Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2

Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2
Gulali


__ADS_3

"Mark harus menikahi Tania, bagaimanapun. caranya." gumamnya dalam hati.


 


\*


 


"Kau senang?" seorang pria bertanya pada gadis cantik yang kini duduk dihadapannya.


"Tentu saja. Kalian benar-benar hebat." puji Tania sambil tersenyum pada ketiga pria itu.


"Apakah akan ada lain kali?" tanya salah satu dari mereka.


"Tunggu saja kabar dariku. Aku harus bergegas sekarang." ujar Tania.


"Kau mau kemana lagi tuan putri?" tanya salah satu diantara mereka.


"Mencari suasana baru." Tania berlalu meninggalkan kamar hotel itu sambil tersenyum puas.


Tania lansung menuju lobby, tujuannya adalah kembali kerumah dan bersikap jadi tuan putri yang manis di hadapan dunia, terlebih kedua orangtuanya , Mark dan juga orang tua Mark.


Gadis itu lupa, bahwa segala sesuatu yang busuk, baunya akan tercium juga. Berpura-pura sudah sembuh bukan berarti penyakit kalian hilang sepenuhnya bukan? Itulah yang dikerjakan Tania selama ini. Sejak dia diterima sebagai pacar Mark. Dengan kata lain diterima secara paksa, karena saat itu Mark tidak punya hak untuk memilih.


 


\*


 


Mark berjalan menyusuri taman, pertanyaan Ibunya usai makan siang tadi masih terngiang ditelinga pria itu.


"Annasya, aku harus bagaimana?" tanya Mark pelan sambil menatap langit dan terus berjalan.


Pandangan pria itu mengabur, tetes bening mengalir membasahi pipinya.


"Ah, seharusnya aku tidak bertanya padamu. Aku sudah menyiksamu begini, tapi malah sibuk memikirkan mu di saat-saat seperti ini. Annasya, berbahagialah." masih menatap kosong ke arah langit.


"Paman, apa paman sedang melihat burung?" tanya seorang anak kecil yang tiba-tiba memegang kaki Mark.


"Hei, adik kecil apa yang kau lakukan?" tanya Mark penasaran dengan gadis kecil itu.


"Aku menghampiri paman karena sejak tadi paman asik memandang langit. Apa paman mau gulali?" Menyodorkan permen gula berbentuk boneka pada Mark.


Mark lalu memilih jongkok, agar bisa menyeimbangkan tingginya dengan gadis imut itu.


"Apa kau sedang tersesat?"


"Tidak paman, aku sedang bermain dengan teman-teman dan guru di penitipan anak, lalu seorang tante cantik membagikan permen gula kepada kami. Katanya kita harus saling berbagi, karena aku melihat paman sedang bersedih jadi aku ingin berbagi permen dengan paman. Kata tante itu, saat sedih dan marah harus makan sesuatu yang manis-manis."


-Deg-


jantung Mark berdebar mendengar penuturan gadis kecil yang kini berdiri dihadapannya. Gulali dan teori makanan manis, sungguh menginggatkannya pada satu sosok yang sangat dirinduknnya.


"Apa aku boleh berharap bahwa tante baik yang membagikan permen gula ini adalah kamu? Apa aku pantas berharap bahwa kamu baik-baik saja? Sementara aku sendiri melihatmu terbujur kaku Annasya." batin Mark bergejolak.


"Paman... buka mulutmu.... aaaaa..." ucap gadis kecil itu membuyarkan isi kepala Mark.


"aaaa... wah manis sekali" ucap Mark memuji rasa cokelat yang diberi oleh sang gadis.

__ADS_1


"Yoo Ra... waktunya pulang. Maaf tuan, Yoo Ra sudah mengganggu anda." seorang wanita menghampiri Mark.


"Ibu guru, Yoo Ra berbagi permen gula dengan paman berwajah sedih."


"Betul Yoo Ra, kamu harus menghibur teman yang sedang sedih." ujar sang guru sambil menggendong anak itu.


"Tuan maaf mengganggu. Terimakasih sudah berteman dengan Yoo Ra." ujar sang Guru pada Mark.


"Paman, jangan sedih lagi. Kalau paman masih sedih, ini gulali ku buat paman saja."


"Paman tidak sedih lagi adik cantik. Kau bisa melihat senyum paman sekarang." jawab Mark sambil memasang sebuah senyuman.


"Paman tampan, sampai jumpa."


"Sampai jumpa Yoo Ra." balas Mark sambil melambaikan tangannya.


Hidup memang penuh dengan pertemuan tidak terduga. Pertemuan serupa yang membawa Annasya kepada Mark. Namun setiap pertemuan itu selalu berpasangan dengan istilah perpisahan.


 


\*


 


Angel berjalan santai meninggalkan taman. Pagi tadi urusannya dengan kantor untuk hari ini sudah beres. Jadi gadis itu memilih bersantai sambil berkeliling kota dengan mobilnya sendiri. Dia sangat semangat karena ini kali pertama bagi Angel menyusuri daerah di Korea dengan mobilnya sendiri. Hasil jerih payahnya selama dua tahun terakhir.


Sambil bernyanyi kecil gadis itu menyetir, dan sesekali mencomot gulali yang terletak di sebelahnya.


"Wah manis sekali. Segala sesuatu yang manis pasti memang menyenangkan." gumam Angel bahagia.


Saat ini tujuan gadis itu adalah kembali ke apartement nya dan mengedit video yang sudah dia rekam usai dari kantor tadi pagi.


 


\*


 


Angel sudah selesai meng-upload video yang dia buat hari ini. Sebuah dokumenter singkat tentang kebaikan di sekitar mu, begitu Angel menamai judul videonya dalam bahasa inggris.


Sekarang gadis itu memilih bermalas-malasan di apartement nya.


"Kau benar, punya kekuasaan dan uang jauh lebih menyenangkan." ujar Angel sambil tersenyum memandang ke sisi kanan Sofa yang sedang didudukinya.


drt...drt...


Merasa terganggu Angel segera menjawab telpon tanpa memeriksa siapa yang menghubunginya.


"Hai Angeeeeeel...."


"JACK?" gumamnya saat mengenali suara di seberang sana.


"Coba tebak gue dimana.".


"Males."


"Tebak dong An.."


"Paling juga lagi main game di rumah loe, sampai busuk karena nggak mandi seharian."

__ADS_1


"Sembarangan aja. Cowo tampan gini loe tuduh busuk."


"Itu kan kenyataannya. Asal loe tau ya Jack, gue masih ingat tuh waktu kita SMA, loe paling malas mandi. Kemana-mana udah bau ketek tingkat dewa, untung jiwa toleransi gue tinggi."


"Astaga An... loe jangan ungkit aib gue sekrang dong. Lain kali aja ya, darurat nih."


"Darurat kenapa?"


"Jemput gue please...."


"Hei dodol, gimana gue bisa jemput loe? Maksud loe gue balik ke Jakarta? Kurang kerjaan kali gue Jack."


"Jemput gue ke bandara Angel yang paling baik dan cantik. Please "


"Bandara di Jakarta? astaga, bisa bangkrut gue."


"Bukan Angel... bandara di Korea."


"Astaga, mimpi apa gua punya teman se Halu loe?"


"Udah ih, buruan dong. Gue udah deg-degan nih takut dibawa kabur sama oenni-oenni cakep."


"Oenni-oenni? hei Jack loe itu malu-maluin banget tau nggak? Jangan sok-sokan nyapa cewe pakai kata Oenni. Ngerti nggak loe?"


"Apa salahnya?"


"Yah pokoknya jangan. Tunggu gue di sana." jawabku buru-buru sebelum memutuskan panggilan dam bergegas keluar dari apartement.


"Susah memang punya teman yang otaknya gagal berkembang. Bisa malu-maluin tuh si Jack kalau gue telat nyamperin." Ocehku dalam hati sambil bergegas menuju area parkir gedung ini.


 


\*


 


Sementara itu di bandara, Jack sedang berdiri kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Persis gaya orang tersesat dan kebingungan, lengkap dengan gulali besar berbentuk doraemon di tangannya. Hadiah untuk Angel. Jack tahu bahwa Angel paling suka makan permen gula ini, sedangkan karakter doraemon adalah pilihan Jack. Tokoh idolanya sejak kecil.


Beberapa gadis cantik bekali-kali meliriknya dan ternseyum penuh arti. Jack yang sedang kebingungan jadi salah tingkah. Dan yang namanya salah tingkah pasti selalu menciptakan momen tidak terlupakan, sama seperti Jack yang kini menghampiri seorang gadis cantik.


"Excuse me, sorry oenni, do you speak english?" tanya Jack penuh percaya diri.


Gadis yang ditanya hanya terpaku mamndang wajah polos plus kebingungan pria gulali di hadapan nya. Sementara beberapa orang yang sejak tadi mengamati Jack kini mulai cekikikan tak kuasa menahan tawa.


"Oenni..." panggil Jack lagi sebelum gadis itu memilih lari menjauh seperti orang ketakutan.


"Aku salah apa?" tanya Jack pada diri sendiri


...to be continued...


**Author PoV


hi... guys...


Gimana nih menurut kalian? Seru nggak? berikan kritikan kalian di kolom komentar ya.


mohon dukung dengan like dan vote juga.


Terimakasih

__ADS_1


-best**-


__ADS_2