Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2

Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2
Foto Lama dan Kenangannya


__ADS_3

Mark sudah menyelesaikan acara makan siangnya. Sang sekretaris juga sudah merapikan ruangan tuannya kembali. Di kursi kerjanya dengan gerakan lambat Mark menarik salah satu laci mencoba menemukan sebuah pena. Namun tiba-tiba pandangan pria itu tertuju pada sebuah foto yang sudah lama tidak dilihatnya. Rasa nyeri kini menyergap, menghampiri dada pria itu.


Kenangan pria itu kembali berputar pada kejadian beberapa tahun lalu.


Flash Back on


Korea musim panas 2013


Hari ini adalah hari pertama Mark menjadi mahasiswa di salah satu universitas terbaik negeri ini. Walaupun kedua orangtuanya tidak membatasi impian Mark, dalam artian mereka memberi kebebasan penuh pada putranya untuk memilih kampus dan negara yang ingin dituju untuk melanjutkan study, namun Mark memilih menetap di Korea.


Jika kalian penasaran dengan alasan Mark, tentu saja alasannya Tania. Gadis kecil yang sangat di cintainya itu. Gadis yang kini sah menjadi pacarnya, walau mereka belum berani mengakui hubungannya dihadapan keluarga keduabelah pihak.


Mark sudah tiba di kelas sejak 10 menit yang lalu. Ruangan kelas yang semula hening kini berubah ramai karena mahasiswa yang sibuk berkenalan satu dengan yang lain. Sementara Mark hanya fokus dengan ponselnya, sedang asik bertukar pesan singkat dengan Tania.


Ruangan kelas mendadak hening, Mark yang sadar akan perubahan ini segera menoleh kedepan dan menemukan bahwa seorang pria paruh baya sudah berdiri di sana. Sang dosen sudah masuk.


"Semuanya... selamat datang di kampus ini, sebelum kita memulai pelajaran saya ingin memperkenalkan teman kalian yang berasal dari Indonesia. Nona Annasya Lionita, tolong memperkenalkan diri." ujar sang Dosen sebagai kalimat pembukaan.


Seluruh isi kelas kembali kasak kusuk, terdengar bisik-bisik dari segala penjuru, sampai akhirnya seseorang angkat bicara.


"Selamat pagi semuanya, namaku Annasya Lionita. Kalian bisa memanggilku Anna atau Ann, kuharap kita bisa menjadi teman baik. Mohon bantuannya." ujar seorang gadis menggunakan bahasa inggris.


Setelah menunduk memberi hormat, gadis itu kembali berdiri tegak dan tersenyum pada seisi kelas.


"Wah, apa kau bisa berbahasa korea?" tanya beberapa pria dari arah belakang.


"Sedikit." jawab gadis itu dengan wajah memerah malu.


"Aku akan jadi temanmu. Bertemanlah denganku." sorak seorang pria dari arah belakang.


"Apa kau punya pacar." serang mahasiswa yang lain.


"Jangan mengganggunya." kali ini suara berasal dari salah satu perempuan di kelas.


"Kau cemburu?" pria yang menanyakan pacar mahasiswa asing itu balik menyerang sang gadis yang melarangnya mengganggu.


"Terimakasih teman-teman. Saya mohon bantuannya." ujar Anna dengan bahasa korea yang sangat hati-hati.


"cool..." jerit seorang gadis mendengar kalimat Anna.


Akhirnya Anna memilih duduk di salah satu kursi kosong. Sayangnya kursi kosong hanya ada di barisan paling depan. Atau lebih tepatnya, barisan paling depan hanya di huni oleh satu siswa, yang terlihat berwajah seperti bule. Sehingga Anna memilih duduk di barisan terdepan sejajar dengan pria itu.


"Tunggu dulu, pria ini bule kan? kenapa dia tidak memperkenalkan diri?". Anna bertanya dalam hati sambil menyimak sang dosen mengajar.


Walaupun diajar dengan bahasa Korea, Anna masih bisa memahami materi yang di sampaikan. Gadis ini memang belum dapat berbicara dengan lancar dalam bahasa Korea, namun skill pendengaran dan membacanya jauh lebih baik. Anna memilih melupakan perihal pria bule itu untuk sementara, dia ingin berfokus pada materi di depannya.


 


\*

__ADS_1


 


Kelas sudah usai, dengan buru-buru Anna bergerak mendekati Mark.


"Sesama mahasiswa asing harus akur." Batin anna.


Mark yang merasa bahwa sosok asing itu mendekat kearahnya langsung merasa sedikit was-was.


"Mau apa dia?" Tanya Mark dalam hati sambil mempercepat gerakannya menyusun buku-buku diatas meja.


"Hi..." suara gadis itu kini sudah menyapanya, membuat gerakan Mark melambat.


Aroma udara di sekitarnya berubah menjadi lebih manis dan segar.


"Apa dia mandi dengan parfum?" oceh Mark dalam hati, hingga gerakannya melambat.


"Hi, aku anna, boleh tahu namamu?" Anna bertanya dalam bahasa inggris.


"Aku Mark." jawab pria itu dengan bahasa korea tanpa membalas uluran tangan Anna.


"Sombong sekali" serang Anna dalam bahas Indonesia.


"Apa?" tanya Mark yang tidak mengerti sambil melangkah meninggalkan mejanya.


"Boleh kita berkomunikasi dengan bahasa inggris? Sepertinya kamu juga mahasiswa asing. Tapi kemampuan berbahasa koreamu juga luar biasa. Keren." puji Anna panjang lebar sambil mengekor di balik punggung Mark.


....


"Mark, apa kau berasal dari Eropa? Negara mana? Inggris, Belanda, Jerman, Perancis? Ah, kurasa kau berasal dari Australia." Anna kembali mengoceh sesuka hati.


"Gadis gila, kenapa berpendapat dan berbicara sesuka hatimu?" Balas Mark dalam hati.


"Mark, kenapa kau hanya diam? ah... pasti kau sedang lapar. Ingin makan sesuatu? Tapi ini kan belum jam makan siang. Apa kau melewatkan sarapan mu? Pasti berat bagimu hidup jauh dari orang tua. Apakah ini pertama kalinya bagimu? Aku juga begitu. Aku bisa menebak rasa rindu yang sekarang kau rasakan pada keluarga dan kampung halaman mu. Walau begitu, jangan melewatkan jam makanmu Mark. Menjaga kesehatan sangat penting, apalagi saat ini kita terpisah jauh dari keluarga, jangan membuat mereka khawatir. Kita harus bisa menjaga diri." ujar Anna panjang lebar, ada nada simpati yang tergambar dalam setiap kata yang dia ucapkan.


"Dasar gadis aneh. Pakai acara sok tahu. Berhenti mengikutiku aneh..." Protes Mark dalam hati.


"Mark, ayok kita makan." Anna sudah menarik lengan Mark dan membawa pria itu ke suatu arah.


"Tenagamu kuat sekali. Apa kau benar-benar perempuan?" Batin Mark tanpa menyadari bahwa tanpa dikomando tubuhnya malah mengikuti arah langkah Anna.


Anna dan Mark kini duduk di salah satu bangku taman. Mark mengernyit bingung, menyadari dimana kini mereka berada.


"Bukankah kau ingin makan?" tanya Mark mengklarifikasi pendengaran nya.


"Tentu saja." Jawab Anna santai sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


"Kenapa kita malah kemari? Harusnyakan kita ke kantin?" tanya Mark lagi.


"Tidak perlu ke kantin. Kita bisa berbagi bekalku." ujar Anna sambil membuka kotak makanannya.

__ADS_1


Mark mengamati gadis yang kini duduk di sebelahnya. Gadis itu membuka kotak makanan di atas meja taman. Dua kotak yang berisi beraneka macam buah dan sandwich. Ada rasa aneh yang menjalar masuk ke dalam hatinya. Udara di sekelilingnya masih terasa sangat manis dan wangi.


"Apa kau mandi dengan parfum pagi ini?" tanya Mark sambil meraih sandwich yang dibagikan oleh Anna.


"Tentu saja tidak. Kau pikir aku kurang kerjaan?" jawab Anna santai.


"Dimana kau membeli sandwich ini?" tanya Mark setelah menggigit sandwich di tangannya.


"Aku tidak membelinya. Aku membuatnya." Jawab Anna masih dengan santai.


Jantung Mark tiba-tiba berdebar kencang. Selain ibunya, ini pertama kali dia memakan sesuatu yang disiapkan oleh perempuan lain.


"Tunggu dulu... apakah rasanya sangat buruk?" jerit Anna seperti menyadari sesuatu sambil menyambar tangan Mark hingga sandwich ditangan Mark mendadak jatuh berhamburan.


"Kau menjatuhkannya Annasya..." protes Mark.


"Aku tidak sengaja. Maaf." ujar Anna.


"Kenapa menyentuh tanganku tiba-tiba?" Mark masih menunjukkan tampang kesalnya. Entah karena sandwich yang jatuh atau tangannya yang disentuh.


"Aku takut rasanya tidak enak." ujar Anna dengan wajah sedih.


"Rasanya sangat enak. Dasar gadis aneh." batin Mark.


"Karena kau mengejutkanku sampai sandwich ditangan ku jatuh, maka semua ini jadi milikku." ujar Mark sambil meraih box sandwich Anna.


"Aku juga masih lapar." rengek gadis itu tak rela.


"Kau bisa memintanya padaku."


"Kau mau berbagi denganku?"


"Tergantung dari seberapa ahli kau memohon padaku untuk berbagi denganmu."


"Aku akan memikirkannya nanti. Sekarang biar kuhabiskan buah ini." Ujar Anna mulai memakan buah yang juga dia bawa.


"Jangan makan sendiri, dasar pelit." protes Mark.


Akhirnya Anna berbagi se box buah dengan pria asing itu. Sementara Mark kembali berperang dengan rasa kesalnya pada Anna yang sejak tadi masih berisik seperti burung yang berkicau di pagi hari.


...to be continued...


Author POV


Aduh, gimana nih guys? Mark kan sudah pacaran sama Tania teman masa kecilnya. Menurut kalian apa yang akan terjadi pada Anna dan Mark? Apakah mereka akan jadi sahabat atau malah jadi kekasih?


yuk beri jawaban di kolom komentar ya.


like dan vote yang rame karena author butuh suplay energi.

__ADS_1


thankyou.


-best-


__ADS_2