
Melihat foto itu Mark kembali tersadar, Annasya sudah pergi. Kekasihnya mengakhiri hidup karena kebodohannya. Tak mungkin Annasya kembali hidup, Mark pasti salah lihat. Ya dia menarik kesimpulan bahwa gadis tadi hanyalah halusinasinya.
\*\*\*
Angel masih berdiri di bawah gerbang utama taman bermain, menghirup udara musim panas yang sedikit kering tanpa menghiraukan kendaraan yang berlalu lalang di sana.
"Musim panas, kenapa dadaku sedikit sesak setiap kali mengingat kata musim panas?" gumam Angel dalam hati.
"Es nya habis. Apa kau melihat tempat sampah?" Angel angkat suara.
Jarak satu meter di balik punggungnya Jack berdiri mematung. Memandang punggung gadis berambut panjang itu dengan tatapan sendu.
"Sampai kapan lu begini Ann?" lirih Jack bertanya dalam hati.
"Gue geli banget tau gak liat lu berdiri sambil payungan begitu." Jack langsung angkat bicara, mencoba menyita perhatian Angel.
"Eh..." Angel memutar kepala ke arah sumber suara. "Lu udah kelar ngedate nya?"
"Ngedate apaan? Dasar aneh lu." jawab Jack santai.
"Yah kan lu habis ketemuan sama tokoh idola alias toilet." jawab Angel santai.
"Apa hubungannya? aneh lu."
Angel mengedarkan pandangannya seolah mencari seseorang yang hilang.
"Kemana dia?" gumam Angel dalam hati sambil melempar pandangannya ke seluruh penjuru, "oh disana..."
"Ayok pulang." gumam Angel pada sosok yang dilihatnya berdiri beberapa centi darinya.
"Gue di sini Angel, lu ngomong sambil munggungin gue. Jahat amat lu." protes Jack karena Angel memang berbicara sambil memandang ke arah lain, seolah dia berbicara dengan orang lain bukan Jack.
"Kapan gue ngomong sama lu." jawab Angel santai sambil berjalan mendekati sosok yang dia cari tadi.
"Let's go home, i feel bad to talk with this man." (Ayok pulang, aku malas bicara sama cowo ini.) Angel berbicara sekali lagi.
Sementara di balik punggung gadis itu, Jack menatapnya dengan mata sendu.
" Sampai kapan kamu begini Ann? Kapan kamu sembuh?" gumam Jack sedih sambil mengikuti langkah sahabatnya menuju area parkir.
\*\*\*
Sepanjang perjalanan pulang Angel fokus menyetir, sementara Jack yang duduk di sebelahnya sibuk mengajak gadis itu berbicara.
"An, mobil ini lu sewa ya?"
"Bukan."
"Terus?"
__ADS_1
"Mobil gue Jack."
"Lu serius?" Tanya Jack dengan antusias, raut tidak percaya tergambar jelas di wajahnya. Pria itu tahu selama satu tahun terakhir sahabatnya memang jadi selebgram yang sudah dikenal baik di dalam maupun luar negeri, tapi untuk membeli mobil mewah edisi terbatas di negara orang lain sepertinya butuh banyak prosedure dan uang.
"Nggak gue becanda, mobil ini punya orang, gue curi."
"Seram amat hidup lu."
"Berisik banget sih lu." jawab Angel ketus sambil menaikkan laju berkendara.
"Pelan-pelan kali Ann.. giliran nabrak aja tau rasa lu."
"Diem..!!!" jawab Angel kesal.
"gue juga berisik gini ada tujuannya Ann, supaya lu gak sibuk terjebak dengan dunia lu. Dunia yang lu buat sendiri hanya supaya lu bisa ketemu sama bayangan lelaki brengsek itu." gumam Jack dalam hati.
\*\*\*
Sesampainya di gedung apartemen baik Angel maupun Jack langsung bergegas ke unit masing-masing.
Di ruang tamu Angel menghepas tubuhnya ke atas sofa. Ruangan yang didominasi warna putih dan cream itu terlihat tenang.
"Apa kau ingin minum sesuatu?" Angel kembali angkat suara.
Sementara itu, Jack mondar-mandir di sebuah ruangan yang di dominasi oleh warna pink. Wajahnya menyiratkan kecemasan yang mendalam.
\*\*\*
Weekend yang usai kini membawa hari Senin yang selalu sukses membuat Angel merasa malas untuk membuka mata. Bunyi alarm ponsel yang sudah mendominasi kamarnya sejak beberapa menit yang lalu sudah dimatikan berulang kali oleh gadis itu.
"kukuruyuuuuuuk, Sudah pagi. Ayok bangun. Ayo bangun... Silahkan bangun." bunyi robot yang menjadi nada alarm Angel kembali terdengar.
"Dasar Robot berisik. Gue mager tau." gumam Angel sambil mematikan kembali alarm itu.
\*\*\*
Setelah pergulatan panjang, akhirnya gadis itu memutuskan untuk segera bangun dan bersiap untuk meeting dengan salah satu perusahaan terbesar di negara ini. Hari ini gadis itu harus kembali menjalani hari-harinya sebagai conten creator sekaligus selebgram.
Usai memarkir mobilnya, gadis itu masuk ke dalam sebuah gedung yang menjulan tinggi, tempat dimana King Group bernaung. Hari ini Angel akan mengikuti pertemuan antara artis dan pihak perusahaan untuk membahas projek.
Sejuknya udara dari AC menerpa kulit halus dan putih milik gadis itu, dandanan formal namun tidak terlalu mencolok membuatnya berhasil bermimikri sama seperti salah satu karyawan perusahaan, sehingga tak satu pasang matapun memandang kehadirannya dengan penuh selidik.
Menuju meja resepsionis, Angel melangkah dengan santai dan anggun. Gadis itu berbicara dengan sopan kepada petugas resepsionis, tak lupa sebuah senyum manis membingkai wajahnya. Setelah mendengar pengarahan sang resepsionis dengan seksama, Angel bergerak menuju lift.
Di sisi lain loby perusahaan sepasang mata mengawasi gerak gerik Angel. Mata milik Mark terlihat menatap gadis itu dengan penuh kerinduan.
"Annasya?" gumam Mark tak percaya, berkali dia mengerjap berharap sosok itu menghilang dari pandangannya.
"Aku tidak sedang berhalusinasi?" batin Mark sambil memandang sosok yang sudah masuk ke dalam lift perusahaan.
__ADS_1
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" sapa sekertaris Kim yang sedang berdiri tepat di sebelah pria itu.
"Apa kau melihatnya?" tanya Mark pada sang sekertaris.
"Siapa Tuan?"
"Perempuan yang baru saja masuk ke dalam lift." jawab Mark gamang.
"Maaf Tuan, saya tidak paham maksud anda. Ada begitu banyak staf perempuan yang sudah keluar masuk lift, saya tidak tahu perempuan mana yang tuan maksud." jawab sang sekertaris sopan.
Mark mengusap wajahnya kasar, "Apa kau tidak bahagia di sana sehingga bayang-bayangmu terus mengganggu ku?" Mark membatin sedih.
"Sekertaris Kim, apa jadwal saya hari ini?" saat masuk ke dalam Lift khusus CEO, pria itu berusaha mendapatkan kembali perhatiannya pada pekerjaannya.
\*\*\*
Di lantai 15 gedung King Group, sebuah ruangan yang di huni direktur pemasaran dan perencanaan kini telah di isi oleh Angel, dan 5 orang asing.
Mereka terlihat sibuk beramah tamah, sambil membahas projek yang akan dikerjakan.
Sementara itu, di lantai 16 di ruangan CEO, Mark yang kini sudah duduk di kursi kebesarannya meraih sebuah foto dari dalam laci meja kerjanya. Matanya memandang gadis berambut panjang yang senyumnya terukir abadi di dalam bingkai figura itu. Raut kerinduan dan kesedihan yang menyiksa terukir di wajahanya.
"Aku melihatmu lagi." ujar Mark sedih sambil menyentuh lembut foto itu.
\*\*\*
Meeting yang dihadiri Angel usai tepat saat jam makan siang. Setelah sedikit beramah tamah dengan rekan kerjanya yang baru, gadis itu melangkah terburu-buru keluar dari sana. Di loby perusahaan, Angel meraih ponselnya mencoba menghubungi Jack.
"Halo Jack.. Lu udah makan belum? Kalau belum tunggu gue. Gue dijalan pulang nih." ujar Angel panjang lebar begitu panggilan terhubung.
"Gue udah makan, Lu nyetir yang hati-hati aja deh Ann. Nggak usah buru-buru." Jawab Jack santai.
"Dasar lu jadi teman gak ada beres-beresnya." omel Angel sambil memutuskan sambungan.
"Tau gitu ngapain gue jalan cepat kayak dikejar setan dari tadi?" oceh Angel yang ternyata terburu-buru karena khawatir sang sahabat kelaparan.
🌺🌺🌺...to be continued... 🌺🌺🌺
Pesan dari Mark buat pembaca, guys maaf ya othor lagi sibuk urusan kuliah sebulan terakhir sampai gak sempat up. Tapi mulai hari ini othor bakal up tiap hari. huhuuuuuy... kalian baca terus ya kisah ku si oppa tampan ini. Jangan lupa like, tinggalkan komentar dam jugaaaaaa vote yang banyak buat oppa Mark. Ok??? Sarangheoo
..
.. ❤
\*
__ADS_1