
Hari ini Raina bangun pagi. yah, dia adalah Raina Destephani. Pagi ini Raina melakuka rutinitasnya setiap pagi hari mulai dari shalat subuh, bersih-bersih sampai memasak.
---
Saat Raina yang sedang sibuk memasak, dia di kagetkan oleh ibunya yg tiba-tiba datang di sampingnya.
"Astagfirullah ibu, ibu mengagetkanku saja" kata Raina sambil memegang dadanya.
"Haha, maafkan ibu, ibu hanya ingin membantumu" kata ibu wina sambil sedikit tertawa.
"Tidak apa-apa ibu, kenapa ibu bangun begitu pagi?" Sambung Raina dengan tetap fokus memotong sayuran yang akan dia masak.
Dengan heran ibu Wina menjawab "apa maksudmu begitu pagi sayang? ini sudah jam 6" kata ibu Wina sambil tersenyum menatap putrinya. " bukankah hari ini adalah hari pertamamu masuk sekolah dan katamu hari ini mos pertama". Sambung ibu Wina.
Dengan segera raina berlari melihat jam di dekat ruang makan.
"Oh astaga, hampir saja aku santai-santai, tapi untung saja ibu datang, kalau tidak aku pasti telat". Kata Raina sambil menepuk pelan kepalanya. "Hari ini aku harus sampai di sekolah pukuk 07.15 untuk ikut upacara pembukaan MOS" kata Raina dalam hati.
Raina kembali kedapur untuk menemui ibunya. "Ibu maafkan aku, aku tidak bisa membantu ibu melanjutkan memasak karena aku harus segera bersiap". Ucap Raina kemudian menghapiri ibunya lalu memeluk ibunya dan mencium pipi ibunya.
Tidak apa-apa sayang, pergilah bersiap atau kamu akan terlambat" jawab ibu Wina.
Raina pergi bersiap setelah memberikan senyum hangat kepada ibunya.
---
Setelah siap Raina segera turun untuk sarapan. Di meja makan sudah ada ayah, ibu dan adiknya yang sudah menunggunya.
"Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu, selamat pagi adeku sayang" sapa Raina dengan tersenyum kemudian mencium pipi ayah kemudian ibunya. .
"Selamat pagi sayang" jawab ayah dan ibunya bersamaan.
Raina melihat adiknya yang sedari tadi tidak menjawab sapaannya. "Hei Adit, kenapa kamu tidak menjawab sapaanku" tanya Raina penuh tanya.
"humsss" Adit mendengus. "Gara-gara kakak aku harus bangun pagi dan harus kesekolah pagi sekali, entah apa yang harus aku lakukan di sekolah sebelum upacara" kata Adit kesal.
Raina, ayah dan ibunya tertawa mendengar perkataan Adit.
"Adiku sayang ini hanya berlaku seminggu, setelah ini kita pergi ke sekolah seperti biasa" kata Raina membujuk Adit.
"Baiklah" jawab Adit dengan masih sedikit kesal.
"Sudah-sudah, sekarang kita makan saja atau kalian akan terlambat" kata ibu Wina sambil menuang makanan ke piring.
__ADS_1
"Baik, ibu" kata Adit dan Raina.
Setelah sarapan Raina dan Adit berpamitan kepada ayah dan ibunya untuk ke sekolah.
"Ayah, ibu, Raina sekolah dulu" kata Raina sambil mencium punggung tangan ayah dan ibunya.
"Adit juga" sambung Adit sambil mencium punggung tangan ayah dan ibunya juga.
"Assalamu'alaikum" salam Raina dan Adit sambil melangkah menuju parkiran di teras rumahnya.
Raina mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju sekolahan Adit yang tidak jauh dari sekolahnya juga.
Sesampinya di sekolah Adit, Raina segera berhenti di depan gerbang sekolah Adit dan Aditpun segera turun dari motor.
"Hati-hati dek, belajar yang rajin dan jangan nakal" pesan Raina kepada adiknya.
"Ia kak" jawab Adit sambil mencium punggung tangan kakaknya.
"Assalamu'alaikum" kata Raina sambil memutar arah motornya dan pergi meninggalkan Adit.
"Wa alaikum salam".
---
Adit berjalan menelusuri setiap koridor kelas hingga dia sampai di kelasnya. Sekarang Adit duduk di kelas 5 SD. "Huh, kelasnya masih terkunci lagi" kata Adit sambil menduduki kursi depan kelasnya.
Tiba-tiba Adit di kagetkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya dan membuyarkan lamunannya. "Kenapa kamu melamun pagi-pagi begini nak". Tanya seseorang pria kepada Adit.
"Heheh, tidak apa-apa pak saya hanya memikirkan pelajaran". Jawab Adit bohong.
"Oh begitu" jawab laki-laki itu sambil membuka pintu. Yah, laki-laki itu adalah satpam di sekolah Adit.
"Terima kasih pak" kata Adit sambil berjalan masuk kedalam kelas.
"Sama-sama" jawab pak satpam.
---
Raina telah sampai di sekolahnya dan memarkir motornya.
"Masih ada 10 menit sebelum upacara aku akan mencari Adel dan Yuni" Kata Raina kemudian turun dari motornya.
dengan segera raina berlari mencari keberadaan Adel dan Yuni. Tetapi saat sedang berlari tanpa sengaja ia menabrak seorang pria berbaju osis.
__ADS_1
"Maafkan kak, saya tidak sengaja" kata Raina sambil berdiri dan menunduk ketakutan.
"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati" kata pria itu sambil melangka meninggalkan Raina.
Raina yang terkejut karena kakak osis itu tidak marah kepadanya langsung saja menoleh untuk melihat kakak osis itu sampai kakak itu tidak terlihat lagi di balik pintu.
Dengan hati-hati Raina melanjutkan berjalan mencari keberadaan kedua sahabatnya itu hingga dia berhenti ketika melihat dua orang gadis sedang saling bercerita sambil tertawa di sebuah bangku dekat lapangan.
Raina segera berlari menuju kedua wanita itu.
"Huh, ternyata kalian disini" kata Raina ngos-ngosan menghentikan tawa diantara kedua sahabatnya.
"Kenapa kamu berlari sampai ngos-ngosan seperti ini?" Tanya Adel.
"Aku kesana kemari mencari kalian" jawab Raian.
"Kenapa kam....." kata Yuni terputus mendengar suara bel yang menandakan upacara akan segera di mulai.
"Haizz, Baru saja aku sampai di sini" kata Raina sambil meletakkan tasnya.
Semua siswa baru berbaris dengan rapi dengan badgname yang terbuat dari kadus dan juga topi yang terbuat dari kardus.
"Nanti ada sesuatu yang ingin aku ceritakan pada kalian" kata Raina berbisik kepada Adel dan Yuni. "Oke" kata Adel dan Yuni bersamaan sambil mengacungkan jempol kepada Raina.
Upacara berlangsung.....
kepala sekola memberikan sambutan panjang dan di akhiri dengan kata "dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim masa orientasi siswa dibuka secara resmi" semua orang yang ada di lapangan bertepuk tangan dengan meriah.
Upacara telah selesai dan semua siswa baru diberi kesempatan istirahat selama 15 menit.
"Apa yang ingin kamu ceritakan kepada kami?" tanya Adel penasaran.
"Nanti saja pulang sekolah aku ceritakan kita cuman di beri waktu istirahat 15 menit" jawab Raina.
"Baiklah" jawab Yuni dan adel bersamaan.
Setelah 15 menit, waktu istirahat telah selesai dan ketiga sahabat itu segera kembali ke barisannya untuk ikut agenda selanjutnya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam wakil ketua osis.
"Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh"
"Jadi langsung saja, Hari ini kita akan melaksanakan tes fisik" kata seseoran yang berdiri di depan. Dia adalah wakil ketua osis.
__ADS_1
"Sepertinya aku kenal" kata Raina yang seketika di tatap tajam oleh kedua sahabatnya karena tiba-tiba berbicara di tengah keheningan.
Raina hanya tersenyum menyembunyikan rasa malunya.