Andre berkali kali, namun Andre tidak mengangkat panggilan telepon nya.
*
Satu minggu berlalu.
Setelah melakukan video call satu minggu yang lalu. Alana sangat merasa gelisah karena Andre tidak pernah lagi menghubungi nya.
__ADS_1
Bukan karena Andre benar benar marah pada nya, namun karena ada sedikit masalah bisnis nya di Dubai, Andre pun berangkat ke Dubai tanpa memberitahukan kepada Alana.
Alana yang kini sedang berada di dalam ruang kerjanya, sedang menyandarkan kepalanya di kursi dengan memejamkan mata nya.
Lamunanya pun terhenti saat suara telepon di meja kerjanya berbunyi.
"ya halo."sahut Alana.
"kakak bisa keruangan ku sekarang?tanya David.
"iya baiklah."sahut Alana
Alana pun melangkah menuju ruangan David, dan segera masuk ke dalam.
"apa yang bisa ku bantu?"tanya Alana.
Andre yang sedang duduk di sofa ruangan David, tersenyum melihat Alana yang tidak menyadari kehadirannya.
"bisakah kakak menemani client ku yang sedang galau itu?"ucap David dengan mengarahkan pandangan nya ke arah lain Andre.
Alana pun ikut menoleh ke arah Andre, dia pun terkejut melihat Andre pun tersenyum."ma-mas."ucap Alana.
"apa kabar sayang?"tanya Andre sambil melangkah mendekati Alana.
Alana menatap wajah Andre dengan tatapan kesal."sudah puas bermain dengan perempuan di hotel?"tanya Alana dengan wajah kesal.
Andre tersenyum mendengar ucapan Alanayang terdengar cemburu. Dia pun mendekatkan wajahnya ke arah Alana. David yang menyaksikan adegan itu, segera berpamitan."eee..kak Al, ndre, aku ada meeting, kalian lanjutkan saja."ucap David.
Andre tersenyum."tentu saja teman, sayang."ucap Andre dengan wajah manja nya.
Perlahan Andre menyentuh bibir Alana yang sudah menjadi candu bagi nya. Alana terpejam dan membalas ciuman hangat dari Andre dan dengan ganas Andre melakukannya.
Andre mengangkat tubuh Alana ke atas meja kerja David tanpa melepaskan ciuman mereka. Pada saat mereka sedang menikmati ciuman panas mereka, seorang OB perempuan datang tanpa mengetuk pintu nya.
Andre dan Alana tersentak melihat ke datangan OB itu."ma-maaf bu Alana, saya lupa mengetuk pintu nya."ucap OBnya dengan gugup.
Andre tidak mengubah posisi nya yang melindungi kemeja Alana yang terbuka dan memperlihatkan payudara nya. Alana pun dengan malu menjawabnya."tidak apa apa."jawab Alana.
Setelah OB itu pergi. Mereka kembali berciuman dengan sama sama mencari kepuasan. Mereka berdua berciuman sambil melangkah menuju kamar pribadi milik David.
Mereka berdua kini telah hanyut dalam ciuman panas mereka hingga tangan Andre meraba daerah intim Alana. Namun Alana menahan tangan Andre."sayang jangan, kita harus menikah dulu.
Andre pun menghentikan ciuman panas mereka."kalau begitu aku ingin kita segera menikah lagi."jawab Andre.
Alana pun tersenyum sambil membelai pipi Andre."baiklah, kapan kita akan menikah?"tanya Alana.
"sekarang saja."jawab Andre.
Alana pun terkejut."sekarang !kau jangan bercanda sayang."ucap Alana.
"tidak, aku tidak bercanda, kita bisa pergi ke KUA dan membawa penghulu untuk menikahkan kita."jawab Andre.
Alana pun tersenyum dan mengangguk."terserah kau saja."ucap Alana.
Mereka berdua pun segera pergi ke KUA untuk segera menikah lagi. Dengan segala kekuasaan yang Andre miliki, akhirnya mereka berdua sudah resmi menjadi suami istri lagi.
Kita percepat saja ya bestie dialognya. 😁😁😁
Setelah sudah resmi kembali menjadi suami istri. Andre pun ikut bersama Alana ke rumah kecil Alana.
Alana membawa Andre masuk ke dalam rumah nya. Andre yang sudah tidak tahan lagi punlangsung mengunci pintu dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"sayang aku sudah tidak tahan lagi."ucap Andre dengan suara manja nya. Sementara Alana pun terpejam mendengar ucapan suaminya yang menyentuh daun telinganya.
Andre membalik tubuh istrinya dan langsung me***mat bibir istrinya dengan ganas.Mereka yang sedang melakukan ciuman panas mereka di ruang tengah dengan posisi berdiri.
Andre dengan ganasnya melepaskan pakaian istrinya dan pakaian nya diruang tengah hingga terjatuh di lantai.
Kini mereka berdua sudah tidak mengenakan sehelai benang pun. Andre pun membawa tubuh istrinya masuk ke dalam kamar dan menaruhnya di rumah.
Mereka berdua kini telah hanyut dalam percintaan yang sudah keberapa kali nya mereka merasakan pelepasan bersama.
Alana mendesah karena kecupan Andre turun ke bagian intim Alana dan menjilat kacang kecil yang berada di daerah intim nya.
Tanpa mereka sadari mereka berdua bercinta hingga beberapa jam. Karena sudah lelah, Alana dan Andre pun menghentikan percintaan mereka.
Mereka berdua mandi bersama dengan sambil berciuman. Dan setelah selesai mandi bersama. Mereka pun keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian bersama.
Andre memeluk pinggang istrinya yang sedang duduk di kursi menghadap cermin."apa kau lapar sayang?"tanya Andre sambil mengecup tengkuk istrinya.
"heemm...dari tadi aku lapar, tapi kau tidak membiarkan ku untuk berbicara, kau hanya menyuruhku untuk mendesah."jawab Alana.
Andre tersenyum pada Alana."kali ini kau sangat lahai tidak seperti sebelumnya."ucap Andre dengan wajah nakal nya.
Alana pun tersenyum dan menatap wajah suaminya."memangnya dulu aku kurang lihai?"tanya Alana.
"tidak..dulu kau masih canggung melayani ku, tapi sekarang kau sudah sangat hebat."ucapnya
__ADS_1