Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2

Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2
Annasya si Berisik


__ADS_3

Akhirnya Anna berbagi se box buah dengan pria asing itu. Sementara Mark kembali berperang dengan rasa kesalnya pada Anna yang sejak tadi masih berisik seperti burung yang berkicau di pagi hari.


 


\*


 


Anna, begitu gadis itu biasa disapa. Sekarang Anna sedang melamun di meja belajarnya. Sambil memandangi kotak bekal yang tadi dia bagikan kepada seorang mahasiswa asing di kelasnya.


"Dia sangat lucu" gumam Anna mengingat saat Mark merebut sandwich miliknya dan menghabiskannya tanpa sisa.


"Anna, jangan nakutin gue, ." protes Eve yang sejak tadi memperhatikan teman sekamarnya itu.


"Eve??? loe udah pulang?" tanya Anna yang baru tersadar dari fantasinya sendiri.


"Sejak dua puluh menit lalu." jawab Eve santai sambil duduk diatas tempat tidur Anna.


"Loh kok gue nggak tahu?"


"Lagian, loe sibuk ngobrol sama kotak bekal itu." ujar Eve sambil menunjuk kearah tangan Anna.


"Eh, jangan bohong loe ya."


"Hahahaha... Loe emang nggak ngobrol sama si kotak, tapi loe senyum-senyum sendiri. Aneh banget tau nggak sih? Gue sampai merinding." jawab Eve sambil memperagakan gerakan meringkuk dan memeluk tubuhnya sendiri.


"Lebay deh."


"Gue serius Anna, jadi siapa nih? Si kotak?" goda Eve lagi.


"Bukan siapa-siapa. Gue cuman ingat kejadian lucu di kelas tadi pagi." ujar Anna.


"I see..." jawab Eve santai sambil meninggalkan ranjang Anna dan naik ke tempat tidurnya sendiri.


Sepeninggalan Eve, gadis bernama Anna kembali ke dunianya lagi.


"Kayaknya Mark bakal jadi teman baik gue deh. Anaknya asik banget. Hmmmmm... besok gue bawa bekal apa ya?" Anna mulai semakin antusias untuk menunggu hari baru.


 


\*


 


Mark menyimpan semua bukunya ke dalam tas dan bersiap untuk meninggalkan kelas. Sudah sebulan dia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Tugas dan tugas semakin haru semakin menyibukkan Mark, hingga pria itu sering kecolongan tidak mengabari kekasihnya Tania. Beruntung si Tania kecil selalu pengertian pada keadaan Mark. Manis sekali bukan?


"Mark, yuk makan." Anna langsung menarik lengan pria itu dan membawanya ke suatu tempat.


"Kamu makan sendiri Annasya, aku ada janji." tolak Mark dengan halus.


....


Tanpa suara dan hanya memasang wajah cemberut, Anna melepaskan genggamannya di lengan Mark.


"Wajah seperti apa itu?" tanya Mark santai.


"Wajah protes yang tertunda." jawab Anna sambil disusul bibir yang dibuat manyun.


"Astaga Annasya, hentikan ekspresi mu itu." batin Mark protes sambil menahan diri untuk tidak mencubit gadis itu.


"Annasya, tidak ada istilah protes." ujar Mark tegas.

__ADS_1


"I know." jawab Anna santai sambil mengekor langkah Mark.


"Kamu mau kemana Mark?" tanya Anna kemudian.


"Ah, ada janji dengan keluargamu? Apa mereka datang dari Australia?"


"Annasya, sejak kapan keluargaku di Australia?"


"Sejak awal kan?"


"Siapa yang memberitahu padamu?"


"Aku simpulkan sendiri.. hehehe" Anna menutup kalimatnya dengan kekehan kecil.


"Aku hebat kan Mark?" lanjut Anna setelah kekehannya.


"Ayok Mark, puji aku hebat dong. Mana ada sih teman se perhatian aku?" Suara hati Anna mulai serakah.


"Dasar berisik." jawab Mark tanpa menoleh kearah Anna yang berlari kecil mengejarnya menuju area parkir.


"Hei, aku tidak berisik." protes Anna setengah berteriak.


"Kamu berisik Annasya. Sejak hari ini namamu menjadi Annasya si berisik." ujar Mark sambil berhenti di sisi sebuah mobil matic berwarna silver, tak lupa tangannya menyentil pelan dahi Anna.


"Hei curang, kau mengataiku dan menyentil dahi ku." Anna berbicara sambil mengusap jidat nya yang tidak sakit.


"Aku tidak mengataimu. Kau memang berisik. Aku pergi dulu ya berisik." ujar Mark sambil masuk ke dalam mobil tadi.


"Mau kemana?" tanya Anna masih penasaran.


"Menemui pacarku." jawab Mark yang kini sudah menyalakan mobilnya.


"Apa katanya tadi? Pacar? Mark punya pacar di Korea? Tunggu dulu-tunggu dulu. Mark juga menyetir mobilnya sendiri?" Anna asik bertanya dalam hati.


"Awas aja ya Mark." ancam Anna sambil mengepalkan tinjunya dan meninju angin.


Mark terkekeh geli menyaksikan aksi Anna, gadis itu tidak hanya berisik. Dia juga menyebalkan dan senang mengambil kesimpulan sendiri tanpa bertanya. Terlepas dari tingkah menyebalkannya, Anna juga sangat manis dan lucu apalagi jika sudah menunjukkan sisi kekanakannya. Bersama Anna, sepanjang hari mood Mark bisa berubah berkali-kali.


 


\*


 


Anna melangkah santai menuju asrama kampus. Saat melewati perpustakaan tanpa sengaja dia bertemu dengan seseorang.


"EVE....!!!" seru Anna memanggil gadis yang dikenalnya dengan sangat akrab.


"Anna.." Eve menoleh kearah suara yang baru saja menyerukan namanya.


"Loe mau pulang?" tanya Anna sambil melingkarkan lengan kanannya di pinggan mungil Eve.


"Iya. Loe sendiri gimana?"


"Gue juga."


"Apa yang akan loe kerjakan sepanjang sore? Masih ada kelas?"


"Gue free." jawab Anna bahagia.


"Apa? Gue nggak salah dengar kan?" tanya Eve sambil melangkah bersisian dengan Anna.

__ADS_1


"Yaampun Ve, nggak segitunya juga kali." balas Anna, dia sadar bahwa Eve sedang mengoloknya sekarang.


"Secara sejak awal semester loe selalu sibuk karena tugas dan tugas."


"Untungnya hari ini gua lagi mau bersenang-senang." jawab Anna.


"Loe random banget sih jadi orang."


"Biarin aja."


"Anna, tunggu bentar, kayaknya gue lupa sesuatu deh." ujar Eve menghentikan langkah mereka yang nyaris masuk area asrama kampus.


"Ada apa Ve?" Menatap wajah selamarnya dengan ekspresi serius.


"Kita keluar aja yuk. Hang out sepanjang sore. Loe kan jarang banget tuh keluar dari area kampus."


"Bukan jarang banget Eve." protes Anna.


"Tapi sangat amat jarang. Nyaris belum pernah selama dua bulan." jawab Anna lagi kemudian sambil memasang mimik lucu.


"Nah, tuh nyadar. Yaudah yok." ajak Eve lagi.


"Kekamar bentar ya Ve, nggak mungkin kan gua bawa-bawa buku seberat ini?" ujar Anna sambil mengangkat dan memamerkan tasnya yang berisi buku-buku.


"Astaga, dasar anak science. Angkat tangan gue buat loe. Lengkap pakai jempol dan jari-jarinya." Eve terkekeh geli.


"Itu namanya bukan memuji lagi, secara nggak langsung loe bilang kalau loe menyerah Eve."


"Hahahaha..." Anna dan Eve tertawa bersamaan sambil terus melangkah menuju kamar mereka.


 


\*


 


Anna menyerahkan kertas ujiannya kepada sang Dosen. Ujian terakhir untuk semester ini akhirnya telah berlalu. Semua mahasiswa untuk sejenak dapat bernafas lega, sebelum nanti akan kembali frustasi saat nilai semester mereka diumumkan.


Beberapa menit setelah Anna meninggalkan ruang ujian, Mark menyusul gadis itu.


"Annasya, bagaiman ujianmu?" tanya Mark menyapa teman sekelasnya itu.


"Not bad." jawab Anna santai. "Makan yuk." Anna mengajak Mark makan siang bersama seperti biasanya.


"Hari ini jadwalku yang traktir kan? Mau makan apa?" tanya Mark sambil berjalan bersisian dengan Anna.


"Kamu yang pilih. Aku ngikut aja Mark?"


"Yakin?"


"Iya."


 


\*


 


Mark dan Anna sedang duduk bersama di kantin kampus, sambil menikmati menu makan siang masing-masing. Tentu saja Anna masih asik mengobrol, menanyakan banyak hal dan menceritakan banyak kisah-kisah konyol yang membuat Mark berkali-kali hampir tersedak karena menahan tawa.


Mereka sudah berteman selama satu semester, dan sampai hari ini bagi Anna, pria di hadapannya ini adalah sesama mahasiswa asing. Sama seperti dirinya, setiap hari dia berniat menanyakan tentang keluarga Mark, namun setiap kali mereka bersama, Anna selalu lupa akan hal itu.

__ADS_1


....to be continued...


__ADS_2