
Di rumah
"Assalamu'alaikum" kata adit dan raina sambil memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam" jawab ayah dan ibu raina di ruang keluarga.
Raina dan adit segera menuju ruang keluarga menghapiri ayah dna ibunya kemudian mencium punggung tangan ayah dan ibunya.
"Sudah pulang nak" kata ibu wina.
"Iya bu ini kita udah beliin makanan" kata adit sambil mengangkat kantongan yang ia bawa. "Ayo kita makan" ajak adit.
"Sini dit aku pergi siapin" kata raina kemudian mengambil kantongan itu kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan makana yang mereka beli.
"Ayah, ibu, adit, makanannya sudah siapa" panggil raina.
Tidak butuh waktu lama ayah, ibu dan adit sampai di ruang makan.
"Wah anak-anak ibu memang baik, tau saja kesukaan ayah dan ibu" kata ibu wina.
"Eitz bu. Anak ayah juga dong" protes ayah.
"Iya iya" kata ibu kemudian di sambut dengan tawa keluarga kecil itu.
---
Ruang keluarga
"Ayah, ibu, adit. Raina mau istirahat dulu yah. capek" kata raina kepada orang-orang yang ada di ruang keluatga itu.
"Iya nak" kata ibu wati. Kemudian raina menghampiri ayah dan ibunya kemudian mencium pipi keduanya. "Good night semua cepat-cepat tidur jangan pad abegadang" kata raina kemudian pergi menuju kamarnya.
"Iya kakak cerewet, nite" kata adit.
---
Di sekolah
Raina sedang mencari-cari kedua sahabatnya di sekeliling parkiran, kemudian ke arah menuju lapangan.
"Dimana mereka" guman raina.
"Hai na?" Sapa justin.
"Eh justin" kata raina dengan masih tetap mencari kedua sahabatnya.
"Na kamu kenapa? Nyari siapa?" Tanya justin.
Raina segera menoleh ke arah justin setelah mendengar pertanyaan justin itu.
"Eh nggak kok aku lagi nyari teman aku" kata raina sambil tersenyum kemudian celingak-celinguk lagi mencari sahabatnya.
"Teman yang mana?" Tanya justin.
"Itu teman aku...." belum raina selesai menjawab. "Oh temanmu adel sama yuni itu?" Tanya justin yang kemudian di tatap oleh raina.
"Iya kok tau?" Tanya raina.
"Iya aku sering lihat kamu sama mereka" kata justin.
"Oh gitu" kata raina kemudian celingak-celinguk lagi mencari cahabatnya.
"Raina aku...." kata justin terputus.
"Nah itu mereka" kata raina sambil meninjuk ke arah temannya yang sedang duduk di teras kelas dekat lapangan. "Duluan yah tin bye" kata raina kemudian berlari meninggalkan justin.
__ADS_1
"Yah belum juga selesai ngomong" gumam justin sambil menatap raina yang tengah berlari.
---
Di lapangan
"Selamat pagi semuanya" sapa ketua osis.
"Pagi" kata semua orang yang ada di lapangan.
"Untuk hari ini agenda kita yaitu materi, istirahat, kemudian game dilanjutkan lagi dengan materi dan ditaruskan dengan game lagi" kata ketua osis.
"Dan untuk selanjutnya saya serahkan mahasiswa baru kepada para kakak pendamping kelompok. Terima kasih" kata ketua osis.
"Baik. Untuk kelompok ini saya ambil ahli" kata masing-masing kakak pendamping kepada setiap kelompoknha.
"Untuk hari ini kalian sudah dengar sendirikan agenda kita" kata kak agas.
"Sudah kak" kata kelompok 9.
"Oh iya, saya ada satu pesan khusus untuk kelompok ini. jika kalian ada keluh kesah atau pendapat atau apapun itu kalian bisa sampaikan kepada saya nanti akan saya sampaikan di rapat panitia" kata kak agas.
"Apa ada pertanyaan?" Tanya kak agas.
"Tidak kak" kata anggota kelompok 9 serentak.
"Baiklah kalau tidak ada kalian silahkan masuk ke ruangan yang kemarin di ruangan 9" titah kak agas.
"Baik kak terima kasih" kata anggota kelompok 9 serentak kemudian pergi mengambil tasnya masing-masing dan menuju ruangan 9.
---
Ruangan 9
Materi berlangsung.
Bel istirahat telah berbunyi. "Baikah sekian materi hari ini terima kasih" kata ibu dita.
Anggota kelompok 9 segera keluar dari kelas dan segera menuju kantin karena waktunya hanya sebentar. Raina juga bergegas keluar dari kelas tetapi langkahnya terhenti ketika ada seseorang memanggilnya.
"Raina" panggil justin.
"Eh iya tin ada apa?" Tanya raina.
"Mau kekantin kan?" Tanya justin.
"Iya kenapa?" Tanya raina lagi.
"Aku ikut yah" kata justin.
"Astaga tin kalau mau ke kantin kan bisa pergi aja gak perlu izin" kata raina sambil tersenyum.
"Hehe iya sih tapi aku mau bareng kamu" kata justin.
"Yaudah ayo" kata raina kemudian bejalan menuju kantin.
"Eh na tumben kamu gak samperin sahabat kamu" kata justin.
"Nggak tin tadi udah aku bilangin gak usah kekantin bareng soalnya waktunya dikit aja" kata raina masih terus berjalan.
"Oh gitu" kata justin masih mengikuti raina.
---
Kanrin
__ADS_1
Raina dan justin mencari meja yang kosong hingga mereka mendapatkan meja di pojok belakang. "Kamu duluan ke sana yah tin aku mau pesan dulu" kata raina menunjuk meja di pojok kemudian di angguki oleh justi. "Oh iya, kamu mau makan apa tin?" Tanya raina.
"Samain ajadeh sama kamu na" kata justin.
"Yaudah tunggu yah" kata raina kemudian berbalik menuju ibu kantin.
---
Raina segera menghampiri justin yang menunggunya di meja pojok sambil membaw anampan berisi makanannya itu.
" ini tin" kata raina kemudian duduk didepan justin sambil meletakkan makanannya.
"Makasih yah na" kata justin emngambil makannya.
Mereka memakan makanannya tanpa ada percakapan di antara keduanya.
"Eh diana itu bukannya sepupu loh si justin yah?" Tanya salsa yang berada di meja belakang raina dan justin.
"Iya, emang kenapa?" Tanya diana.
"Itu dia sama siapa?" Tanya salsa lagi.
"Yah elah, paling dia sama gebetan barunya" kata diana.
"Haish kalian ini gosip terus bosen aku dengarnya" kata agas yang sudah geram dengan cewe-cewe di depannya itu.
"Hehe sorry gas" kata salsa sambil mengangkat dua jarinya.
Raina yang melihat adel dan yuni sedang mencari-cari sesuatu segera melambaikan tangannya kepada keduanya.
Adel dan yuni mengacungkan jempol kepada raina kemudian berbalik menuju ibu kantin.
"Ada apa na?" Tanya justin.
"Oh itu, ada adel dan yuni" kata raina.
Adel dan yuni menghampiri raina dan justin sambil membawa makanan dna minumannya masing masih.
"Hai gaes" kata yuni. "Eh ada justin, boleh gabung gak? " kata yuni.
"Iya, boleh-boleh duduk aja" kata justin.
Adel duduk di sebelah raina dan yuni duduk di sebelah justin.
"Kok kalian telat sih keluarnya. Makanan kita aja sampai udah habis setengah" kata raina kemudian meminum jusnya.
"Tau tu guru tadi panjang banget ceramahnya" celoteh adel.
"Huzss, jangan kencang-kencang nanti ada senior atau guru yang dengar habis kita" tegur yuni.
"Hehe sorry" kata adel.
"Udah udah lanjut aja makannya atau nanti jam istirahat habis dan kalian belum makan" tegur raina.
"Heheh oke" kataadel dan yuni sambit sedikit tertawa.
Justin hanya tersenyum mendengar percakapan tiga bersahabat itu.
-------------------------------------------
Terima kasih kepada para pembaca πβΊοΈ ikuti terus kelanjutan ceritanya π€π
Jangan lupa like, komen and vote yah π€βΊοΈ
Terima kasih ππβΊοΈ
__ADS_1