
Setelah membayar parcel buahnya. Mereka berempat segera keluar tadi tokoh buah kmeudian pergi menuju parkira.
"Kalian ini bisa-bisa bertengkar hanya gara-gara membayar parsel buah" kata adel sambik geleng-geleng kepalan.
"Sedahlah. Nggak usah di bahas lagi. Ayo kita pergi" kata raina.
Justin dan yuni segera mengeluarkan motornya dan segera menyalakannya. Mereka segera menuju rumah sakit. Melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
---
Setelah sampai di rumah sakit yuni dan justin segera memarkir motornya.
Mereka berjalan memasuki rumah sakit kemudian menuju ruang ruang melatih.
Tok tok tok. Raina mengetuk pintu dan segera membukanya dan masuk kedalam.
"Assalamu'alaikum" kata raina dna teman-temannya.
"Wa alaikum salam" kata adit dan ibu wina sambik menoleh ke arah raina dan teman-temannya.
"Sudah pulanh nak" kata ibu wina.
Raina seger menghampiri ibunya. "Sudha ibu" kata raina sambik mencium punggung tangan ibunya. Kemudian di susul oleh yuni, adel dan justin yang juga mencium punggung tangan ibu raina.
"Eh siapa ini. Kok tumben-tumbenan raina bawa cowo ketemu ibu sama adit" kata ibu wina.
Yuni yang mendengar perkataan ibu wina semakin jengkel keoada justin.
"Saya justin tante" kat justin memperkenalkan diri. "Saya...." kata justin terpotong setelah mendapat pelototan raina.
"Saya temannya raina tante" kata justin.
"Oh nak justin" kata ibu wina sambil tersenyum.
"Oh iya ini saya bawa buah untuk adit" kata justin kemudian memberikan parcel kepada adit tapi adit tidak menerimanya. Tapi di malah melirik kepada parcel yang di bawa oleh yuni.
"Kak yuni. Itu buah untuk adit kan?" Tanya adit.
"Eh iya. Kakak hampir lupa. Tentu saja ini untuk adit" kata yuni sambil memberikan parcel itu kepada adit.
Adit langsung mengambil parcel yang diberikan oleh yuni. "Wah. Terima kasih banyak kak" kata adit kegirangan.
"Sialan anak ini beraninya menolak pemberianku" gumam justin dalam hati.
"Sini tin buahnya. Aku taro di meja" kata raina.
"Eh iya" Kata adit kemudian memberikan parcelnya kepada raina.
"Nak terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk menjenguk adit" kata ibu wina sambil tersenyum.
"Tadi pagi disini juga ramai. Teman-teman adit pada datang menjenguknya" sambung ibu wina.
"Oh benarkah bu. Pantas saja adit terlihat senang" kata raina menggoda adit.
"Apaan sih kak" kata adit tersipu.
Yah memang adit memiliki satu teman perempuan yang disenanginnya. Dan tentu saja perempuan itu datang menjenguknya tadi pagi.
__ADS_1
"Nak justin. Sini duduk sama ibu. Ibu mau ngobrol sama kamu. Kalau sama yuni adel ibu sudah biasa" kata ibu wina sambil menepuk pelan sopa di sampingnya.
"Hais tante. Mentang-mentang ada baru kita di lupain" kata adel pura-pura merajuk.
"Tidak nak, ibu hanya bercanda hahaha" kata ibu wina sambil sedikit tertawa.
"Baik tante" kata justin kemudian menghampiri ibu wina yang sedang duduk di sofa.
Ibu wina dan justin saling berbincang sedangkan adit. Masih kesal dengan kedatangan justin.
"Kak raina sini deh" kata adit kepada raina.
"Ada apa adit" kata raina setelah mendekati adit.
"Kak raina ngapain bawa cowo itu ke sini?" Bisik adit kepada raina.
"Hei adit gak bole kayak gitu. Niat dia kan baik mau jengukin kamu" kata raina berbisik kepada adit.
"Yah kan kakak tau aku gak suka sama dia" bisik adit lagi.
"Haduh. Gimana kalau adit tau kalau aku pacaran sama justin" gumam raina.
"Iya dit. Tapi kan kamu juga baru ketemu dia" bisik raina lagi.
"Tapi kak...." kata adit terpotong.
"Qaila hari ini gak datang yah?" Tanya raina.
"Dari pagi belum datang na. Gak tau kenapa" kata ibu wina.
"Padahal aku rindu banget sama pipi chubbynya" kata raina tidak menghiraukan adit.
"Hei na?. Qaila siapa?" Tanya adel.
"Ituloh. Si penggemarnya adit" kata raina menggoda adit yang di sambut tawa orang-orang dalam ruangan melatin.
"Tok tok tok" suara pintu di ketuk.
"Silahkan masuk" kata ibu wina dari dalam ruangan melati.
"Ceklek" suara pintu terbuka.
Terlihat dari pintu qaila berlari masuk.
"Assalamu'alaikum. Kakak cantik. Kakak ganteng, tante mommy, om daddy qaila datang" kata qaila sambil berlari.
"Oups" qaila segera menutup mulutnya saat melihat banyak orang di ruangan itu. Qaila segera berhenti berlari saat melihat banyak orang di ruangan itu.
Pipi qaila seketika memerah karena malu.
"Assalamu'alaikum" kata pak doni yang juga memasuki ruangan melati mengikuti qaila.
"Eh qaila imut sudah datang" kata raina dan segera menghampiri qaila yang terdiam sambil melirik orang-orang di dalam ruangan melati.
Raina segera membawa qaila ke dalam pelukannya kemudian mencium pipi chubbynya, sampai sampai qaila kembali merasa resah karena raina tidak hentinya mencium pipinya bergantian antara kiri dan kanan.
"Kakak cantik jangan cium telus. Qaila gak bica bernapac tlus nanti imutnya qaila hilang" kata qaila dengan nada merajuknya kemudian raina menghentikan menciumnya.
__ADS_1
"Maafin kakak abis qaila gemesin sih" kata raina sambil mencubit pipi qaila.
"Ish kakak. Lihat ni pipi qaila mulai melah" kata qaila dengan imutnya.
"Kakak cantik. Dendong qaila, mau kiss kakak ganteng" kata qaila.
"Kalau kakak gak mau" kata raina menggoda qaila.
"Qaila ambet cama kakak cantik" kata qaila sambil meruncingkan bibirnya.
"Ih kok ngambek sih" kata raina tersenyum kepada qaila.
"Abis kakak cantik gak mau dendong qaila cium kakak ganteng" kata qaila tanpa melihat raina karena merajuk.
"Baiklah kakak gendong, tapi kiss kakak dulu" kata raina.
"Baiklah" kata qaila berbalik dan mencium pipi raina. "Ummach".
"Makasih sayang" kata raina kemudian menggendong qaila lalu membawanya ke tempat adit.
"Kakak ganteng, qaila cium yah" kata qaila kemudian dibalas anggukan oleh adit.
"Catu lagi kakak ganteng" kata qaila dengan manjanya. Kemudian adit memberikan pipinya yang satunya lagi kepada qaila untuk di cium.
"Kakak cantik turunin qaila" kata qaila.
"Oh. Baiklah" kata raina sambil mencium pipi qaila lagi kemudian menurunkannya.
Qaila segera berlari menuju ibu wina. Qaila kemudian menatap justin yang ada di samping ibu wina dengan tatapan tidak suka. Kemudian qaila mengambil tangan ibu wina lalu mencium punggung tangan ibu wina.
"Tante mommy." Kata qaila.
"Iya sayang" jawab ibu wina.
"Kiss boleh?" Kata qaila dengan mata berbinarnya.
Ibu wina kemudian membawa qaila ke pangkuannya. "Ummach" qaila mencium pipi ibu wina.
"Ih gemesin bangat sih little girls ini" kata adel gemes sama qaila.
"Boleh gak kakak cium" tawar yuni.
"Gak boleh" kata qaila dengan juteknya dengan kedua tangannya di lipat didepan dada.
"Ih kok gak bole sih" tanya yuni.
"Hanya kakak ganteng dua dua, kakak cantik, tante momi sama daddy yang boleh" kata qaila.
"Hah kakak ganteng dua dua??" Tanya raina.
"Iya kakak cantik, satunya kakaknya qaila satu lagi kakak ganteng" kata qaila dengan imutnya sambil menunjuk adit.
-------------------------------------------
Ikuti terus kelanjutan ceritanya 🤗
Terima kasih 😇
__ADS_1