Camping Penumbuh Cinta

Camping Penumbuh Cinta
#Crt_16 Qaila Bercerita Tentang Kakak Jahat


__ADS_3

"Kakak yang mana sayang?" Kata raina bingung kemudian celingak-celinguk mencari orang yang di maksud qaila. Tapi sayangnya di sana Banyak sekali orang jadi raina tidak bisa menemukannya.


"Gak papa sayang kan ada kakak" kata raina kemudian duduk menyamai tinggi qaila.


"Bagaimana kalau kakak gendong saja?" Tawar raina.


"Benalkah" kata qaila memudian memeluk raina yang ada di depannya.


"Heh sayang, nanti ice creamnya kena baju kakak" kata raian.


"Eh iya, qaila buang aja yah ice climnya" kata qaila kemudian melepas pelukannya lalu membuang ice creamnya di tangannya.


Raina segera berdiri dari duduknya dengan menggendong qaila. Qaila segera menenggelamkan wajahnya di bahu raian.


"Ada apa sayang?" Tanya raina yang bingung karena qaila menenggelamkan wajahnya di bahunya.


"Ini agar kakak itu tidak melihatku" bisik qaila di telinga raina.


"Baiklah" kata raina kemudian berjalan menuju rumah sakit dengan menggendong qaila memasuki ruangan melati.


"Ceklek" suara pintu terbuka.


"Assalamu'alaikum" kata kata qaila dan raina sambil masuk kedalam kemudian menutupnya kembali.


"Wa alaikum salam" jawab orang yang ada didalam.


"Eh ada ayah" kata raina yang mendekat ke arah adit dengan masih menggandeng qaila.


"Iya sayang, tadi ayah datang kamu gak ada. Kata ibu kamu keluar sama qaila" jelas ayah.


"Heh, qaila sayang kok malah menggendong sama kakak cantik. Kan nanti kakaknya capek gendong kamu" kata pak doni sambil menghampiri qaila dan raina.


"Tidak apa-apa kok om. Qaila tingan kok" kata raina.


"Maaf yah nak, qaila jadi merepotkan. Sinu nak" kata pak doni kemudian mengambil qaila dari gendongan raina.


"Daddy, daddy tau tidak tadi aku ketemu cama kakak jahat yang celing datang di lumah" kata qaila.


Raina semakin bingung dengan qaila.


"Om maaf. Raian mau tanya" kata raina.


"Orang yang dimaksud qaila siap yah om" tanya raina.


"Oh itu, itu teman sekolahnya kakaknya qaila. Dia sering datang di rumah, tapi dia itu baiknya cuman ke kakaknya qaila aja ke qailah nggak" jelas pak doni.


"Daddy, bial aku yang celitain cama kakak cantik" kata qaila dengan imutnya.

__ADS_1


"Baiklah" kata pak doni.


"Daddy, tulunin aku" pinta qaila kemudian pad doni menerunkan qaila dari gendingannya.


Qaila segera menarik raina menuju sofa. Kemudian qaila menaiki sofa kecil dengan merangkak naik.


"Duduk cini kakak cantik" pinta qaila menunjuk sofa di sampingnya.


"Baiklah" kata raina kemudian berjalan menghampiri qaila.


Orang-orang didalam ruangan itu hanya tersenyum melihat tingkah dua gadis itu.


"Jadi gimana?" Tanya raina dengan mengangkat kedua alisnya. "Siapa kakak jahat itu? Trus kenapa qaila bilangin dia kakak jahat?" Tanya raina lagi.


"Jadi gini kak. Kakak jahat itu dulunya celing main di lumah. Dia bilangnya mau kelja tugas cama kakakku. Tapi dia malah gak belajal cama kakakku. Makanya qaila celing tegul kakak itu. Tapi kalau kakakku gak ada cama kami dia celing malah-malah cama aku tlus ancam-ancam kalau campe aku omong cama kakakku. Jadi gitu kak makanya aku gak cuka cama dia" kata qaila bercerita dengan wajah sedihnya.


"Oh sayang. Gak papa, kalau nanti kakaknya datang di rumah kamu. Kamu ke rumah kakak aja main sama kakak yah" kata raina menghibur qaila sambil memeluk qaila yang masih bersedih.


"Benelan kak?" Tanya qaila.


"Iya dong sayang, iya kan bu?" Kata raina kemudian dibalas anggukan oleh ibunya.


"Nantikan di rumah kakak juga ada ibu, ayah, sama kakak adit" kata raina lagi.


"Benelan kak?. Janjikan mau main sama qaila?"kata raina kemudian mengangkat kelingking mungilnya ke raina.


Qaila segera memeluk raina bahagia karena sekarang qaila punya teman cewe. "Telima kasih kakak cantik" kata qaila dalam pelukan raina sambil tersenyum bahagia.


"Raina" panggil ibu wina.


"Sebaiknya kamu pulang dulu nak, ini sudhah hampir malam dan kamu belum berganti pakaian sejak dari sekolah" kata ibu wina.


"Ya sudah bu, raina pulang yah" kata raina.


"Iya nak, biarkan ayah saja yang mengntarmu" pinta ibu.


"Biar kami saja yang mengatarnya bu" kata pak doni. "Kami juga harus segera pulang. Besok kami kembali lagi" sambung pak doni.


"Yeh, pulang cama kakak cantik. Pulang ke lumah aku aja yah kakak cantik. Nanti aku kenalin cama kakak aku" kata qaila dengan manjanya.


Semua orang di ruangan itu hanya tertawa melihat qaila yang berbicara kepada raila sambil memeluk-meluk tangan raina sambil teryawa kegirangan.


"Tidak sayang, kakak harus di rumah. Besok kan kakak harus sekolah" kata raina dengan lembut.


"Iya sayang, lain kali kamu ajak kakak cantik main kerumah kalau dia libur" kata pak doni.


"Iya, baiklah daddy" kata qaila sedikit kecewa.

__ADS_1


Raina segera beranjak dari duduknya kemudian melangkah ke arah kursi samping tempat tidur adit untuk mengambil tasnya.


"Yaudah pa danie, bu wina. Kami permisi dulu" kata pak doni.


"Wait daddy, qaila belum kiss kakak ganteng" kata qaila sambil mengangkat satu jari telunjuknya dan berjalan ke arah raina.


Raina yang menegetahui maksud dari qaila segera menggendongnha dan mengarahkannya pada adit.


"Ummach" qaila mencium pipi adit dan kenudian tersenyum. "Cepat cembuh kakak ganteng" kata qaila kemudian dibalas anggukan dan senyuman oleh adit.


Raina segera menurunkan qaila. Dan berjalan ke arah ibunya kemudian mencium punggung tangan ibunya. "Aku pulang dulu ibu" kata raina setelah mencium punggung tangan ibunya.


"Tante mommy, tante mommy. Mau calim jugak" kara qaila sambil menyodorkan tangannya "he. Iya sayang" kata bu wina kemudian duduk menyamai tinggi qaila. Kemuadian qaila Langsung saja mencium punggung tangan ibunya.


Kemudian raina beralih ke ayahnya. Melakukan seperti apa yang dilakukan kepada ibunya tadi. Dan tentu saja di ikuti oleh qaila.


"Ayo sayang" kata pak doni kepada qaila.


"Cepat sembuh nak adit" sambung pak doni yang di balas anggukan dan senyuman oleh adit.


"Kita pamit dulu yah" kata pak doni.


"Assalamu'alaikum" kata qaila, raina dan pak doni kemudian berjalan keluar dari ruangan melati.


"Wa alaikum salam"


---


Sesampainua raina di depan rumah dia membuka pintu mobil pak doni. Lalu keluar dari mobi.


"Terima kasih pak, bapak mau mampir dulu?" Tanya raina yang sudah di luar mobil.


"Lain kali saja nak, ini juga sudah magrib" kata pak doni.


"Baiklah, sekali lagi terima kasih." Sambung raina.


"Bye bye kakak cantik, sampai ketemu lagi" kata qaila dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya.


"Bye" kata raina.


Pak doni segera menyalakan mobilnya dan mengendarai mobinya dengan kecepatan sedang.


-------------------------------------------


Terima kasih kepada para pembaca πŸ€—πŸ˜‰ ikuti terus kelanjutan ceritanya πŸ€—πŸ˜‰β˜ΊοΈ


Jangan lupa like, komen, and vote yah πŸ˜‡πŸ˜‰

__ADS_1


Tingkiuuuuuuuu πŸ˜β˜ΊοΈπŸ˜‡


__ADS_2