Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2

Bunga Bermekaran Di Musim Panas, Trouvaille 2
Jack


__ADS_3

"Oenni..." panggil Jack lagi sebelum gadis itu memilih lari menjauh seperti orang ketakutan.


"Aku salah apa?" tanya Jack pada diri sendiri.


Sementara tak jauh dari sana Angel sedang terkekeh geli sambil mengawasi wajah bingung Jack.


 


\*


 


Angel mendekati pria berwajah khas Indonesia itu dengan gerakan hati-hati, dia sengaja pakai mode mengendap-endap karena berniat mengejutkan Jack yang tengah dilanda kebingungan.


"Duar..." seru Angel sambil memukul keras pundak Jack.


"Aaaaaa... ANGEL..!!" Jack menjerit karena terkejut.


"Hahahahaha... hahahah.. Loe lucu banget tau nggak Jack. Pakai acara manggil cewe-cewe bening pakai sapaan unni lagi. Hahaha... hahaha.."


"Ketawa aja terus, loe tau nggak gue bingung banget tadi. Masa iya tiap gue nyapa si unni, wajah mereka langsung berubah kayak baru liat alien gitu." curhat Jack dengan wajah polos tak berdaya.


"B*go loe, unni itu panggilan cewe ke cewe. Kalau cowo ke cewe harusnya Noona... Hahaha..." Angel memegangi perutnya yang mulai sakit karena lelah tertawa.


"Oooooh..." jawab Dave dengan wajah datarnya.


"Yaudah yuk. Kita pulang. Loe bawa duit kan?" Angel menarik koper pria itu.


"Tenang, uang mah banyak."


"Okay, berarti kita bisa sewa apartemen buat loe." jawab Angel sambil melangkah dari sana. "Siniin gulali gue." tambah Angel sambil meraih permen gula di tangan Jack.


"Setidaknya aku bisa melihatmu tertawa begini. Dengan begini artinya kamu baik-baik aja kan Ann?" tanya Jack dalam hati sambil menyesuaikan langkahnya dengan Angel.


Tiba-tiba kenangan itu kembali menyeruak mengganggu pikirannya. Bau anyar darah kembali menusuk hidungnya. Bayangan tubuh dingin yang berlumuran darah kembali menari di pelupuk mata Jack.


"Taxi..." suara Angel menarik pria itu kembali pada kesadarannya. Dia tertegun mengawasi sosok ceria yang kini berdiri di depannya.


"Ayok Jack..." ajak gadis itu menarik Jack naik ke atas taksi.


Sepanjang jalan, Jack hanya berdiam diri. Matanya terfokus pada pemandangan di sepanjang jalan kota. Sementara pikirannya kembali melayang jauh.


"Jadi kota ini yang sudah menjerat mu Ann?" lirih Jack berbisik sedih dalam hati.


Dia menatap sedih pada setiap bayangan yang kini masuk menyapa retinanya. Kenangan itu berputar kembali.


Flash Back on 🌹🌹🌹


Jakarta 2017


Jack senang, akhirnya Anna sahabatnya telah kembali dari korea. Setelah hampir dua bulan kembali ke tanah air akhirnya Anna setuju untuk ketemuan dengan Jack. Jujur selama dua bulan terakhir, sudah berkali-kali Jack mengajak gadis itu bertemu. Hanya saja jawabannya selalu bermakna penolakan. Namun kali ini, akhirnya Jack diberi kesempatan untuk bertemu Anna, cinta masa SMA nya.

__ADS_1


Dengan tampilan prima dan setelah bercermin berkali-kali memastikan ketampanannya sudah cukup akurat, Jack bergegas menuju sebuah cafe ternama di pusat kota Jakarta.


"Anna..." sapa Jack sambil duduk di sebuah kursi yang sudah di tempati oleh sahabatnya itu.


"Jack... apa kabar." Anna tersenyum sendu, suaranya terdengar sedikit bergetar.


"Kabar ku baik. Bagaimana denganmu?"


"Aku...." Gadis itu membuang pandangannya jauh-jauh.


"Aku murahan Jack.." Anna berkata getir dengan suara bergetar. Matanya yang merah dan sembab cukup jadi bukti betapa banyak gadis itu telah menangis.


Tatapan kosong dan pilu terpancar dari kedua mata indah Anna. Tatapan yang tidak pernah diinginkan oleh Jack. Sejak pertemuan pertama mereka hari-hari Jack berubah menjadi siaga satu. Siaga untuk membuat Anna selalu tersenyum. Gadis yang dulu selalu tertawa dengannya kini sedang sibuk menangis sendiri. Menangis karena gagal menjaga hartanya yang paling berharga, hati dan kehormatannya.


 


\*


 


Hari ini sudah setengah tahun Anna kembali ke Indonesia. Gadis itu mencoba berbagai kesibukan, namun semuanya selalu berantakan. Jack sangat sedih dan hatinya sakit melihat Anna yang terluka hari demi hari.


Sama seperti hari lainnya, sekarang Jack sedang melajukan mobilnya menuju kost yang dihuni Anna. Tak lupa pria itu membawa jajanan favorite sang sahabat. Jack hanya ingin melihat Anna kembali tersenyum dan percaya diri.


Setibanya di kost-kostan Jack berusaha menghubungi gadis itu. Berkali-kali namun tidak ada jawaban. Resah akan kondisi Anna, pria itu memutuskan untuk mendobrak pintu kamar kontrakan Anna.


"ANNASYA....!!!!" Jack berlari menghampiri tubuh Anna yang kini tergeletak di lantai kamar lengkap dengan darah yang mengajak sungai.


"ANNA... apa yang kau lakukan bod*h... Bangun Ann... Anna..." jerit Jack sambil mengguncang tubuh sahabatnya, aroma darah sudah memenuhi indera penciuman pria itu menyadarkan nya bahwa ini bukan mimpi.


Pria itu kini menyaksikan darah yang masih mengucur deras dari pergelangan Anna.


"TOLONG... TOLONG...!!!" Jack menangis histeris mengundang perhatian penghuni kontrakan itu.


Kamar Anna kini ramai, beberapa orang tak lupa mengabadikan pemandangan dihadapannya.


"Pria jahat, aku akan membuat perhitungan denganmu." Jack berjanji dalam hati sambil memeluk tubuh sahabatnya itu.


**Flash back off


 


\*


 


Korea, sekarang**


"Astaga Jack, apa loe sebahagia itu bisa sampai di Korea? Yaampun pakai acara nangis lagi." Suara Angel menyadarkan Jack dari kenangannya, tak lupa tangan gadis itu bergerak menghapus air mata di pipi Jack.


"Iya An, gue terharu banget." bohong Jack.

__ADS_1


"Hahaha... bisa aja sih loe. Ngapain kemari?" tanya Angel.


"Nyusul loe lah. Ngapain lagi?"


"Astaga Jack, loe nggak punya kerjaan?" Angel bertanya gemas.


"Kerjaan gue kan ngikutin dan ngejar loe." jawab Jack santai.


"Oh God.." menepuk jidatnya pelan. "Dosa apa gue bisa punya teman keras kepala kayak gini?" Angel meneruskan kalimatnya sambil geleng-geleng kepala tak percaya.


"Prioritas hidup gue sekarang cuman satu Ann, memastikan kamu tidak terluka lagi." batin Jack sambil kembali menatap jauh keluar jendela mobil.


"Oh iya Jack... loe mau tinggal dimana?" Angel bertanya memecah keheningan diantara mereka.


"Gue nompang sama loe aja ya An..."


"Nggak boleh dong."


"Kenapa nggak boleh? An, loe lupa? Inikan pertama kalinya gue kemari. Kalau gue kenapa-napa gimana?" tanya Jack dengan gampang memelas.


"Nggak boleh. Pokoknya nggak boleh tinggal bareng. Loe kan obsesi sama gue. Mana mungkin gue nyaman tinggal serumah sama loe. Yang ada nanti loe malah nyari-nyari kesempatan lagi buat ngejahatin gue." ujar Angel polos.


"Yaampun An, udah gue bawain gulali juga loe masih aja tega sama gue." Jack memasang tampang minta dikasihani.


"Gulali itu sogokan buat jemput loe ke bandara."


"Lah, terus gue tinggal dimana?"


"Uang loe banyak nggak?"


"Astaga An, loe ngeraguin kekayaan bokap gue."


"Itu kan harta bokap loe." jawab Angel santai. "Bukan harta loe." dia menambahkan.


Jack bergerak mengeluarkan dompetnya, dan melemparkan benda itu kepada Angel.


"Periksa tuh, kartu koleksi gue. Bisa dipakai nggak?"


Angel segera mengacak-acak isi dompet Jack dan tersenyum puas.


"Okay, selama bokap loe nggak ngeblokir salah satu kartu ini, hidup loe aman.".


"Jadi gue bakalan tinggal dimana An?" tanya Jack penarasan.


"kita cari dulu Jack.. Loe nggak sabaran banget sih, ganggu gue makan gulali aja loe dari tadi." protes Angel yang sedang sibuk dengan permen manis di tangannya.


"Kalau boleh satu gedung sama Loe." jawab Jack santai.


"Karena tujuan gue kesini adalah buat mastiin kalau loe nggak bakal terluka lagi Ann..." dia berkata lirih dalam hati sambil menyadarkan punggunya di jok mobil.


.....*to be continued...

__ADS_1


**Author POV


Menurut kalian apa dendam yang ingin dibalaskan Angel***?


__ADS_2