Camping Penumbuh Cinta

Camping Penumbuh Cinta
#Crt_15 Qaila Comel


__ADS_3

"Sudah sayang kamu ini menga cerewet" kata pak doni yang sudah lelah mendengar semu aoerkataan gadis kecilnya itu.


"Maaf yah kami terlambat datang karena ada sedikit masalah di kantor yang harus di selesaikan dari tadi pagi" kata pak doni.


"Ah, tidak masalah pak" kata ibu wina tersenyum.


"Oh iya ini bu, ada sedikit makanan, ini qaila sendiri yang memilih" kata pak doni sambil menyerahkan kantongan berisi makanan yang di bawanya kepada ibu wina.


"Wah terima kasih pak, harusnya anda tidak perlu repot-repot" kata ibu wina kemudian meletakkan kantongan itu di atas meja sofa.


"Ha, itu bukan apa-apa" kata pak doni kemudian berjalan ke arah adit.


"Bagaimana keadaanmu nak?" Tanya pak doni.


"Sudah lebih baik om" kata adit sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu" kata pak doni.


---


Setelah beberapa jam di rumah sakit yuni dan adel segera pamit. Qaila dan daddynya sedang tidak ada di ruangan itu karena sedang ke toilet. Pak doni mengantar qaila yang kebelet pipis.


"Semuanya kita pamit dulu yah ini sudah sore" pamit yuni.


"Oh iya, sekali lagi terima kasih yah nak" kata ibu wina kemudian berdiri dari duduknya.


"Saya sekalian pamit juga tante" kata justin.


"Adit semoga lekas sembuh" sambung justin.


"Iya terima kasih" kata adit dingin.


"Eh iya nak justin, terima kasih sudah menjenguk adit" kata ibu wina.


"Iya ibu sama-sama" kat justin kemudian mencium punggung tangan ibu wina.


"Cepat sembuh yah dit" kata yuni dan adel. Kemudian menghampiri ibu wina lalu mencium punggung tangan ibu wina.


"Hati-hati yah nak" kata ibu wina.


"Yah udah bu. Aku antarin ke deoan dulu yah" kata raina.


"Iya nak" jawab ibu wina sambil tersenyum.


"Assalamu'alaikum" kata justin, yuni dan adel.


"Wa alaikum salam".


Krettt...


Pintu toilet terbuka.


"Heh, tante mommy kok sepi? . Kakak ganteng Mana kakak cantik.? taya qaila.


"Kak raina lagi keluar dek" kata adit.


"Hais, kakak cantik tidak mengajak qaila" kata qaila merajuk dengan tangan dilipat didepan dada.


---


Depan rumah sakit


"Raina kita pulang dulu yah" kata adel dan yuni dan segera menuju parkiran.


"Iya hati-hati yah" kata raina kemudian melambaikan tangannya.


"Na?" Kata justin.


"Iya kenapa?" Tanya raina.


"Kok kelihatan adik kamu gak suka yah sama aku" kata justin terlihat sedih.


"Nggak kok, dia orangnya emang kek gitu. Kamu gak usah khawatir" kata raina.


"Benarkah?" Tanya justin yang kembali bersemangat.


"Iya" kata raina sambil tersenyum.


"Yah sudah aku pulang yah na" kata justin kemudian melangkah. "Eh na?" Kata justin kemudian berbalik lagi ke arah raina.


"Iya?" Tanya raina.

__ADS_1


"Tadikan kita berangkat bareng trus kamu baliknya sama siapa?" Tanya justin.


"Oh itu, aku bisa pulang sama ayah" jawab raina.


"Oh. Baguslah kalau begitu" kata justin.


"Aku balik yah" kata justin kemudian melangkah pergi.


"Bye. Hati-hati" kata raina sambil melambai kepada justin. Dan di balas lambaian juga oleh justin.


---


Ruangan melati 03.


"ceklek" suara pintu terbuka.


"Assalamu'alaikum" kata raina masuk, kemudian menutup kembali pintunya.


"Wa alaikum salam".


"Heh qaila cantik kenapa? Kok sepertinya lagi ngambek" kata raina kemudian menghampiri qaila yang masih membelakanginya.


"Hei na, si little girl itu lagi ngambek ke kamu" kata adit.


"Ha? Kenapa qaila merajuk sama kakak?" Tanya raina di belakang qaila.


"Kakak cantik tinggalin qaila. Kakak gak ajak qaila kelual" kata qaila.


"Heh kata siapa kakak tidak ingin mengajakmu?" Tanya raina. "Kakak kan keluar hanya mengantar teman kakak" kata raina kemudian memutar qaila sampai mereka berhadapan.


"Qaila mau jalan sama kakak?" Tanya raina.


"Mau kak mau. Yeayeh" kata qaila melompat-lompat kegirangan.


"Huh senangnya" kata raina mengacak rambut qaila sambil tersenyum.


"Daddy, boleh kan jalan-jalan dilual cama kakak cantik?" Tanya qaila kepada daddynya.


"Iya sayang, boleh tapi jangan nakal, jangan repotin kakak cantik, trus jangan jauh-jauh" kata pak doni mengingatkan putri kecilnya.


"Okey ciap daddy" kata qaila kemudian mengacingkan jempolnya kepada daddynya.


"Adit, bu. Kita jalan dulu, Assalamu'alaikum" kata raina kemudian bergandengan dengan qaila kecik berjalan keluar ruangan itu.


"Wa alaikum salam".


---


Qaila dan raina berjalan keliling-keliling rumah sakit dengan tetap bergadengan tangan.


Raina tiba-tiba berhenti di depan musholla rumah sakit. Membuat qaila yang berjalan di depan tertarik kembali ke belakang. Sehingga punggung qaila menabrak kaki raina.


"Aduh" rintih qaila.


"Eh. Maafin kakak yah kakak berhenti mendadak" kata raina kemudian duduk untuk menyamai tinggi qaila.


"Kakak cantik kenapa, belhenti mendadak?" tanya qaila.


"Kakak belum shalat ashar" kata raina.


"Oh astaga. Qaila juga belum" kata qaila sambil menepuk pelan jidatnya.


"Heh, qaila juga mau shalat" tanya raina.


"Iya kakak cantik" kata qaila.


"Yaudah ayok" kata raina kemudian menggandeng kembali qaila kedalam musholla.


"Ambil wudhu dulu yok" kata raina sambil menggandeng qaila menuju tempat wudhu.


"Cekuy" kata qaila dengan suara imutnya.


"Jangan lupa lepas sepatu qaila comel" kata raina mengingatkan.


"Ciap" kata qaila dengan menaruh tangannya di kepalanya, seperti dalam posisi hormat.


"Heheh iya sayang" kata raina kemudian mencium qaila dengan gemesnya.


"Qaila bisa wudhu sendiri gak?" Tanya raina setelah sampai di tempet wudhu.


"Bica dong kakak cantik, kan udah di ajalin kakak aku" kata qaila sambil senyum-senyum.

__ADS_1


"Wah hebat. Yah sudah sekarng wudhu" kata raina.


---


Setelah selesai shalat mereka berdua segera keluar dari musholla.


"Qaila mau makan ice cream gak" tanya raina sambil memakaikan sepatu qaila.


"Mau dong kak" kata qaila.


"Sudah" kata raina setelah memakaikan sepatu qaila. "Ayo beli ice cream" kata raina menggandeng qaila kembali.


"Ayok" kata qaila kemudian menarik raina karena sudah tidka sabar.


"Tapi qaila sepertinya di rumah sakit gak ada ice cream" kata raina saat masih berjalan dengan qaila masih menariknya.


"Yah gimana dong kak?" Kata qaila terkihat kecewa.


"Gimana kalau kita beli ice cream di depan aja" kata raina.


"Boleh kak. Ayo" kata qaila kembali menarik raina.


---


Penjual ice cream


"Qaila mau rasa apa" tanya raina.


"Qaila mau rasa coklat sama vanilla" kata qaila.


"Wah jadi qaila mau dua yah" tanya raina.


"Iya kakak cantik" kata qaila dengan imutnya.


"Baiklah" kata raina.


"Pak beli ice creamnya vanila satu, coklat 1, sama stroberi 1" kata raina memesan ice cream.


"Oke. Ntar mamang siapin" kata mang ice cream kemudian menyiapkan pesanan raina.


Beberapa menit kemudian.


"Ini neng ice cream nya" kata mang ice cream.


"Eh iya" kata raina kemudian mengambil dua ice cream terlebih dahulu yang diberika mang ice cream.


"Ini qaila sayang ice cream coklat sama vanillanya" kta raina sambil memberikan ice creamnya kepada qaila.


"Terima kasih kakak" kata qaila.


"Iya sayang" kata raina kemudian mengambil ice cream miliknya yang di berikan mang ice cream.


"Berapa mang?" Tanha raina.


"Semuanya **********" kata mang ice cream.


Raina mengambil uang di sakunya kemudian memberikannya kepada mang ice cream.


"Terima kasih mang" kata raina.


"Ayo" kata raina kepada qaila yang masih sibuk memakan ice creamnya.


Qaila kemudian berjalan dengan masih memakan ice creamnya.


Tapi tiba-tiba qaila menjatuhkan salah satu ice creamnya saat melihat seorang perempuan di seberang.


"Heh, ada apa qaila? Kok ice creamnya jatuh?" Tanya raina.


Bukannya menjawab qaila malah berlari ke belakang raina.


"He? Ada apa sayang" tanya raina.


"Itu kak, ada kakak-kakak nyebelin, kakak itu jahat" kata qaila.


-------------------------------------------


Terima kasih kepada para pembaca πŸ˜‰πŸ€— ikuti terus kelanjutan ceritanya.


Jangan lupa like, komen and vote yah β˜ΊοΈπŸ˜‰πŸ˜‡


Terima kasih πŸ˜‡

__ADS_1


__ADS_2