Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.

Bunda Cantik Untuk Daddy Naura.
Mambawa Andi pulang


__ADS_3

Andre pun mendekati mantan istri nya."ada apa?"tanya Andre.


"bi Lastri sudah tiada."jawab Alana.


Andre pun duduk di samping Alana sambil memangku Andi."bunda jangan sedih, masih ada aku dan daddy yang akan menemani bunda."ucap Andi.


Alana tersenyum pada anaknya dan tidak mau menjawab ucapan anaknya.


Andre pun merasa tidak enak dan menaruh Andi ke pangkuan Alana."Andi dengan bunda dulu ya, daddy akan mengurus uang administrasi nenek dulu."ucap Andre.


Namun Alana menahan tangan nya."jangan mas, biar aku yang mengurus nya."ucap Alana.


"tolong jangan egois Alana, tenangkan diri mu saja, aku hanya ingin membantu mu."ucap Andre sambil berjalan meninggalkan Alana.


Andi melihat ke arah bundanya."bunda kenapa tidak mau di bantu oleh daddy?"tanya Andi.


"kau masih kecil, belum mengerti apa apa."jawab Alana.


Setelah selesai mengurus uang administrasi Andre pun kembali mendekati Alana dan Andi."ayo kita pulang dulu, mayat bi Lastri akan segera di bawa menggunakan Ambulance."ucap Andre.


Alana menarik nafas nya dengan panjang.


Singkat cerita.


Setelah pemakaman bi Lastri, Alana masih duduk di samping makam bi Lastri dengan tatapan kosong.


apa yang harus kulakukan tanpa bibi.


Bibi sekarang sudah tiada, siapa yang akan menemani Andi jika aku bekerja.


bathin Alana.


Andre pun mendekati mantan istri nya."sekarang kita pulang ya."ucap Andre.


Alana pun berdiri dan berjalan dengan langkah gontai. Di dalam mobil, Alana hanya diam entah apa yang dia pikirkan, hingga Andre menghentikan lamunanya."Naura dan mama mau ke sini."ucap Andre.


Alana pun menoleh ke arah Andre."apa kalian akan mengambil Andi dari ku?"tanya Alana penuh dengan kekhawatiran.


"tidak , Naura hanya ingin bertemu dengan adiknya, dan dia juga sangat merindukan mu."jawab Andre.


Alana meneteskan air mata saat mendengar Naura sangat merindukannya."kapan Naura dan mama ke sini?"tanya Alana.


"hari ini, mungkin sekarang mereka sudah tiba di rumah mu."jawab Andre.


Setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Alana. Dan saat dia keluar dari mobil, Naura berlari ke arah Alana dan langsung memeluk Alana."bunda.."ucap Naura.


Alana pun membalas pelukan Naura."Naura"ucap Alana sambil mengelus kepala Naura.


Naura pun melonggarkan pelukannya."bunda aku sangat merindukan bunda, kenapa bunda pergi meninggalkan Naura?"tanya Naura.


Alana menatap wajah anak sambungnya dengan iba."maaf, kalau bunda tidak memberitahu mu, tapi mungkin daddy lebih tau jawabannya."jawab Alana.


Andre merasa serba salah pada Naura dan Alana."eee...Naura sudah bertemu dengan adik mu?"tanya Andre pada putrinya.


"sudah dad, tadi aku bermain bersama dede Andi, ayo bunda kita masuk."ajak Naura.


"eee..Naura kau duluan saja, daddy dan bunda mau bicara sebentar."ucap Andre.


Alana menoleh ke arah Andre dengan tatapan tajam."apa yang ingin kau bicarakan?"tanya Alana.


"aku tidak ingin Naura tau kalau kita selama ini sudah bercerai."jawab Andre.


"cukup Andre, Naura sekarang sudah besar, jadi sepertinya dia berhak tau kebenarannya, dan kau jangan menjadikan Naura sebagai alasan."


"semua yang sudah terjadi itu adalah salah mu, dan kau ingin aku menuruti keinginan mu. Kau tahu Andre, kau mau tau, aku sangat membenci mu. Aku membenci mu."ucap Alana sambil memukul dada Andre.


Alana pun melangkah meninggalkan Andre dan masuk ke dalam rumah.


Sementara Andre terdiam dan mengusap wajahnya dengan kasar dan menjambak rambut nya.


Andre lalu ikut masuk ke dalam. Didalam rumah Alana, ibu Marisa dan tuan Brama juga Naura sedang duduk di ruang tengah, dan ibu Marisa melangkah menyambut Alana yang baru masuk."sayang mama sangat merindukan mu."ucap ibu Marisa.


Alana terdiam saat ibu Marisa memeluk nya. Lalu ibu Marisa melepaskan pelukannya."sayang...mama ingin kau pulang ya."pinta ibu Marisa.


Alana melepaskan genggaman tangan ibu Marisa."maaf ma, aku tidak bisa."jawab Alana dengan menatap wajah mertua nya.

__ADS_1


Ibu Marisa dan tuan Brama pun merasa sedih dengan jawaban mantan menantu nya."Alana, kalau kau tidak mau kembali ke rumah, maka aku akan membawa Andi pulang bersama ku."ancam Andre pada Alana.


Alana pun berjalan mendekati Andre. "terus lah, lakukan lah, jika kau masih belum puas menyakiti ku."ucap Alana mata ber embun. Kau adalah pria yang egois yang pernah aku temui.


Hancurkan saja hidup ku mas, kalau perlu bunuh saja aku. Kau fikir semudah itu memperbaiki hubungan kita, kau fikir aku tidak sakit ketika suami ku sendiri sama sekali tidak mempercayai ku dan bahkan kau langsung menjatuhkan talak satu pada ku."ucap Alana dengan suara tangisnya.


Andre terdiam dan menatap wajah mantan istri nya dengan tatapan penuh penyesalan."aku minta maaf sayang."jawab Andre.


"maaf aku bukan perempuan yang mudah untuk melupakan semua yang kau lakukan pada ku, dan bagi ku itu sudah cukup, aku tidak ingin mengulang kembali bersama mu. Dan kalau kau ingin membawa Andi pulang bersama mu, silahkan."ucap Alana.


Andre tidak pernah menyangka bahwa Alana sanggup merelakan anak nya di bawa oleh nya."aku tidak menyangka kalau kau mengorbankan Andi demi ke egoisan mu."jawab Andre dengan wajah marah.


Tuan Brama dan ibu Marisa hanya bisa diam melihat anak dan menantunya bertengkar.


"itu kan yang kau mau, dengar Andre, aku bukan perempuan lemah, dulu kau pernah mengusirku tanpa kasihan dan tanpa mendengar kan penjelasan dari ku."ucap Alana.


Andre pun mendekati Andi."sayang sekarang Andi mau pulang bersama daddy atau tetap di sini bersama bunda?"tanya Andre


Andi melihat ke arah bundanya, dan Alana pun menganggukan kepalanya."bunda tidak akan marah pada mu, kalau Andi mau ikut dengan daddy, ikut lah, karena bunda tidak ingin melibatkan mu dalam masalah bunda dan daddy."ucap Alana pada putranya.


Ibu Marisa pun mendekati Alana."Alana, atas nama Andre, mama minta maaf tapi tolong fikirkan kebahagiaan anak anak kalian."ucap Ibu Marisa dengan sangat memohon pada nya.


"Alana tidak akan melarang mama maupun mas Andre untuk membawa Andi pulang, tapi aku perlu waktu untuk memikirkan kebahagiaan anak anak ku."jawab Alana.


Setelah mereka memutuskan untuk membawa Andi pulang. Alana pun menyerahkan koper yang berisi baju baju Andi, dan dia berjongkok menghadap anak nya."Andi sayang, jangan nakal padakak Naura ya, dan Andi jangan minta macam macam pada daddy."ucap Alana pada putranya.


Andi pun menganggukan kepalanya."iya bunda, Andi janji tidak akan nakal pada kak Naura dan tidak meminta macam macam pada daddy."jawab Andi.


Dan mereka pun berangkat menuju bandara dan meninggalkanrumah Alana. Alana menatap kepergian mobil yang di naiki putranya bersama keluarga Sanjaya.


Alana pun masuk dan duduk di sofa ruang tengah


...****************...


Ke esokan pagi nya.


Alana pun bersiap siap untuk berangkat ke kantor. Dan Sesampainya di kantor, Alana menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya.


David yang baru saja tiba, mendekati Alana. Pagi kak Al."sapa David.


"pagi."sahut Alana dengan malas.


"percuma, kau yang memberitahukan pada Andre kan, tentang Andi, dan kau tau, Andre sudah membawa Andi pulang."jawab Alana.


David tersenyum pada Alana."kak Al aku tidak memberitahu nya, dia yang bertanya pada ku dan aku memberi tahu nya."jawab David.


"itu sama saja dodol."ucap Alana.


"aku tidak menyangka kalau Andre ternyata mantan suami mu kak."ucap David


"aku sudah tidak ingin mengingat nya lagi, bagiku dia sudah menjadi masa lalu."ucap Alana.


"itu artinya kau akan menerima seseorang untuk menjadi masa depan mu kan?"tanya David.


"tidak semudah itu untuk menerima seseorang, setelah kegagalan yang kita alami vid, dan aku takut akan seperti itu lagi."jawab Alana.


"baiklah kalau begitu, persiapkan diri mu untuk ikut dengan ku meeting bersama client di hotel xxx."ucap David.


Alana pun menganggukan kepalanya dan David pun masuk ke dalam ruangan nya.


Setelah cukup lama David pun keluar dari ruangan nya dan bersiap untuk berangkat ke hotel."ayo kita berangkat."ajak David.


"heemm..."jawab Alana.


Mereka pun keluar dari lift dan berjalan menuju mobilnya. Dan di dalam mobil David kembali menggoda kakak sepupu nya."hati hati kak Al, client ku yang satu ini sangat pintar merayu."ucap David.


Alana membuang nafas nya."huuu.h kau fikir aku perempuan gampangan, menikah dengan Andre saja, aku baru berhubungan setelah satu bulan menikah."jawab Alana.


"apa ! kau serius, Andre hebat juga, bisa menahan nafsunya saat tidur satu ranjang dengan mu."ucap David.


"sudahlah Davidson, fokus lah menyetir dan jangan mengejek ku lagi."cercah Alana.


Sesampainya mereka di hotel xxx. Alana dan David pun duduk menunggu client nya datang. Dan setelah beberapa menit kemudian, client nya pun datang dan mendekati Alana dan David.


"selamat pagi tuan David da...n."ucapan tuan Riko Rahardja tergantung saat melihat ke arah Alana.

__ADS_1


"ehm..suara David menghentikan tatapan tuan Riko pada Alana."namanya Alana."ucap David.


"maaf nona Alana."ucap Riko Rahardja.


Mereka pun kembali duduk dan memulai meeting nya. Dan setelah meeting selesai mereka pun makan bersama. "nona Alana, bisa kah kau memberikan nomor ponsel mu pada ku, barang kali aku memerlukan bantuan mu."ucap Riko.


Alana menoleh ke arah David."eee..maaf saya tidak punya ponsel, saya hanya menggunakan telpon rumah saja."jawab Alana.


"kalau begitu nanti akan ku belikan ponsel baru untuk mu."ucap tuan Riko.


Alana pun merasa kehabisan ide untuk menjawab ucapan tuan Riko."tidak perlu tuan. Saya hanya tidak ingin anak saya melihat ibunya bermain ponsel."jawab Alana.


"ternyata kau sudah punya anak?"tanya tuan Riko.


"iya saya sudah pernah menikah dan sudah memiliki anak."jawab Alana.


"heemm...sangat menarik, boleh aku bertemu dengan anak mu.?"tanya tuan Riko.


Alana pun merasa bingung dan menendang kaki David untuk membantunya menjawab ucapan tuan Riko. Dan David pun ikut menjawab."anak kakak saya ini sedang ikut berlibur bersama daddy nya, dan karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan, kakak saya jadi tidak bisa ikut berlibur bersama suaminya."jawab David.


Alana melotot mendengar jawaban David."benarkah, tapi yang saya dengar, nona Alana ini sudah bercerai dengan suaminya."ucap Riko.


"mereka berencana akan rujuk kembali tuan."jawab David.


"ooo..benarkah begitu, kalau begitu sayang sekali, saya terlambat."ucap Riko.


Alana merasa lega dan membuang nafas nya. Dan setelah selesai, mereka pun meninggalkan hotel bersama sama.


Kini Alana dan David melajukan mobilnya menuju kantor."kau sangat menyebalkan, kalau Andre tau kau berkata seperti tadi, dia akan besar kepala."ucap Alana.


"kau jangan marah, kalau aku tidak menjawab ucapan tuan Riko tadi, dia akan terus terusan menanyakan tentang mu."jawab David.


Alana terdiam."sekarang jujur saja pada ku, apa kau benar benar sudah tidak mencintai Andre?"tanya David.


Alana diam sejenak dan tidak menjawab perkataan David."kalau begitu kenapa kau selalu menolak semua pria yang ingin menikahi mu?"tanya David.


Alana menarik nafas nya."aku belum bisa berdamai dengan diri ku sendiri, aku tidak bisa begitu saja memaafkan Andre, kau tau, aku pernah berdamai dengan hati ku pada saat hati ku masih mencintai moreno dan memilih melupakannya demi Andre.


Dan apa yang ku dapatkan, Andre malah menceraikan ku, untuk saat ini aku masih ingin meyakinkan hati ku untuk kembali lagi bersama Andre demi anak anak ku."jawab Alana dengan mata ber embun.


Sesampainya di kantor, David dan Alana pun masuk ke dalam lift dan berjalan menuju ruangan masing masing.


Alana menyandarkan kepalanya di kursi. Saat dia ingin melanjutkan pekerjaan nya, tiba tiba ponselnya berbunyi. Dan Alana pun mengangkat panggilan video call dari Andre.


Dengan malas Alana menampakkan wajah nya.


Alana :ada apa ?


Andre :Andi ingin bicara dengan mu.


Alana :mana dia.


Andre :sebentar, Andi...Andi...sepertinya Andi sedang keluar bersama mama dan Naura.


Alana :lalu kenapa kau menghubungi ku?


Andre :aku....aku ingin memberi tahu kalau minggu depan hari ulang tahun Andi yang ke tiga, aku ingin merayakannya di sini, apa kau bisa datang?


Alana :aku tidak bisa janji, kenapa harus di jakarta, apa kau mau mempersulit ku ?


Andre :Andi anak ku, jadi aku juga ingin merayakannya.


Alana :terserah.


Andre :tapi Naura dan terutama Andi pasti akan berharap kau bisa datang.


Alana hanya diam dan membuang wajahnya ke arah lain.


Andre :setidaknya kau lakukan demi anak anak. aku mengerti kau sangat membenci ku, tapi ku mohon jangan perlihatkan kebencian mu pada ku di depan anak anak kita.


Alana mengangkat wajahnya ke atas."akan aku usahakan, baiklah aku masih ada pekerjaan.


Andre :heemm.


Mereka pun mematikan ponsel nya. Andre nama kontak Alana dengan wajah sedih.

__ADS_1


aku tidak akan memaksa mu untuk tidak membenci ku.


jangan lupa like.


__ADS_2