Camping Penumbuh Cinta

Camping Penumbuh Cinta
#Crt_7 JADIAN


__ADS_3

"Terima.... terima.... terima" teriak semua orang yang ada di ruangan itu.


"Haduh gimana ini" gumam raina. Raina takut jika justin memang serius mengatakannya maka mereka benar-benar jadian. Tapi jika justin mengatakannya hanya karena hukuman maka setelah agenda ini mereka juga sudah putus.


Raina menganggukkan kepalanya dengan terpaksa. Semua orang di ruangan itu bertepuk tangan dengab meriah.


"Baiklah, sekarang karena kalian sudah jadian maka kita lanjut ke hukuman selanjutnya, yaitu mengumumkan kepada setiap ruangan kalau kalian sudah jadian dan aku yang akan mengawasi langsung" kata kak diana.


"Duh, matilah aku" gumam raina. Justin hanya tersenyum melihat ekspresi raina.


"Ayo, kalian jalan di depan. Kita mulai dari ruangan satu" kata kak diana.


Justin berjalan di depan menuju ruangan satu dengan menggandeng tangan raina. Yang di susul oleh kak diana di belakangnya.


Di ruangan 1


"Assalamu'alaikum, permisi apa boleh masuk?" Tanya justin.


"Oh iya silahkan" kata kakak osis yang ada di dalam ruangan 1.


"Terima kasih kak" kata justin kemudian menggandeng raina masuk.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan saya justin dan ini raina. Kami dari kelompok 9" kata justin memperkenalkan sambil menunjuk raina.


Orang-orang didalam ruangan itu hanya memperhatikan mereka dengan tatapan bingung.


"Jadi tujuan kami ke sini adalah ingin mengumumkan tentang hubungan kami, dan saya umumkan kami sudah pacaran" kata justin dengan lantang, tanpa ragu sedikitpun dan tanpa rasa malu.


Raina hanya menunduk pasrah dengan perkataan justin karena hukumannya itu.


"Hah apa faedahnya coba umumin hubungannya".


"Gaje bangat sih mereka".


"Mereka pasti dapat hukuman"


"Cocok sih"


Suara-suara itu adalah suara berbisik antar anggota kelompok 1.


Kakak osis yang ada di dalam ruangan itu menatap kak diana dengan sedikit tersenyum. "He diana, ini pasti kerjaan loh kan?, wah kerel loh parah parah" kata kakak osis di dalam ruangan itu sambil sedikit tertawa.


Kak diana hanya memberikan senyuman percaya dirinya.


"Baikalah itu saja yang ingin kami sampaikan, terima kasih atas waktu dan perhatian. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" kata justin mengakhiri kemudian melangkah menghampiri kak diana sambil terus menggandeng tangan raina.


Raina dan justin berlanjut ke ruangan selanjutnya termasuk ruangan tempat kak agas. Hingga sampailah sekarang mereka di depan ruangan 12, ruangan itu adalah ruangan adel dan yuni.


"Haduh, kan sampai disini gimana kalau adel dan yuni salah sangka, mhabislah aku di goda mereka terus" gumam aira cemas.


Saat mereka hendak mengetui pintu rungan itu, mereka di hentikan oleh bel yang menandakan pergantian ke agenda selanjutnya.


"Huftt, untung saja" gumam raina.


"Baiklah, sampai di sini saja. Mari kita kembali ke ruangan kita" kata kak diana.


Raina segera melepas tangannya dari tangan justin dan segera berlari menuju ruangannya.

__ADS_1


Justin dan kak diana yang melihat tingkah raina hanya tersenyum.


"Makasih loh kak, wah kakak mengang hebat" kata justin.


"Iya sama-sama, jangan lupa yah" kata kak diana.


"Iya, nanti pulang sekolah" kata justin kemudian berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh kak diana.


"Eh kakak apa setelah agenda ini aku dan raina sudah putus?" Tanya justin sambil menghentikan langkahnya.


"Haih dasar. Emang kamu udha gak suka sama raina? " tanya kak diana.


"Suka sih kak" kata justin. "Oh, aku ngerti sekarang maksud kak diana nyomblangin, yah aku baru paham" kata justin sedikit tertawa.


"Pahamkan, jadi selanjutnya kamu mau gimana???" Tanya kak diana.


"Aku akan anggap kami benar-benar jadian dan aku akan buat si raina jatuh cinta sama aku" kata justin sambil tersenyum penuh maksud.


"Haih dasar playboynya kambuh, terserahmu saja. Ayo masuk ruangan kakak mau akhirin agenda ini" kata kak diana sambil bergegas menuju runagan 9.


"Adek-adek sekalian sekian dulu agenda kita kali ini, terima kasih atas partisipasinya. Sampai jumpa lagi." Kata kak diana kemudian pergi di ikuti oleh kak roni dan kak salsa.


Agenda selnjutnya adalah materi. Materi berlangsung beberapa jam dan sekarang sudah jam pulang.


Raina segera bersiap-siap untuk pulang dan dia melihat sekelilingnya dan dia sudah tidak melihat justin lagi.


"Humz syukurkan, berarti tadi ucapannya hanya untuk hukuman saja" kata raina dalam hati.


Raina berjalan keluar kelas kemudian menunggu kedua sahabatnya di depan ruangannya.


"Hei raina" ucap adel dan yuni.


"Kenapa loh" tanya yuni.


"Eh, aku... aku gak papa" kata raina terbata-bata.


"Halah gak usah boong ama kita" kata adel.


"Hais, beneran" kata raina.


"Yaudah yuk pulang" ajak adel kemudian berjalan duluan kemudian di ikuti oleh yuni dan raina.


"Eh na tau gak, tadi di perjalanan kita menuju ruangan loh banyak orang loh yang omongin kamu sama justin. Emang benar? Kenapa?" Tanya yuni sambil terus berjalan.


"Eh itu, itu hanya karena kami di hukum" kata raina.


"Oh gitu" kata yuni.


Beberap saat kemudian, mereka sampai di parkiran. Raina yang melihat justin di parkiran dekat dengan motornya segera menghentikan langkahnya.


"Hadu bagaimana ini" kata raina dalam hati.


"Eh na ngapain bengong di situ, jadi pulang gak?" Tanya adel berteriak ke arah raina.


Justin yang mendengar teriakan itu langsung menoleh ke arah raina kemudian melambaikan tangannya ke arah raina smabil tersenyum.


"Eh iya iya" kata raina kemudian berjalan menuju tempat parkit motornya.

__ADS_1


"Eh justin" kata raina canggung.


"Na, aku mau ngomong sesuatu" kata justin.


"Iya, apa?" Tanya raina.


"Sekarang kan kita sudha jadian. Aku mau minta nomor kamu dong" kata justin.


Raina langsung melotot kepada justin karena mengatakan itu di depan adel dan yuni.


"Wah jadi udha ada yang jadian ni, tapi gak bilang-bilang kekita" kata yuni. "Yah salahs atu personil kita bukan SWAG lagi dong" sambung yuni.


"Iya, eh kapan kalian jadian?" Tanya adel.


"Kapan kita jadian?" Taya raina pura-pura.


"Tadi kan,, di ruanga" jawab justin.


"Loh tapi itukan hanya hukuman" kata raina.


"Tapi itu aku serius na, aku mohon terima aku, kalau kamu emang belum cinta sama aku kita jalanin aja dulu nanti cintanyakan bisa ngalir sendiri" kata justin.


Wajah raina seketika memerah. "Bagaimana ini" gumam aira.


"Terima aja na" kata adel. Yuni langsung saja mencubit tangan adel karena yuni memang tidak suka dengan justin.


"Aww, sakita tau" kata adel kepada yuni.


"Gimana na?" Tanya justin lagi.


"Yaudah deh, aku mau" kata raina.


"Raina" kata yuni melotot kepada raina.


"Yeeeessss" kata justin berteriak kegirangan. "Na sekarang aku minta nomor kamu dong" pinta justin sambil menyodorkan hpnya kepada raina.


Raina segera mengetikkan nomornya di hp justin. "Ini tin" kata raina sambil mengembalikan hp justin kepada justin.


"Makasih yah na, aku duluan. Nanti aku chat" kata justin kemudian pergi.


"Na, kenapa kama terima?" tanya yuni.


"Gak papa ni itung-itung cari pengalaman" kata raina.


"Tapi kalau kamu jatuh cinta beneran gimana?" Tanya yuni.


"Yah gak papa juga" jawab raina kemudian mengeluarkan motornya dari parkiran. "Aku dulan yah gaes mau jempu adit" kata raina kepada adel dna yuni kemudian menjalankan motornya dan pergi.


"Raina" teriak yuni.


"Bye" kata adel sambil melambai.


"Awas aja kau justin kalau sampai nyakitin raina" kata yuni marah.


-------------------------------------------


Terima kasih kepada para pembaca ☺️ikuti terus kelanjutan ceritanya πŸ€—πŸ˜‡

__ADS_1


Jangan lupa like, komen and vote yah πŸ˜πŸ˜…


Terima kasih πŸ˜‡πŸ˜Š


__ADS_2