Camping Penumbuh Cinta

Camping Penumbuh Cinta
#Crt_11 Rumah sakit 2


__ADS_3

Setelah raina menurunkan qaila, qaila segera menuju ibu wina kemudian menganbil tangan ibu wina lalu mencium punggung tangannya.


"Tante, qaila yang imut ini pulang dulu yah" kata qaila setelah mencium punggung tangan ibu wina.


Kemudian qaila menghampiri pak daniel. Kemudian mencium punggung tangan pak daniel. Pak daniel hanya tersenyum melihat tingkah qaila. Qaila kemudian menghampiri ayahnya dan menggandeng tangan ayahnya.


"Eh qaila yg imut jadi hanya kakak cantik dan kakak ganteng yang di cium, tante nggak?"kata bu wina pura-pura merajuk.


"Eh qaila mau cium tatate mommy juga tapi jangan merajuk" kata qaila kemudian berlari ke arah bu wina.


Bu wina manarik qaila kedalam pelukannya kemudian qaila mencium pipi bu wina. "Ummach".


"Makasih sayang" kata bu wina kemudian mencium pipi qaila lalu melepas qaila dari pelukannya.


"Qaila pulang dulu semua, kakak ganteng besok qaila dateng lagi yah, Assalamu'alaikum" kata qaila kemudian menggandeng tangan ayahnya.


"Wa alaikum salam" kata semua yang ada di ruangan melati.


"Kami pulang dulu yah semua. Assalamu'alaikum" kata pak doni kemudian melangkah keluar.


"Wa alaikum salam"


"Unch, qaila comel sekali. Ayah, ibu dulu raina pas masih kecil seperti qaila gak? " kata raina bertanya keada ayah dan ibunya.


"Kamu gak seperti qaila" kata pak daniel. Raina yang mendengar itupun menjadi pura-pura meruncingkan bibirnya.


"Iya kamu gak seperti qaila tapi kamu lebih imut dan menggemaskan dari pada qaila" kata bu wina.


"Ah benarkah ibu?" kata raina.


"Tentu saja" kata ibu.


"Uh, aku jadi ingin kembali menjadi puti kecil ayah dan ibu" kata raina.


Tiba-tiba saja raina teringat sesuatu. "Astaga. Raina lupa" kata raina sambil menepuk pelan jidatnya membuat orang-orang bingung.


"Ada apa nak?" Kata ibu wina bingung.


"Sebentar yah aku ada perlu" kata raina kemudian keluar dari ruangan melati.


"Entah kenapa anak itu" kata ibu wina.


"Nak kamu sudah makan belum?" Tanya ibu wina.


"Sudah ibu. Tadi di suapin pak doni" kata adit.


"Syukurlah kalau begitu" kata ibu wina.


---


Tuutttt.... tuuutt.... tuttt... suara telpon tersambung.


"Halo, Assalamu'alaikum justin" kata raina.


"Wa alaikum salam na, ada apa? Apa sudah ada kabar tentang adik kamu?" Tanya justin di telpon.


"Iya tin, karang kami dimana?" Tanya raina. " ini aku masih di jalan nyari adik kamu" kata justin berbohong.


"Ya ampun tin. Makasih yah udah bantun aku. Tapi lebih baik kamu oulang sekarang ini sudah terlalu larut malam" kata raina.


"Iya na, tapi gimana dengan adik kamu" tanya justin di telpon.


"Adit sudah ketemu, dan sekarang kami lagi di rumah sakit" kata raina.


"Loh katanya sudah ketemu, trus ngapain di rumah sakit" tanya justin.


"Iya, tadi pagi adit kecelakaan" kata raina.


"Apa? Jadi sekarang gimana keadaannya?" Tanya justin.


"Sekarang dia baik-baik saja kok, cuman ada sedikit luka di tubuhnya" kata raina.


"Ya ampun, sekarang aku ke sana yah na" kata justin.

__ADS_1


"Tidak tin, tidak besok saja kamu kesini. Kalaupun kamu kesini kamu gak bakal di bolehin masuk soalnya jam besuknya sudah habis" kata raina.


"Jadi kamu nginep di situ kah na?" Tanya justin.


"Belum tau" kata raina.


"Kalau kamu gak nginap kasih tau aku yah. Soalnya besok aku mau jemput kamu biar bisa berangkat bareng" kata justin.


"Ok. Tin" kata raina.


"Raina" panggil pak daniel.


"Iya yah" jawab raina.


"Sini nak" kata pak daniel.


"Tin, udah dulu yah aku udah di panggil ayah" kata raina.


"Oh yaudah. Good night raina. See you" kata justin


"Nite, bye bye tin. Assalamu'alaikum" kata raina.


"Bye. Wa alaikum salam" kata justin kemudian memutuskan sambungan telponnya.


---


"Raina, ayah, kalian pulang saja besok raina sekolah dan ayah harus bekerja" kata bu wina.


"Tapi bu" kaya pak daniel.


"Gak papa yah, biar ibu yang jagain adit" kata bu wina.


"Yaudah, tapi kalau ada apa-apa langsung telpon ayah yah bun" kata pak daniel.


"Iya yah" jawab bu wina sambil tersenyum.


"Yaudah kita pulang dulu yah" kata raina sambil mencium punggung tangan ibunya.


"Cepat sembuh yah dit" kata raina.


"Kita pulang yah bu" kata ayah.


"Iya hati-hati" kata ibu wina kemudian mencium punggung tangan suaminya.


"Assalamu'alaikum" kataayah dan raina kemudian pergi meninggalkan adit dan ibu wina.


"Wa alaikum salam"


"Ibu, ibu istirahat juga. Aku juga mau tidur dulu" kata adit.


"Baiklah nak, selamat tidur" kata ibu wina sambil mencium puncak kepala anaknya.


---


Sesampaimya di rumah raina segera masuk kedalam kamarnya, bersih-bersih diri kemudian bersiap untuk tidur.


"Eh hampir saja lupa" kata raina kemudian mengambil hpnya.


WhatsApp


To justin


"Tin, malam ini aku nggak nginep di rumah sakit. Ini sudah ada di rumah"


From justin


"Bagus deh, besok pagi aku jemput yah"


To justin


"Baiklah"


From justin

__ADS_1


"Oke. Good night my girlfrien"


To justin


"Good night too"


Raina meletakkan hpnya di meja dekat tempat tidurnya seperti biasa. Kemudian raina mengambil jam di atas menjanya kemudian menyetel alarm pukul 04.30.


Setelah itu raina berbaring dan tidak butuh waktu lama raina pun tertidur.


---


Jam alarm raina berbunyi jam 04.30. Raina segera bangun dari tidurnya kemudian beranjak untuk pergi shalat subuh.


Setelah shalat subuh raina melakukan rutinitasnya mengerjakan pekerjaan rumah. Kemudian beralih ke memasak mengingat ibunya juga sedang tidak ada di rumah jadi dia berinisiatif untuk hanya membuat roti bakar saja untuknya dan ayahnya. Tak lupa juga raina membuat susu coklat panas untuknya dan kopi untuj ayahnya.


Setelah selesai mempersiapkan sarapan raina segera pergi untuk bersiap.


---


Setelah siap raina menuju ruang makan dan ternyata raina belum melihat ayahnya di ruang makan. Raina segera menuju kamar ayahnya untuk mengajaknya sarapan.


Tok tok tok. Raina mengetuk pintu kamar ayahnya.


"Ayah ayo sarapan" kata raina di depan pintu.


"Sebentar sayang, ayah masih bersiap. Kamu sarapan duluan saja" jawab ayah dari dalam kamar.


Raina segera menuju ruang makan untuk sarapan.


Saat roti raina sudah habis ayahnya baru datang menghampirinya di ruang makan.


"Selamat pagi sayang" kata ayah sambil meletakkan jasnya di sandaran kursu dan menyimpan tas kerjanya di kursi sampingnya.


"Pagi ayah" kata raina tersenyum kemudian meneguk susu coklatnya.


Ting. Suara pesan masuk.


WhatsApp


From justin


"Raina aku di depan rumahmu"


To justin


"Baiklah, sebentar lagi aku keluar"


Raina segera menghabiskan susu coklatnya.


"Ayah maafkan raina, tidak bisa menemani ayah sarapan" kata raina.


"Tidak apa-apa sayang" kata ayah.


"Yah sudah aku duluan yah ayah, sudah di jemput teman" kata raina.


"Loh motor raina kenapa?" Tanya ayah.


"Motor raina gak papa ayah, lagi malas bawa motor aja" kata raina kemudian pergi membawa gelas dan piringnya kedapur.


"Yah sudab aku duluan yah ayah" kata raina kemudian mencium punggung tangan ayahnya dan mencium pipi ayahnya.


"Love you ayah, Assalamu'alaikum" kata raina sambil berlari pergi meninggalkan ayahnya.


"Wa alaikum salam".


"Dasar anak itu" kata pak daniel geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah anaknya ituk mudian melanjutkan sarapannya.


-------------------------------------------


Terima kasih kepada para pembaca πŸ˜‡


Ikuti terus kelanjutan ceritanya πŸ€—πŸ˜‰

__ADS_1


Jangan lupa like, komen and vote yah ☺️


Terima kasih πŸ˜‡β˜ΊοΈ


__ADS_2