Camping Penumbuh Cinta

Camping Penumbuh Cinta
#Crt_4 Belanja


__ADS_3

*Sore hari


"Assalamu'alaikum*" salam ibu dan ayah raina sambil memasuki rumah.


"Wa alaikum salam" jawab adit dari ruang nonton atau ruang keluarga .


Adit segera berjalan menuju ayah dan ibunya sambil memanggil-manggil kakanya.


"Kak raina momski and daddy dah datang" kata adit berteriak.


"Kamu ini" kata ibu wina sambil memukul pelan kepala adit sambil tersenyum.


"Hehe" adit cengengesan.


Raina segera berlari keluar kamarnya. Mengikuti adit menghampiri orang tuanya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Ayah sama ibu dari mana?" Tanya raina setelah mencium punggung tangan kedua orangtuanya.


"Oh itu tadi kita dari undang teman ayahmu" kata ibu wina sambil duduk di sofa di ikuti oleh raina.


"Ooh gitu. Rame gak bu acaranya?" Tanya raina lagi.


"Yah pasti rame dong sayang teman ayah kan orang-orang penting" pak daniel.


"Oh iya heheh. Lupa" kata raina terkekeh.


"Yaudah ayah sama ibu bersih-bersih deh abistuh nanti istirahat" kata raina.


"Iya sayang kita mau masak dulu" kata ibu wina.


"Biar aku sama adit aja lagian gak ada bahan buat masak. Ini kita baru mau keluar belanja" kata raina menjelaskan. "Ayok dit temanin aku yah" ajak raina.


"Hais. Tapi kan kak...." kata adit terpotong.


"Gak ada tapi-tapi. Kata mau di rumah aja" kata raina mengulang kata-kata adit tadi siang.


"Haih, iya ibu lupa. Tadi pagi udah habis lupa mampir juga tadi" kata ibu wina. "Tolong beliin yah nak" sambung ibu wati.


"Siap bu" kata raina bersemangat.


"Ayah?" Panggil raina.


"Iya kenapa?" Kata pak daniel sambil menoleh ke arah raina.


"Heheh, uang??" Kata raina sambil tersenyum.


"Loh harusnya minta ke ibu uang bulannya sama ibu" kata ibu wina.


"No no no. Khusus hari ini ayah yang ngasih uang belanja sekalian lebihin yah ayah buat jajan aku sama adit hehe" kata raina sambil tersenyum sok imut.


"Wah aku setuju kalau gitu, aku jadi semangat sekalian lebihnya banyak-banyakin yah ayah" kata adit dari yang tadinya mangun terus jadi bersemangat.


"Baikah, untuk anak-anak ayah tersyang" kata ayah sambil mengambil dompetnya dari sakunya.


"Yeay,," kata raina dan adit bahagia.


"Et, tapi ini lebihnya ayah banyakin dan besok uang jajan kalian tinggal setengah yah" kata pak daniel menyodorkan uang kepada raina kemudian di sambut tawa olehnya dan istrinya. Tapi tidak dengan raina dan adit.


"Yah ayah kok gitu sih, ayah tau kan aku masih MOS jadi pasti capek banget trus nanti kalau aku kelaparan dan ke hausan gimana" kata raina mengambil uang itu lalu memeluk tangan ayahnya dengan manjanya.


"Iya iya, ayah hanya bercanda yaudah sana nanti keburu malam" kata pak daniel sambil mengelus-elus rambut raina.


"Yeay, tingkiu ayah" kata raina kemudian mencium pipi ayahnya.


"Bu tolong catatin yang mau di beli yah, aku mau siap-siap dulu" kata raina kemudian pergi menuju kamarnya.


"Ayo adit kita berangkat"kata raina.


Adit segera bernjak dari duduknya.


"Heh jangan lupakan ini, nanti kamu gak tau mau beli apa" kata ibu wati kemuadian memberikan kertas catatan itu.


"Hehe iya hampir lupa" kata raina sambil mengambil kertas itu.


"Assalamu'alaikum" kata raina dan adit kemudian pergi.

__ADS_1


"Wa alaikum salam".


Di supermarket


"Dit kamu ambil trolinya yah" kata raina memerintah adit.


"Oke" kata adit kemudian mengambil troli yang di suruhkan raina.


Mereka mengelilingi supermarket itu sambil mengambil barang-barang di catatan itu. Di tengah-tengah mereka membeli raina menabrak seseorang karena terlalu fokus mencari bahan-bahan.


"Hadu. Maaf-maaf" kata raina sambil berdiri kemudian menoleh ke arah orang yang di tabraknya.


"Eh Justin, maaf yah aku gak sengaja" kata raina sambil membantu justin berdiri.


"Hehe gak papa na" kata justin tersenyum. "Kamu belanja apa?" Tanya justin.


"Ngga ini cuman belanja bahan-bahan dapur" kata raina. "Kamu sendiri belanja apa?" Sambung raina.


"Nggak kok ini cuman liat liat kalau ada yang suka barudeh aku beli" kata justin.


"Kamu....." kata raina di potong oleh adit.


"Kak ini mau terus ngobrol atau belanja udah malam nih" kata adit.


"Iya sabar, gak sabaran banget sih" kata raina.


"Yaudah tin, kita duluan yah mau lanjut lagi, sekali lagi maaf yah" kata raina.


"Iya gakpapa" kata justin.


"Oke deh, bye tin" kata raina kemudian pergi meninggalkan justin.


"Bye" kata justin.


Setelah membeli semua bahan yang di suruhkan ibunya raina dan adit segeram menuju kasir untuk membayar.


Setelah membeli semua bahan raina dan adit segera menuju parkiran.


"Dit. Lebihnya masih banyak banget nih kita beli apa?" Tanya raina.


"Yaudah kita pulang dulua aja deh" kata raina kemudian menyalakan motornya.


Di perjalanan adit bertanha kepada raina. "Kak, cowo tadi siapa?" Tanya adit.


"Oh itu justin ketua kelompok kakak. Kenapa?" Tanya raina.


"Tampan sih tapi kok adit gak suka yah" kata adit.


"Hahahah, ya iyalah masa iya kamu suka sama cowo. Ada-ada aja" kata raina menertawakan adit.


"Ish kak bukan itu maksudku" kata adit kesal.


"Trus apa?" Tanya raina.


"Kok sepertinya dia itu suka yah sama kakak?" Kata adit.


"Halah kamu anak kecil sok tau" kata raina.


"Ish beneran kak" kata adit.


"Udahlah gak usah bahas dia" kata raina.


"Yaudah terserah kakak" kata adit.


Di rumah


"Assalamu'alaikum" kata raina dan adit sambil masuk rumah dengan menenteng kantong belanjaannya.


"Wa alaikum salam, Eh bocah-bocah udah pada pulang" kata pak daniel yang sedang duduk di ruang keluar.


"Ayah, aku bukan bocah lagi" kata raina sambil berhenti di dekat ayahnya dan mengerucutkan bibirnya.


"Iya deh iya, sana taro belanjaan habis itu sholat" titah pak daniel.


"Iya ayah" kata raina kemudian mencium punggung tangan ayahnya di ikuti oleh adit.

__ADS_1


"Eh udah pulang" kata ibu wina.


"Udah bu" kata adit dan raina sambil meletakkan belanjaan di dapur.


"Kita sholat dulu bu" kata raina kemudian mencium punggung tangan ibunya.


"Yasudah sana sholat" titah ibu wina.


"Iya bu" kata adit dan raina smabil berjalan ke kamar masing-masing.


"Oh iya bu, jangan masak yah malam ini aku dan adit mau keluar nyari makan habis isya". Kata raina.


"Oke" kata ibu wina kemudian berjalan menuju ruang keluarga.


---


Sesudah isya


Raian berjalan menuju kamar adit. "Adit, ayok nyari makan" kata raina sambil mengetuk pintu kamar adit.


"Ayok" kata adit yang keluar dari kamarnya kemudian berjalan mendahului raian.


"Eh dasar emang. Main pergi-pergi aja" kata raina sambil mengejar adit.


"Ayah ibu kita keluar sebentar yah" kata adit berpamitan.


"Iya, cepat pulang yah" kata ayah.


"Siap yah" kata raina yang baru saja datang.


"Kita jalan yah Assalamu'alaikum" kata adit dan raina sambil mencium punggung tangan ayah dan ibunya.


---


Warung makan


"Kamu mau apa dit?" Tanya raina.


"Aku mau ayam geprek deh kak" kata adit.


"Oke" kata raina kemudian pergi memesan makanan.


"Bu beli ayam gepreknya 2, nasi campur 1, sama nasi pecel 1 trus beli sayurnya di pisahin yah nasinya juga di pisah" kata raina memesan.


"Iya nak" kata ibu warung itu sambil mempersiapkan pesanan raian.


"Wih kakak emnag paling tau kesukaan ibu dan ayah" kata adit yang tiba-tiba sudah ada di samping raina.


"Iya dong. Emang kamu" kata raina.


"Ini nak pesanannya" kata ibu warung itu.


"Berapa bu?" Tanya raina.


"Semuanya *******" kata ibu warung.


"Ini bu, makasih" kata raina sambil memberikan uangnya.


Raina dan adit keluar dari runag makan menuju parkiran.


"Dit, ini uang lebihnya masih banyak mau di bikin ke ayah atau kita bagi aja" tanya raina.


"Kita bagi aja deh kak kan tadi ayah bilang udah di kasih ke kita jadi itu uang kita" kata adit sambil tersenyum.


"Yaudab besok pagi ajayah baginya" kata raina kemudian menyalaka motornya.


"Oke" kata adit.


-------------------------------------------


Terima kasih kepada para pembaca 😊 ikuti terus kelanjutan ceritanya πŸ€—β˜ΊοΈ


Jangan lupa like, komen and vote yah πŸ˜ŠπŸ˜‡


Terima kasih πŸ˜‡

__ADS_1


__ADS_2