
"Eh na, emang kamu gak kenapa-kenapa lihat justin sama cewe lain?" Tanya yuni.
"Nggak tuh. Kok aku B aja yah, padahal diakan cowo aku" kata raina bingung sama dirinya sendiri.
"Eh tapi cewenya itu pake seragam SMA berarti dia kakak kelas dong" kata yuni menyimpulkan.
"Emang kamu gaka da rasa cemburu gitu?" Tanya adel.
"Enggak tu rasanya justin itu bukan siapa-siapa. Atau mungkin karena aku blm cinta kali yah sama dia" kata raina
"Mungkin" jawab adel.
Ting ting ting ting suara bel.
pertanda jam pelajaran segera di mulai. Pertanda juga bahwa MOS hari ini segera di mulai.
Raina dan kedua sahabatnya segera meletakkan tasnya dan segera turun kelapangan untuk berbaeis seperti biasa.
---
Ruangan 9
Setelah mendapat arahan dari kak agas dilapangan. Semua anggota kelompok 9 segera menuju kelas.
"Raina" panggil justin.
"Iya tin. Kenapa?" Tanya raina.
Tanpa menjawab justin langsung menarik tangan raina dan menggandengnya menuju ruangan mereka.
Raina dan justin memasuki kelas dengan justin yang masih menggandeng raina.
"*Loh mereka serius pacaran beneran?"
"Hais gak cocok banget"
"Sirnahlah harapanku menjadi pacar justin"
"Tidak ada kesempatan lagi untukku mendekati raina"
"Mereka memang serasi*"
Bisik-bisik orang-orang yang ada di ruangan 9 ada yang menyukai kedekatan raina dan justin ada juga yang tidak suka.
"Udah tin. Malu" kata raina yang merasa risih digandeng justin.
"Gak papa. Kamukan pacar aku" kata justin.
Raina hanya pasrah dengan sikap justin. Justin menggandeng raina sampai ke tempat duduk mereka.
Raina dan justin duduk bersebelahan karena justin sudah meminta teman sebangku raina untuk bertukar tempat duduk.
"Tin aku mau tanya dong" kata raina.
"Iya tanya aja" kata justin kemudian menatap raian.
"Cewe yang kamu gandeng tadi siapa?" Tanya raina.
"Aku gandeng? Humz siapa?" Kata justin masih mengingat ingat. "Oh iya aku ingat" kata justin
"Hm siapa?" Tanya raina lalu mengangkat sebelah alisnya sambil menatap justin.
"Tadikan aku gandeng tangan kamu" kata justin.
"Ish, bukan itu" kata raina.
"Trus?" Kata justin sambil mengerutkan dahinya.
"Ituloh pas kamu jalan di koridor kelas sebrang lapangan. Kamu kan gandeng tangan cewe" jelas raina.
"Oh cewe itu" kata justin.
"Iya, dia siapanya kamu?" Tanya raina. "Pacar kamu yah" kata raina sambil tersenyum meledek justin.
"Apasih na, kok kamu gitu harusnya kan kamu cemburu. Ekspresi kamu kan harusnya marah kok malah biasa-biasa aja kek gitu malahan ketawa-ketawa" kata justin kesal.
__ADS_1
"Loh aku harusnya marah yah? Kok aku biasa aja yah" kata raina bingung dengan dirinya sendiri.
"Yaudah, siapa cewe itu?" Kata raina menatap justin dengan pura-pura serius dan marah.
"Bwahahahah" justin malah tertawa.
"Lah kok malah ketawa" tanya raina mulai kesal.
"Abis kamu lucu banget ekspresinya seperti itu" kata justin sambil tertawa.
Tawa justin di hentikan oleh suara guru yang tiba-tiba masuk di kelas.
Materi berlangsung, semua siswa baru di ruangan 9 hanya diam emndengarakan.
---
Jam 14.00
Bel pulang telah berbunyi. Semua siswa baru bersiap untuk pulang. Tak terkecuali raina dan justin. Raina segera berdiri dari duduknya tapi dihalangi oleh justin yang menarik tangannya.
"Heh ada apa" tanya raina.
"Loh, kamu lupa yah? Kamu kan kesekolah sama aku. Kok malah mau ninggalin" kata justin.
"Aku cuma mau kedepan nungguin adel sama yuni" jawab raina.
"Iya, tapi setidaknya tunggu aku dulu" kata justin kemudian berdiri lalu menggendong ranselnya
"Iya deh iya. Sudah selesai?" Tanya raina.
"Udah. Ayok" ajak justin.
Raina dan justin berjalan keluar dengan tangannya masih bergandengan.
Disaat justin dan raina sedang menunggu adel dan yuni di depan ruangannya, raina bertanya kepada justin.
"Tin, kamu belum jawab loh pertanyaan aku" kata raina.
"Pertanyaan yang mana?" Tanya justin pura-pura lupa.
"Oh itu. Jadi cewe itu...." kata justin terpotong saat adel dan yuni tiba-tiba memanggil mereka.
"Raina. Justin" panggil yuni dan adel kemudian berjalan menghampiri raina dan justin.
"Eh kalian. Ayo kita berangkat" ajak adel.
"Ayok" kata yuni kemudian menggandeng adel dan raina.
Gandengan tangan raina dan justin terlepas ketika yuni menariknya untuk segera pergi.
"Hais kenapa selalu di bawa kabur" kata justin dalam hati keudian berjalan mengikuti ketiga sahabat itu.
---
Di parkiran
Mereka telah sampai di parkiran. "Raina di perjalanan ke rumah sakit itu ada penjual buah gak?" Tanya justin.
"Ada kok tin" kata raina.
"Loh jadi justin buahnya buat apa?" Tanya adel.
"Telmi. Telmi. Yah buat aditlah buat apa lagi kita kan mau kerumah sakit jenguk adit" kata yuni kesal.
"Oh iya. Kita kan mau jenguk adit yah" kata adel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahah, sudah-sudah ayok kita berangkat" kata raina sambil tertawa.
Justin dan yuni segera mengeluarkan motornya dari parkira.
"Ayok naik" kata justin.
"Oke" kata raina kemudian menaiki motor justin.
Di perjalanan saat melihat penjual buat justin segerah menghentikan motornya di halaman penjul buah di ikuti oleh yuni dan adel di belakangnya.
__ADS_1
Mereka berempat segera memasuki tokoh buah itu kemudian menuju meja pemesanan.
"Permisi bu" kata justin.
"Iya nak. Apa ada yang bisa saya bantu" kata ibu penjual buah.
"Saya mau pesan 1 parcel buah" kata justin.
"Baik segera saya siapkan" kata ibu penjual buah.
"Heh? Kok cuma satu. Kita kan juga mau pesan buat adit" kata yuni.
"Gak papa 1 aja. Kaliankan jenguknya barengan" kata raina.
"Gak na, aku juga mau bawain buat adit" kata raina tetap dengan keinginannya.
"Yaudah deh aku pesankan" kata justin mengalah.
"Okey" kata yuni.
"Bu, kami pesan 2 yah parcel buahnya" kata adit kepada ibu penjual buah.
"Jadi dua yah sama yang tadi?" Tanya ibu penjual buah.
"Iya bu" kata justin.
"Baiklah ibu akan segera siapkan" kata ibu penjual buah. "Silahkan duduk dulu selama kami mempersiapkannya" kata ibu penjual buah sopan
---
"Nak, ini parcelnya sudah siap" kata ibu penjual buah.
Juatin segera berdiri bersamaan dengan yuni.
"Aku aja yang bayar" kata justin.
"Aku aja" kata yuni.
"Aku aja na,sekalian"kata justin.
"Nggak, biAr aku saja"kata yuni kemudian berjalan mendahului justin.
Justin segera mengejar yuni dan melanjutkan debatnya.
Raina dan adel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua orang itu.
"Biar aku saja yang bayar" kata justin.
"Nggak, biar aku saja" kata raina lagi.
"Sudah-sudah nak jangan bertengkar kata" ibu penjual buah.
Rainaynag sudah geram dengan sikap kedua ornag itu segera berdiri dan menghampiri kedua orang itu.
"Kaliam mau terus bertengkar atau bayar?" Tanya raina.
"Mau bayarlah na" jawab yuni.
"Yaudah, bayar gak usah bertengkar" kata raina.
"Tapi gimana na, dia gak mau ngalah" kata justin.
"Yaudah bayar sendiri-sendiri aja, apa susahnya sih atau aku aja yang bayar" kata raina.
"Tidka nak, yaudah iya kita bayar masing-masing" kata justin kemudian membayar 1 parcel buah pesanannya.
Kemudian bergantian dengan yuni membayar parcel buah pesanannya.
"Nah, gini kan enak" kata raina dan ibu penjual buah bersamaan kemudian di sambut tawa semua orang di sana.
-------------------------------------------
Terima kasih kepada para pembaca βΊοΈ ikuti terus kelanjutan ceritanya π€ππ
Jangan lupa like, komen and vote yah π€ππβΊοΈ
__ADS_1
Terima kasih π