
---
Di rumah
Sesampainya di rumah raina dan kedua orang tuanya segera melaksanakan shalat maghrib secara berjamaah.
Setelah shalat mereka mendo'akan adit segera ketemu dans egera pulang kerumah. Tak terasa air mata ibu wina mengalir begitu saja karena kekhawatirannya kepada anaknya.
Ayah raina yang mendengar istrinya menangis tersedu-sedu segera menghampirinya dan segera memeluknya.
"Bu, ibu gak usah khawatir adit akan segera ketemu dan segera pulnag kerumah" kata pak daniel.
"Iya ibu, ibu gak usah khawatir" kata raina.
"Tapi ibu khawatir sama adit, ibu takut dia kenapa-kenapa" kata ibu wina.
"Ibu tenang yah, sekarang ayah pergi nyari adit" kata pak daniel.
"Iya ayah hati-hati yah" kata ibu wina sambil mencium punggung tangan pak danie. Kemudian bergantian dnegan raina mencium punggung tangan ayahnya.
"Hati-hati yah yah" kata raina.
Ayah raina kemudian keluar dari musholla rumh kemudian menuju kamar untuk mengganti bajunya.
"Raina, sekarang kamu istirahat kamu pasti capek kan. Habis kegiatan trus cari adik kamu" kata ibu wina.
"Gak papa bu, raina mau nemanin ibu" kata raina.
"Kamu istirahat saja nak, besok kan kamu masih MOS" kat aibu wina.
"Yah sudah bu, mari aku antar ibu ke kamar" kata raina.
"Tidak nak, ibu masih mau di sini nanti saja ibu ke kamar setelah shalat isya" kata ibu wina.
"Yah sudah, nanti aku ke sini buat shalat isya" kata raina dan kemudian di balas anggukan oleh ibu wina.
"Aku ke kamar dulu yah bu" kata raina kemudian mencium pipi ibunya.
---
Kamar raina
Sesampainya raina di kamar dia langsung membuang tubuhnya ke kasur empuknya itu.
"Adit dimana yah? Gimana keadaannya" kata raina.
Raina segera mengambil hpnya.
"Eh ada nomor baru, chat jam 17.30" kata raina kemudian membuka chat tersebut.
From +6282188******
"Assalamu'alaikum raina"
To +6282188******
"Wa alaikum salam, maaf ini siapa yah?"
Beberapa menit berlalu chat itu belum terbalas juga. "Hm, siapa yah ini" gumam raina. "Ah, masa bodoh deh gak penting juga" kata raina kemudian meletakkan hpnya di meja samping tempat tidurnya.
Beberapa menit kemudian hp raina berbunyi kembali menandakan ada chat masuk.
From +6282188******
"Raina, ini aku pacar kamu"
To +6282188******
"Oh, justin"
From +6282188******
__ADS_1
"Iya na jangan lupa save no aku"
To justin
"Iya tin, udah"
From justin
"Makasih na, oh iya kok tadi sore chat aku gak kamu balas"
To justin
"Oh itu, aku sibuk tadi sore"
From justin
"Sibuk apa yah kalau boleh tau"
Aku kasih tau gak yah? Eh siapa tau justin lihat adit. Gumam raina. Karena justin emang pernah melihat adit saat raina dan adit berbelanja di supermarket.
To justin
"Itu tin, adek aku ilang. tadi sore kami keliling-keliling nyari dia"
From justin
"Adek kamu yang sama kau pas di supermarket itu kah na?"
To justin
"Iya tin"
From justin
"Kok bisa ilang na?"
To justin
From justin
"Aku bantu cari yah na"
To justin
"Gak usah tin ini udah malam"
From justin
"Gak papa na, diakan calon adek ipar aku hehe π "
To justin
"Hehe bisa aja loh"
From justin
"Aku pergi cariin dulu yah na. Kamu gak usah khawatir"
To justin
"Iya makasih yah tin"
Chatan mereka berakhir. Rain akembali meletakkan hpnya di atas meja dekat tempat tidurnya. Baru beberapa menit raina menutup matanya adzan isya telah berkumandang. Raina segera beranjak dari tempat tidurnya. "Alhamdulillah sudah isya" kata raina kemudian berjalan menuju musholla rumah.
Sesampainya raina di musholla raina mendapati ibunya sedang tertidur lalu raina segera membangunkannya.
"Ibu, bangun bu sudah isya" kata raina membangunkan ibunya.
"Aadiitt" kata ibu wina berteriak dan terbangun dari tidurnya.
"Ibu, ibu kenapa" kata raina cemas dan langsung memeluk ibunya.
"Adit na, adit" kata ibu wina.
__ADS_1
"Adit kenapa bu" kata raina.
"Ibu mimpi adit kecelakaan dan dia ninggalin kita" kata ibu wina histeris di dalam pelukan raina.
"Ibu, itu hanya mimpi. Mimpi hanya sebagai bunga tidur. Adit akan baik-baik saja" kata raina sambil mengelus-elus punggung ibunya.
"Tapi na mimpi itu seperti nyata" kata ibu wina sesenggukan.
"Ibu tenang saja yah, adit pasti baik-baik saja" kata raina menenangkan ibunya.
"Ibu sekarang kita shalat isya yuk setelah itu kita doakan adit" kata raina melepas pelukannya kemudian memegang lengan ibunya dengan lembut lalu menghapus bekas air mata di pipi ibunya.
"Iya nak" kata ibu wina kemudian beranjak dari dukuknya untuk pergi mengambil air wudhu.
Raina dan ibunya shalat dan di akhiri dengan berdoa untuk adit.
Tringgg triiiiing triiiing. Suara telpon rumah berbunyi.
Biar aku yang angkat bu. Kata raina hendak berdiri tapi di cegah oleh ibunya.
"Biar ibu saja nak. Kamu lanjutkan saja melipat mukanya" kata ibu wina kemudian beranjak dari duduknya menuju telpon rumah.
"Halo" kata ibu raina.
"Selama mata ibu. Kami dari rumah sakit ***** ******. Kami hendak memberitahukan bahwa anak ibu sedang di rawat di rumah sakit kami karena kecelakaan tadi pagi" kata suster dari rumah sakit di telpon.
Ibu wina seketika bergetar dan berkeringat dingin mendengar perkataan itu dan langsung saja duduk mematung ke lantai.
Raina yang baru saja datang menghampiri ibunya kaget melihat ibunya yang duduk mematung di lantai.
"Ibu, ibu kenapa? Siapa yang menelpon" tanya raina tetapi ibunya tidak menjawab melainkan ibunya malah terdiam kemudian air matanya mengalir begitu saja dari mata ibu wina.
Raina segera mengambil telpon yang di pegang oleh ibunya.
"Halo.... siapa ini" tanya raina di telpon.
"Kami dari rumah sakit ***** ******. Kami hendak memberitahukan bahwa anak ibu sedang di rawat di rumah sakit kami karena kecelakaan tadi pagi" kata suster itu lagi di telpon.
"Apa" kata raina berteriak. "Kenapa baru memberitahu sekarang" tanya raina.
"Maaf bu, kami baru mendapatkan nomor ini saat pasien sadarkan diri" kata suster.
"Baiklah. Terima kasih. Kami segera ke sana" kata raina di telpon dan segera memutuskan sambungan telponnya.
"Ibu, adit akan baik-baik saja. Mari sekarang kita kesana" kata raina sambil membantu ibunya berdiri.
"Raina adik kamu" kata ibu wati masih menangis.
"Iya ibu, adit akan baik-baik saja" kata raina.
"Sekrarang kamu telpon ayahmu suruh dia kesini agar kita kerumah sakit bersama-sama" titah ibu wina.
"Baik ibu" kata aira kemudian mengambil ponselnya di kamar.
Tuuut tuuut tuuut.
"Assalamu'alaikum, Halo ayah. Sekarang ayah pulang ke rumah kita segera kerumah sakit" kata raina kepada ayahnya tanpa memberi kesempatan ayahnya menjawab.
"Wa alaikum salam nak, ada apa? Kenapa kerumah sakit? Kalian baik-baik saja kan?" Tanya ayah di telpon.
"Kami baik-baik saja. Sekarang ayah pulang saja nanti aku ceritain" kata raina.
"Oke. Sekarang ayah pulang" kata ayah.
"Hati-hati ayah, Assalamu'alaikum" kata raina.
"Wa alaikum salam" kata pak daniel kemudian memutuskan sambungan telponnya.
-------------------------------------------
Terima kasih kepada para pembaca βΊοΈ tunggu kelanjutan ceritanya ππ
Jangan lupa like, komen and vote yah ππ€π
Terima kasih π
__ADS_1