
"Karena tujuan gue kesini adalah buat mastiin kalau loe nggak bakal terluka lagi Ann..." dia berkata lirih dalam hati sambil menyadarkan punggunya di jok mobil.
Sesuai permintaan Jack, akhirnya pria itu tinggal di gedung yang sama dengan Angel. Dia menempati unit kosong yang terletak dua lantai di bawah apartement Angel. Setelah membantu Jack menyelesaikan administrasi apartement, Angel memilih berdiam diri di apartemennya. Tak lupa gadis itu memberi ultimatum pada sang sahabat agar tidak mengganggunya.
\*
drt....drt...
drtt... drrrrrt
drt... drt...
Getar ponsel menyadarkan Angel dari malamnya yang tenang.
"Hallo..." jawab gadis itu tanpa membuka mata.
"Bangun loe... Dasar cewek pemalas." omel suara di seberang.
"Jack, masih pagi. Jangan ngajak gua berantem." Angel berkata malas.
"An, udah jam 9 loe bilang pagi? Kerja. Loe nggak kerja?"
"Ini hari apa?"
"Sabtu." jawab Jack santai.
"Nah itu loe cerdas. Gue nggak harus ngecek kantor hari ini. Jadi gue bisa bermalas-malasan."
"Kantor apaan? Bukannya kantor loe itu cuman kamera dan laptop?"
"Loe nggak tau, gue punya kantor cabang di sini. Ah, malas gue ngejelasin sama loe. Otak loe perlu tuh di suntik botox biar volumenya tambah." Angel yang belum sepenuhnya bangun malah berbicara ngawur kesana kemari.
"Lagak ngomong loe udah kayak CEO besar.. An... An.." Jack menggeleng gemas karena tingkah aneh sahabatnya itu.
"Bangun loe. Temani gue jalan. Nanti gua gaji." ujar Jack kemudian.
"Ah...males." Angel memutuskan sambungan telepon dan kembali terlelap.
\*
Angle baru mulai bermimpi ketika suara bel kembali mengusiknya. Dengan wajah kesal gadis itu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu utama. Tanpa memeriksa monitor CCTV di depan unit, Angel langsung membuka pintu.
"Nona Ann, apakah anda lupa? Hari ini ada pertemuan untuk kuliner Asia." ujar wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu apartemen Angel.
"Apa? Bibi, apa bibi datang kemari karena masalah itu?"
"Tentu saja. Sejam lagi pertemuan akan di mulai. Tapi Nona malah tidak bisa dihubungi, saya sangat khawatir." Jawab wanita itu.
"Maaf bibi. Saya akan bergegas. Bibi silahkan masuk kedalam, bibi bisa menunggu saya di sini." Angel langsung berlari meninggalkan asisten pribadinya selama di Korea.
Wanita paruh baya itu hanya menggeleng sambil tersenyum lembut. Angel sungguh mengingatkannya pada sosok putri yang kini sudah tidak bisa lagi dipeeluknya.
"Andai kamu masih hidup, pasti kamu seusia Angel. Apa kamu bahagia di sorga dengan Dad? Terimakasih Daddymu telah mewariskan semua yang dia miliki pada Nona Angel. Gadis ini pastilah gadis yang baik."
Beberapa menit kemudian,
"Bibi, ayok kita berangkat." Angel yang masih segar karena baru mandi mengajak wanita itu bergegas.
__ADS_1
"Tapi nona, apa tidak perlu memakai sedikit riasan?" tanya wanita itu memandang tampilan polos Angel.
"Saya bisa mengerjakannya di mobil bi."
Tanpa banyak tanya, wanita itu mengekor di balik punggung Angel. Mereka hampir tiba di lift saat mendadak ponsel keduanya berdering. Angel dan wanita itu saling pandang sejenak.
"Maaf, sudah mengganggu mu sepagi ini, tapi pertemuan malah dibatalkan." ujar wanita paruh baya itu.
"Tidak apa-apa bibi." jawab Angel yang baru saja mendapat pemberitahuan pembatalan pertemuan sampai senin depan.
"Kalau begitu saya permisi, selamat beristirahat nona." jawab sang asisten.
"Bibi, jangan memanggilku nona. Cukup panggil aku Angel atau An.." pinta Angel kemudian.
"Hmmm, kalau begitu panggil saya ibu." pinta wanita itu tanpa ragu.
"Baiklah." Jawab Angel tanpa banya tanya maupun komentar.
Wanita tadi tersenyum sambil memeluk Angel.
"Maaf, ibu terlalu bahagia. Semoga harimu indah Angel." ujar wanita itu setelah melepas pelukannya. Dia segera meninggalkan Angel yang berdiri terpaku, wanita itu ingin mengunjungi tempat peristirahatan terakhir putri dan suaminya.
\*
"Jack, gue bosan. Ayok pindah." seru Angel setengah berteriak pada pria yang sibuk bermain di Timezone.
"Okay." ujar Jack mengakhiri permainannya.
"Berapa usiamu? Mengapa memintaku membawamu ketempat begini?" protes Angel saat Jack sudah berdiri di sebelahnya.
"Memangnya loe mau ke taman bermain atau tempat romantis lain?" Jack yang paham tabiat Angel yang tak suka melakukan hal romantis dengannya menjawab telak.
"Kamu selalu membuatku berdebar Ann, tapi kenapa hatimu terasa sudah mati? Apa benar kamu tidak merasakan apa-apa lagi?" Jack bergumam dalam hati sambil mengikuti langkah sahabatnya.
Di taman..
Angel sibuk dengan kameranya, merekam para pejalan kaki dan keluarga yang sedang bermain. Tak lupa gadis itu terlebih dahulu meminta izin dari mereka sebelum dia menyimpan hasil rekamannya.
"Temanku memang malaikat." puji Jack dalam hati sambil mengawasi aktivitas Angel.
"Terimakasih Anna, setidaknya sisi baikmu masih hidup sepanjang hari. Aku sangat bahagia bisa melihat kebaikanmu." Jack kembali berujar lirih
"An... mau gulali atau ice cream?" tanya Jack pada Angel.
"Dua-duanya boleh?" tanya Angel penuh harap sambil asik memeriksa ulang file rekaman di kameranya.
Kedua sahabat itu kini duduk di salah satu bangku taman.
Disaat bersamaan Mark sedang berjalan tepat di balik punggung kedua sahabat itu.
"Loe mau bokap gue bangkrut?"
"Astaga, segitunya loe." samar-samar Mark mendengar percakapan itu diantara kebisingan taman kota.
"Anna?" Mark bergumam dalam hati sambil mengedar pandangannya. Rongga penciuman Mark kini dipenuhi oleh aroma yang manis dan segar.
"Anna, apa aku sudah gila? Aku mendengar suaramu, bahkan menghirup aroma tubuhmu." Lirih Mark berkata dalam hati sambil melangkah menjauh dari sana.
\*
__ADS_1
"Thank you Jack..." ujar Angel senang sambil menikmati ice cream yang baru saja dibeli pri itu. Sementara tangannya yang lain asik memang permen gula.
"Syukurlah, loe masih bisa bilang makasih. hehehe.." canda Mark yang kini memegang kamera Angel.
"Gue nggak ikhlas sih. Tapi gue takut dosa. Ntar loe malah nyumpahin gue sakit perut karena nggak tahu berterimakasih kan bahaya." ujar Angel panjang lebar.
"Duduk dulu di sana." Jack menunjuk halte di pinggir jalan.
Keduanya sama-sama berdiam diri. Jack sibuk dengan pikirannya, sementara Angel asik melahap ice cream.
"Ice cream dan gulali, terimakasih masih menyukainya Ann. Dengan begini aku bisa melihatmu tetap ada di sini." Jack berujar penuh haru dalam hati.
Usai menuntaskan ice cream nya, Angel dan Jack kembali berjalan menuju taman.
"Yakin gulali nya nggak sekalian dimakan sekarang?" tanya Jack pada Angel yang berjalan beriringan dengannya.
"Nggak, nanti aja di rumah."
"An, gue kebelet nih. Bentar ya, gue nyari toilet. Loe jangan kemana-mana, bisa tersesat gue kalau loe tinggal." ujar Jack sebelum berlari meninggalkan Angel di gerbang taman.
Angel menggeleng tak percaya dengan tingkah aneh sahabatnya itu.
Sambil menunggu Jack kembali, Angel hanya berdiri terpaku di sana.
Mobil yang membawa Mark kini melaju keluar dari gerbang taman. Matanya seketika terbelalak lebar memandang seorang gadis yang sedang berdiri di gerbang taman. Gadis itu tangah asik menggerakkan sebelah tangannya yang memegang kembang gula. Gadis itu adalah Angel yang sedang menunggu Jack.
"Annasya??" Mark berkata lirih saat sang sopir membawa mobilnya menjauh dari area itu.
"Tidak aku pasti salah lihat. Annasya sudah tiada." ujar Mark dalam hati.
Dia segera meraih ponselnya dan mencari pesan dari nomor asing. Pesan yang sudah bertahun-tahun disimpan pria itu.
"Anna pergi karena kejahatanmu. Aku tidak akan mengampunimu." pesan itu ditulis dalam bahasa inggris, terlampir sebuah foto yang menunjukkan tubuh Annasya di dekap seorang pria. Tangan dan tubuh gadis itu berlumuran darah.
Melihat foto itu Mark kembali tersadar, Annasya sudah pergi. Kekasihnya mengakhiri hidup karena kebodohannya. Tak mungkin Annasya kembali hidup, Mark pasti salah lihat. Ya dia menarik kesimpulan bahwa gadis tadi hanyalah halusinasinya.
...to be continued...
Author POV
Apakah menurut kalian Annasya sudah meninggal?
a. Belum, Angel itu Annasya
b. Sudah, Angel adalah saudara kembar Annasya.
c. Sudah, Angel adalah orang asing yang oplas jadi mirip Annasya
yuk tulis jawaban kalian di kolom komentar.
btw, kalau masih merasa susah nyambungin alur ceritanya, maaf ya. Teman-teman tunggu part-part berikutnya supaya makin nyambung. Karena memang sejauh ini alurnya maju mundur untuk menjelaskan benang merah hubungan Angel-Annasya..
Makasih ya semuanya. Tetap dukung aku dengan vote yang banyak.
thanks.
-best-
\\*
__ADS_1