Camping Penumbuh Cinta

Camping Penumbuh Cinta
#Crt_2 Kak Agas


__ADS_3

Setelah wakil ketua osis mengumumkan agenda hari ini adalah tes fisik. Seketika wajah siswa-siswa baru menjadi raut wajah ketakutan.


"Tenang saja jangan terlalu tegang saya hanya bercanda, di Mos ini tidak ada tes fisik kecuali jika kalian melakukan pelanggaran. Jadi, agenda kita hari ini adalah materi tentang sekolah dan akan dilanjutkan dengan games" Kata Agas yang walaupun mencoba bercanda, tapi tetap saja tanpa senyum karena sikapnya yang dingin.


Wajah siswa-siswa baru kambali ceria. Dengan tersenyum kepada satu sama lain. Merasa lega karena tidak ada tes fisik.


Selanjutnya ketua osis menggantikan wakil ketua osis berbicara di depan.


"Semua siswa akan di bagi menjadi beberapa kelompok yang memiliki satu ketua, satu sekretaris dan memiliki satu kakak pendamping". Kata ketua osis.


"Pembagian kelompok sudah di musyawarahkan dengan seluruh anggota osis dan nama-nama setiap kelompok akan saya bacakan dan setiap kelompok terdiri dari 12 orang" sambung ketua osis.


"Kelompok 1.............." ketua osis membacakan kelompok.


Raina tidak sekelompok dengan kedua sahabatnya melaikan Raina sekelompok dengan Justin. Sedangkan kedua sahabatnya satu kelompok.


Raina berada di kelompok 9. Sedangkan Yuni dan Adel kelompok 12.


Selanjutnya ketua osis akan membacakan nama-nama kakak pendamping setiap kelompok.


Raina terkejut mengetahui bahwa kakak pendampingnya adalah orang yang di tabraknya tadi pagi. Wajah Raina seketika memerah melihat wajah kakak pendampingnya itu. Dia takut jika sewaktu-waktu kakak pendampingnya itu akan marah kepadanya.


Setiap kelompok sudah berbaris dengan kelompoknya masing-masing dan selanjutnya setiap kelompok di serahkan kepada kakak pendampingnya sebelum materi hari ini dimulai.


"Oke. Sekarang kalian saya ambil ahli.


Buat lingkaran besar " perintah Agas sebagai kakak pendamping.


Kelompok Raina segera membentuk lingkaran sesuai perintah kakak pendampingnya.


"Selanjutnya kita akan perkenalan dan dilanjutkan dengan pemilihan ketua kelompok dan sekretaris. untuk pesan-pesan, akan saya sampaikan besok" kata Agas lagi.


"Perkenalannya kita mulai dari saya" sambung Agas. "Perkenalkan nama saya Agas Satriadipkta kalian bisa panggil saya kak agas, saya dari kelas XI.IPA 2, alamat saya di ---, jabatan saya di osis sebagai wakil ketua osis". Kata Agas memperkenalkan diri.


"Hallo kak Agas" kata anggota kelompok sembilan menyapa Agas antusias dengan senyuman.


Agas hanya tersenyum dan kemudian melanjutkan perkenalan Siswa-siswa baru. "Perkenalan selanjutnya dari sebelah kanan saya" kata Agas.


Perkenalan dilanjutkan oleh siswa sebelah kanan Agas dan terus berlanjut. Sekarang giliran Justin memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Justin William kalian bisa panggil saya justin, asal sekolah saya dari SMPN 1 ----, alamat saya di ---" kata Justin memperkenalkan.


Salanjutnya Raina yang memperkenalkan diri. Raut wajah Agas berubah ketika melihat Raina. "Sepertinya aku pernah lihat". Kata Agas dalam hati.


"Perkenalkan nama saya Raina Destephani kalian bisa panggil saya Raina, asal sekolah saya dari SMPN 1 ---, alamat saya di ---" kata Raina memperkenalkan diri dengan perasaan gugupnya dan langsung menunduk setelah memperkenalkan diri.


Perkenalan dilanjutkan hingga semua telah memperkenalkan diri. Selanjutnya kelompok 9 akan melakukan pemilihan ketua dan sekretaris.

__ADS_1


"Apakah ada yang ingin mengajukan diri atau mengajukan seseorang untuk menjadi ketua" kata Agas bertanya.


Semua siswa baru di kelompok itu terdiam mereka tidak tahu akan mengajukan siapa karena mereka semua baru saja saling mengenal.


Tiba-tiba Justin mengangkat tangannya dan berkata. "saya ingin mengajukan diri menjadi ketua" kata Justin dengan percaya dirinya.


"Baiklah, sekarang sudah ada satu calon. Apakan ada yang ingin mengajukan diri lagi?" Kata Agas.


Semua siswa hanya terdian dan saling menatap.


"Dalam hitungan ke tiga jika tidak ada yang mengajukan diri makan Justinlah yang akan menjadi ketua" sambung Agas.


"Satu...


dua...


Tiga...


Baiklah jadi ketua di kelompok kita adalah Justin, setuju?" kata Agas.


"Setuju" jawab siswa kelompok 9.


"Selanjutnya pemilihan sekretaris dan saran saya sekretarisnya adalah perempuan. Apakah ada yang ingin mengajukan" kata Agas.


Semua perempuan di kelompok itu hanya terdiam.


"Sebaiknya kakak tunjuk saja karena saya rasa tidak ada yang berani mengajukan diri" kata salah satu siswa laki-laki di kelompok itu.


Justin segera mengangkat tangannya. "Saya ingin mengajukan seseorang" kata Justin. Semua perempuan menatap Justin dengan wajah yang terlihat tegang.


"Saya ingin mengajukan Raina sebagai sekretaris" sambung Justin. Tiba-tiba Raina kaget, dan wajah Raina seketika memerah.


"Bagaimana apa kalian semua setuju? Atau ada yang ingin mengajukan lagi" tanya Agas.


"Tidak, Raina saja jadi sekretaris" jawab salah satu perempuan di kelompok itu dan langsung di iyakan oleh yang lain.


Raina menatap perempuan itu dengan tatapan kesal.


"Bagaimana Raina apa kamu siap" tanya Agas kepada Raina dengan menatapnya dan seolah Agas tidak pernah melihat Raina sebelumnya.


Raina hanya mengangguk pasrah Dan terlihat jelas wajah bahagia teman kelompok Raina dan Justin yang sebelumnya terlihat tegang.


"Baiklah semua sudah selesai ketua kelompok kita adalah Justin dan sekretaris adalah Raina" kata Agas memperjelas. Semua siswa kelompok 9 memberikan tepuk tangan kepada keduanya.


Justin dan Raina memang satu sekolah saat SMP tapi keduanya tidak akrab karena tidak sekelas dan kelasnya berjauhan.


"Sekian dari saya silahkan kalian masuk ke ruangan 9 di atas sana untuk mengikuti materi hari ini dan kita bertemu lagi nanti di agenda games" kata Agas.

__ADS_1


Semua anggota kelompok 9 mengambil tasnya dan segera menuju ruangan 9.


Materi telah berlangsung sampai akhirnya bel istirahat telah berbunyi.


Justin menghampiri Raina yang hendak keluar dari ruangan. "Hai Raina" sapa Justin. Raina segera menghentikan langkahnya. "Hai Justin. Ada apa? " jawab Raina.


"Buka apa-apa aku hanya ingin berteman denganmu tidak seperti waktu kita SMP. Kita satu sekolah tapi seperti tidak pernah mengenal" kata Justin lagi.


"Oh itu, iya kita bisa berteman mulai sekarang" kata Raina tersenyum.


"Aku pergi dulu yah tin" pamit Raina sambil melangkah.


"Gadis yang cantik. Menarik" gumam Justin tersenyum penuh arti menatap Raina yang semakin jauh.


Raina berjalan menuju ruangan 12 untuk menemui Adel dan Yuni. Raina memang tidak terlalu akrab dengan anggota kelompoknya. Raina menunggu kedua sahabatnya didepan ruangan 12.


Kedua sahabatnya keluar dari ruangan dan menghampirinya.


"Akhirnya kalian keluar, ke kantin yuk sebelum jam masuk lagi" ajak Raina dengan menarik tangan kedua sahabatnya.


"Gak usah tarik-tarik juga kali" kata Adel yang masih di tarik oleh Raina dan mengikuti langkah Raina.


"Biar kalian bisa cepat-cepat" kata Raina.


"Emang lihat tempatnya?" Tanga Yuni.


"Itu di bawah tulisannya besar K A N T I N" jawab Raina mengeja sambil terus berjalan.


Setelah selesai makan dan minum ketiga sahabat itu segara kembali keruangannya masing-masing karena jam selanjutnya akan di mulai.


Gemesnya telah di mulai dan terus berlanjut hingga waktu yang telah di tentukan.


Sekarang waktunya pulang pukul 14.00.


Raina menunggu Adel dan Yuni di parkiran. Walaupun arah rumahnya berbeda tapi mereka tetap saling menunggu sebelum pulang walaupun hanya untuk saling berpamitan.


"Raina.... sudah lama?" Tanya Adel.


"Belum lama kok" jawab Raina.


"Raina tadi kamu mau cerita apa" tanya Yuni.


"Besok saja aku ceritakan aku masih harus menjemput Adit" jawab Raina yang segera menyalakan motornya dan mengendarainya menuju sekolah Adit.


Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi siswa-siswa baru yang mengikuti MOS itu.


-------------------------------------------

__ADS_1


Terima kasih untuk para pembaca😇😉


Ikuti terus kelanjutan ceritanya 🤗


__ADS_2